
Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
🌻PUKUL 19:00 - POV FRISTA
Sepi sekali rumah ini, seperti tidak ada kehidupan, mas Dimas juga belum kembali padahal aku sangat tak sabar melihat reaksinya melihatku. batinku.
Kuhampiri Bik Lasmi yang sedang menyiapkan makan malam saat ini,
"Kenapa rumah ini sepi sekali Bik?"
"Ehh, Bu Friss. Iya, dirumah ini ba'da Magrib sampai adzan Isya digunakan Bu Lyra untuk mengajari Non Mayra mengaji. Mereka akan turun kebawah untuk makan malam setelah menjalankan ibadah isya," ujar Bik Lasmi.
"Ohh, oya Mas Dimas biasa pulang jam berapa?"
"Nggak tentu Bu, maaf saya tinggal kedapur dulu Bu."
Kudengar sayup-sayup dari kamar atas. Ada apa saja ya diatas, dengan perlahan kunaikkan satu persatu anak tangga dihadapanku.
Sebuah ruang keluarga yang nyaman, dekorasi dan furniture yang indah. ada 3 kamar diatas. Ada balkon pula yang langsung terhubung dengan pemandangan malam Bandung yang cantik.
Kini kuterpaku dengan foto keluarga besar di satu sisi dindingnya. Mas Dimas tetap tampan seperti dulu di foto ini, Lyra ... wanita ini tak seharusnya ada di foto, aku yang lebih cocok berada di foto ini. Dan ini, Mayra putriku, benar kata Rendi, Mayraku benar-benar cantik, sangat mirip sepertiku dan ... baji-ngan itu. Seakan gadis berdarah campuran.
"Siapa kau?" terdengar suara lelaki yang tak asing di belakangku saat ini, akupun segera berbalik dengan penuh semangat.
Dan Mas Dimas terlihat tercengang,
"Ka-uu?? Apa yang kau lakukan di rumahku? Siapa yang membawamu kemari? Jawaabb!!!" bukan rona bahagia seperti yang kuharap, melainkan wajah kemarahan tampak di wajah mas Dimas.
"Ly- ra. Lyra istrimu yang mengajakku kerumah ini Mas," ujarku dengan alasanku.
"Lyra?? Baik!!! Sekarang kuminta kau pergi dari tempat ini!!!"
●●●●
Aku masih menjalankan ibadah isyaku bersama Mayraku, hingga terdengar suara teriakan dari arah luar.
Mungkinkah mas Dimas telah pulang?
Kulantunkan istigfar seketika ....
Astagfirulloh, saat fikiranku terpecah dalam sholatku ...
Assalamu'alaikum warohmatulloh ...
Assalamu'alaikum warohmatulloh ...
Kuhadapkan dudukku kearah Mayra saat ini,
kulihat ia mengangkat tangannya mengikutiku,
Robbigfirli waliwàlidayya warhamhuma kama Robbayani Shoghiiro ...
__ADS_1
Robbana àtina fiddunya hasanah wa fil Àkhiroti hasanatawwaqina adzabannar ...
Aamiin ...
Mayrapun mencium tanganku setelahnya. Dan disana, dibalik pintu Mas Dimas berdiri mematung, matanya mengisyaratkan banyak tanya padaku, kubuka mukenaku baru setelahnya kuhampiri dan kuarahkan tanganku padanya. Aku mencium tangannya diikuti Mayra mengikutiku.
Kuambil tas laptop ditangannya, kuletakkan di sofa. Kuberanikan menatap mas Dimasku saat ini,
"Mayra main di kamarmu dulu ya Sayang, Ayah ingin bicara dengan bunda," kudengar lirih mas Dimas berkata pada Mayra.
Seketika Mayra keluar dari kamarku.
Mas Dimas segera menghampiriku setelahnya,
"Ada apa ini Sayang, kenapa wanita itu ada di rumah kita?"
"A-ku ...."
"Kau tau bukan kalau Mas tidak suka ada orang asing di dalam rumah kita?"
"Ta-di ...."
"Mas kecewa padamu, kau sama saja sedang memasukkan ular ke rumah kita!!! Dan ia bisa menyakiti seluruh penghuni di dalamnya."
"Ma-s ...."
"Katanya kau yang membawa dia kemari, apa rumah kita seperti penampungan untukmu?hingga kau bisa membawa siapa saja masuk kedalamnya??"
"Ma-s de- ...."
"Kau bahkan tidak meminta persetujuan Mas, apa kau tidak menghargai Mas, Lyra??"
Sungguh kuingin segera keluar dari kamar yang menyesakkanku ini ...
Segera kuberbalik dan berlari menuju pintu untuk keluar, tak tau aku harus kemana. Hingga kutangkap kamar Mayra putriku, dan aku mengunci diriku dikamar Mayra-ku kini ...
●●●●
🌻POV DIMAS
Yang terjadi hari ini sungguh meletihkanku, masalah Ruko di Cikarang, sangat menguras emosiku. Bagaimana tidak seorang yang kupercaya ternyata kabur membawa sejumlah uangku.
Seharian ini aku modar mandir ke kantor polisi bersama pengacaraku guna melaporkan dan menyertakan bukti yang kumiliki. Ini masalah kepercayaan, dan aku paling tidak suka ada orang yang menghianatiku.
Dengan berpeluh melawan terik, kupacu Matic-ku dan kuadakan meeting dadakan pada setiap kantor cabangku. Tak ingin hal seperti ini terulang lagi.
Dan akhirnya bayang-bayang bertemu istri dan ke3 putraku meredakan sesakku, waktu hampir magrib saatku pacu kembali Matic-ku kembali ke kediamanku di Bandung. Rasa letih yang campur aduk di dalam diriku terkikis saat kubayangkan senyum manis istriku, celoteh polos putri kecilku, juga pergerakan halus yang mulai kurasakan dari perut Lyraku, 2 bayi aktifku memang masih bersembunyi di rahim bundanya.
Bahkan hari ini aku membiarkan istriku memeriksakan bayi kami sendiri, tanpa supportku seperti biasanya. Dan entah mengapa hari ini istriku sangat sulit dihubungi. Rasa hawatir menyertaiku pula saat ini ...
Setelah melewati hiruk pikuk dan kemacetan jalan, akhirnya gapura besar bertulis SENTRA DUTA RESIDENCE tertangkap mataku. Rasa bahagia memenuhi otakku. Segera kuparkirkan Matic-ku saat mang Diman membuka pagar yang mambatasi kami.
19:45 kulihat pada jam besar yang berada di ruang tamu rumahku. Tak sabar rasanya melihat bayang-baang orang terkasihku. Kulangkahkan kakiku segera ke lantai 2 rumahku dimana kamar kami berada. Ya, di jam-jam ini biasanya Lyraku sedang bersama putriku di kamar kami, fikirku.
Dan terhenyaklah aku saat ada seorang wanita asing yang sedang menatap foto keluarga kami, ia tampak membelakangiku saat ini. Siapa dia? mengapa ada di sekitar kamarku, LANCANG ... aku sangat tak suka orang asing di rumahku terlebih ada di sekitar kamarku dan putriku. Dengan menahan geramku, akupun menegurnya ...
__ADS_1
"Siapa kau?" tegasku.
Dan aku kembali terhenyak saat kulihat wanita yang seketika membalikkan badannya itu adalah Frista, wanita yang pernah menghianatiku bertahun silam, ia bahkan memilih meninggalkanku dan putrinya yang sangat itu masih sangat membutuhkan dekapannya. Dan aku selalu mengingat hari itu di otakku.
"Apa yang kau lakukan disini? Siapa yang membawamu kerumahku?" tegasku kembali.
"Lyra istrimu yang membawaku kemari," ujar Frista padaku.
Lyra membawa Frista masuk kerumahku tanpa izinku-kah??
Lyra melakukan hal sangat tidak kusukai ...
Emosi serta letihku hari ini mulai memenuhi otakku kembali.
•
•
Segera kulangkahkan kakiku masuk kekamar kami saat ini. Dan Lyraku tampak tengah sholat berjamaah dengan putriku. Setelah ia selesai dengan ibadahnya, Lyra-ku tampak menyadari kehadiranku. ia segera menghampiri, mencium tanganku dan meletakkan tasku. Ia tampak menyembunyikan wajahnya dariku, hingga beberapa saat ia mulai berani menatapku.
Kuhampiri putri kecilku saat ini,
"Mayra bermain dikamarmu dulu ya Sayang. Ayah ingin bicara dengan bunda," lirihku, dan tak lama Mayraku tak terlihat lagi dimataku.
Kukunci kamarku baru akhirnya kudekatkan istriku yang sejak tadi tampak menghindari tatapanku.
"Ada apa ini Sayang, kenapa wanita itu ada di rumah kita?" kulancarkan tanyaku saat ini.
Dan emosiku kembali membuatku berujar kembali saat ia mulai bicara.
"Kau tau bukan kalau Mas tidak suka ada orang asing di dalam rumah kita?"
Dan lagi-lagi aku tak membiarkannya bicara,
"Mas kecewa padamu, kau sama saja sedang memasukkan ular ke rumah kita!!! Dan ia bisa menyakiti seluruh penghuni di dalamnya."
"Katanya kau yang membawa dia kemari, apa rumah kita seperti penampungan untukmu?hingga kau bisa membawa siapa saja masuk kedalamnya??"
"Kau bahkan tidak meminta persetujuan Mas, apa kau tidak menghargai Mas, Lyra??"
Aku terus berbicara hingga akhirnya Lyraku tiba-tiba berlari keluar dari kamar kami. Dan saat itu aku baru menyadari ...
Aku telah melakukan kesalahan, bahkan aku tak membiarkannya bicara tadi.
Bodoh sekali kau Dimas ...
Friss baru muncul dan ia sudah berhasil menguasai emosimu yang kau tumpahkan pada istrimu. Ia yang bahkan sedang berada pada masa sensitif dengan 2 bayimu di rahimnya.
Segera kukejar Lyraku, suara pintu yang baru saja tertutup dengan kerasnya berasal dari kamar putriku. Lyra-ku pasti disana ...
🌷🌷🌷
🌻Happy reading❤❤
🌻Semoga feelnya Lyra sampai kekalian ya😊
__ADS_1