
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
Segera ke Bandung Mas!! Ruko cake Mas kebakaran ...
●●●●
"Assalamu'alaikum, Hei Al? Apa yang terjadi semalam?" tegas keluar dari bibir mas Dimas saat ini, ia kaget bagaimana bisa terjadi hal buruk seperti itu disana.
"Wa'alaikumsalam, akhirnya Mas menghubungi. Seperti pesan yang saya sampaikan ruko terbakar. Mas datanglah kesini. Banyak hal yang janggal disini Mas?" ujar pria yang telah menjadi kepercayaan Dimas di Bandung.
"Kau dimana saat ini?"
"Di depan Ruko Mas, saya masih menyelidik terhadap para warga disini."
"2,5 jam lagi saya tiba disana! aku akan menghubungi Pak Irwan pengacaraku untuk mendampingimu disana," geram mas Dimas. Ada kejanggalan? Kalau memang benar, siapa yang bermain-main denganku.
"Siap Mas."
"Assalamu'alaikum ...."
"Wa'alaikum salam ...."
●●
"Assalamu'alaikum Pak," ucap mas Dimas pada Pengacaranya kini.
"Wa'alaikum salam Pak Dimas," ujarnya.
"Kau sudah dengar berita tentang ruko cake-ku yang terbakar Pak?"
"Aku tak meneliti dengan jelas. Ruko yang terbakar semalam milikmu kah?" kagetnya.
"Betul. Aldo asistenku di depan Ruko saat ini, kau kesanalah Pak!! Aku baru sampai 2,5 jam kedepan." Tegasku.
"Oke aku kesana."
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
●●
Dan aku mendengar segalanya, segera kuhampiri mas Dimasku yang tampak tak tenang. Raut cinta kasihnya mendadak hilang dari wajahnya seketika.
Kupeluk mas Dimasku dari belakang.
"Ada apa Mas?"
"Mas harus segera ke Bandung. Lyra tolong siapkan pakaian Mas ya!!"
"Apa yang terjadi Mas?"
"Bukan apa-apa Sayang ...," lirihnya tak ingin aku ikut memikirkannya.
"Mass, boleh kami ikut denganmu?" pintaku sepertinya mas Dimas butuh penyemangatku disana.
Tangan kekar itu kini membelaiku, "Kau akan bosan di rumah, mas akan sibuk disana."
"Kami tidak akan bosan dan mengganggumu Mass, please!!" kuberi tatapan melasku padanya kini.
"Hahh, wajah ini ... mas selalu tak bisa menolakmu, kalian bersiaplah!" Diangkatnya daguku keatas, mas Dimas memberi kecupan singkat disana. Dan tak lama ia terlihat memanaskan Jazz Silver di teras.
__ADS_1
Tol Cikampek dan Cipularang menjadi jalur yang kami lewati saat ini, Mayraku tampak asik dengan sekantong camilan yang kami beli di AlfiMart beberapa saat lalu. Putri kecil kami memang memiliki nafsu makan yang besar dibanding anak seusianya, walau entah kemana semua makanan yang dimakannya, karena ukuran tubuhnya tampak biasa saja. Tapi kami senang melihat kebiasaan makannya tersebut.
Dan mas Dimas, masih dengan wajah serius disana, entah apa yang terjadi ia bahkan belum menceritakan padaku. Tapi aku yang penasaran segera ku otak atik ponsel dalam genggamanku. Kucari berita terkini sekitar daerah Sentra Duta Bandung, lokasi yang menjadi tujuan kami.
Terus ke scrool berita yang terpampang dalam layar monitor ponselku. Ahhh, inikah yang meresahkan mas Dimasku ...
°°MAYLEERA CAKE AND BAKERY toko dikawasan Pemukiman Mewah nyaris habis dilalap api malam tadi.
°°Untung tak ada korban, toko roti terkemuka di Bandung hampir tak tersisa dalam jilatan si jago merah.
°°Diperkirakan rugi ratusan juta, ruko di Sentra Duta diserang si jago merah.
Kasihan Mas Dimasku ... sungguh ini kado pernikahan yang buruk untuknya, batinku.
Kutatap wajah mas Dimasku, ia bahkan tak ingin memberitahuku kabar ini, maaf, menghabiskan waktu semalaman bersamaku kau jadi tak sempat mengecek berita di ponselmu.
"Ada apa melihat mas seperti itu?." Wajah ini masih dengan kelembutan yang sama, padahal hatinya pasti bergemuruh dengan hal buruk yang baru diketahuinya.
"Mas tidak ingin bercerita hal yang meresahkan Mas kah?" tuturku memberanikan diri memulai obrolan kami. Bagaimanapun aku tidak ingin Mas Dimas menutupi hal sekecil apapun dariku.
"Meresahkan apa? Mas baik-baik saja."
"Apa yang terjadi di Bandung?" selidikku berpura tak mengetahui.
"Mas hanya ingin mengecek bisnis Mas," ujarnya singkat.
"Apa Mas tidak percaya padaku?"
"Heiii, apa ini Sayang, kenapa kau jadi serius seperti ini??" Mas Dimas masih saja menutupi yang terjadi. Didaratkannya kini jemarinya kedaguku, "Semua baik-baik saja," ucapnya sambil tersenyum.
"Rukomu terbakar bukan?" tegasku.
"Kau mengetahui rupanya," iapun kemudian mengangguk.
"Mas pasti mengalami kerugian besar?" lirihku tak ingin hal buruk menimpa apapun tentang suami atau keluargaku.
"Hal seperti ini biasa terjadi, Ruko mas itu sudah mas Asuransikan, jadi akan dapat uang pertanggungan. Lyra tidak perlu cemas ...," ujarnya.
"Benarkah?"
"Benar Sayang," tampak semyum kembali mas layangkan padaku.
"Lalu mengapa mas terlihat memikirkan sesuatu?"
"Sudah, berhenti membicarakan ini,oke!!" pinta mas Dimas.
Kuraih lengan Mas Dimas kini, "Aku tidak ingin Mas menyembunyikan masalah apapun dariku," lirihku sambil terus kutatap wajah maskulin suamiku.
"Semua akan baik-baik saja." Ditariknya tengkuk leherku, dikecupnya keningku.
"Kalau mengantuk tidurlah!" ujar mas Dimas setelahnya.
●●●●
🌻Ditempat berbeda, di sebuah perumahan daerah Bandung tampak seorang wanita merenung, menangis lirih di sebuah sofa ruang tamunya ... ia menatap kertas dalam genggamannya, hasil lab setelah berbagai pemeriksaan ia lakukan dibagian tubuhnya.
Menurut Dokter yang menanganinya ia mengidap Kanker Payudara dan sudah masuk ke Stadium 3C.
Kanker payudara stadium 3 dibagi menjadi 3A, 3B, dan 3C. Kategori stadium 3A menandakan ukuran tumor lebih dari 5 cm dan telah menyebar pada satu hingga tiga kelenjar getah bening. Kemudian, stadium 3B berarti penyebaran sel kanker makin luas, tidak hanya pada kelenjar getah bening di sekitarnya atau di bawah ketiak, tapi juga pada jaringan kulit dan otot dada sekitar payudara.
Kanker payudara stadium 3C ditandai dengan tumor yang telah menyebar pada 10 kelenjar getah bening atau lebih di bawah ketiak, dan menyebar hingga kelenjar getah bening di sekitar leher atau di dalam payudara. Ketika kanker sudah memasuki fase ini, pengobatan harus diberikan secepatnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran sel kanker yang makin luas.
Begitu setidaknya yang di jelaskan Dokter Arif, salah satu dokter yang menanganinya. Dan kondisi kanker yang dialaminya harus segera ditangani. Dokter Arif menyarankan tindakan operasi.
Ada dua kemungkinan operasi. Pertama, operasi lumpectomy pada kanker payudara stadium 3 untuk mengangkat tumor dan jaringan di sekitar tumor payudara. Kedua, mastectomy yang akan mengangkat seluruh payudara sekaligus bersama dengan kelenjar getah bening.
__ADS_1
Dan untuk tahap awal operasi lumpectomy adalah yang disarankan Dokter Arif. Jika setelah dilakukan operasi tersebut sel kanker masih ada. Maka terpaksa dilakukan operasi kedua yaitu mastectomy, dengan akibat terburuk diangkat seluruh payudara sang wanita tersebut.
Dan inilah yang menjadi kebimbangan sang wanita, bagian tubuh yang menjadi kelebihan menurutnya tersebut, akan hilang dari tubuhnya ... dan ia kembali menangis tersedu membanyangkan semuanya.
Andai Mas Dimas masih disisiku, aku tak harus menganggung ini sendiri .... Ia pasti akan tetap disisiku, tidak seperti pria itu ...
PRANG ..
Sebuah gelas dilemparkannya kini, sebagai tanda kemarahan dan kebencian.
Laki-laki berengsek ...
Bahkan ia pergi setelah tau penyakitku ...
Iapun telah menguras hartaku ...
Bedebah ...
Andai aku tak berpaling, tak bermain-main ...
Mas Dimas, dimana kau?? Aku membutuhkanmu saat ini Mas ...
Aku tak bisa menghadapi ini sendiri, terlebih setelah Papa pergi meninggalkanku untuk selamanya. Aku tak memiliki siapapun kini Mas ...
Kau tentu masih menyimpan nomerku, bukan?
Tidakkah kau ingin mengetahui kabarku Mas??
Kenapa tak sekalipun kau mencariku??
Gadis itu ...
Karena kau selalu menyimpan gadis itu ...
Mas ...
Aku menyesal meninggalkanmu.
Dan menuruti nafsuku kala itu.
Anak kita tentu sudah besar sekarang, entah bagaimana wajahnya ...
Aku bahkan tak mengenal putriku sendiri.
Sungguh aku ibu yang buruk ...
Ia kemudian kembali meneguk minuman beralkohol di gelasnya ...
•
•
•
Dan di depan pintu tampak seorang pria mematung ...
Setelah sekian lama tak memasuki rumah itu ...
●●●●
🌻Ada yang bisa nebak siapa yang datang??
🌷🌷🌷
🌻Happy reading❤❤
__ADS_1