Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Malam Ini Tanpamu


__ADS_3

Lanjuutt yaa❤❤


🌷🌷


Firgie..


Apa setelah ini kau akan benar-benar pergi??


Mulutku mengatakan tak ingin bertemu tapi aku menyangsikan hatiku. Apakah hatiku akan mudah melupakanmu? Walau kelak kau berjanji akan datang, tapi aku harus fokus mendekatkan diri pada Robbku dan menghilangkanmu untuk sementara waktu. Bisakah itu??


🌷🌷


Aku harus berlalu


Mengalah pada waktu


Karena aku didirimu


Hanya sebagai sosok semu


Kini kudalam ruang rindu


Menunggu janji akan datangmu


Pukul 05:00


Kulangkahkan kaki menjauh dari kediamanku, dan terlihat dikejauhan Babe jemputan telah menungguku dengan setianya..


Kuangkat kaki menaiki satu persatu tangga pembuka ruang yang dipenuhi bangku yang pandai berbaris. Kupilih satu bangku disisi jendela yang menjadi faforiteku, merasakan angin sepoi yang lembut menyapu kulitku kini.


Dengan semangat baru, kuhapus sisa tangis disudut mataku. Anganku tiba-tiba melayang terus menarikku pada sesak yang sangat ingin kuhindari...


*FlashBack :


"Aku tunggu kau di tanggal ini di tahun depan Gie, aku akan tetap ada disini menunggumu ...."


Matanya masih menatapku dalam, tampak kesedihan, kegalauan, kebimbangan serta kekhawatiran terpancar disana."


Aku merasakannya namun kusimpan semua sesak dalam hatiku, khawatir jika kunyatakan akan membuat kami goyah dan semakin terlarut dalam pesakitan.


"Kita harus bisa melewati 1 tahun ini, oke!! Selalu iringiku dalam do'amu Lyra. Agar semangatku tak pudar dan mampu terus kujalani hariku tanpamu," lirihnya.


"Insya Alloh Gie ... Aku akan isi hariku untuk mendekatkan diri pada Robbku, kita harus bisa beribadah dengan baik, berusaha menjadi hamba yang baik dimataNya. Mari kita penuhi otak kita dengan ilmuNYA." ucapku.


Kulihat ia mengangguk.


Hampir pukul 22.00 saat ini


"Kenapa waktu begitu cepat?" gumam Firgie.


Aku masih mematung menatapnya.


"Benar besok aku sudah tidak boleh kesini?" ia bertanya lagi memastikan.


Aku mengangguk.


"Sudah waktunya kau pulang Gie," ujarku.


"Iya," seketika Firgie berdiri memakai jaketnya. Matanya masih tak beralih dari wajahku.


Iapun telah selesai memakai ketsnya kini,


"Jaga dirimu baik-baik Lyra, ingat semua pesanku untukmu."


"Iya," ucapku lirih nyaris tak terdengar.


Kulihat ia memandang setiap sudut kossanku, ia menatap ke dinding cukup lama hingga kemudian ia menarik kepalaku, dan mengecup keningku.


"Maaf," ujarnya kemudian.


"Selamat tinggal, tunggu aku datang ...." lirihnya sambil menganggukkan kepala dan mulai berjalan menjauh, dan tak lama iapun melewati gerbang yang seketika menjadi pembatas untukku dan Fiergie.


Berselang beberapa saat, satria Firgie mulai meraung dan seketika tak terdengar lagi apapun, hening dan sepi. Firgie sudah benar-benar menghilang.


🌷🌷


Perusahaanku berdiri dihadapanku saat ini, inilah hidupku, perjuanganku harus kembali berkobar. Kumasuki lokerku, kusapa setiap orang yang kukenal, kusunggingkan senyumku. Aku harus bahagia, aku harus memulai dan menata hidupku. Aku harus menjadi lebih baik.


Setelah keputusanku semalam, aku sangat hebat, paling tidak begitulah yang harus ku tanamkan untuk menyemangati diriku. Aku menujuMU ya Robbku, semoga setiap letih tetes keringatku bekerja menjadi ibadah dimataMu, ya Aku harus bahagia..


Saat menuju l**ine, sebuah tangan merangkulku.


"Lyra," sapanya.

__ADS_1


"Mbak Alika." Jujur dalam benakku senang sekali bertemu denganmu. Seperti biasa kami bercipika cipiki sebagai tanda persaudaraan kami.


"Bagaimana semalam?" tanyanya.


"Sudah Mbak," jawab masih terdapat sesak mengikutiku.


"Kau sudah memutuskan hubungan kalian?" tanyanya lagi memastikan.


"Iya Mbak," jawabku.


Tiba-tiba Mbak Alika memperkuat rangkulannya di bahuku.


"Semangat Lyra, Mbak bangga padamu. Dan Alloh pasti tersenyum melihatmu kini," ujarnya.


Tiba-tiba tetesan air sisa semalam kembali memaksa keluar dari peraduannya.


"Heii, jangan menangis," Mbak Alika membaca kepedihanku.


"Mbak, apa aku bisa konsisten dengan keimananku? Bagaimana jika aku rindu, karena biasanya ia selalu ada disisiku Mbak," spontan setiap kata keluar dari bibirku kini.


"Jika kau rindu pada cintamu, bersujudlah pada Sang Pemilik Cinta, menangislah ... Insyaa Alloh bebanmu akan mereda, dan mohonlah kemantapan dan ketetapan akan keimananmu," ujar mbak Alika meneguhkanku.


"Oya, bagaimana kelanjutan ta'aruf mbak?" tanyaku saat suasana hatiku mulai membaik.


"2 minggu lagi Mbak akan menikah Ly," ujarnya.


"Mbak, selamat ... Lyra turut bahagia. Tapi kenapa begitu cepat, mbak?"


"Calon suami Mbak, akan melanjutkan S2 di Surabaya. Mbak akan ikut dia setelah menikah," ujarnya.


"Mbak ... kalau Mbak pergi? lalu siapa yang akan menyemangati Lyra?" lirihku.


"Kita tetap bisa berkomunikasi, setiap minggu di "Masjid Al-Munawar" selalu ada kajian. Kau harus berusaha datang ya, ilmu bisa dari mana saja, buku, teman, radio. Yang penting kau harus kuatkan tekad hijrahmu. Kajian jum'at di auditorium juga jangan kau tingalkan, banyak muslimah-muslimah hebat di sekitar kita. Kau harus memperbanyak saudari muslimmu, agar bisa saling menyemangati, Lyra paham maksud Mbak?"


"Iya, In Syaa Alloh mbak," jawabku.


Bel masuk berbunyi, kamipun berpisah karena mbak Alika memang berbeda bagian denganku. Kukerjakan setiap produk dihadapanku dengan sebaiknya.. Harus semangat Lyra, batinku walau tak kutepis gejolak kepedihan masih menyertai.


"Ly, lo kenapa sih diem aja dari mulai kerja tadi?" ujar Kak Fida yang berdiri disisiku.


"Gpp Kak, lagi males ngomong aja," ucapku.


"Hubungan lo sama Firgie baik kan?"


"Kakak Gimana, jadi ta'aruf dengan teman Kak Farida?" tanyaku disela aktifitas kami.


"In syaa Alloh Ly, nanti lo dateng sama Firgie ya!! kali kali habis dari nikahan gw, Firgie ikut buru-buru halalin lo," ujarnya.


Belum Kak, semoga tahun depan, batinku. Kak Fida memang belum mengetahui kejadian tadi malam, seperti halnya mbak Alika, Kak Fid juga sedang melakukan ta'aruf dan aku tak ingin menambah bebannya dengan dilemaku.


🌷🌷


Aku di jemputan pulang saat ini,


Biasanya hembusan angin akan sangat mudah menyapu mataku dan membuatku terlarut dalam mimpi. Tapi tidak saat ini, berkali kuberusaha memejamkan mataku, tapi tetap rasa kantuk seakan sedang berjarak denganku.


Kutatap setiap jalan dan bangunan yang kulalui, namun entah mengapa bayang Firgie yang terus kutemui dalam khayalku. Setiap tempat seakan memiliki cerita tentang kami.


Bagaimana ini ya Robb?


Segera kuraih ponsel disakuku,


"Apa yang kucari, pesan darinya kah? Lyra, sadar semalam kau sudah memberi jarak untuknya. Kenapa kini kau serasa kehilangannya ...


Kulangkahkan kakiku perlahan menuju kossanku berada, Kutarik nafasku panjang. Aku membutuhkan oksigen lebih saat ini, untuk me-recover sesak batinku.


Senja telah masuk keperaduannya,


Awan terang tlah memudar..


Tertinggal gelap dan kesunyian dalam batas ruang kotakku, kossanku..


Segera kutunaikan ibadah Isyaku saat seruan adzan mulai berkumandang, kubaca beberapa surat cinta Robbku kini, kubaca dan kuresapi makna setiap ayat yang kubaca, kata-kata yang sangat indah dipersembahkan Robbku sebagai tanda cintanya, terdapat gambaran Syurga yang membuatku bersemangat meraihnya, serta terdapat pula gambaran neraka yang membuatku bergidik dan takut berbuat hal yang tidak disukainya.


Kutatap jam 20:30 saat ini..


Semakin malam waktu berputar..


Aku merasa semakin sendiri,


Ditempat ini..


Lagu-lagu cinta biasa kami dengar

__ADS_1


Kata-kata cinta terucap


Dan aku..


Merasa kehilangan dan rindu momen itu..


Astagfirulloh..


Kulantunkan permohonan maaf atas lemahnya imanku yang masih saja mengingat kesalahan kami..


🌷🌷


Dan untukmu, laki-laki yang ikhlas kutinggalkan, persiapkanlah dirimu menjadi imamku..


Aku akan disini..


Dengan do'a yang kupunya, kuharap kau tetap teguh disana..


Kita hanya bisa berharap dan berikhtiar namun hanya Alloh SWT-lah yang Maha Berkehendak, siapa yang lebih baik untukku maupun untukmu. Jika memang takdir kita hidup bersama, suatu hari nanti pasti tiba waktunya..


Kututup diary kuningku..


*Kuputar Radio Muslim Dakta Bekasi,


Lantunan Nasyid mengiringi malamku kini, tiap kata yang penuh makna terdengar mengalun indah di telingaku saat ini..


Cukuplah...


Kusimpan semua ceritaku


Yang dulu


Tentangku...


Tentang apapun yang membuatku


Tiada berarti


Di Persimpangan aku...


Berdiri


Membisu


Harus kuputuskan


Kemanakah ku melangkah...


Jangan lagi


Usikku meski aku tak tau


Kemana lagi aku berlari


Kejar harapan


Yang sempat mengelam


Biarkanlah


Kuhidup dengan nafas yang baru


Nafas yang menyimpan kedamaian


Di persimpangan


Aku berdiri


Cukup Januari kemarin kutinggalkan


Kelamku...


Tentangku


Dan masa lalu yang membuatku


Tiada berarti...


( Dipersimpangan Aku Berdiri - Edcoustik )


🌷🌷🌷


#Happy reading❤❤

__ADS_1


__ADS_2