Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Baby Twins


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻11:00 RUMAH SAKIT DAERAH BANDUNG


"Ibu Lyra ...."


Dan akhirnya setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya seorang suster memanggil namaku. Untungnya Mayra sedang tidak ikut, jika ia ada, pasti ia akan terus merengek minta pulang karena tak betah menunggu. Setelah beberapa saat merayunya tadi, akhirnya ia mau di tinggal bersama Bik Lasmi di rumah.


Catrina, SpOG.


Kutatap sekilas plat nama yang tertempel dipintu sebelum akhirnya aku memasukinya.


Seorang suster tampak mempersilahkan kami duduk, ia tetap berdiri disisi sang dokter saat ini. Dan di hadapan kami tampak duduk seorang dokter cantik berparas oriental, terlihat dewasa dan berwibawa dalam pancaran wajahnya.


"Mom Lyra, ini kedatangan pertama ya Mom, betul?"


Akupun mengangguk.


"Apa sudah melakukan cek menggunakan tespack sebelumnya di rumah?"


"Sudah Dok," singkatku.


"Dan yang muncul??"


"Ada garis 2 Dok."


"Ohh," tampak Sang Dokter mengangguk-angguk sembari menatap kami, baru setelahnya ia berujar kembali, "Ayo kita coba lihat calon janinnya ya Mom, silahkan berbaring," dengan lembut sang dokter mempersilahkanku.


"Dad-nya boleh mendekat untuk melihat lebih jelas," tutur sang dokter kembali.


Dan Mas Dimas seketika berdiri dihadapanku sambil tangannya terus menggenggam jemariku, dan mata kami fokus pada layar saat ini. Layar berukuran 14 in yang sesaat lagi akan menampilkan kehidupan baru dalam rahimku. Keajaiban yang hanya mampu di ciptakan oleh Alloh dengan sifatnya Al-Kholiq.


Seorang suster tampak memberikan gel pada perut bagian bawahku, dan Dokter Catrina meletakkan sebuah alat diatas perutku yang telah diberi gel sebelumnya.


Dan seketika tampaklah kehidupan dalam rahimku. Dokter tampak menatap kami bergantian sebelum akhirnya memulai cakapnya.


"Antara Mom dan Dad ada yang memiliki gen kembarkah?" Dokter tampak serius menanti jawaban kami.


Sedang aku dan mas Dimas seketika saling menatap dan kami menggeleng bersamaan setelahnya.


"Dalam beberapa kasus memang sering dijumpai kehamilan kembar tanpa sebab bawaan, dan demikian yang terjadi pada Mom Lyra.


"Maksud dokter istri saya mengandung janin kembarkah?" tampak tatapan serius penuh tanya terlihat diwajah mas Dimas.


"Betul. Selamat Mom dan Dad, jelas dilayar ada 2 titik putih. Itu adalah janin Mom dan Dad. Dilayar tertera pula usia kandungan 5 minggu. Sampai sini ada yang ingin ditanyakan-kah?"


Seketika mas Dimas menatapku dengan senyum kebahagiaan terpancar disana.


"Maaf Dok, kenapa janin saya terlihat sangat kecil di layar?" tanyaku sambil terus kurasakan tangan mas Dimas yang tak henti menyapu kepalaku.


"Karena memang usianya juga baru 5 minggu Mom."


"Di usianya 5 minggu perkembangan apa yang sedang berlangsung pada calon bayi kami Dok?" mas Dimas bertanya kini.


"Pertanyaan yang bagus Dad, jika digambarkan si kecil dalam rahim mom sudah seukuran biji wijen. Di tahap ini, calon bayi sudah memiliki cukup banyak sel untuk menyusun tubuhnya, tabung saraf akan membentuk sumsum tulang belakang yang membentang di sepanjang embrio. Kemudian membentuk otak dan bagian tengah tonjolan di embrio akan berkembang menjadi jantung bayi. Lalu, ari-ari atau plasenta dan membran lainnya mulai terbentuk dan berkembang, contohnya jari. Nutrisi dari ibu akan menyebrangi ari-ari dan membran untuk memberi makan bayi di dalam kandungan."


"Untuk usia ini, hal itu yang baru dapat saya infokan, untuk detak jantung, ukuran dan penampakan sang janin, akan semakin terlihat dengan semakin bertambahnya usia janin."


"Mari kita lanjutkan diluar," Dokter mengarahkan kami untuk duduk dikursi kembali.

__ADS_1


"Adakah pantangan untuk istri saya Dok?" ujar mas Dimas saat kami sudah berhadapan kembali kini.


"Sebetulnya tidak ada pantangan makanan apapun untuk Mom. Tapi kembali, sesuatu yang berlebihan tentunya akan tidak baik. Terlebih untuk Mom yang juga sedang memberi nutrisi untuk kedua janinnya. Oiya,


komplikasi kehamilan rentan terjadi pada wanita yang hamil anak kembar. Untuk mengurangi risiko ini, Mom perlu mengonsumsi lebih banyak asam folat, yaitu sekitar 1.000 mikrogram per hari."


"Asam folat? apa itu Dok?" polosku.


"Asam folat adalah bentuk vitamin B kompleks yang larut dalam air. Zat ini diperlukan dalam pembangunan tubuh karena bersifat multifungsi, mulai dari membantu proses produksi DNA hingga pembentukan sel darah merah."


"Makanan apa saja yang mengandung asam folat?" tanya mas Dimas.


"Sayur-sayuran berwarna hijau, seperti bayam, brokoli, dan selada. Kacang-kacangan, seperti kacang polong. Buah-buahan, misalnya, melon, blewah, pisang, dan lemon. Makanan yang diperkaya folat, seperti roti, sereal, dan jus."


"Jika tidak ada yang ditanyakan, saya akan buatkan resep berupa beberapa vitamin sebagai tambahan nutrisi untuk Mom, asam folat capsul dan susu hamil. Mom harus ingat untuk makan yang teratur dan bergizi karena saat ini Mom makan untuk 3 orang. Paham?"


"Iya Dok."


"Dalam masa kehamilan, support dari Dad akan sangat berpengaruh bagi perkembangan jiwa Mom, juga pada perkembangan sang calon bayi. Disarankan intensitas komunikasi harus lebih sering dilakukan, jaga selalu Mood dari Mom. Karena setiap yang dirasakan Mom akan dirasakan pula pada sang janin. Dad paham bukan?"


Mas Dimas tampak mengangguk kini.


"Saya akan buatkan pengantar untuk cek darah Mom, guna mengetahui tingkat kenaikan hormon Mom, untuk bagian lab ada di ujung sebelah kiri ya Dad."


"Siap Dok."


"Sampai bertemu di bulan selanjutnya, tolong buku pemeriksaan selalu dibawa setiap kontrol ya Mom."


Dan kamipun keluar dari ruangan dokter saat ini. Mas Dimas langsung mengarahkanku ke lab pemeriksaan darah. Setelah 15 menit berlalu namaku-pun dipanggil dan hasil lab akan langsung diberikan pada Dr. Catrina menurut petugas lab, jadi kami langsung ke bagian apoteker guna penyerahan resep dan ke kasir setelahnya untuk pengambilan resep dan pembayaran.


●●●●


🌻Pukul 12:30 saat ini ketika kami masuk ke mobil kami. Tampak wajah mas Dimas terus merona, hingga kemudian ia tampak menepikan Jazz silvernya di sebuah jalan yang sepi kendaraan.


Dan mas Dimas seketika memelukku, "Terima kasih Sayang, bukan 1 bahkan kau memberi mas 2 janin sekaligus." Mas Dimas melepaskan pelukannya, mencium keningku dan mengarahkan bibirnya setelahnya. Kami berpagutan dalam permainan bibir yang lama. Hingga nafasku hampir habis baru mas melepaskannya. Mas Dimas menyapu bibirku yang basah setelahnya.


"Sebentar Sayang."


Mas Dimas kini mencium dan membelai perutku, "My baby twins kesayangan ayah, baik-baik selalu didalam perut bunda yaa," ujar mas Dimas baru setelahnya memposisikan tangannya kembali pada kemudi.


Mas Dimas berbelok ketika dilihatnya bangunan Masjid disana.


"Kita sholat dulu baru cari makan yaa," ucap lembut mas Dimas.


Akupun mengangguk.


Beberapa saat kemudian ...





"Bunda dan Debay mau makan apa?" tanya mas Dimas masih dengan wajah meronanya.


"Nasi liwet enak sepertinya Mas," lirihku.


"Nasi liwet ya? Oke mas Searcing lokasi terdekat dulu ya. Oh ada 200 meter dari sini, kita cari ya Sayang."



__ADS_1


"Hmm, enak Mas nasi liwetnya, aku suka."


"Makan yang banyak Sayang, ingat sekarang kau makan bertiga."


"Iya Mass ...."


"Mass, makasih ya. Kau jadi mengosongkan jadwalmu hari ini untuk mengantarku ke dokter," lirihku.


"Jangan berterima kasih. Memang sudah kewajiban Mas, yang penting mulai saat ini Lyra harus selalu bahagia, agar twins juga bahagia didalam sama."


Akupun mengangguk.


Tiba-tiba telfon mas Dimas berdering ...


"Wa'alaikumsalam ... Ada apa Bob? Hahhh, bagaimana bisa mereka tidak datang secara bersamaan, baik saya akan kesana."


"Ada apa Mas?" tanyaku saat kulihat mas Dimas telah duduk ketempatnya semula.


"Mas harus ke ruko cake di daerah Dago, Mas akan antar Lyra pulang dan kesana setelahnya."


"Apa sangat jauh?"


"Sekitar 20-25 menit untuk kesana."


"Aku boleh ikut Mass?" seperti biasa aku menampakkan wajah memelasku saat ada yang kuminta.


Ahhh ... kenapa harus menatap dengan tatapan seperti itu? batin mas Dimas


"Nanti Lyra letih Sayang,"


"Aku baik-baik saja Mas, aku akan bahagia melihat pemandangan dan setiap hal baru disana. Bukankah aku harus selalu bahagia?"


"Hmm, baiklah. Kita telfon rumah dulu ya."




"Assalamualaikum,"


"Wa'alaikum salam Pak,"


"Bik, sedang apa Mayra? Apa semua baik-baik saja di rumah?"


"Non sedang tidur Pak. Semua baik, seharian ini Non asik bermain tablet dan setelah makan siang tadi Non lantas langsung tertidur," ujar Bik Lasmi.


"Oh baiklah, saya dan Ibu pulang agak sore. Tolong titip Mayra ya Bik."


"Iya Pak."


"Assalamualaikum,"


"Wa'alaikum salam Pak."


●●


"Bagaimana Mas?"


"Mayra sedang tidur,"


"Jadi ... aku boleh ikut Mas?"


"Iya Sayang ...."

__ADS_1


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤


__ADS_2