Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Mencari Diyara


__ADS_3

Terima kasih kepada para readers yang masih setia menanti kelanjutan kisah cinta Lyra❤❤


Lanjuutt yaa👋☺..


🌷🌷🌷


🌻SENTRA DUTA RESIDENCE


Pukul 13.00 saat ini, 2 jam sudah dari kepergian mas Dimas membawa Mayra yang katanya akan menjemput Diyara-ku. Namun mengapa selama ini dan belum juga ada kabar dari suamiku, ada apa sebetulnya? Adakah yang terjadi disana? Dan Diyara-ku apakah ia sudah di tangan ayahnya.


Kulangkahkan kakiku ke ruang tamu dan ke teras terus menerus berharap aku akan langsung merengkuh tubuh mungil Diyara-ku tatkala ia tiba. Diyara-ku pasti haus ASIku. Ia tak biasa kuberikan susu formula, seharian ini bagaimana kabarnya? apakah Friss bisa menanganinya? Dokter pernah berkata, Diyara-ku tak boleh terlalu letih atau emosi berlebihan, seperti nangis terlalu lama atau bermain hingga berjam-jam. Ia putriku yang spesial, jam tidurnya harus teratur, istirahatnya harus cukup. Diyara-ku ... kau harus berada di dekat Bunda ...


Hingga seketika suara mobil yang sangat kuhapal berada dimuka gerbangku. Mang Diman dengan cekatan segera membuka gerbang pembatas kami. Tak seketika pula Terios mas Dimas diikuti sebuah mobil polisi memasuki pelataran rumahku.


"Bundaa ... " seorang gadis kecil seketika berhambur memelukku.


Kubalas pelukannya dan seketika kucari bayang bayi kecilku dalam mobil yang dikendarai suamiku, "Sayang, Mayra bersama adik bukan?" lirihku kepada sang Kakak dalam pelukanku.


"Adik tidak ada," polos putri kecilku.


Haahhh ... duniaku runtuh rasanya ...


Diyaraaaa ....


"Mayra masuk dulu temui Uti yaa," ujarku dan seketika Mayraku berlari ke dalam rumah.


Mas Dimas turun dari mobilnya, raut penyesalan terlihat jelas, ia segera mendekatiku. "Sayang ... ayo masuk!!"


"Mass, mana putri kita?" tanyaku namun tak ada jawaban dari bibir suamiku hanya tangannya yang merangkul bahuku dan mengajakku masuk kedalam.


"Mass ... jawabb!" lirihku kembali setelah kami duduk di sofa ruang tamu diikuti seorang polisi rekan ayah yang ikut duduk pula.


"Bagaimana Dim?" tanya ibu tiba-tiba yang berjalan dari arah kamar tamu.


"Lyra, Ayahh, ibu ... Rendi tidak datang," ujar mas Dimas.


"Apa-apaan anak itu. Lalu bagaimana dengan Diyara Dim?" lirih ibu.


"Mas Banu, tak bisakah rekan kepolisianmu melacak keberadaan Rendi dari panggilan terakhirnya bersama Dimas?" ibu berbicara tegas pada Om Banu rekan polisi ayah.


"Kami sudah melakukannnya Rin, bahkan kami terus menutup setiap celah jalan yang mungkin dilewati mobil Rendi kearah kota, jika ia memang berbalik. Tapi pendeteksi kami terputus tiba-tiba sepertinya Rendi mematikan ponselnya. Sejak ponselnya tidak aktif yang ada hanya jejak terakhir di jalan setapak yang sangat sulit dilewati."


"Maksudmu Rendi melewati jalan berliku untuk menghindari polisi?" ucap ayah.


"Tepat sekali."

__ADS_1


"Jika ia memang menginginkan Mayra, ia pasti akan menghubungi lagi," ujar Om Banu.


"Tapi bagaimana kabar Diyara-ku Om, sampai kapan kita menunggu panggilan Rendi. Aku hawatir dengan putriku Om."


"Kami semua menghawatirkan putrimu pula Lyra. Bisa aku izin sholat," ucap Om Banu kemudian.


"Oh tentu, mushola di belakang Mass," ujar Ibu.


"Dimas juga izin keatas hendak sholat Bu," ucap mas Dimas ditanggapi anggukan oleh ibu. Akupun mengikuti mas Dimas kini ke kamar.





"Maafkan Mass Sayang," dan kami menyandarkan diri disofa saat ini setelah ibadah zuhur ditunaikan mas Dimas.


"Mass, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Diyara," lirihku.


Seketika Mas Dimas memelukku, "Hentikan ucapan seperti itu, kita berdo'a semoga dimanapun Diyara, Alloh menjaga selalu putri kita."


Akupun mengangguk.


"Semoga Rendi terketuk hatinya untuk mengembalikan Diyara padaku Mass,"


Dreett ... Dreettt ....


Kudengar getar ponsel yang terus menerus dan ternyata itu dari ponsel mas Dimas. Tampak nama bu lik Har tertera disana. Mas Dimaspun mengangkatnya.


"Assalamu'alaikum Bu lik."


"Wa'alaikumsalam ... Dim, Bu lik turut prihatin pada kecelakaan yang dialami mantan istrimu, itu benar Frista mantan istrimu bukan?"


Terlihat heran di wajah mas Dimas, "Apa maksud Bu lik?" ujar mas dimas kemudian.


"Kau belum lihat berita rupanya, nyalakan TV-mu, mantan istrimu kecelakaan Dim."


"Dimas akan menelepon Bu lik lagi nanti," dan panggilanpun terputus.


"Sayang, nyalakan TV! Lihat berita sekarang!"


Dan lagi-lagi sekitar Pukul 11:20 siang sebuah Xenia yang memaksakan melewati perbukitan wilayah Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara.


Terpelosok kedalam jurang, seorang pria yang sudah tak dikenali lagi wajahnya meninggal dalam kecelakaan tersebut, sedang tak jauh dari lokasi kejadian ditemukan seorang wanita dengan tubuh penuh luka, dan segera dibawa ke Rumah Sakit SENTRA BUANA untuk lakukan tindakan penyelamatan. Identitas yang ditemukan dari saku korban antara lain sebagai berikut :

__ADS_1


Rendi Johan Prayoga 31 tahun meninggal


Frista Nadief Adina 30 tahun Koma


"Masss ... "


"Ayo kita kebawah Sayang ... "




Dan dibawah seluruh keluarga tampak sedang berkumpul pula menonton berita kecelakaan setelah diterima kabar dari Kapolda Bandung terhadap Om Banu yang sedang bertugas mengikuti Xenia ber plat


D 7715 AR tersebut.


Seluruh keluarga tampak terhenyak, ibu seketika memelukku saat dilihatnya aku telah sampai di dasar tangga, ayahpun tampak mendekati sang putra dan menepuk bahunya berusaha menguatkan sang putra.


Dan di sudut, tampak Om Banu terus menelepon rekannya ...


"Kau temukan seorang bayi di tempat kejadian?"


"Tidak Pak, hanya ada 2 korban."


"Cari terus di sekitar tempat kejadian, tanya para warga sekitar dan sisir rumah warga pula, mungkin saja ada yang menemukan dan mengambil bayi itu. Bayi perempuan dengan bekas jahitan di tubuhnya berusia 10 bulan."


"Segera laksanakan Pak."


"Kabari secepatnya!"


"Siap."




"Bagaimana Mas?" ibu tampak panik.


"Hanya ada 2 korban, tidak ditemukan bayi di mobil tersebut. Orang-orangku sedang menyisir tempat kejadian ...."


"Mas Arya dan Dimas sekarang ikut aku!! Yang lain tetap di rumah jangan kemanapun!!"


"Kita akan kemana Om?"


"Ke Rumah Sakit SENTRA BUANA, korban wanita bernama Frista masih hidup, kita bisa mendapat informasi yang konkrit dari mantan istrimu itu. Kita do'akan bersama semoga ia selamat."

__ADS_1


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤


__ADS_2