Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
POV Shifaa


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻POV Shifaa


Masih kutatap kartu nama dalam genggaman tanganku kini, sesekali kubolak-balik kartu nama tersebut walau tampilan yang sama yang tetap kudapati. Tapi entah mengapa serasa ingin tersenyum selalu mengingat perjumpaanku dengan sang pemilik kartu nama ini beberapa waktu lalu ....


Flashback


Pukul 14:05 saat ini, makan siang sih tadi sudah tapi entah mengapa membayangkan makan batagor sangat nikmat rasanya. Dan Mayra ternyata mau ikut denganku, juga Mbak Lyra ternyata juga mengizinkannya, dan jadilah aku dengan matahari yang terus menatapku memegang kemudi Matic saat ini.


Sesekali desiran angin mengganggu konsentrasi sang mentari dalam menatapku. Semilirnya membuat kulitku seakan terlupa akan panas mentari yang juga mengarah padaku. Sang angin sangat pandai merayu hingga aku tak pukau pada panas yang kurasa hingga sampailah aku kini di sebuah kedai batagor dengan pengunjung yang cukup ramai dalam pandanganku.


Menurut keponakanku Mayra, disinilah kedai batagor yang paling enak di area sentra duta, sebab sang ayah yang merupakan masku pernah mengajak Mayra sebelumnya ketempat ini.


Nyam ... Nyamm ... Nyamm ...


Tenyata benar batagor yang merupakan kepanjangan bakso tahu goreng yang disiram bumbu kacang dengan perasan jeruk nipis itu sangat nikmat di tempat ini, hingga dalam sekejap habislah 1 porsi batagor di piring kami masing-masing.


Saat pulang aku teringat mbakku yang biasanya kami memiliki selera yang sama, Mbakku pasti juga suka kalau aku membungkuskan 1 porsi untuknya. Namun menurut Mayra, bundanya lebih suka ketoprak ketimbang batagor. Karena aku sebetulnya penyuka ketoprak juga, kamipun mencari bakulan ketoprak saat ini.


Dan ternyata diujung jalan dari tempat kami berpijak. Aku menangkap sebuah ruko dengan gambar ketoprak besar disana. Kamipun segera menuju kesana.


Dengan pelayanan yang ramah kami memesan 2 bungkus ketoprak untuk dibungkus saat ini. Hingga saat menunggu pesanan siap tiba-tiba Mayraku tak tahan membuang hajat kecilnya alias mau pipis. Dan setelah bertanya pelayan mengenai arah toilet berada, kamipun beranjak kesana.


Perjalanan kami ke arah toilet hampir saja mulus, walaupun sesekali kutengok ke kanan dan kekiri memastikan dimana toilet berada. Namun tiba-tiba seorang pria dengan tampang casual yang tampak baru keluar dari sebuah ruangan mengagetkanku dengan ujarannya ...


Maaf, sedang cari apa disini Mbak? disini ruangan khusus para pegawai, tolong sebaiknya tidak mondar mandir disekitar sini..!!!


Begitulah kurang lebih ucapan sang pria itu kepadaku, sebenarnya ucapannya tidak smua salah. Tapi alangkah baik jika ia bertanya lebih sopan tentang apa yang kulakukan saat itu bukan langsung menerkaku.


Aku dengan jiwaku yang masih labil entah mengapa terfikir untuk terus memutar-mutar setiap ucapannya. Entah karena gayanya yang ketus dan cool yang menarik hatiku atau wajahnya yang cukup tampan yang telah menghipnotisku sehinggaku ingin terus memancing emosinya.


Hingga tiba-tiba seorang pelayan tampak datang menghampiri kami, "Maaf ada apa Pak?" ujar sang pelayan saat itu. Dan pria itu dipanggil Bapak, ihh sok dihormati banget ...


Setelah sang pelayan menjelaskan tentang tujuanku ke belakang saat ini, ia masih tetap mendesak seolah semua salahku. Hingga Mayra sang keponakan cantikku tampak meringis tak tahan akan hajatnya. Akupun menggunakan hal itu untuk mengintimidasinya.


Aku menakutinya akan kemungkinan kencing batu karna wajah meringis Mayra sesaat tadi yang tampak menahan sakit. Ohh, ini benar-benar ucapan dan fikiran paling bodoh dalam hidupku, hanya sekali menahan pipis kubilang kencing batu. Dan dengan bodoh pria itu mempercayaiku, tak ingin mencari masalah sebab usahanya baru disana.

__ADS_1


Ia mengajakku sebuah ruangan kerja yang ternyata baru kuketahui itu adalah ruangannya, Ohh ... dan lagi-lagi aku terpana, pria yang masih tampak muda tapi sudah memiliki bisnis. Aku jadi teringat mas Dimasku, betapa ia berjuang untuk memperluas dan mengembangkan bisnisnya. Dan sosok seperti Mas Dimaslah yang selalu ku bayangkan akan menjadi pangeranku kelak.


Dan pria di hadapanku ini, Ohh ... sungguh ia memenuhi kriteriaku. Ya Robb mimpi apa aku semalam, aku harus mengenalnya dan harus bisa dekat dengannya, batinku saat itu.


Kembali kupakai Mayra dalam rencanaku, kemungkinan kesehatan Mayra yang terganggu karena ulahnya tadi kugunakan kembali untuk menakutinya. hingga ia terfikir mengajakku ke Rumah Sakit mengecek kondisi Mayra. Dan Ohhh, jika itu sampai terjadi hilanglah martabatku karena telah mengganggunya dengan kebohonganku.


Yauda sini kasih kartu nama Mas, kalau tiba-tiba ponakanku sakit. Aku akan hubungi Mas..!!!


Dan itulah kata-kataku terakhir hingga sebuah kartu nama dengan nama indah bermukim di dompetku setelahnya.




Entah berapa kali kubaca Nama yang tertera di kartu dalam gengamanku ini, hingga mungkin otakku telah dipenuhi namanya.



*FIRGIE RAZKAFFA KHAIRAN*



●●●●




"*Dekkk ... Dekkk ... Shifaa* ...."



"Ehhh, M- bak Ly- ra ...." Shifa tampak kaget saat ini.



"U- dah la- ma Mbak?" tanya Shifa padaku kini masih dengan nada gagapnya, membuatku semakin penasaran dengan yang sebelumnya ia fikirkan hingga entah berapa lama aku memanggil tetap tak ada respon kudapati.



"Lama banget Sayangg ... mikirin apa sih? kartu apaaan tuh di tangan? coba mbak lihat..!!!"

__ADS_1



"Ahhh mbak jangan, ini kartu masa depan Shifaa mbak," ujar Shifaa dengan mata berbinar disana.



"Hemmm, mbak jadi tambah penasaran nii. Kartu masa depan apaan sih??"



"Maaf ya mbakku, masih tahap awal belum waktunya di publish. Nanti kalau Shifaa beneran deket sama cowo ini. Pasti Shifaa ceritain dehh," ujarnya kembali.



"Emang mau deket-deket sama cowok apa? Inget dek, ijazah aja belum di tandatanganin tuhh."



"Beda urusannya kali Mbak, ijazah mah ijazah. Hati mah hati," celoteh Shifaa yang kutanggapi dengan geleng-geleng kepalaku.



"Shifaa mbak bilangin yaa, sekarang fikirin kuliah dulu..!!! Kalau udah siap nikah baru deh tuh cari cowok," ujarku.



"Tenang Mbak, cowok ini bikin Shifaa tambah semangat ambil sekolah design di Bandung kok. Dan Shifaa harus dapet izin ibu. Mbak jangan lupa lho bilangin mas Dimas suruh bantu bilang ke ibu, mbakk ... mbak denger Shifa kan??" teriak Shifaa kearahku yang berjalan menjauh dari kamarnya karena sudah waktunya untukku memandikan bayi kembarku.



Kuangkat jempolku keatas kepalaku kini menanggapi ujarannya.



*Duhh Shifaa, aku kok jadi gak tenang sih saat Shifaa udah mulai bicara cowok ... berharap adikku menghindari hubungan dengan lawan jenis, tapi diusianya kini ia sedang mencari jati diri dan senang mencoba sesuatu yang baru dan tampak menyenangkan. Kira-kira bagaimana memberitahunya ya kalau lebih baik tak memulai jika belum benar-benar siap, dan pria itu ... orang mana dia? kenapa setelah pergi tadi siang Shifaa jadi aneh? Apa dia orang baik atau jangan-jangan orang yang senang dengan kecantikan dan kepolosan Shifaa saja*?? ucap dalam batinku saat ini.



🌷🌷🌷


__ADS_1


🌻Happy reading❤❤


__ADS_2