Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Ilmu dan Lingkungan baru


__ADS_3

Lanjuuttt yaa❤❤


Jangan lupa setelah baca tekan 👍 like, dan komen karya Thor, vote dan rate juga jangan lupa yaa😻


🌷🌷🌷


Mentari mulai mengintip syahdu


Pancaran sinar memancar tanpa ragu


Bening embun menghias malu


Seakan telah menyeka rindu


*****


Minggu pagi yang cerah,


Kurubah tata letak barang dalam ruang kotakku.


Aku butuh perubahan, fikirku.


Kulihat jam yang melekat di sisi dinding kamarku. Pukul 07:30 saat ini.


Jam 9 nanti aku janji bertemu dengan Mbak Alika di Halte Bulak Kapal. Karna kami berencana hadir di Kajian dalam Masjid Al Munawar yang akan dimulai Pukul 10 nanti.


Ku naik ke lantai 3 kossanku, hendak mencuci pakaian kotorku. Dengan semangat kulakukan setiap aktifitasku hari ini.


Sudah ... sudah cukup perihku sepekan ini. Aku harus bisa keluar dari lingkaran sesakku. Bismillah, batinku.


Pukul 08:30 pakaian telah selesai kujemur,


segera kubersihkan tubuhku, sholat Dhuha tak lupa kutunaikan.


Jam 9 aku sudah duduk manis di halte Bulak kapal, menunggu sahabat syurgaku. Mbak Alika ...


Rok hitam bermotif polkadot dipadu tunik putih panjang dengan model segitiga depan melengkapi penampilanku siang ini. Hijab segi4 berwarna hitam dengan garis putih disisinya tertata rapi pula dikepalaku, dengan lipatan yang kulebarkan untuk menutup bagian depan yang menjadi aurat kami para wanita.


5 Menit aku disini, dan mbak Alika masih belum terlihat juga.


Beberapa saat berlalu hingga kemudian sosok bergamis coklat yang senada dengan hijabnya terlihat berjalan mendekatiku di kejauhan. Aku seketika berdiri melihat bayangnya.


"Kau sudah menunggu lama ya Ly? maaf ya tadi perut Mbak mendadak sakit jadi bolak balik ke kamar mandi dulu tadi," ucap Mbak Alika lirih.


"Mbak sekarang udah enakan perutnya?" tanyaku.


"Alhamdulillah udah Ly," jawabnya.


"Ayo kita berangkat!" ajaknya kemudian bersemangat.


****


Masjid Al Munawar telah di hadapan kami, kamipun segera melangkahkan kaki masuk kedalam. Tampak beberapa wanita telah hadir dan duduk berjejer disana. Seorang wanita paruh baya tampak duduk dimuka sedang membuka acara, ia menghentikan ucapannya ketika menyadari kedatangan aku dan Mbak Alika.


"Alika, siapa teman yang kau bawa? ayo ajak dia berkenalan," ujarnya pada Mbak Alika.


"Ini temanku di PT Um," jawab Mbak Alika.


"Ayo kenalkan dirimu Ly!" ucap Mbak Alika ke arahku.


"Assalamu'alaikum, saya Lyra, rekan Mbak Alika di PT," ujarku.


"Selamat bergabung di liqo kami Lyra," ujar wanita paruh baya tersebut yang kemudian kuketahui bernama Hasna, Umi Hasna.

__ADS_1


Dengan sangat sabar Umi Hasna menjelaskan tema kajian hari ini yaitu "Fastabiqul Khairat."


Fastabiqul Khairat bermakna berlomba-lomba dalan kebaikan. Fastabiq sendiri memiliki 5 makna:


^Menjadikan hidup suatu perlombaan


^Menjadi yang lebih dulu/pelopor


^Menjadi yang terbaik dalam beramal


^Menjadi yang pertama


^Menjadi yang lebih utama


Umi Hasnapun menjelaskan makna Khairat yang tertuang dalam QS:Al-An'àm(6):160 yang secara garis besar menjelaskan bahwa siapa yang berbuat kebaikan akan mendapat 10x amalnya, demikian pula pelaku kejahatan akan dibalas seimbang dengan kejahatannya.


Iapun memberi semangat kepada kami untuk terus istiqomah dalam berbuat kebaikan, karena memang Alloh SWT sangat mencintai hambaNYA yang berbuat kebaikan.


Tak terasa waktu telah pukul 11 saat ini. Umi Hasnapun menutup kajiannya.


Kututup buku yang telah terisi coretan penaku akan materi hari ini dan segera kusimpan dalam tasku.


"Jadi ini teman yang kamu ceritakan Alika?" ujar Umi Hasna menghampiri aku dan Mbak Alika saat rekan yang lain telah pulang.


"Ly, maaf Mbak ceritain tentang kamu sama Umi, soalnya Mbak sebentar lagi nikah dan pindah ke Surabaya, jadi Mbak mau kamu punya teman berbagi, dan Mbak fikir Umi bisa kasih kamu semangat Ly," ujar Mbak Alika.


"Lyra ... walaupun nanti Alika sudah tidak taklim disini, Lyra dateng aja jangan sungkan," ucap Umi Hasna lembut.


"Iya, In syaa Alloh Um."


Aku dan Mbak Alika segera berlalu dari Masjid setelah beberapa saat bercengkrama dengan Umi Hasna.


"Mbak mau kemana habis ini?" tanyaku.


"Setiap minggu Ba'da Zuhur aku ikut belajar Tahsin di Bengkel Ruhani Ly," jawabnya.


penasaran.


"Ilmu untuk memperbaiki dan memperbagus tilawah atau bacaan Al Qur'an kita," ujarnya.


"Kayak belajar tajwid gitu Mbak?"


"Iya mencakup ilmu tajwid juga di dalamnya, tapi lebih menyeluruh, kami di ajari pengucapan makhroj huruf yang benar juga,"


"Aku mau ikut dong Mbak,"


"Benar?" tanyanya memastikan.


"Iya benar mbak," ujarku.


Lebih baik aku menyibukkan diri dengan hal bermanfaat daripada hanya di rumah. Seakan sesakku terus berkumpul, batinku.


"Kalau Lyra memang mau ikut, sekarang aja yuk ikut Mbak ke Bengkel Ruhani," ajak mbak Alika antusias.


"Mbak, Bengkel Ruhani bukannya tempat bekam dan rukiyah ya?" heranku.


"Iya di lantai bawah memang klinik Bekam tapi di lantai atas ada pelatihan tahsin," mbak Alika menjelaskan.


"Oh begitu. Oke, aku mau mbak."


🌷🌷


Kami melakukan sholat Zuhur di Bengkel Ruhani saat ini, tampak di belakang kami sekitar 7 orang wanita telah duduk berjejer menunggu Sang guru. Setelah selesai sholat kamipun langsung berbaur bersama mereka.

__ADS_1


Dan munculah seorang wanita muda dengan hijab cream melangkahkan kakinya kearah kami. Ia terlihat cantik dan berwibawa, ia kemudian duduk dihadapan kami.


Setelah beberapa saat saling berkenalan, iapun mulai mengajari kami. Hal yang di bahas pada kami siang ini adalah Makhrojul huruf, pengelompokkan huruf berdasarkan tempat keluarnya huruf.


Iapun mencontohkan 1 persatu huruf dan meminta kami mengulanginya.


YaRob, ternyata masih banyak kesalahanku selama ini dalam membaca kalamMU. Aku bersyukur Engkau menuntunku untuk sampai ke tempat ini ya Robb, batinku.


🌷🌷


Pukul 16:00


Kulangkahkan kaki dengan penuh semangat sore ini. Banyak ilmu dalam lingkungan baru yang kudatangi hari ini, dan aku menyukainya.


Segera kubersihkan tubuhku dan kulakukan ibadah Asharku. Kemudian kurebahkan tubuhku setelahnya. Tak menunggu lama mataku terlelap dibuai sang mimpi karna letih yang kurasa.


Pukul 18:15


Saat adzan magrib berkumandang, seketika aku terbangun. Kulakukan ibadah magrib yang dilanjutkan aktifitas biasaku sepekan kini, aku kaji terjemah surat yang kubaca dalam tilawahku, goresan kalimat yang membuat hatiku bergetar, bergidik dan takjub atas keluasan makna didalamnya.


Pukul 20.00


Setelah selesai sholat Isya, segera kuputar kajian dakta di radio pada ponselku. Keindahan berbahasa sang penyiar dan keluasan ilmu sang Ustad menjadi sahabat malamku..


Pukul 22.00


Kembali lantunan nada diiringi kata-kata indah kudengar kini, membuat kuterhanyut dalam alam bawah sadarku.


*****


Sendiri ku telan air mata lara


Lelah ku ayun jiwa di bumi ini


Berontak ku karna teriris luka


Rintihku mengalun tak bersuara


Sebenarnya rindu ku tak tertahankan


Meraja wajah-Mu hinggap di luas rasa


Tertata kata patut tuk ku katakan


Pada Sang Pencipta kata-kata


Allah Tuhan hamba tolonglah hamba


Perih tak tertahan apapun juga


Bila sudi kau sentuh hati


Tegar ku cari jalan surgawi


Allah Tuhan hamba tolonglah hamba


Haus rinduku ingin bertemu


Dimana lelah berubah hilang


Saat peluhku kau j*mah


Al-Wakilu

__ADS_1


🌷🌷


#Happy reading❤❤


__ADS_2