
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like,komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
Daun-daun gugur berterbangan
Alang-alang memanjang dan beriringan
Bisik bunga-bunga bersahutan
Hilang gelisah dalam pusaran
Tlah terganti pilu menjadi kebahagiaan
Buah dari sebuah perjuangan
Pengiring jalan menuju masa depan
●●●●
".....Semuanya tetap semangat, lakukan yang terbaik yang kalian bisa. Jangan pernah melakukan sesuatu untuk dilihat manusia tapi berfikirlah bagaimana hal terbaik yang kalian lakukan hari ini sedang dinilai sebagai ibadah oleh Alloh SWT, setelah meeting ini segera kembali ke stage masing-masing lakukan cleaning, periksa jig dan tool yang kalian butuhkan sudah lengkap atau belum, dan lakukanlah aktifitas produksi hari ini dengan baik. Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh."
Ujar seorang wanita dengan rompi leader di luar seragamnya kini, tampak ia baru saja mengakhiri meeting pagi di line-nya.
Semua tampak normal, berjejer leader sedang memberi meeting dengan kata-kata semangat pada anak buahnya/operator produksi di line mereka. Tapi jika diamati wanita ini tampak berbeda, ia selalu menyelipkan kecintaan dan sifat RobbNya dalam setiap meeting-nya.
Mengingatkan bahwa bekerja tak selalu mencari nilai dunia dan materi semata tapi bekerja menjadi ladang ibadah pula didalamnya.
__ADS_1
Iya, betul sekali. wanita itu tak lain adalah Lyra Fariska, gadis 21 tahun yang kini telah menjelma menjadi wanita dewasa dengan kemantapan berfikirnya seiring waktu berlalu.
4 tahun sudah setelah drama cinta masa lalu itu berakhir tanpa kepastian.
Drama cinta yang mengoyak separuh jiwanya.
Dengan kedua kaki, dan topangan tangan sahabat-sahabat muslimnya. Lyra telah bangkit dari berbagai sesak. Ia tegak berdiri kini, ia telah mampu memberi materi untuk keluarganya, adik pertamanya Sherly-pun telah lulus dan bekerja pada perusahaan perpajakan kini, tinggal adik kecilnya Ersha yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA.
Lyra berusaha memberi kebahagiaan dan kenyamanan pada setiap orang didekatnya. Ia ceria dan tampak selalu bersemangat. Waktu luangnya di sore hari ia gunakan untuk mengajar baca tulis AlQur'an di Mushola yang berjarak tidak jauh dari tempat kosnya berada. Ia senang dengan anak-anak, bagaimana keluguan dan kelincahan mereka menjadi support spirit dan penambah kebahagiaan untuk jiwa Lyra.
Akhir pekannya untuk menghadiri kajian, atau jika perasaannya sedang tidak baik. Ia akan menghabiskan berjam-jam waktunya di gramedia, membaca buku sesuai minatnya, yaitu tak jauh tentang hati dan keimanan. Buku-buku psikologi juga menjadi makanannya, psikologi kejiwaan untuk menghadapi berbagai watak member-nya, bagaimana cara memberi apresiasi terhadap kinerja member-nya, membuat line menjadi nyaman, dan bagaimana seorang leader-pun mampu menjadi kakak atau teman curhat bagi member-nya.
●●●●
Lyra bersandar di kursi jemputan kini, wajahnya tak lepas dari senyumnya saat otaknya terus dipenuhi bocah kecil yang akan ia temui saat ini, gemas dan sudah terbayang kelucuan bocah itu walaupun raga belum bersua.
Terasa getaran dalam saku tas Lyra. Ternyata terdapat sebuah panggilan dari ponselnya..
"Haii ganteng kesayangan bunda, bunda masih di jemputan Sayang, Irsya mau bunda bawain apa?" ujar Lyra.
"Aku mau es klim," jawabnya polos.
"Hmm, es krim ya? gimana kalau yang lain? nanti Irsya pilek nak," lirih Lyra.
"Pokoknya Ichaa mau es klim Unda, Unda cepet dateng ya... tut...tuuttt... "panggilanpun terputus.
Duh anak ini, nggak apa-apalah ... nggak setiap hari ini juga kok, batin Lyra.
Setelah jemputan berhenti di Kranji, Lyra segera turun dengan penuh semangat. Ia mampir ke Alfi Mart terdekat untuk membeli pesanan kesayangannya.
__ADS_1
Berhubung hari ini TPQ sedang diliburkan, maka Lyra memiliki waktu lebih banyak untuk dihabiskan bersama bocah kecilnya tersebut.
Langkah kakinya terhenti di sebuah rumah bergaya minimalis bercat biru saat ini.
Tak menunggu lama, Lyra segera masuk ke gerbang dan mengetuk pintu rumah tersebut.
"Iya sebentar," terdengar suara seorang wanita dari dalam rumah yang Lyra datangi..
Pintupun terbuka,
"Undaaa," seorang bocah kecil tampak segera memeluk tubuh Lyra ketika didapatinya wanita yang sedang di tunggunya telah tiba.
"Pelan-pelan dong Sayang, Bunda sakit nih kalau Irsya kenceng-kenceng peluk Bunda," ujar Lyra.
"Biyalin, Ichaa kangen Unda ko. Unda ko lama cih? mana es klim Ichaa?" ujar lucu sang bocah.
"Bener Irsya mau Ice krim?"
Wajah polos itupun mengangguk.
"Kalau Irsya mau Es krim, ayo cium Bunda dulu!" ujar Lyra lagi.
"Muah.. Muahh.. Muahh, udah Undaa. Mana es klim atu?" ucapnya kembali tak sabar.
"Oke, untuk anak ganteng Bunda, Bunda udah beliin 2 es krim ... iniii..."
"Yeaaa... Ichaa caayanggg Unda," ujarnya dengan penuh kebahagiaan.
"Heiii, makannya pelan-pelan ya Nak!!" teriak Lyra melihat Irsya berlari menjauh ke ruang TV.
__ADS_1
●●●●
#Sampai sini dulu yaa...😊❤