Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Sedang Kacau


__ADS_3

*Flashback..


Dengan hati yang kacau, akhirnya Lyra mengikuti ajakan Anita teman linenya.


"Mendengarkan life music di kafe" ujar Anita saat itu.


Bukan hal yang sulit ternyata mengajak Lyra, bagaimana tidak tekanan yang ia hadapi hari ini, membuat jiwanya letih dan butuh refresing saat itu.


Sebetulnya ia ingin mengajak Ka'Fida sahabatnya jalan. Tapi ternyata ia sedang sibuk dengan pertunangan sang kakak.


Dan Firgie... dengan pemandangan yang ia lihat kemarin, sepertinya aku tidak harus mengganggu atau merepotkanmu lagi Gie, karna pasti kekasihmu akan tidak nyaman. Batin Lyra.


Jemputan Bekasi Barat menjadi tujuan Lyra saat ini. Di perjalanan Anita terus bercerita tentang kekasihnya yang menjadi manager di kafe itu. Bagaimana ia mencintai pacarnya itu, dan lain sebagainya.


Pukul 16.20 Mereka sampai di kafe yang dimaksud Anita.


Ternyata benar kafe tersebut sangat nyaman.


Terdapat sofa dengan meja panjang berjejer cantik disisi ruangan. Tampak pula kursi-kursi dengan meja bundar di area tengah. Bagian depan sebelah kiri tampak alat musik Band lengkap disana. Dan bagian depan sebelah kanannya tampak Bar kecil dengan botol-botol minuman menghias disekitarnya.. Dibagian dalam tampak dapur kafe berada.


Mataku tertarik dengan pajangan-pajangan yang terpasang rapi dan indah di setiap sisi kafe. Ada beberapa foto Band ternama yang pernah life disana, foto-foto orang penting yang pernah datang, gambar-gambar vas dengan bunga yang indah dan ada pula bingkai-bingkai cantik dengan kata-kata yang mengandung makna terpajang disana.


Tampak kafe tersebut di design dengan sangat teliti dan tidak sembarangan.


"Duduk yuk Ly!" ajak Anita menghampiriku dari arah toilet.


Kamipun segera duduk di sofa hitam yang letaknya di sudut kafe.


Kafe tersebut masih tampak sepi karna baru buka nanti Pukul 17.00.


Tak lama seorang laki-laki datang menghampiri kami membawa 2 gelas jus orange dan segera bercipika cipiki dengan Anita. Mungkin aku yang terlalu lugu, merasa malu melihat hal seperti itu dilakukan dimuka umum.


"Kenalkan Lyra ini kekasihku Roni" ujar Anita.


"Sayang, ini Lyra temanku di PT" ujarnya memperkenalkanku pada kekasihnya.


"Hai Lyra, kalian nyamankan diri kalian dulu ya. Kafe sebentar lagi buka. Aku lanjut prepare dulu." Tak lama Roni meninggalkan kami berdua kembali.


"Gitu deh Ly, aku sering di cuekin kalau main kesini sendiri. Makanya aku ajak kamu biar ada temen. Setengah 7 nanti kata Roni ada Life Band lho. Kita harus lihat penampilan mereka. kamu gpp kan? besok libur ini Ly." ujar Anita berbicara kepadaku tak berjeda.


Untung saat ini aku sedang halangan jadi gak bingung mau sholatnya. batinku.


"Kamu udah sholat Nit?" ujarku pada Anita yang sedang sibuk dengan game di ponselnya.


"Hmm... A-ku la-gi gak sholat Ly" jawabnya terbata.


"Oh.. sama denganku brarti."


Kubuka pengunci layar ponselku, tak ada panggilan atau pesan disana. Batre tinggal sedikit kumatikan saja dulu ponselku, fikirku.


Acara life Band sudah mulai saat ini. Para pengunjung berusia muda tampak maju kedepan ingin melihat penampilan Band tersebut dari dekat. Tak ketinggalan Anita, ia juga terlihat antusias. Seketika ia menarik tanganku dan berdiri dimuka Band yang sedang pentas itu.. Lagu Ada Band sedang dinyanyikan saat itu. Lagu "Syurga Cinta" terdengar mengalun sangat indah, lirik demi lirik yang menyentuh diiringi perpaduan musik beserta gesekan biola yang menyayat hati tampak menambah syahdu lagu tersebut.

__ADS_1


Disekitar kami pasangan muda-mudi tampak saling bergandengan, beberapa pula sedang memeluk kekasihnya dari belakang. Anita tiba-tiba menghilang, ia berada di sudut berbincang bersama Roni. Nasib seorang jomblo, sepeti nyamuk aku saat ini.


Andai aku masih bersama mas Dimas. Astaga, apa yang ku fikirkan. Mas Dimas bahkan tak lama lagi akan menikah. Hatiku sesak kembali mengingat kedua sejoli tersebut tadi siang memberikan undangannya padaku. Dan seketika terlintas Firgie diotakku, sosok yang selalu bisa membuatku tersenyum, dia selalu siap membantuku. Kufikir tadinya Ia melakukan karna memiliki rasa lebih padaku, tapi ternyata ia telah memiliki seseorang. Yah, memang kami hanya sebatas teman, harusnya aku tak bersikap berlebihan melihatnya bersama wanita lain, tapi entah hatiku sesak dan tak ingin perhatian Firgie terbagi pada yang lain. Rasa sesak yang sama seperti yang kurasa pada Mas DimasKu... Bukan tapi Mas Dimasnya Mbak Friss...


Aku kembali ke sofa hitam tempatku semula duduk, alunan lagu Ada Band masih menghipnotis telingaku. Saat ini lagu *manusia bodoh sedang dinyanyikan.. Lagu yang menggambarkan aku sekali, batinku.


Tiba-tiba seorang laki-laki ikut duduk di sofa yang kutempati.


"Haiii..." sapanya.


Aku masih tak bergeming.


"Sendirian aja sih, boleh kenalan!" ujarnya sambil menyodorkan tangan kearahku.


Kuberi senyum kecil padanya masih tanpa kata.


Karna melihat uluran tangannya tak kugubris, ia memasukkan tangannya lagi.


"Namaku Rendi, Siapa namamu?" ujarnya lagi.


"Lyra." Jawabku datar.


"Lyra sendirian aja?" tanyanya kembali.


"Dengan teman." Jawabku.


Anita dan Roni terlihat menuju kearah kami.


Alhamdulillah, batinku. Sungguh aku tak nyaman duduk sendiri dengan pria yang tak ku kenal ini.


Roni terlihat senyum-senyum kearah Rendi..


*Beberapa waktu sebelumnya.


"Lo gabung kesini bareng kita dong Ren, udah lama nih kita gak reunian.." ujar Anita berbicara dengan seseorang di telfonnya.


"Sorry gw lagi males keluar" ujar seseorang dari sebrang sana.


"Sini ponselnya gw tau cara bujuk tuh anak." ujar Roni.


Ronipun menjauh dari Anita berada.


"Yakin lo gak mau gabung, Anita bawa temen nih cantik, yakin lo gak mau kenal sana dia?"


"Alah.. Bokis lo. Palingan biasa aja. Maless, lo kira gw bakalan bisa dikadalin lagi. Dulu lo juga pernah begini, katanya ada cewe cakep gak taunya ampun deh nggak banget, liatnya aja gw males."


Tampak Roni tertawa terbahak saat itu.


"Jadi lo masih inget kejadian dulu. Yang ini beda bro, pake hijab... Cantik... Lugu tuh kayaknya."


"Yang bener?? Coba kirim foto!" Rendi penasaran.

__ADS_1


Roni diam-diam mencuri gambar Lyra yang sedang serius mendengarkan alunan lagu Ada Band di depan mereka. Kemudian dengan cepat mengirim foto tersebut ke ponsel Rendi.


Rendi melihat seksama foto yang dikirim sohibnya itu. "Boleh juga... Gw kesana sekarang! Kebetulan udah lama gw gak main-main sama cewe."


"Dasar lo!! Cepet, keburu balik tuh anak!!"


****


Anita terlihat heran teman yang biasanya susah diajak kumpul, ternyata sudah duduk bersama Lyra saat ini.


"Kalian udah saling kenal?" Anita bertanya heran pada kami.


"Udahlah" Rendi menjawab dengan cepat.


Pukul 20:05 saat ini..


"Pulang yuk Nit..." ajakku pada Anita.


"Hah... masih sore kali Ly ngapain sih buru-buru?" ujar Rendi sambil terus menatapku yang membuatku sangat tidak nyaman.


"Yahh, gimana ya Ly aku kayaknya pulangnya masih nanti deh" ucap Anita sambil melirik Roni pacarnya.


Mengapa aku tak menanyakan pada Anita sebelumnya berapa lama kami akan berada di kafe ini. Bodohnya aku, bahkan wilayah Bekasipun belum banyak ku ketahui. Dan ini dimana, akupun tak tau. Tak mungkin pula kalau minta dijemput Firgie. Apa yang harus kulakukan sekarang??


Masa bodoh, aku punya mulut untuk bertanya. Yang jelas aku ingin segera pergi dari sini. Lelaki di sebelahku, tatapannya... Mengapa aku tak menyukainya...


"Yaudah aku pulang sendiri saja Nit." Ujarku.


"Emang kamu tau daerah sini Ly?" Anitapun tampak bingung terlihat diwajahnya. satu sisi ia hawatir dengan Lyra tapi sisi yang lain ia belum ingin meninggalkan Roni pacarnya.


"Aku tau kok" ujarku berbohong.


"Yaudalah, lo gak usah khawatir Nit. Lyra biar gw yang anter pulang" ucap Rendi bersemangat.


"Hah.. Jangan!!" jawab anita tiba-tiba.


"Udahlah biarin mereka pulang bareng sayang, lagiankan mereka searah" tampak Roni meyakinkan Anita pacarnya.


"Searah?? Darimana searah, Rendi di Harapan Baru, Lyra di Bekasi Timur. Bukannya berlawanan" lirih Anita dan hanya Roni yang mendengar itu.


"Udah sono kalo pada mau balik, Lyra bareng Rendi aja ya!" ujar Roni kearahku. Seakan buru-buru mengusir kami berdua.


Anita masih tampak bingung tapi daripada Lyra pulang sendiri.. Ia fikir yasudahlah, semoga Lyra baik-baik sampai dirumahnya. Batinnya.


"Lo beneran anter Lyra sampe rumah ya Ren, jagain temen gw." Ujar Anita sambil menatapku.


"Apa gak apa2 aku pulang bareng orang ini??" lirih Lyra dihatinya. Tampak ragu-ragu Lyra mengikuti langkah Rendi yang berjalan didepannya.


****


#Salam Cinta❤ dari Thor😉

__ADS_1


Mohon dukungannya selalu. Please Rate, Vote, Like and give a good comment 4 me😍


#Happy reading😻


__ADS_2