Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Melihatmu Bersamanya


__ADS_3

🌻Cibitung 09:30


Entah sudah berapa kali lipatan pakaian kubolak balik. Mencari yang sesuai dengan acara hari ini. Bingung, Pakai baju yang mana ya? fikirku.


Sampai beberapa saat akhirnya aku memutuskan mengambil sebuah tunik berwarna Khaki dengan model diagonal dibawahnya. memang simple sesuai dengan diriku yang memang tak suka dengan yang mencolok dan ribet.


Celana bahan berwarna soft brown kupilih untuk melengkapi sang tunik. Hijab berwarna senada soft brown turut pula menjadi pilihanku. Dan yang terakhir sebuah bros besar berbentuk apel sengaja ku tempatkan disisi hijab yang telah kuikat rapi. Kuberi riasan tipis diwajahku, lipstik berwarna orange turut memadukan pakaian yang kupakai.


Oke...siap, batinku.


Tak sadar sejak tadi Mbak Susi rupanya memperhatikanku.


"Mau kemana sih kamu Ly? udah cantik banget??" tanya mbak Susi.


"Leaderku menikah hari ini mbak," jawabku.


"Mmm, tampil cantik seperti ini mau dilihat siapa sih??" mbak Susi mulai menggodaku.


"Ah mbakk ... gak ada, ingin lebih rapi aja ko," ujarku malu.


"Oya, masih ada waktu gak? ngobrol sebentar yuk!!!"


"Hmm ... ada apa ya mbak?" Ku dudukkan diriku di samping mbak Susi.


"Kmarin Mas Rhino cerita. Katanya ada cowo beberapa kali main kesini. Benar itu Ly??"


"I- ya mbak, itu temanku."


"Ihh, nakal banget sih. Kenapa gak cerita-cerita sama mbak. Orang mana Ly?? Kamu kenal dimana?" Mbak susi tampak antusias ingin tahu.


"Dia teman di tempat kerja mbak," jawabku.


"Berarti sePT sama mbak juga dong. Siapa namanya? mungkin mbak kenal," ia tampak tambah penasaran.


"Hmm, namanya ... Dimas mbak."


"Dimas, dia anak kontrak atau udah permanen Ly??"


"Udah permanen mbak."


"Karyawan permanen namanya Dimas. Hmm..siapa ya? yang mbak tau ada nama Dimas tapi Engineering." Mbak Susi tampak terus berfikir.


"Mbak sudah jam 10 aku berangkat ya. Soalnya janjian sama temen juga," lirihku.


Aku bergegas mencari tas rotan yang akan kubawa dan segera kupakai sepatu kets putihku, tetap mempertahankan gaya casual-ku.


"Assalamu'alaikum mbak," kuucapkan salam perpisahan padanya.


"Wa'alaikumusaalam ... nanti lanjut ceritanya ya Ly," ujar mbak Susi yang terdengar samar olehku yang dengan cepat berlalu meninggalkan kontrakan kami.


●●●●


🌻Optik Mahkota 10:38


Kulangkahkan kaki menuju sosok lelaki yang sedang duduk di sebuah motor satria merahnya.


Lelaki dengan kemeja hitam menungguku disana. Saat matanya sudah menangkap kehadiranku. Ia lantas berdiri, matanya terlihat menelusuri penampilanku. Entah apa dalam benaknya, biarkanlah ... memang begini aku apa adanya. batinku.


"Firgie sudah lama?" tanyaku ketika telah di dekatnya.


"Lumayan ...," jawabnya.


"Maaf jalanan sangat macet tadi."


"Iya gpp santai aja."


"Mau langsung atau minum dulu?" tambahnya lagi.

__ADS_1


"langsung aja ya!! teman-temanku sudah sampai soalnya," ujarku.


"Oke, oya maaf, gak masalah-kan kamu naik motor?"


"Kenapa tidak," jawabku dengan senyum kearahnya.


Tampak janur kuning berdiri tegak di sebuah gang di depan kami "Dewi & Tama", 2 nama tertulis disana. Kulihat Firgie menghela nafas melihat tanda itu.


Setelah memarkirkan motor tak jauh dari tempat acara. Aku dan Firgie beriringan menuju acara berlangsung tampak teman-teman line ku duduk berkumpul diujung sana. Mereka memperhatikan kedatanganku dan firgie.


"Huu Lyra ... sama siapa tuu?" intan salah satu teman line menggodaku.


"Kalian sudah lama, maaf ya aku terlambat," ujarku pada teman-temanku disana.


"Ihhh Lyra biasa aja kali formal banget kayak di line. Btw kenalin dong pacarmu sama kita-kita!!!"


Hahhh, hampir saja aku lupa pada sosok lelaki di belakangku. Ia tampak menunduk malu saat seluruh teman line-ku terlihat penasaran ingin mencuri tatapannya.


"Oh, iyaa kenalkan ini temanku Firgie ...,"


dan Firgie menganggukan kepala sebagai salam perkenalan darinya.


Kak Fida yang sejak tadi ikut memperhatikan kami segera berdiri mendekatiku. Kalian sangat cocok, bisiknya di telingaku.


"Kalian sudah bersalaman dengan mbak Dewi?" tanyaku pada teman-teman line-ku.


"Belum ... didalam masih sesi pemotretan," jawab seorang temanku.


"Aku duduk disana yaa ... " ketika kulihat ada 2 bangku kosong tak jauh dari teman-temanku berkumpul.


"okee, ngerti lah Ly. Gak mau di ganggu ni yee," intan kembali menggodaku.


Sungguh bukan itu, karna aku tidak ingin Firgie merasa tidak nyaman duduk berkumpul bersama kalian, batinku.


Mata Firgie tampak tak lepas dari ke dua mempelai yang sedang berfoto 3 meter dari tempat kami duduk.


Iapun menatapku, menjawab tanyaku dengan senyum yang tampak dipaksakannya.


"Hatimu sakit ya Gie?."


Kali ini ia menjawab dengan menundukkan kepalanya.


Bohong jika ia berkata tak memiliki perasaan pada mbak Dewi, matanya memancarkan kesedihan ... firgie ... Kenapa kau membiarkan dirimu terluka seperti ini. Kenapa Kau tak menjawab cintanya ketika Mbak dewi saat itu terus mengejarmu, sungguh aku tak memahaminya" batinku.


Dari kejauhan tampak sebuah Honda Jazz Silver memasuki area tempat acara berlangsung, sang supir dengan lihai memarkirkan kendaraannya tersebut 2 meter dari tenda yg terpasang cantik yang terlihat mulai ramai terisi manusia dengan berbagai latar belakang hadir ingin memberi ucapan dan doa pada kedua mempelai.


Tak lama kedua sejoli yang turun dari mobil tersebut memasuki tempat acara berlangsung.


Terdengar sorai suara teman-temanku


"Lihat!!! Mbak Friss datang dengan siapa itu yaa ...," seseorang berkata dan terdengar oleh telingaku.


"Mbak Friss cantik ya, seksi banget."


"Itu Pak Dimas engineering kita kan yang bersama mbak Friss," seseorang menimpali lagi.


Mendengar suara Mas Dimas disebut spontan aku mengarahkan pandangan pada kedua sosok yang sedang dimaksud rekan-rekanku.


"Itu ... Mas Dimasku, kenapa ia ada disini?? bukankah saat ini harusnya ia sedang mengantar ibunya checkup ??" rasa sesak menyelimutiku.


"Apa mas Dimas bohong padaku??"


"Dan mbak Friss... kenapa ia bisa datang bersama mas Dimasku?"


Penuh tanya berkumpul diotakku saat ini.


Mataku kemudian menangkap pakaian yang di kenakan mbak Friss.

__ADS_1


"Mbak Friss sangat seksi... apa tampilan seperti ini yang di sukai mas Dimas?"


Aku kemudian memperhatikan pakaian yang kupakai. Aku memang terlalu biasa tidak seksi seperti mbak Friss ...."


Kedua sejoli tampak berjalan semakin mendekat mencari-cari kursi kosong disana.


Mataku tak bisa melepas wajah Mas Dimas, tak menyangka Mas Dimas tega membohongiku.


Kata-kata manisnya, ucapan sayang, perhatian. juga pelukan yang ia berikan." Apa semua hanya kepalsuan?"


Tiba2 mata mas Dimas menangkapku. menyadari kehadiranku. Ia terlihat kaget. Pandangannya kemudian mengarah pada 2 nama dengan huruf besar yang terpampang disana "KEDUA MEMPELAI DEWI & TAMA".


Kupalingkan wajahku ... sungguh tak ingin melihatnya. Sesak, marah dan cemburu menguasaiku.


Mbak Friss yang juga telah menyadari kehadiranku memilih tempat duduk tak jauh dariku. Kami berhadapan kini karna mbak Friss memang memilih tempat duduk di seberang kami, dan tampak jelas dimataku kehadiran mereka berdua saat ini.


Mas Dimas masih menatapku, matanya penuh kepanikan. Merasa gadisnya memergoki kebohongannya.


Dan aku memanfaatkan Firgie untuk menbuat Mas Dimas cemburu saat ini. Berkali-kali kubisikkan kata-kata ditelinga Firgie. Kata-kata biasa memang, "Maaf ya kmarin aku telat membaca pesanmu," ujarku di telinga Firgie karna memang suara musik yang juga sangat keras.


"Iyaa gpp," Firgie membalas nya dengan berbisik pula ke telingaku.


"Kemarin macet yaa??" tanyanya padaku.


"Iya ... banget."


"Coba kamu mau aku antar kemarin."


"Gpp udah biasa ko macet, aku takut ada yang marah nanti melihatmu memboncengku," ujarku yang menyadari Mas Dimas terus memperhatikanku.


"Nggak ada Ly, mungkin malah kamu yang ada yang marah nanti," ujarnya masih berbisik padaku.


Kujawab ucapan terakhirnya dengan tersenyum, sesekali kulirik mas Dimas.


Sampai seseorang mendekati kami para tamu.


"Pengantin sudah selesai berfoto. Silahkan bagi yang ingin bersalaman dan moendo'kan mempelai," pria paruh baya berpakaian batik itu kemudian pergi setelah menyampaikan pesannya.


Rekan-rekanku di line smua berdiri bersiap menghampiri leader cantik mereka.


Tak ingin tertinggal akupun mengajak Firgie. "Bersalamaan sekarang yuk! bareng yang lain," ujarku.


Kami berduapun kemudian berdiri berbaris dibelakang teman-teman lineku.


2 sejoli di depan sana yang melihatku berdiri. Turut berdiri dan ikut berbaris di belakang kami.


Firgie berdiri di belakangku. Seperti biasa tangannya menjagaku. Tak dibiarkannya siapapun yang melintas menyenggolku, mengenai tubuhku.


Dan mas Dimas melihat semuanya. Ia tampak geram. Siapa laki-laki itu, batinnya.


●●●●


Thor mau kasih visual Lyra dan Firgie yaa....



Lyra ... manis, anggun dan sederhana ...



Firgie ... cool dan mempesona walau sering kurang percaya diri.


🌻Maaf kalau visual yang thor tampilkan gak sesuai imajinasi readers😉


🌻Untuk Visual Dimas dan Mbak Friss ada di Bab selanjutnya.


🌻Ditunggu yaaa😍😍

__ADS_1


__ADS_2