Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
POV Dimas


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


"Bang, kirim alamat sekarang!! Aku akan kesana!!"


●●●●


Kuberlari sekencangnya kearah tangga dengan air mata yang terus mengalir ...


Dan dibawah sana ...


Mas Dimasku mematung menungguku ...


●●●●


🌻POV DIMAS



Aku sedang meeting di Central Mall saat ini. Mall besar yang berlokasi di daerah Bekasi Barat menjadi pilihanku, bukan tanpa alasan. Tak lain karna di Bekasi Barat tempat wanita tercintaku tinggal, agar aku dekat untuk menghampirinya fikirku, terlebih Mayra putri cantikku juga sedang bersama dengannya saat ini.


Berhubung omset penjualanku 3 bulan ini sangat menanjak, aku putuskan hari ini mengumpulkan seluruh staf tokoku yang berdomisili di Bekasi untuk merayakan peningkatan penjualanku, juga sebagai rasa terima kasihku atas segala kinerja mereka selama bekerja bersamaku. MAYLEERA adalah logo produkku, nama yang sudah membersamaiku hampir 5 tahun belakangan, setelah perpisahanku dengan Ibu Mayra. Nama yang kusukai dan menjadi hoki untukku, terbukti setelah menggunakkan nama ini, dari satu toko yang ku bangun di awal, kini sudah hampir 20 outlet toko kumiliki.


Kami sedang menikmati sajian makan siang di Rainies Restaurant, tempat yang telah ku booking untuk 6 jam hari ini. Dimulai jam 10:00 hingga pukul 16:00 nanti Restaurant ini adalah milikku dan para staffku. Dimulai dengan acara meeting tadi yang membahas segala hal tentang perkembangan toko, peningkatan kinerja karyawan, trik menaikkan omset penjualaan, dan banyak hal yang kami bahas 2 jam yang lalu, dan kini hingga pukul 13:30 nanti adalah acara makan siang kami. Baru setelahnya hingga pukul 16:00 adalah acara bebas yang akan diisi oleh seluruh staffku.


Dan kini adalah waktu makan siang kami. Saat ku sedang menyantap makananku, tiba-tiba suara dering ponsel mengaburkan konsentrasiku. Ada panggilan dari Bang Arman ternyata tampak di layar ponselku.


Segera kutekan tombol hijau untuk menyambungkanku dengannya.


Bang Arman saat itu memberitahuku bahwa Lyra-ku sedang berbincang dengan seorang pria, awalnya kufikir lelaki itu adalah Firgie, mantan kekasih Lyra-ku tapi saat kuminta Bang Arman mengirim fotonya, ternyata ia bukan pria yang kumaksud. Dan Lyraku saat ini naik ke lantai atas bersama pria yang tak kukenal itu, sedang putriku dititipkan oleh seorang pelayan. Walau fikiran buruk mulai menguasaiku, namun jiwa baikku masih mengontrolku dan akupun berusaha positif pasti ada sesuatu yang membuat Lyraku berani bertindak seperti itu.


Karena hawatir dengan putri kecilku yang sedang bersama orang asing, akupun memutuskan untuk kesana, kuminta Bang Arman saat itu mengirimkan alamat dimana kedua wanitaku berada.


10 Menit berlalu, aku telah sampai kesebuah ruko bakulan ketoprak sesuai alamat yang dikirimkan Bang Arman, dan dari sana aku mulai menemukan titik terang. Mayraku sangat menyukai ketoprak jadi pasti Lyra kesana atas keinginan Mayra, lantas mengapa ada laki-laki asing di tempat ini yang mengenal Lyraku bahkan Lyraku mengikutinya keatas. Ada apa sebetulnya??


Aku turun dari Jazz Silverku dan segera menuju seorang lelaki tegap yang telah mengayunkan tangannya saat menangkap bayangku berada di tempat tersebut. Dan ia tepat di hadapanku kini,


"Dimana Mayraku?" ujarku langsung melayangkan tanya atas keberadaan dan kondisi putriku.

__ADS_1


"Sekarang ia bersama lelaki yang tadi mengobrol bersama calon bini Mas," bisik Bang Arman.


"Lalu dimana Lyraku?" tanyaku pada Bang Arman kembali.


"Mbak Lyra dari tadi belum turun Mas Boss," gumamnya.


Pria itu sudah turun, tapi Lyraku masih diatas. Bersama siapa Lyraku disana? batinku.


"Kau sudah cari tahu ruangan siapa di atas?" tanyaku kembali pada Bang Arman.


"Diatas ruangan pemilik utama usaha ini, kakak dari laki-laki yang berbicara dengan Mbak Lyra dan membawanya ke atas," bisik Bang Arman.


Lyra dengan siapa? Ada laki-laki lain lagii ... gemuruh tanya dalam batinku.


"Siapa nama pemilik usaha ini yang sekarang sedang berada di atas?" tanyaku.


"Namanya Fir...


"Firgie ... " sela-ku.


"Nahh iyee bener tuh Mas, lah Mas Bos malah udah tau tuh," kaget bang Arman.


"Baiklah, tugasmu hari ini sudah cukup. Kau pergilah!! Aku sudah tau yang terjadi," ujarku. Dan tak lama Bang Arman sudah tak terlihat, menghilang bersama motornya.


Kumasuki Ruko tersebut, tampak Mayraku sedang tertawa lepas bermain game dengan seorang pria, adik dari mantan kekasih calon ibunya. Situasi apa ini, kuhampiri meja tersebut. Dan Mayra yang melihat kehadiranku seketika memanggilku ...


"Ayahhh ... " ucap manja putriku yang selalu bisa menghipnotisku untuk menghujaninya dengan ciumanku. Dan kulihat pria yang bersama putriku tampak heran menatapku.


"Anda ayah anak ini?" tanya pria tersebut. Dan kuanggukan kepalaku meng-iyakannya.


"Dimana Bunda Sayang?" tanyaku berusaha mencari tahu yang terjadi pada bibir polos putriku.


Dan pertanyaanku pada putriku tampaknya lebih membuat syok pria yang masih duduk dihadapan kami tersebut.


"Bunda ke atas ayah," ujar polos Mayraku.


Dan tak lama tampak seorang pelayan datang membawa 2 piring ketoprak pesanan Lyra. Mayraku tak menunggu lama langsung melahap ketoprak di hadapannya.


"Bunda mana sih lama sekali, ini ketoplak Bunda kebulu gak enak," celoteh Mayraku lagi.


Karna kulit pria tersebut masih duduk terpana melihatku dan Mayra dihadapanku. Akupun berinisiatif mencari tau yang terjadi darinya.

__ADS_1


"Kau adik Firgie?" ujarku. Dan kembali pria itu tampak terhenyak


"Mas kenal dengan Mas Firgie?" tanyanya.


"Bagaimana aku tak tau mantan kekasih calon istriku," ujarku.


"Jadi Mas calon suami Mbak Ly-ra?" tanyanya dengan tampak terkejut.


"Seminggu lagi kami akan menikah," ujarku memberitahunya sekaligus secara tidak langsung aku mengatakan "Lyra milikku". Hah ... batinku yang jahat.


Dan pria itu hanya terdiam, tampak wajah lesu terlihat setelah ia mendengar pernyataanku.


"Untuk apa Kakakmu ingin bertemu Lyraku? Ini sudah sangat lama, antar aku keatas atau aku naik sendiri keatas!!" tegasku.


"Tolong jangan Mas, biarkan Mas Firgie berbicara dengan Mbak Lyra sebentar lagi ...," lirih pria itu tampak memohon padaku.


"Haruskah aku mendengarkanmu? yang mungkin pertemuan ini bisa menghancurkan segala mimpiku," tegasku kembali.


"Aku pastikan Mas Firgie tidak akan merebut Mbak Lyra dar Mas," ujar pria itu tampak yakin dengan ucapannya.


"Baiklah aku akan menunggu sebentar lagi," ujarku. Dan aku berdiri kini dengan berbagai kemungkinan buruk di otakku dan kembali di tangkis oleh jiwa baikku yang berusaha percaya pada calon istriku, Lyra ...


5 Menit berlalu, dan aku menangkap bayang Lyraku ...


Lyraku tampak sedang berlari dengan air mata membanjiri pipinya.


Dan Mayraku tampak telah menghabiskan makannya.


Kuletakkan uang di meja sebagai pembayaan untuk ketopak dimeja kami.


Dan segera ingin kusambut Lyraku ...


Lyraku tampak kaget melihat kehadiranku, ia berdiri tepat dihadapanku kini.


"Apa yang terjadi?" tanyaku melihat kondisinya yang terlihat tidak baik.


"Aku ingin pulang Mas," lirih Lyraku.


Dan segera ku bawa mainan yang dipegang putri kecilku, kamipun segera berjalan ke mobil saat ini.


🌷🌷🌷

__ADS_1


🌻Happy reading❤❤


__ADS_2