Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Masih di rumah Firgie


__ADS_3

"Lyra.. kamu pasti heran ya adik Firgie banyak?" tambah ibu lagi..


"Nggak ko bu.. malah enak rame bu.." ujarku.


"Iya sih emang rame, tapi ya gitu klo udah ngumpul pada godain adiknya ibu yang pusing.." gumam ibu.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Pukul 17:20 saat ini


Ibu sedang masuk ke dapur.


Ku kirim pesan pada Firgie yang duduk di sisiku.


๐Ÿ‘ฉ "Aku pulang kapan?"


๐Ÿ‘จ "Sana bilang sendiri sama ibu" balas Firgie.


๐Ÿ‘ฉ "Nggak ah, kau saja yang bilang Gie.."


๐Ÿ‘จ "Apa kau gak betah berlama di rumahku?"


๐Ÿ‘ฉ "Bukan begitu, udah gak betah dengan keringat di tubuhku. Mau mandi di rumah" (mencari alasan)..


๐Ÿ‘จ "Mandi disini aja๐Ÿ˜‰.."


๐Ÿ‘ฉ "Ishh.. nanti ku bilang ibu Mas Firgie ngomongnya nakal nihh bu.."


๐Ÿ‘จ "Bahaya.. udah punya tempat ngadu sekarang.."


๐Ÿ‘จ "Ko gak bls lagi..ngetik apa lama banget."


๐Ÿ‘ฉ "Ada ibu di belakangmu."


*Seketika Firgie menoleh kebelakang..


"Lagi pada ngapain sih, main hp ko pada senyum2 sendiri..." ujar ibu tiba-tiba kearah kami.


"Bukan apa2 buu.."ujar Firgie sambil melirik kearahku.


"Lyra katanya mau pulang boleh bu? Sebentar lagi maghrib soalnya." tanya Firgie kepada sang ibu.


"Lho kok buru2? maghriban dulu disini ya Lyra.. biar tenang pulangnya. Ibu juga masak, nanti makan dulu nyobain masakan ibu" ujar ibu tampak pengharapan di matanya.


Aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Tak bisa menolak ucapan ibu.


Tampak disana Firgie tersenyum menatapku.


ALLร’HU AKBAR... ALLร’HU AKBAR...


Suara adzan sudah berkumandang..


Firgie, Fikra dan Firraz tampak pergi ke Mushola saat ini.


"Lyra.. kamu sholat di kamar Yasmin ya. Ini Mukenanya ibu letakkan di ranjang."


"Yasmin antar mbak Lyra berwudhu yaa!" ujar ibu kembali sebelum akhirnya ia menuju kamarnya.


"Iya bu..." jawabnya.


"Ayo mbak.."


๐Ÿ‚


"Yasmin kelas berapa?" tanyaku pada gadis kecil di depanku setelah ibadah sholat ku tunaikan.


"Kelas 3" jawabnya malu-malu.


"Mbak Lyra punya adik kecil sepertimu, lucu dan cantik. Tapi dia jauh" ujarku spontan bercerita pada Yasmin saat ini.

__ADS_1


"Adik mbak memang dimana?" tak kuduga ia merespon ucapanku.


"Di Jakarta, semua keluarga mbak disana" ujarku.


"Mbak gak kangen?" tanyanya.


"Kangeen sekali. Tapi memang mbak harus bekerja dan tinggal jauh dari mereka" tambahku.


"Aku mau jadi adik Mbak Lyra" ujarnya malu-malu.


Sungguh kalimat manis dan tak terduga keluar dari bibir kecil itu.


"Bukannya Yasmin sudah punya mas-mas yang sayang Yasmin?" ujarku.


"Enggak. Yasmin maunya kakak perempuan seperti Mbak Lyra. Mas Firgie, mas Fikra sama mas Firraz sukanya nakal sama Yasmin, cubitin, kelitikin, ledekin Yasmin terus. Yasmin gak suka! emang Yasmin boneka apa." Ujar sang gadis tanpa jeda.


Yasmin yang awalnya malu-malu, kini ia tampak mengakrabkan diri padaku.


"Mbak Lyra mau kan jadi mbaknya Yasmin?" gadis kecil di depanku bertanya dengan tatapan yang sangat imut saat ini. Membuatku gemas ingin menciumnya.


"Iyaa mbak mau.." jawabku kemudian dan kudekati tubuh kecilnya.


"Sini peluk mbak Lyra.." ujarku.


Gadis kecil itu seketika mendekatiku dan memelukku sangat erat.


"Mbak Lyra wangi banget sih?" ujarnya masih tak melepas pelukannku.


"Aku kalau besar mau seperti mbak Lyra, cantik dan wangi, juga baik" ujarnya lagi.


Tok.. Tok..


"Yas.. lagi pada ngapain sih di dalem ko gak keluar2?" tampak suara Firgie dari arah luar.


"Masuk aja mas!!" teriak Yasmin.


Firgiepun seketika membuka pintu kamar Yasmin dan dilihatnya disana Yasmin sedang memeluk Lyra.


"Yeee... aku sekarang udah punya mbak. Aku gak sendiri lagii" tampak Yasmin meledek Firgie.


Firgie masih tampak heran, alisnya di naik2an ke arah Lyra. Berusaha mencari tau yang terjadi. Tapi Lyra hanya menjawab dengan gelengan seolah tak ingin memberitahu.


Yasmin menarik tanganku keluar kamar dan kamipun duduk di sofa ruang tamu saat awalku datang tadi. Yasmin masih terus menempelkan tubuhnya kepadaku.


Firgie, Fikra dan Firraz yang ada disana tampak heran mellihat adik kecil yang tadi terlihat malu-malu kepada Lyra sekarang nempel terus bak perangko.


"Yas.. lo ngapain sih pegangin mbak Lyra terus kayak mau nyebrang?" ujar Fikra yang memang pribadi yang ceplas ceplos.


"Biarin.." ujar Yasmin singkat.


Tiba-tiba ibu datang dari arah dapur.


"Lho... ada apa ini? kamu ngapain Yas.. mbak Lyra sakit nanti badannya kamu peluk terus" ujar ibu tampak pula keheranan.


"Gpp buu.." ujarku.


"Mbak Lyra badannya wangi bu, Yasmin suka" ujar Yasmin spontan.


"Bu, boleh gak mbak Lyra jadi mbak Yasmin?" ujar Yasmin lagi.


"Gak boleh." Ujar Firgie tiba-tiba.


"Mas Firgie ngapain sih ikut-ikut aja.." ujar Yasmin sambil memajukan bibirnya.


"Mbak Lyra kan temen mas, mas yang bawa kesini. Bolehnya deket sama mas aja" ujar Firgie berpindah tempat mendekatiku.


"Gie.. biarkan Yasmin. Jangan ganggu adikmu" ujar ibu berteriak dari arah dapur.


Tak lama ibu berteriak lagi..

__ADS_1


"Gie.. ajak Lyra ke ruang makan! Kita akan makan malam bersama."


"Siap buu" jawab Firgie.


๐Ÿ‚


"Yuk kita makan, ibu udah manggil tuh" Firgie mengulurkan tangannya ke arah Lyra.


"Mas ngapain sih! Mbak Lyra pegangannya sama aku aja" ujar Yasmin lagi.


Kamipun bersama keruang makan saat ini.


"Ayah lembur jadi kita makan duluan aja" ujar ibu.


"Ayo Lyra, cobain masakan ibu!" tambah ibu lagi.


Duhh.. duduk makan bersama seperti ini ko agak aneh untukku.. Orang-orang di sekitarku ini baru kutemui sore ini tapi kumerasa sudah dekat seperti keluarga, batinku.


"Ayo makan.." lirih Firgie saat melihatku melamun.


"Yas.. ambilin mas ayam dong" ujar Fikra menggoda Yasmin yang sedang asik makan.


"Ambil sendiri!!" ujar Yasmin dengan nada kesal.


"Yas.. tuh nasinya nempel di pipi disisain buat besok yah??" ujar Fikra kembali menggoda Yasmin lagi.


"Buu.. mas Fikra nih nakal" Yasmin tampak mengadu pada ibu.


"Yeee... Yasmin tukang ngaduu" ledek Fikra kembali.


"Fikra sudah!!! makan yang benar!!" ibu tampak menaikkan nada suaranya.


Fikra seketika diam dan fokus pada makannya.


"Maaf ya Lyra, begini ni dimanapun pada suka ganggu adiknya." Ujar ibu tak habis fikir.


Tak lama acara makanpun selesai. Lyra dengan telaten membantu ibu mencuci piring di dapur.


"Duhh, kamu ngapain disini Lyra?? Ayo duduk di depan sana bareng yang lain" ujar ibu kaget.


"Gapapa bu" ujar Lyra.


Ibu yang sedang menghangatkan makanan seketika memulai obrolan..


"Lyra, kamu jangan bosen ya main kesini" ujar ibu.


"Iya buu" jawabku.


"Firgie baik kan sama kamu Ly?"


"Iyaa" jawabku.


"Kalo Firgie macem-macem dan buat kamu nangis, kamu bilang ibu aja. Biar ibu marahin."


Aku mengangguk.


"Tapi ibu yakin sih Firgie bukan orang yang begitu, Firgie itu seperti fotokopi ayahnya, lembut dan penyayang. Tapi ya gitu orangnya gak enakan dan karna sifatnya itu, kalau dia gak pinter bawa diri jadi mudah terbawa."


"Maksud ibu?" tanyaku penasaran.


"Sini duduk!!" ujar ibu ketika melihatku telah selesai mencuci piring. Dan kamipun duduk bersama di meja makan saat ini.


"Ibu mau cerita, tapi kamu jangan bilang-bilang Firgie ibu yang ngasih tau. Dulu Firgie punya temen deket perempuan namanya Kiran atau Kiren gitu. Duhh Lyra maaf aja ibu gak suka banget sama dia, setiap hari dia kesini. Perempuan ko nyamperin laki-laki terus, mana lagi pakaiannya itu. Emang sih pakai jilbab tapi baju ngetat banget kayak lepet mana berisi pula badannya. Jujur ibu do'ain tiap malem biar mereka putus. Setiap Firgie pergi sama perempuan itu ibu khawatir terus Ly. Kucing di sodorin ikan terus ibu takut Firgie khilaf. Apalagi waktu sama perempuan itu Firgie pulang jam 11 terus itu udah paling sore dan Firgie suka marah-marah. Pernah sesekali dia pulang jam12...." tiba-tiba ibu menghentikan ceritanya.


"Duh.. ibu ko jadi ngelantur ngomongnya, maaf ya Lyra. Tapi Ibu seneng pas tau orang seperti kamu yang deket sama Firgie. Ibu percaya kalian berdua pasti tau batasan kalian." tambah ibu lagi.


Ihh ibu cerita apa sih... ko aku jadi kepikiran omongan ibu. Memang Firgie pernah cerita pernah punya pacar namanya Kiran. Tapi pulang malam terus dan Kiran yang ngejar-ngejar Firgie, baju Kiran juga. Astagfirulloh.. ko aku jadi berfikir negatif sih... nggak.. Firgie bukan sosok seperti itu, batinku.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚

__ADS_1


#Dukung selalu karya Thor yaaaโ˜บโค like dan komennya jangan lupa. Tau gak sih Thor seneng banget dan nunggu-nunggu komentar kalian๐Ÿ˜‰


#Happy Reading๐Ÿ˜


__ADS_2