Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Tertidur


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


20:20 Kediaman Kak Fida


Lyra tampak terbangun dari tidurnya, Irsya sudah tidak ada di sampingnya.


Astagfirulloh, aku pasti tertidur saat membacakan cerita untuk Irsya tadi. Tapi kemana bocah itu? kenapa ia tak ada?


Dengan gontai, tampak belum penuh seluruh kesadarannya. Lyra keluar dari kamar Irsya dan menuju dimana para pemilik rumah berada.


Kenapa sepi sekali? Apa tamu Mas Fahmi tidak jadi datang? batin Lyra.


"Kak Fida, Irsyaa, Mas Fahmi, ... " Lyra terus memanggil dan mencari keberadaan si empunya rumah.


Setiap sudut disambangi Lyra, hingga sampai ia di dapur. Tampak beberapa piring dan gelas bekas sirop terdapat di tempat pencucian piring. Teman Mas Fahmi sepertinya tadi sudah datang, bisik Lyra kembali di hatinya.


"Kak ... " Panggil Lyra lagi.


Dan pintu kamar Kak Fidapun terbuka, ia keluar bersama Mas Fahmi.


"Kau sudah bangun Ly?" tanya Kak Fida. Tampak matanya bersinar entah apa benaknya. Mas Fahmipun kulihat menatapku. Kenapa mereka berdua? batinku.


Kamipun segera menuju ruang tamu.


"Irsya mana Kak?" tanyaku heran tak melihat keberadaan bocah gantengku.


"Ia baru saja tidur di kamarku," ujar Kak Fida.


"Jadi Irsya tidak tidur sejak tadikah?"


"Hmm, bagaimana ia akan tidur, jika bunda yang akan menidurkannya sudah terlelap lebih dahulu" goda Kak Fida.


"Benarkah Kak? Aku sangat letih hari ini Kak, maaf yaa," ujarku.


"Aku hanya bercanda Ly," ujar Kak Fida.


"Oya, teman Mas Fahmi sudah datang Kak?" tanyaku lagi.


"Jadi kau tidak tau ada tamu tadi yang kesini?" ujar Kak Fida memastikan.


Aku menggeleng.


"Kau pasti sangat letih Ly, hingga pulas tertidur dan tak menyadari yang terjadi di sekelilingmu" ucap Mas Fahmi.


●●●●


🌻Flashback :


Pukul 07:15


Tok.. tok..


Terdengar ketukan dari balik pintu,


"Assalamu'alaikumm," terdengar kembali seseorang memberi salam setelahnya.


"Wa'alaikum salam," jawab Mas Fahmi dan segera beralih untuk membuka pintu depan yang membatasi keduannya.


Dibukalah pintu,


"Hai Bro, akhirnya sampai juga kau ke rumahku kawan," ujar Mas Fahmi.


Keduanya berpelukan saat ini,

__ADS_1


"Kau tampak tak pernah berubah Dim," ujar mas Fahmi lagi.


"Kau-pun demikian kawan," ucap Dimas.


"Dan ini, ... "


"Ini Mayra putriku," potong Dimas atas ucapan Fahmi.


"Salim dengan teman ayah sayang," pinta lembut Dimas terhadap Sang putri.


Iapun seketika melambaikan tangannya pada mas Fahmi, dan mengecup punggung tangannya.


"Oh, manisnya putrimu Dim."


"Ayo ... ayo, masuk, sampai lupa Om mempersilahkanmu masuk," ucap mas fahmi pada Mayra saat ini.


Merekapun duduk di ruang tamu,


"Sayang, ini teman Mas sudah sampai," panggil mas fahmi pada Kak Fida yang tampak masih sibuk di dapur.


Kak Fidapun datang menghampiri, betapa ia terhenyak menatap sosok yang sedang duduk di ruang tamu rumahnya, sosok yang begitu tak asing, siapa yang tidak mengenalnya, setidaknya begitulah ia di PT dulu, sosok ini kenapa ia bisa ada disini? sosok yang pernah ... menyakiti sahabatnya, Lyra ... Dan Lyra, iapun ada disini saat ini ...


Mata kak Fida seketika memperhatikan kamar putranya berada. Lyra, entah apa yang terjadi jika kau melihat pemandangan ini.


"Sayang, kau kenapa?" ucapan Mas fahmi seketika membuyarkan segala isi otak kak Fida saat ini.


"Oh, ma- af, i- ni ...


"Ini sahabat Mas, yang mas ceritakan Sayang."


"Kenalkan, saya Dimas," tampak Dimas memperkenalkan dirinya terlebih dahulu pada Kak Fida.


Kau mungkin tak mengenalku, tapi aku tentu tahu engkau adalah Dimas, Dimas Anggoro. Orang yang pernah menyakiti sahabatku.


"Fid ... kau melamun lagi?" lirih mas Fahmi.


"Saya Fida," ucap kak Fida dengan senyum yang berusaha ia paksakan.


"Apa kita saling kenal?" tiba-tiba Dimas berujar kearah kak Fida.


"Entah, Mungkin ... akupun tak asing dengan sosok mas," ucap kak Fida berpura-pura lupa.


"Gadis yang cantik, siapa ini?" tanya kak Fid kearah Mayra.


"Itu putri Dimas sayang," mas Fahmi seketika menjawab pertanyaan istrinya.


"Mana ibunya? kenapa tidak diajak?" ujar kak Fida lagi.


"Fid ... " lirih mas Fahmi terhadap istrinya.


"Tidak apa-apa Fah .... Kami sudah berpisah mbak. Aku hanya hidup berdua bersama putriku," ucap Dimas.


Oh, dulu kau meninggalkan Lyra untuk tunanganmu itu. Sekarang kau sudah berpisah, Kasihan sekali kau Dimas mengurus putrimu sendiri, mungkin ini karma untukmu.. astagfirulloh kenapa aku berbicara seperti ini, sentil jiwa baik kak Fida.


"Oya, mana putra kalian? mungkin ia bisa bermain dengan Mayraku," ucap Dimas kembali.


"Oh iya, mana ya Irsya?" gumam kak Fida.


"Sepertinya ia tadi di kamar bersama bundanya," ucap Fahmi.


"Oke akan aku cek."


Sekaligus aku ingin tahu apa yang sedang Lyra lakukan, batin kak Fida.


Kak Fidapun segera beranjak ke kamar putranya dan dilihatnya sang putra sedang bermain mobil-mobilan di kamarnya, sedang Lyra ... tampak sedang tertidur dengan pulasnya.


"Amii, anan di banunin ya, undaa kacian capek," polos Irsya.

__ADS_1


"Ihhh, anak Ami pinter banget sihh," ujar Kak Fida sambil terus menciumi putra kecilnya.


Bagus Lyra sedang tertidur, alangkah baik ia tidak bertemu dengan Dimas saat ini.


"Irsya, diluar ada temen ayo ikut Ami nak,"


"Ciapa?"


"Kasih tau gak ya, ayo ikut Ami, temen Irsya cantik sekali," ujar kak Fid merayu putranya.


Kak Fida dan Irsya menuju ruang tamu saat ini.


"Irsya, kenalkan ini Mayra," ucap Abi Fahmi.


"Hai. atuu Ichaa," ucap Irsya dengan percaya dirinya.


Dan Mayra tampak bersembunyi dibelakang tubuh sang ayah.


"Langsung kita makan yuk, mari mas Dimas," ajak Kak Fida.


"Duhh kenapa aku jadi merepotkan."


"Jangan sungkan Dim," ucap abi Fahmi.


Merekapun menyantap hidangan saat ini, dan beberapa saat berlalu acara makanpun telah slesai. Fahmi dan Dimas mengobrol di teras depan. Sedang Kak Fida membereskan dapur.


🌻Dan di ruang tamu tampak 2 bocah yang sudah mulai akrab bermain.


"Mayla, Ami kamu dak itut?"


"Ami siapa?"


"Itu Ami atu," menunjuk Kak Fida yang sedang di dapur.


"Aku nggak punya Ami."


"Atu puna 2 ami dong," bangga Irsya.


"Ilsya boong nggak ada 2 tuh, hanya ada satu Ami kamu,"


"Ada 2 Mayla, kamu ndak caya?"


"Iya aku nggak pelcaya."


"Ayok itut atu," Irsya membawa Mayra ke kamarnya.


"Ini Unda atu, unda atu capek lagi bobo, kamu anan dandu yaa!"


"Ini Unda kamu? Unda kamu cantik."


Mayra memperhatikan wajah Lyra yang tertidur. Spontan ia membelai pipi Lyra..


"Mayla ayok, anan dandu Unda atu."


"Iya."


Merekapun kembali bermain di ruang tamu..


●●●●


🌻Note:


Mayra : 5 tahun


Irsya : 4 tahun


__ADS_1


🌻Mayra & Irsya



__ADS_2