
Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
"Mass ....
Ada apa ini??
Dimana Mayra??
Kenapa harus bersabar???" tanyaku penuh emosi.
Kudorong perlahan pelukan Mas Dimasku, ingin mencari jawab dalam matanya.
"Mas, ada apa?" kulirihkan suaraku kini.
Mas Dimas menyapu kepalaku kemudian berujar setelahnya, "Mayra sedang berjuang di dalam." seketika tangisku pecah saat kutatap kembali tulisan besar berlampu dihadapanku, RUANG OPERASI.
"Kenapa ini bisa terjadi?? Bik, ada apa ini? Kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Bagaimana kalian menjaga putriku?" kuhampiri seraya histeris satu persatu orang yang bekerja bersamaku, orang-orang yang terakhir bersama putriku ... namun hanya tangisan mereka yang kudapati.
Mas Dimas mendekatiku kembali, meraihku ketepi dan memelukku erat.
"Sudah, semua sudah terjadi. Mayra butuh do'a kita," bisik mas Dimas ditelingaku. Kutatap raut wajah suamiku kini, matanya sembab, kantung matanya tampak membesar menandakan iapun terpuruk. Betul, jika aku sedih, pasti mas Dimas lebih sedih, karena ia ayahnya. Betapa egois diri ini dan lagi-lagi mementingkan rasaku pribadi.
Kupeluk kembali mas Dimasku. Ia menyapu bahuku kini.
Hingga kutatap seorang perawat menghampiri kami,
"Bapak ayah dari bocah yang kecelakaan tadi siang?"
"Iya saya Sus, bagaimana putri saya Sus?"
"Kami kehabisan darah bergolongan A, dan putri Bapak kehilangan banyak darah saat ini. Bapak bisa mendonorkan darah Bapak, ayo ikut saya Pak!!!"
"Tunggu maaf Dok, tapi golongan darah saya O."
"Ohhh, kalau begitu bundanya. Jika ayahnya tidak cocok berarti putri Bapak mengikuti golongan darah bundanya. Ini bunda adik Mayra kan? Silahkan ikut saya Buu!!!"
"Maaf Suster golongan darah saya juga O," lirihku.
Dan suster tampak bingung.
"Ini ibu sambung putri saya Sus, saya akan menghubungi ibu kandungnya." ujar mas Dimas seketika meredam kebingungan sang suster.
"Baiklah. Tolong cepat ya Pak!!!"
•
•
•
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Mas,"
"Wa'alaikumsalam. Friss, Mayra kecelakaan ia butuh tranfusi darahmu. Lekas ke Bandung..!!!"
"Mayra?? Mayra putriku ... "
"Jangan banyak bicara, cepat datang..!!! Tolong sampaikan pula kabar ini pada Ibu dan Ayah."
"Baik Mas ...."
•
•
2 Jam kemudian.
Tampak Ayah, Ibu dan Frista akhirnya tiba.
"Dimas, bagaimana Mayra?" tanya ibu seketika kepada putranya yang tampak duduk lesu.
"Ibu, mana Frista?"
"Mass ...."
"Cepat masuk kedalam, golongan darahmu A bukan?"
"Mbak Friss, anak kita mbak ...," Lyra yang baru tiba selepas menjalankan ibadah zuhurnya langsung ikut menumpahkan peluh pada mbak Friss yang di tunggunya dan diharap mampu menjadi penyelamat Mayra.
"Lyraa, tenang Nak?" ibu seketika memeluk menantunya.
"Friss, tunggu apa lagi Nak?" ayah menimpali melihat Frista masih berdiri mematung.
"Ada apa Friss?? Kau marah padaku dan enggan memberikan darahmu pada darah dagingmu kah?" terka Dimas dengan nada emosi melihat kediaman Frista.
"Sudah, sudah ... lupakan dulu yang telah berlalu. Ayo Frista masuklah. Atau kau takut di suntik? Ibu akan menemanimu nak..!!!" dan ibu lagi-lagi menengahi, ingin semua menggunakan kepala dingin dalam situasi ini.
"Tolong selamatkan putriku Mbak, putri kita ...," lirih Lyra mulai menggenggam tangan Frista.
"Tapi ... aku ...,"
"Ada apa Sayang??" ibu menatap Frista dengan seksama.
"Kenapa Friss??" geram Dimas semakin heran dengan wanita dihadapannya, kenapa tak bergegas dan terkesan bingung.
Friss tiba-tiba menatap wajah-wajah dihadapannya, ia seketika berlutut ... Maafkan aku Masss ... Ibu ... Ayah ... Ly-ra ..,"
"Bangun Nak, kenapa meminta maaf?" ibu mulai membaca gelagat aneh Frista, iapun membawa Frista ke tepi. Diikuti yang lain dengan penuh keheranan.
"Putrimu saat ini sangat membutuhkan darahmu Sayang, jangan menunda..!!! Kami disini mengharapkanmu..!!!" bijak ibu.
"Aku tidak bisa mendonorkan darahku Buu," dan Frista mulai menangis.
"Ada apa ini?" ibu masih mencari jawabnya dan yang lain tampak menyimak dengan serius.
__ADS_1
"Maafkan aku Buuu, darahku bergolongan B. Bukan A," tangis Frista semakin pecah. Ia sangat yakin setelah kenyataan ini terbuka, nasibnya akan buruk kedepan.
"Bagaimana mungkin seperti ini ...," mas Dimas mulai kacau, Lyra memeluk Dimas kini. "Mas bagaimana nasib putri kitaa," lirihnya.
"Ada apa sebenarnya ini Friss?" dan ayah mulai angkat bicara.
"Frista, tatap ibu? mungkinkah prasangka ibu?? Tidak ... kau tidak mungkin melakukan hal serendah itu. Jawab nak?" ibu mulai menaikkan 1 oktaf suaranya.
"Maaf semua ... aku melakukan kesalahan, Mas Dimas bukan ayah Mayra," mbak Friss kembali tersedu dan bersimpuh ....
"Hahhh ..." semuapun terhenyak.
Dimas turut bersimpuh kini, tangannya mencengkram kuat dagu Frisss, "Kau bermain-main di belakangku, bahkan sebelum ada Mayra kah??? Kau ... sangat menjijikan!!! Sekarang kau katakan, siapa?? Siapa pria itu?? Jawab Frisss!!!!" teriak Dimas seketika membuat riuh ketenangan dalam rumah sakit.
Beberapa suster tampak mendekat, "Pak Bu tolong jika ada masalah selesaikan diluar. atau jaga suara Bapak dan Ibu!!! karena bisa mengganggu seluruh pasien disini." merekapun segera berlalu setelahnya.
"Jaga emosimu Dimas, tidak ada waktu. Katakan siapa ayah Mayra Friss..!!!" ibu mulai bicara dengan dingin.
"Bicara Frisss..!!!" geram Dimas dengan volume suara yang di tahannya.
"Dia, kalian mengenalnya ..."
"Jangan berteka-teki dalan kondisi seperti ini. Katakan saja siapa dia?" Ayah turut bicara kembali.
"Ayah, ibu, mas Dimas ... di-a a-da-lah Ren-di."
"Hahhh," semua terlihat syokkk.
"Bajingan itu???... Kau dan bajingan itu ... entah bagaimana kalian bisa saling mengenal ta-pi ... kalian sama-sama brengse*k dan menjijikan!!!!"
"Lekas hubungi Rendi, Dimas ...!!!!" ujar Ibu.
"Tidak ... Tidak Bu ....
Tidak akan Dimas meminta setetes darah dari bajingan itu !!!"
"Kalian tunggulah disini ..!!!"
"Mass, mau kemana??" lirih Lyra yang juga ikut syok mendengar kenyatan asal usul Mayra.
"Mas akan kembali, dan menyelamatkan Mayra. Kau harus menjaga kondisimu dan kedua bayi kita," sapu Dimas pada bahu Lyra sebelum akhirnya ia menghilang ...
"Maafkan aku Buu ..!!!!"
"Maafkan aku Yahh ...!!!!"
"Lyra, kita teman kan? tolong maafkan aku ..!!!!"
Tampak Frista menghampiri satu persatu kerabatnya yang terus terdiam tak menanggapinya ...
🌷🌷🌷
🌻Happy reading❤❤
__ADS_1
🌻Makasih yang selalu menyempatkan komen tiap bab cerita ini😘😘
🌻Kalau thor bikin Grub Chat ada yang mau gabung gak ya??😒👭👭