
Line Produksi 11:50
Semakin menjelang istirahat kinerja kami seluruh member line semakin bersemangat. Tak kami biarkan stage setelah kami kosong. Segera kami kerjakan dengan baik setiap produk yang ada di hadapan kami. Saat selesai langsung kami geser produk tersebut. Kami bersemangat tanpa jeda. Tak membiarkan candaan menguasai kami.
Hingga dari kejauhan tampak Mbak Friss menuju kearahku. Ia menepuk bahuku dan berbisik saat posisiku telah sangat dekat darinya "Lyra, nanti makan bareng ya! Ada yang ingin kami bicarakan..." Ia pun segera berlalu kembali saat dilihatnya aku telah mengganggukkan kepala tanda setuju.
Mbak Friss, kenapa harus di kantin kita bicara. Bukankah di line ini juga bisa? Dan kata Kami yang kau ucap, apa maksudmu Mas Dimas juga ada disana seperti waktu itu?. *Mbak, Aku berusaha menjauhi tunangannmu dengan keras. Tapi engkau lagi-lagi membiarkann kami duduk bersama kembali. Batinku.
Bel istirahat telah berbunyi, tampak dibelakang line Mbak Friss telah menungguku, ia tampak membawa sebuah tas kecil ditangannya. Kuminta pada Ka' Fida untuk duluan ke kantin dan tidak menungguku sebelum akhirnya aku beriringan bersama mbak Friss menuju kantin. Tak ada sepatah kata keluar dari bibir kami, hanya keheningan.
Setelah mengambil nampan makanan, Mbak Friss terus melangkahkan kakinya jauh kesudut sana. Aku yang dibelakangnya terus mengikuti, berusaha menyamakan irama kaki kami saat itu.
Dan seperti dugaanku, seseorang telah menunggu kami di meja sudut jendela tersebut. Ia terus menatap kedatangan kami dikejauhan. Setelah dekat tampak 2 sejoli saling bercipika cipiki dihadapanku. Pandangan yang membuatku sesak, namun segera kualihkan wajahku dari mereka.
Mas Dimas mempersilahkan kami duduk, beberapa kali kutangkap matanya mencuri pandangku. Aku memilih duduk dihadapan mbak Friss saat ini, menjauh dari tatapan sayu mas Dimas, khawatir tersihir kembali aku dengan tatapannya.
"Kita makan dulu ya!" terdengar suara mbak Friss mempersilahkan kami makan.
Suasana tampak hening, hanya suara ketukan sendok yang bersentuhan dengan piring terdengar ditelinga kami. Hingga akhirnya makanan di piring kami bertiga terlihat telah habis.
Mbak Friss mengambil tas kecil yang ia bawa sejak di line tadi. Di keluarkannya sebuah Kartu berwarna gold dari dalam tas itu. Dan tak lain itu adalah Kartu undangan pernikahan mereka. Nampak jelas tertera 2 nama di bagian depan kartu tersebut "DIMAS & FRISTA." Mbak Friss mengulurkan undangan tersebut ketanganku.
"Kau harus datang Lyra!!" ujarnya.
"In syaa Alloh mbak..." jawabku.
Oh, terasa sesak kurasa melihat undangan dihadapanku. Kulirik mata Mas Dimas dan tampak mata yang sama sedang menatapku, melihat reaksiku tepatnya. Mbak Friss sedang sibuk dengan ponselnya saat ini
Tak lama, Mbak Friss tiba-tiba bangun dari duduknya.
"Mas aku duluan ya, ada hal yang aku harus urus di line."
"Dan kau Lyra jangan sampai tidak datang ya, kami menunggumu!"
Mbak Friss kemudian meninggalkan kami, tampak tak sedikit rasa takut dimata mbak Friss meninggalkan kami berdua saat itu. Ia benar-benar telah berdamai dengan keadaan, ia percaya pada Mas Dimas seutuhnya. Juga pada-ku, mungkin.
Saat bayang mbak Friss telah menghilang. Mas Dimas memindahkan tubuhnya, ia duduk tepat dihadapanku kini.
Aku masih memperhatikan kartu undangan di tanganku. Mas Dimas kau benar-benar akan menjadi suami mbak Friss, lirihku.
"Lyra... aku merindukanmu." lirih mas Dimas sambil terus menatapku intens tidak seperti ada mbak Friss tadi, ia hanya berani mencuri pandang terhadapku.
"Hentikan melihatku seperti itu mas!" ujarku.
"Kau tinggal dimana saat ini Lyra? Kenapa pindah?" mas Dimas menghujaniku dengan berbagai tanyanya.
"Aku tidak harus menjawab pertanyaanmu mas, maaf."
"Lyra.. aku benar-benar kehilanganmu, sepekan ini aku terus mencarimu. Dimana tempatmu tinggal Ly. Tapi kau seakan menghilang. Kenapa kau lakukan ini? Dan nomer ponselmu? Kenapa di ganti? Kau tidak harus pindah dan mengganti nomermu Lyra.. Mas bisa menjauh dan tak muncul jika kau ingin..."
"Lyra..." Mas Dimas berusaha meraih tanganku namun aku menepisnya.
"Mas lupakan aku!! Kau lihat, ini adalah undangan pernikahanmu. Tinggal menunggu hari kau akan menjadi suami mbak Friss. Jangan fikirkan aku mas. Buang aku sejauh-jauhnya dari otakmu!! Kisah kita hanya masa lalu. Saat ini aku sudah menata hidupku kembali mas..."
"Maksudmu Ly?"
"Aku sudah menata hidupku tanpa bayangmu mas! Aku sudah bisa melupakanmu! Kini hatiku bukan milikmu lagi. Hatiku milik FIRGIE!!. Aku mencintainya mas, hanya dia yang kucintai saat ini mas..."
"Kau bohong Ly!!"
" Tidak mas, ini benar!! Seperti halnya aku sudah bahagia bersama Firgie. Kaupun harus meraih bahagiamu bersama Mbak friss!!"
Tampak butiran air keluar dari sudut mata mas Dimas kini. Ia segera mengusapnya.
"Mas... jaga prilakumu! Jangan sampai tangismu menghilangkan wibawamu!!"
"Aku pergi mas..."
"lyraa...Please jangan pergi!!"
__ADS_1
"Sadar mas! Kau dengar... Aku hanya mencintai FIRGIE dan bukan kau!!"
Aku segera pergi meninggalkan mas Dimas yang sedang terpaku.
*Hatiku benar-benar hancur.
Ku masuk dedalam toilet, pintu disudut menjadi pilihanku sebagai tempat menumpahkan segala perihku..
Mas Dimas pasti membenciku saat ini.
Aku terpaksa berbohong padamu mas.
Agar kau lebih mudah menjalani kehidupan barumu.
Tapi, aku harus datang ke pestamu dengan siapa? Setelah hadirnya gadis kemarin, aku sudah tak bisa mengajak Firgie... Siapa yang akan kubawa di hari pernikahanmu nanti??
****
"Gie... apa kau bersama Lyra saat ini?"
"Tidak.. aku sedang ada acara di PT ku Fid."
"Aku berusaha menghubungi Lyra Gie, tapi tak ada jawaban. Aku hawatir, ia sedang tidak baik hari ini Gie."
"Apa yang terjadi pada lyra memang?"
"Tadi siang Dimas dan Friss mengajak Lyra makan bersama. Dan memberi undangan pernikahan mereka. Lyra terlihat kacau dan tidak fokus setelahnya. Dan sekarang entah dimana dia?"
Firgie melihat jam di tangannya. *Pukul 19:30.
"Baik, aku akan mencarinya Fid. Terima kasih sudah mengabariku."
Dimana Kau Ly???
Ponselmu pun tak bisa dihubungi.. batin Firgie.
Firgie segera berpamitan pada rekan-rekannya. Ia melajukan motornya mencari keberadaan Lyra.
Ia lanjut mencari disetiap tempat yang pernah dikunjunginya bersama sang gadis, tapi tak ada bayangan Lyra disana.
Ia memutari area bekasi, tiap gang di sambanginya. Lyra seakan menghilang..
Lyra.. please hubungi aku!!
Dimana kau??
Ia teringat mbak Susi..
Iapun menelefonnya..
๐จ"Assalamu'alaikum"
๐ง"Wa'alaikum salam Gie. Ada apa?"
๐จ"Apa Lyra sedang main ke rumah mbak kah?"
๐ง"Nggak tuh Gie.. memang ada apa dengan Lyra?"
๐จ"Oh gpp mbak.. aku fikir Lyra kesana karena belum pulang"
๐ง"Tolong cari Lyra ya Gie! mbak baru sampai tempat kerja ini. Assalamu'alaikum"
๐จ"Wa'alaiku salam"
Lyra juga tidak bersama mbak Susi...
Lyra dimana kau sebenarnya
Pukul 20:30
__ADS_1
Firgie tampak putus asa mencari Lyra kemana lagi..
Ia duduk diatas motornya tepat di samping Mall SS berada.
Handphone masih stanbye di tangannya. Kalau-kalau Lyra akan menghubunginya.
Pukul 20:40
Ponselnya berdering, Lyra memanggil...
Akhirnya...
Dengan cepat Firgie menekan tombol hijau di ponselnya..
๐จ"Lyra... Kau dimana?"
๐ฉ"Gie... jemput aku.. huk..hukk.."
๐จ"Lyra... Kau baik-baik saja kan? kenapa menangis??"
๐จ"Dimana kau Ly?" tanya Firgie lagi.
๐ฉ"Aku tidak tahu Gie.. Huk.. Hukk.."
๐จ"Lyra... Tenanglah.. Dengar aku! Sekarang, kau lihat sekitarmu apakah ada nama jalan, suatu tanda atau gedung besar yang kau lihat disana?"
๐ฉ"Entah... Aku tak tau, aku takut Gie.."
๐จ"Oke... Hmm.. Apa kau lihat ada orang di sekitar sana? Jika ada berikan ponselmu padanya! Aku ingin bicara padanya..."
๐ฉ"Sebentar Gie.." Lyra melihat seorang wanita sedang duduk tak jauh darinya..
๐ฉ"Permisi mbak, ada temanku yang ingin berbicara". Lyrapun memberikan ponselnya pada wanita tersebut.
๐ธSang wanita tampak bingung tapi ia tetap mengambil ponsel Lyra. Dan mendengar suara dari dalam ponsel tersebut.
๐จ"Maaf sebelumnya mbak, temanku yang berada di sebelah mbak sedang tersesat, bisa tolong, lokasi mbak sekarang berdiri daerah mana ya mbak?"
๐ธ"Ini daerah Pondok Ungu mas."
๐จ"Bisa minta tolong mbak sharelok menggunakan ponsel yang mbak pakai sekarang kah?"
๐ธ"Oh iya bisa.. saya matikan panggilan dlu ya mas."
๐จ"Baik mbak"
Tak lama terkirimlah peta lokasi Lyra berada.
๐ธ"Sudah saya kirim ya mas!"
๐จ"Oh iya.. terima kasih banyak mbak. Bisa tolong berikan ponselnya pada teman saya lagi!".
๐ธ"Tentu mas." Wanita itu segera memberi ponsel kepada Lyra.
๐ฉ"Giee..."
๐จ"Kau tenang disana ya Ly. Cari tempat yang nyaman tapi jangan jauh dari lokasi sekarang, kau mengerti Lyra!"
๐ฉ"Gie.. kau cepat datang ya!"
๐จ"Kau percaya padaku kan Ly.. Kau tunggu aku disana! Assalamu'alaikum.."
๐ฉ"Wa'alaikumusalam.."
*****
#Salam Cintaโคdari Thor๐..
Mohon dukungan untuk Thornya..
__ADS_1
Please vote,rate, like and comment.. Makaciiii๐
#Happy reading๐