Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Mengigau


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


Aku tak menyangka kata-kata seperti itu mampu keluar dari seorang Firgie yang selalu terlihat menyayangi Lyra, ia yang selalu cemburu dengan kehadiranku. Jika semua yang dikatakannya benar, sungguh ia sangat keterlaluan. Tapi cinta tak mungkin hilang dalam sekejap. Mengapa ia seakan sengaja membuat Lyra membencinya? Ada apa semua ini? batin Dimas.


●●●●


"Jangan menangis lagi Sayang, sekarang ada Mas di sisimu, Mas tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu. Lihat Mas!! ... " menangkat dagu Lyra untuk menatapnya.


"... Mas Sayang Lyra ... Mas suami Lyra ... Selama Mas masih bernafas, Mas akan selalu menjaga dan melindungi Lyra dan rasa Cinta Mas tidak akan pernah hilang. Ini janji Mas, Lyra percaya pada Mas bukan?" ujar mas Dimas dengan kesungguhan terpancar dimatanya.


Akupun mengangguk. Dan semakin mengeratkan pelukanku.


"Terima kasih Mas sudah hadir kembali dalam hidupku," lirihku dalam dekapan mas Dimas.


Mas Dimas mengangkat wajahku, menghujani wajahku dengan kecupannya. "Semua ini milik Mas," lirih mas Dimas dan aku mengangguk mengiyakan.


Mas Dimas masih belum berhenti menciumku, seperti saatku terpejam tadi, ia kembali mengabsen setiap inci wajahku, memutari menciumnya.


"Geli Mas," ujarku.


Semakin aku kegelian mas Dimas semakin bersemangat menciumku. Hingga sampai di bibirku kini. Tampak mas Dimas mengusap-usap bibirku. "Ini juga milik Mas bukan? bolehkah ...."


"Belum sampai mas Dimas menyelesaikan ucapannya, aku sudah mengiyakannya dengan anggukanku.


Mas Dimas yang melihat sinyalku, tak menunggu lama, segera mengecup bibirku, kecupan yang biasa awalnya, namun kini perlahan dan semakin dalam hingga akhirnya mas Dimas melepaskan bibirnya, setelah dilihatnya aku mulai kesulitan bernafas.


"Sayang ... " mas Dimas kembali memelukku kini.


Malu rasanya aku menatap mas Dimas saat ini setelah yang kulakukan tadi. "Kenapa terus menunduk?" lirih mas Dimas.


"Aku malu Mas ...," jujurku.


"Ini pertama untukmu kah?"

__ADS_1


Aku mengangguk.


"Firgie tidak pernah melakukan sebelumnya?" tanya mas Dimas memastikan.


Aku menatap wajah mas Dimas saat ini ...


"Tidak perlu di jawab jika tidak ingin menjawab," ujar mas Dimas tampak tersenyum setelah menyelesaikan kata-katanya.


Aku menarik nafasku sebelum menjawab pertanyaan mas Dimasku, "Dulu ia pernah menginginkannya, tapi aku menolaknya. Ciuman pertamaku hanya untuk suamiku, ujarku saat itu," lirihku menjawab tanya mas Dimas.


"Dia bahkan  pernah memintanya, Hah ... " terlihat wajah kesal mas Dimas.


"Tapi aku senang kau berani menolaknya, terima kasih Sayang ... mas bangga padamu, setidaknya mas tau, selama kau bersamanya otakmu selalu mengendalikan cintamu," lirih mas Dimas sambil mengecup keningku.


🌻Pukul 12:05 saat ini


"Ternyata kita berbincang cukup lama, ayo kita tidur! Mas tidak akan mengganggumu lagi," ujar mas Dimas.


"Jika mas menginginkanku, aku bersedia Mas," bisikku.


"Mas sudah berjanji tidak akan macam-macam tadi bukan, pasti kita akan melakukannya, tapi tidak di rumahmu dan di samping Mayra, kita bermain-main di rumah kita saja oke!!"


"Atau jangan-jangan, Lyra yang sudah tidak sabar melakukannya," bisik mas Dimas.


"Mass," aku memukul dada mas Dimas perlahan.


"Maaf, mas hanya bercanda kok, ayo tidur!!"


Aku mematikan lampu dikamar sebelum akhirnya merebahkan diriku disisi mas Dimasku. Mas Dimas kemudian menarik selimut menutupi tubuh kami ber3. Memeluk tubuhku hingga akhirnya kamipun terlelap bersamaan.


🌻Pukul 02:40


Ly ... Lyra ... Jangan pergi Ly ... Jangan tinggalkan Mas, tolong Ly ... Lyraa ...


Terdengar suara lirih seorang pria seakan masuk kedalam mimpiku ... Lirihan yang berulang-ulang terus memanggilku, lagi ... dan lagi ... Dan, akupun terbangun ...


Kutatap arah suara itu berasal, mas Dimas ... ternyata suara yang kudengar bukan mimpi, melainkan suara mas Dimas yang mengigau memanggil namaku ...

__ADS_1


"Bunda ...." dan seketika pula lirih suara gadis kecil memanggilku.


"Iya Sayang ... " jawabku.


"Bunda saja yang beli ayam minum yaa, Mayla ngantuk ... itu ailnya Mayla taluh di atas meja," ucap Mayra dengan mata yang masih terpejam.


Jadi ... air yang disiapkan Mayra, untuk mas Dimas? Apa ini selalu terjadi?? Mengapa Mas Dimas mengigau memanggilku ... seakan ia takut aku meninggalkannya ... sejak kapan mas dimas begini?? besok aku akan menanyakannya pada mayra, gumanku.


"Iya Sayang, Mayra tidur saja," kukecup kening putri kecilku agar ia merasakan aku telah mendengar suaranya.


Kunyalakan lampu tidur dikamarku, dan


segera kuambil air minum di atas meja kini.


"Mas ... bangun mass, kusapu bahunya dan kuciumi keningnya."


Tak lama mas Dimaspun terbangun,


"Apa aku mengigau lagi?? maaf aku membangunkanmu Sayang."


"Minumlah air ini dulu mas," lirihku.


"Terimas kasih."


"Kau sering seperti ini kah?" tanyaku.


Tampak anggukan di wajah mas Dimas.


"Maaf, Mas Selalu teringat saat kita berpisah dulu, saat mas tidak boleh menemuimu lagi," ujar mas Dimas tampak sangat letih setelah mimpinya.


"Baiklah ini sudah malam, kita lanjutkan bicara besok, tidurlah kembali Mas!!."


Segera kupeluk pria di sampingku, aku terhenyak, tak menyangka. Walau sudah berlalu lama, mas Dimas masih merekam saat perpisahan kami.


Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi?? Jika Mayra saja sampai hafal, apa Mbak Friss juga tau?? Apa selama menjadi suami mbak Friss, mas Dimas juga kerap mengigau seperti ini??


🌷🌷🌷

__ADS_1


🌻Happy Reading❤❤


🌻Jangan lupa komen yaa😊😊


__ADS_2