
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
"...... mbak minta kalian smua bisa hadir di pernikahan mbak sabtu ini yaa!!!...." dengan hati-hati mbak Dewi mengumumkan pernikahannya setelah meeting pagi usai, dan kamipun di line saling bersorak serasa ikut bahagia mendengar leader kami akan melepas masa lajangnya.
"Tolong jangan berisik yaa!!! Mbak gak mau mengganggu line sebelah ... oyaa, mbak akan cuti selama 1 minggu, mohon kerjasama kalian smua selama mbak tidak ada agar menjaga kekompakan selalu. Sementara nanti akan ada leader yg menggantikan mbak, kalian paham???"
"Paham mbakkk ...."
Kartu undangan yg di tujukan untuk 1 line itu sedang bergilir ke arahku, smua mata tampak penasaran siapakah pria beruntung yg mendapatkan mbak Dewi atasan mereka."
"Hayoo ... semangat ... semangat!!! Kerjakan produk di depam kalian, jangan banyak mengobrol ... fokus dalam bekerja!!" suara mbak Dewi menyemangati sambil berlalu ke meja leadernya, ia mengamati laptop yang menampilkan planning yang harus linenya selesaikan hari ini.
Hingga Friss kmudian mendekatinya.
"Gmana Dew, kamu sudah bicara dengan Lyra?"
"Oh ... Fris, iya rencananya nanti aku akan bicara dengannya. Aku fikir kamu benar Fris, yang paling pas mendampingi Firgie hanya Lyra, di line ku rata-rata berusia 23-24 tahun. u
Usia wanita untuk menikah, sedang Firgie aku tau betul ia masih belum siap kearah sana. Dan hanya Lyra yang masih 19 tahun, ada 1 lagi Dina tapi ia gak berhijab. Firgie menyukai wanita berhijab, smoga Lyra menyetujuinya."
Tampak Friss tersenyum puas mendengar jawaban Dewi ... "Akhirnya gadis itu akan sibuk dengan Firgie ... smoga mereka cocok dan gadis itu gak mengganggu Dimas lagi."
●●●●
🌻5 Menit sebelum istirahat.
"Lyra nanti makan siang bareng Mbak ya!!" ucap mbak Dewi yang tak biasanya mengajakku makan bersama.
__ADS_1
"i- yaa mbak," jawabku heran "Apa aku telah membuat kesalahan?"
"Aku boleh ikut mbak?" kak Fida di sebelahku ikut menyela.
"Iya boleh," jawab mbak Dewi.
Langsung ku ketik dilayar ponselku.
"Maaf mas, nanti gak makan bareng ya ...."
●●●●
"Ly, mbak mau minta tolong kamu ...." Mbak Dew tanpa basa basi memulai pembicaraan setelah makanan di nampan kami habis.
"Membantu apa mbak?" jawabku bingung.
"Menemani seseorang untuk hadir di pernikahan mbak!!!"
"Maksud mbak??" aku masih tampak bingung dengan perkataan mbak Dewi.
"Lyra, mbak mau kamu datang dengannya di pernikahan mbak nanti!!" lirih mbak Dewi sambil memegang tanganku nampak di matanya menahan bongkahan es yang tak ingin di tampilkannya.
"Mbak, kenapa Lyra??" penuh tanya di benakku.
"Karna menurut Mbak kamu yang cocok dengannya, kamu manis, masih muda, baik & berhijab pula. Dia menyukai wanita berhijab Ly. Please mau ya Ly!!" ujar mbak Dew dengan tatapan memohon kepadaku.
"Mbak, yang baik kan banyak, yang berhijab juga banyak. Jangan Lyra mbak," ujarku.
Entah bagaimana aku menjelaskan kalau saat ini aku sedang dekat dengan Mas Dimas kayaknya kurang baik jika aku berjalan dengan laki2 lain, fikirku
Kak Fida yang sejak tadi terdiam tiba-tiba mengeluarkan suara.
__ADS_1
"Mau aja Ly ... pilihan mbak Dewi pasti orang yang baik," ujarnya.
"Maaf ya Ly aku sebetulnya tau belakangan kamu lagi deket sama Pak Dimas tapi aku gak mau kamu sakit hati karna Pak Dimas terlalu tinggi untuk kita, belum lagi sainganmu Mbak Friss yang anti mengalah dengan siapapun..."batin Kak Fida
"Ly, mau yaa ... memang banyak yang baik tapi mbak maunya kamu!!!" mbak Dew kembali memohon.
"Hanya saat ke pernikahan aja kan Mbak??dan apa mbak gpp lihat aku nanti sama temen mbak itu??" kupaksakan mengucapkan ini karna sungguh gak bisa menolak Mbak Dew yang sudah memohon padaku.
"Iya Ly, yang terpenting saat acara mbak kamu datang sama dia. Mengenai hati mbak, gpp banget Ly. Mbak kan memang udah sama mas Tama hanya mbak pengen lihat dia yg terakhir aja, kalau gak ada temennya takut dia gak dateng jadi mbak minta kamu nemenin dia Ly," mata mbak Dew kulihat berkaca kembali. J**adi penasaran seperti apa sebenarnya sosok teman mbak Dew yang sulit terlepas dari hatinya tersebut.
"Sebenernya mbak berharap kamu cocok dan seterusnya sama Firgie Ly ... " lirih mbak Dew dalam hatinya.
"Gimana Ly kamu setujukan??" tambah mbak Dewi lagi memastikan.
"Baiklah mbak," jawabku.
Hanya 1 hari ini gpp lah, nemenin undangan aja ... toh hatiku tetap untuk mas Dimas, batinku
"Besok pulang kerja mbak tunggu di loker ya Ly, mbak janji bertemu dia di Mall XX ...."
"Iya mbak," jawabku pasrah tak bersemangat.
"Makasih banyak ya Ly," terlihat senyuman terurai di bibir mbak dewi.
"Oya ... siapa namanya mbak?"
"Firgie Ly ...."
"Oh."
"Yauda yuk, belum sholat zuhur kan?jangan sampai kita telat di line," mbak Dew segera beranjak karna obrolan barusan ternyata menguras waktu istirahat kami.
__ADS_1
●●●●
🌻Happy reading❤❤