Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Harapan Baru


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻1 BULAN KEMUDIAN 》JAM SARAPAN


Tampak Uti dibantu Mbok Rumi sedang menyiapkan sarapan pagi ini. Uti sengaja membuat nasi goreng spesial dengan ayam, bakso dan sosis untuk sang cucu tercinta, sedang untuk yang lainnya nasi goreng dengan bumbu pedas lengkap dengan ayam, sawi, jagung manis serta teri medan di dalamnya plus telur dadar di atas nasinya.


Semua hidangan telah tersaji di depan kursi masing-masing. Harumnya masakan Uti menggugah selera siapa saja yang ada disana saat ini.


Merekapun mulai melahap menu yang Uti sajikan, hingga tiba-tiba ...


"Kenapa tidak ada yang beldo'a sebelum makan?" celoteh sang putri kecil Mayra.


"Apa Ayah sudah beldo'a?" tanya tiba-tiba Mayra kepada sang ayah.


"Uhuk ... Uhuk," seketika Dimas batuk mendengar tanya sang putri yang seakan menyentil imannya.


"A- yah su- dah berdo'a da- lam hati sayang," ujar Dimas berkilah.


"Beldo'a itu sepelti ini ...


Semua mata di ruang makan menatap Mayra saat ini.


.... angkat tangan, beldo'a dengan lilih (lirih) & pelahan, Ayah ... Mayla ajali yaa, Allohumma Baliklana Fìma lozaktana wakinà adza bannal, aamiin, begitu Ayah." ujar Mayra.


Uti seketika berdiri dan mencium kening sang cucu. "Pintar sekali cucu Uti, siapa sih yang ngajarin? Mbak Indah ya?" tanya Uti penasaran.


"Bukan," jawab Mayra singkat.


"Hmm, atau Bu guru ngaji Mayra di Bandung ya yang mengajari Mayra?" Uti tampak menebak.


"Bukan Uti, yang ajalin Mayla adalah Bunda," polos Mayra.


"Bunda siapa?" Uti dan seluruh orang di meja makan tampak kaget mendengar jawab Mayra. Utipun mulai memasukkan suapan pertama sarapannya.


"Hayo ... jangan-jangan Mas selama ini udah punya calon tuh Bu," selidik Shifa sambil mengunyah nasi dimulutnya.


"Calon apa sih, gak ada. Mas gak mikirin itu," jawab Dimas serius sambil menambah timun di tas meja.


"Lho terus anakmu ngomongin Bunda, bunda siapa? Uti jadi penasaran nih," goda Uti kepada putranya.


"Ya dibawa ke rumah dong Mas biar kami kenal," ayah ikut berkomentar sambil terus melahap nasi gorengnya.


"Ayah, Ibu, Shifa. Dimas belum memikirkan hal itu, dan kamu anak cantik ... Ayo jelaskan siapa bunda yang Mayra maksud?" serius Dimas.


"Bunda itu Bunda Isyaaa Ayahh," celoteh Mayra tampak lucu berbicara dengan mulut yang penuh dengan nasi.


Rupanya wanita itu, batin Dimas.

__ADS_1


"Yahh Ibu kira wanita mana yang dimaksud bunda oleh Mayra, ternyata bundanya Irsya," tampak kecewa di wajah Ibu.


"Irsya itu anak temenmu kan Mas, jadi yang dam-diam mengajari Mayra Istrinya temanmu begitu, kok ayah janggal sih dengernya," ucap ayah yang merupakan Opa Mayra.


"Begini yahh, Bunda Irsya sebetulnya bukan istri teman Dimas. Dia teman dari istrinya teman Dimas. Karena hubungan persahabatan mereka sangat dekat, jadi Irsya sudah dianggap anak olehnya. Jadi bunda bukan dalam arti ibu sebenarnya." Dimas tampak menjelaskan yang di tanggapi anggukan oleh anggota keluarga yang lain.


"Kalo dia belum nikah, jadiin ibunya Mayra aja tuh Mas. Kayaknya Mayra udah cocok tuh," ujar Shifa terang-terangan.


"Husss, kamu fikir semudah itu Dek," ucap Dimas.


"Mayra mau gak bunda Irsya jadi bunda Mayra?" Shifa langsung menembak pertanyaan pada Mayra.


"Mau dong, bunda kan baik," jawab Mayra.


"Bunda cantik gak dek?" Shifa menyelidik lagi.


"Cantik dong, tangan bunda halus, bunda juga halumm sekali," ucap Mayra.


"Wahh Mas, gak salah nihh pilihan Mayra," Shifa terus meledek Dimas.


"Kamu anak mas digangguin terus sih," geram Dimas tapi diam-diam ikut menyimak setiap jawaban Mayra.


"Dek, bunda tinggi gak? rambut bunda panjang gak?" Shifa masih terus bertanya.


Opa tampak sudah menghabiskan makannya. Ia menggeleng-geleng melihat polah putra-putrinya. Ia beranjak pergi meninggalkan ruang makan saat ini.


"Ayo dek jawab?" desak Mayra.


"Haduuhhh Mas, bener-bener aku kok bayanginnya seperti mbak Ly..


"Shifa, sudah siang berangkat sana. Ditinggal ayah bingung kamu nanti," ucap ibu tiba-tiba memotong ucapan Shifa.


Hampir saja Shifa menyebut nama Lyra, anak itu apa akan membuka luka masnya, juga membuatku semakin merasa bersalah, walau kalau difikir gambaran Mayra tentang bunda yah memang mirip-mirip dengan Lyra. Tinggi, cantik dan berhijab. Lyra, andai kamu belum menikah Nak ... batin ibu.


Dimas masih menunggu sang putri yang belum menyelesaikan makannya.


"Ayah suapin ya!!" pinta Dimas.


"Aku bisa makan sendili ayah, Mayla sudah besal," ucapnya.


"Oh, okee ...." Dimas tampak terus menikmati kepolosan tingkah sang putri sambil otaknya masih memikirkan setiap ucapan Shifa dan Mayra beberapa saat sebelumnya.


Jadi penasaran bunda itu seperti apa ya rupanya, batin Dimas.


●●●●


🌻14:15 HARAPAN BARU


Dimas tampak menanda-tangani berkas saat ini.


"Tanda tangan yang terakhir diatas materai ini Pak," ujar sang petugas perumahan.

__ADS_1


"Oke semua sudah selesai ini kunci rumah Bapak."


"Terima kasih Pak," ujar Dimas saat kunci atas rumah yang baru dibelinya sampai ke tangannya.


GREEN SQUARE RESIDENCE adalah hunian yang telah Dimas ambil. Perumahan di daerah Harapan Baru ini Dimas ambil mengikuti jejak Fahmi sang sahabat, yang telah mengambil rumah dengan model yang sama dan berlokasi yang sama pula namun beda blok saja ini.


Rumah berbentuk kotak bergaya minimalis dengan warna hijau yang meneduhkan sudah menjadi milik Dimas. Memang sangat sesuai dengan nama perumahannya GREEN SQUARE RESIDENCE.


"Wahh Bro kita akan benar-benar akan bertetangga kelak," ujar Fahmi sang sahabat yang saat ini menemaninya.


"Iya, thanks Fahm kau telah mengenalkan aku perumahhan ini. O-ya, kapan kau akan menempatinya Fah?" tanya Dimas.


"Aku seminggu lagi Dim, dan aku harap kaupun akan segera menyusul pindah agar Irsya bisa senang main dengan Mayra putrimu," ucap Fahmi.


"Yahh kuharap, kita lihat saja nanti. Jujur aku mengambil rumah ini tanpa sepengetahuan ibuku, jadi aku harus membicarakan pelan-pelan dulu dengannya," lirih Dimas.


"Ayo kita cari tempat makan dulu sebelum pulang," ucap Dimas kembali.


🌻Merekapun telah di rumah makan kini, mereka melanjutkan obrolan mereka saat ini.


"Fah, aku sedang bingung saat ini?"


"Ayo ceritakan apa yang menjadi gundahmu teman," cakap Fahmi.


"Tentang Mayra, ia semakin sering meminta ibu," ujar Dimas.


"Wah bagus itu, memang anak seusianya butuh sosok seorang ibu Dim. Terlebih anakmu itu perempuan, ia akan lebih nyaman bercerita apapun terhadap sosok perempuan juga," ujar Fahmi.


"Memang ucapanmu benar tapi kau taulah Fah, mencari ibu untuk Mayra berarti menjadi istri untukku. Dan sepertinya aku belum siap membuka hatiku kembali setelah banyaknya hal yang telah terjadi dihidupku."


"Maju kedepan teman, segalanya telah lama bukan? apa kau mau diperolok oleh waktu? jangan jadikan kegagalan masa lalu penghalang kebahagian masa depanmu. Buktikan pada mantan istrimu, kau juga bisa meraih bahagia kembali setelah segalanya. Kuharap kau paham maksudku ...."


Fahmi kembali bicara dengan bijaknya. Dan dalam hatiku mengiyakan segala ucapannya. Mungkin sudah saatnya aku bangkit dari masa lalu, batin Dimas saat ini.


"Fah, aku sudah lama tak dekat dengan lawan jenis. Mungkin ada rekan istrimu yang bisa kau kenalkan padaku? diusiaku yang sudah menginjak kepala 3, sepertinya untuk memulai kembali dengan orang baru akan memakan waktu, belum lagi aku harus memastikan apakah ia bisa tulus menyayangi putriku," ucap Dimas.


"Kau serius percaya pada pilihan aku dan Fida, Dim?" Fahmi memastikan.


"Ya," mantap Dimas.


"Okelah, sebenarnya aku dan Fida pernah membahas ini, kami telah memiliki calon untukmu Dim ...."


"Hahhh," kaget Dimas.


●●●●


🌻Duhhh banyak yang minta cepet dipertemukan. Okelah Thor percepat sesuai keinginan kalian😀😀


🌻Happy reading❤❤


__ADS_1


🌻Penampakan rumah yang diambil Dimas🏡


__ADS_2