
Terima kasih kepada para readers yang masih setia menanti kelanjutan kisah cinta Lyra❤❤
Lanjuutt yaa👋☺..
🌷🌷🌷
Dan mobil kami telah mendarat kini di muka rumah. Dengan perasaan campur aduk dan penuh tanya tangan mas Dimas menggenggamku seolah membutuhkan kekuatan lebih saat ini.
Diruang tamu tampak Ayah dan Aldo dengan wajah serius sedang bercengkrama dengan pak polisi. Melihat seragam abdi negara yang biasanya ada saat terjadi bencana atau tindak kejahatan. Hatiku terus berdebar dan tak terarah, apa yang terjadi sebetulnya? batinku.
Ayah tampak gusar melihat kehadiran kami, dimintanya kami masuk menemui ibu saat ini. Hingga tak lama kaki kami telah sampai ke ruang keluarga, kulirik sekilas di sofa tampak seorang pria sedang pulas terlelap, Firgie ... mengapa ia juga disini? batinku kembali.
"Kalian akhirnya pulang ... apa ini Dimas! Beginikah caramu menjaga keluargamu! Dan kalian, darimana saja kalian? Rambut berantakan, hijab tidak rapi. Apa yang kalian lakukan semalaman? Apa kalian hanya mementingkan diri kalian saja?" geram ibu seraya terus menangis.
"Ada apa ini Bu? Apa yang terjadi di-rumah Di-mas?" Dan mas Dimas mengeluarkan tanyanya pada ibu yang tampak hancur tersebut.
Cucu ibuuu ....
Cucu?? Anak-anakku, seketika kuberlari kelantai atas tempat putra-putriku berada. Kulihat mas Dimas mengikutiku pula di belakangku. Kumasuki kamar Mayraku terlebih dahulu. Dalam otakku Rendi menginginkan Mayra, Mayra ... semoga tidak teradi buruk atasmu Nakk, dengan ragu dan was-was ku tarik hendel pintu di hadapanku.
Kuberjalan sekencangnya menuju ranjang putriku, dan "Ohhh, putriku terpejam dengan sangat pulas disana, alhamdulillah ... Mayraku baik-baik saja," kuciumi seketika putri asuh yang sudah sangat lekat denganku tersebut. Rasa syukur kupanjatkan sebab Rendi tak melancarkan aksinya membawa Mayra.
Seketika mas Dimas memelukku dan kami terisak bersama-sama menyadari Mayra putri kami baik-baik saja. Namun tiba-tiba kuterbayang tangisan di wajah ibu. Cucunya ... ia menangisi cucunya.
"Masss ... ibu menangis, ada yang terjadi dengan cucunya. Mungkinkah ...."
Dan seketika aku dan mas Dimas menghambur menuju kamar kami, memastikan kondisi cucu ibu yang lain, putra-putri kami ...
Air mataku terus berlinang, tak sanggup jika harus menghadapi kenyatan hal buruk terjadi pada sikembar, malaikat-malaikat kecilku ...
"Aku tak bisa membukanya Mass, putra-putri kita ... " lirihku dengan linangan air mata terus membanjiri wajahku yang terus terpaku dibalik pintu pembatas antara kami dan bayi-bayi kami yang harusnya sedang tidur di dalam saat ini.
Dengan gerakan cepat tak terkendali, mas Dimas membuka pintu kamar kami, perlahan mas Dimas membawaku terus melaju menuju pembaringan si kembar ... dan disana, kosong ...
"Masss, dimana putra-putri kita?" tubuhku lemah kini, tanpa daya, pandanganku seketika gelap, hilang semangatku ... kekuatanku ... dan linangan air mata tak bisa terkendali, hingga tangan kekar mas Dimas mengangkat tubuhku ke pembaringanku.
"Tunggu disini, Mas akan memastikan keadaan si kembar pada ibu!" lirih mas Dimas kutanggapi dengan anggukanku.
Dan bayang mas Dimas tak terlihat kini,
•
•
•
🌻Dimas ...
Dengan gontai kulangkahkan kaki menuju ke lantai bawah, menuju orang-orang rumah dan mencari kebenaran yang terjadi. Seketika kujatuhkan tubuhku berlutut dihadapan ibuku yang masih dengan linangan air matanya.
__ADS_1
"Dimana putra-putri Dimas Bu? sikembar tidak ada, di-mana mereka Bu?" lirih berurai air mataku, kujatuhkan kepalaku kepangkuan ibu yang semakin deras menangis seraya menyapu kepalaku. Hingga tiba-tiba terdengar tangisan bayi dari kamar tamu.
Eaaa ... Ma - Ma - Ma ....
Segera kuberlari ketempat tangisan bayiku berada, dan disana malaikat kecil tampak duduk mencari wajah di sekitarnya, hingga ditangkapnya bayangku dan ia seketika bertambah kencang menangis seraya melambaikan tangannya.
Pa ... Pa ... Paa ...
Kuraih tubuh mungil berisi putra kecilku dan kuciumi seketika, kutengok kesekitar ranjang, hanya Dirga disini ... dimana Di-ya-raku??
Kubawa Dirga yang telah terdiam dalam pelukanku. Penuh tanya berkumpul diotakku mengenai keberadaan Diyara.
Dan dari kejauhan tampak Mbak Dinar dengan botol susu di tangannya terkaget melihatku yang dikiranya belum sampai rumah.
"Bapak, maafkan kelalaian saya Pakk," mbak Dinar dengan air mata berlinang terus meminta maaf kearahku.
"Ada apa ini Mbak? Dimana Diyara putriku?" tanyaku.
"Non Di-yara ....-- belum lagi menyelesaikan ucapannya ia seketika menangis kembali.
"Jawab Mbak! Apa yang terjadi pada putriku Diyara??"
"Sudah ... sudah ... Dinar, bawa Dirga agar menyusu pada ibunya. Kau kemarilah Dimas, ibu yang akan menceritakannya ...
*Mengapa aku tercipta selalu merasakan hal seperti ini*?
*Mengapa kesedihan selalu senang mengiringiku*?
*Aku juga ingin hidup dengan normal* ...
*Bahagia bersama suami dan anak-anakku* ...
*Dan saat baru saja aku akan meraihnya*,
*Lagi-lagi harus terjadi kejadian diluar harapku*.
*Dimana Dirga dan Diyaraku*?
*Bayi-bayi mungilku* ...
*Maafkan Bunda yang begitu bodoh hingga harus terjatuh dilubang yang sama* ...
__ADS_1
*Maafkan Bunda* ...
Hingga tiba-tiba terdengar ketukan dari arah luar.
*Tok ... Tok* ...
"Ibu Lyra ...." terdengar suara mbak Dinar terus memanggilku, pengasuh bayi-bayiku berada diluar. Ia pasti tau yang terjadi, seketika kubuka papan putih besar yang membatasi kami, dan tampaklah bayi mungil dalam dekapan tangannya.
"Dirgaaa ... anak Bunda," kuciumi seketika lelaki kecil yang tak membuang wajah ayahnya ini. Tampak ia seketika menangis melihatku, ditariknya hijabku kini dengan cengkraman tangan mungilnya, hingga teringatku dengan cengkraman tangan Diyara sesaat sebelum kepergianku.
"Mbak, di-mana Di-yara-ku?"
"Ibuuu ... maaf ...," lirih mbak Dinar.
"Katakan dengan jelas, dimana putri kecilku Mbakk??" tegasku kini.
"Non Di-yara ... diculik Buuu, maafff," dan wanita pengasuh bayiku kini meringkuk di bawah kakiku dan terus memohon maaf.
Kujatuhkan tubuhku pula disisinya, dengan Dirga yang mulai menangis kini dalam pelukanku. "Diyara ... Diyaraa ... katakan bagaimana semua ini terjadi Mbakk??"
🌷🌷🌷
🌻Happy reading❤❤
🌻Bubu lanjut nyetrika dulu yaa, di tunggu nanti kelanjutannya😉😉
__ADS_1