Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Bunda Marah


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻Dan kami segera naik ke mobil setelahnya. Perjalanan kamipun dimulai, mas Dimas masih tampak dengan diamnya, dan aku yang ingin mengucapkan terima kasih kalah dengan egoku. Aku merasa tak bersalah dengan kejadian tadi pagi, aku hanya bertanya, kenapa mas Dimas harus marah. Akupun kini dengan diamku pula.


"Ayah, kita akan pulang ke lumah bunda? atau tempat Uti," celoteh Mayra di mobil saat ini.


"Kita akan pulang ke rumah kita yang dekat rumah Irsya," ujar Mas Dimas sambil diam-diam melirikku yang masih tampak terdiam.


"Yeaaa, nanti Mayla bisa main dengan Issya dong Yah," ujar Mayra lagi.


"Tentu Sayang, Mayra ... coba cek apa bundamu baik-baik saja, ayah belum mendengar suara bunda," ujar mas Dimas.


Hahh wanitaku ini, padahal aku yang ingin pura-pura marah tapi malah ia yang tidak bicara sedikitpun. Dan aku tidak bisa melihat kau marah dan mendiamkan Mas, Lyra ... batin Dimas.


"Bunda sakit?" tanya Mayra.


Aku menggeleng.


"Bunda mengantuk?"


Aku mengangguk.


"Bunda mengantuk Ayah," celoteh Mayra.


"Masa sih bunda sudah mengantuk, kita belum lama naik kemobil, coba ajak bunda bernyanyi Sayang," ujar mas Dimas.


"Ayo kita belnyanyi bunda bial bunda tidak mengantuk."


Aku menggeleng.


"Bunda tidak mau ayah," celoteh Mayra.


"Tanyakan Sayang, apakah bunda marah dengan Ayah?" ujar mas Dimas kembali.


"Bunda, apa Bunda malah dengan Ayah?"


Aku mengangguk.


Apa-apaan sih mas Dimas ini, pintar sekali menggunakan Mayra untuk membujukku, sekarang dia kan yang bingung aku mendiamkannya, biar rasakan!! Tapi sungguh aku tak tahan ingin tersenyum, tunggu Lyra! Coba kita lihat usaha apa yang akan mas Dimas lakukan agar aku bicara.


"Katakan Ayah minta maaf, Sayang," ujar mas dimas sedikit berteriak agar aku mendengarnya.


"Bunda, Ayah minta maaf, Bunda mau maafkan ayah kan?" ujar Mayra.


Aku menggeleng.


"Bunda tidak mau maafkan Ayah, Ayah ngomong langsung sama Bunda aja deh, Mayla jadi pusing nihh," polos Mayra sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Yahh, Mayra tolongin Ayah dong Sayang ... Ayah sebetulnya ingin cium Bunda, tapi Ayahkan lagi nyetir, coba Mayra cium wajah Bunda, buat ganti ciuman Ayah."


Mayra seketika mendekatiku, dan menciumi wajahku, aku masih menahan senyum dan tak bergeming menghadap keluar jendela.

__ADS_1


Ohh, Putri cantikku yang penurut, maaf bunda mendiamkanmu Sayang, bunda rasanya ingin membalas ciumanmu, tapi  bunda sedang marah pada ayahmu, batin Lyra.


"Bunda masih diam saja Ayah," celoteh Mayra tampak bingung di wajahnya.


Mayra kembali mendekati wajahku dan menciumiku kembali, aku masih menahan diri untuk memeluk putri kecilku.


Hingga tiba-tiba tampak mas Dimas meminggirkan mobil yang di kendarainya, ia seketika memindahkan Mayra ke kursinya.


Dan dengan cepat ia langsung duduk disisiku, menghujani wajahku dengan kecupannya, aku memalingkan wajahku ke kanan dan kiri namun mas Dimas segera menahan wajahku, dan menciumiku ...


"Lepaskan Mas!! Geliii,"


"Ayah malu ihhh," Mayra seketika menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Masih marah dengan Mas?" Masih memburu wajahku.


"Mass, malu dilihat Mayra," lirihku.


Mas Dimas tampak memperhatikan Mayra yang sedang menutup wajahnya.


"Anak pintar tutup matamu dulu ya Sayang," ujar mas Dimas sambil menyapu kepala Mayra.


"Ayo katakan!! masih marah dengan Mas?"


"Ti-dakk, tidak mas ... aku tidak marah lagi, hentikan Mas!," ujarku.


"Oke mas lepaskan, tapi kau harus tersenyum dulu!"


Akupun tersenyum. Mas Dimas kemudian memelukku. "Nakal, seperti anak kecil saja, jangan pernah mendiamkan Mas lagi, mengerti?"


Aku mengangguk, sambil terus tersenyum.


"Bilang saja minta cium Mas," Mas mencium pucuk kepalaku baru kemudian balik ke posisi duduknya semula.


"Sudah Sayang, kau sudah boleh membuka tanganmu kembali."


"Bunda sudah tidak malah Yah?"


"Tidak, lihatlah! Bundamu terus tersenyum sekarang." ujar mas Dimas tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sini Sayang ... maaf tadi Bunda ikut mendiamkan Mayra, karena marah dengan ayah."


"Bunda jangan malah lagi yaa," ucap Mayra.


"Iya Sayang," ujarku sambil memeluk putri kecilku.


Dan Mas Dimas menyalakan radio di mobilnya saat ini ...


●●●●


Terdiam, hanya bisa diam


Dingin menyerang di sekujur tubuhku


Layangkan mata menembus cahaya

__ADS_1


Putih kilaunya meneduhkan lamunan


Masih jelas terlihat pesona ayumu


Masih jelas terasa getar dawai jiwamu


Inikah surga cinta


Yang banyak orang pertanyakan?


Atau hanya mimpi


Yang tiada pernah berakhir jua


Perlahan bawa semua tanya


Satu bersama langkah di taman ini


Terangkai bunga tanda cinta murni adanya


Tapi kekasih pun tiada muncul hapus rinduku


Inikah surga cinta


Yang banyak orang pertanyakan?


Atau hanya mimpi


Yang tiada pernah berakhir jua


Di mana aku sedang berada


Mengapa sendiri?


Lari telanjang tanpa seorang pun


Yang akan mempeduli


Inikah surga cinta


Yang banyak orang pertanyakan?


Atau hanya mimpi


Yang tiada pernah berakhir jua


Terbanglah cinta


Sampaikan sayangku hanya bagi dia


Hanya rasa sepi


Meratapi malam tanpa dirinya ...


( Syurga Cinta - Ada Band )

__ADS_1


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤


__ADS_2