
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
Lyra membiarkan Mayraku bersama seorang pelayan restoran?? mengapa Lyra bisa begitu ceroboh? Lyra orang yang selalu menjaga dirinya, dia sangat takut kepada Robbnya. Lalu mengapa ia kelantai atas bersama seorang pria?? Apa yang terjadi sebetulnya.
Tenang Dimas ... jangan berfikir buruk, bisik sisi baik Dimas.
"Bang, kirim alamat sekarang!! Aku akan kesana!!"
"Kau tetap disana awasi gadis kecil yang bersama calon istriku tadi, dia putriku. Pastikan kondisinya aman sampai aku datang," tegas Mas Dimas.
●●●●
🌻Setelah aku meng-iyakan untuk bertemu Firgie, Fikra tampang menghilang beberapa saat baru akhirnya ia kembali lagi ke-mejaku.
"Setelah mengantar Mbak menemui Mas Firgie, aku akan menjaga gadis kecil ini Mbak," ujar Fikra.
"Baiklah," ucapku.
"Ki, kesini sebentar," panggil Fikra terhadap seorang pelayan di bakulannnya.
"Iya Pak," jawabnya.
"Tolong jaga annak ini sebentar sampai aku kembali," ujar Fikra.
"Iya Pak," ujarnya.
●●
"Sayangg, Mayra bersama Kakak ini sebentar ya! Bunda ada urusan dan akan segera kembali," ujarku kepada Mayraku yang sejak tadi tampak memperhatikanku.
"Bunda jangan lama-lama yaa," ucap Mayraku sambil terus menatapku. Aku memberi kembali ponselku untuk ia bermain game kembali.
"Iya, Sayang," ujarku.
Kukecup kening putriku baru kutinggalkan Mayraku sejenak.
●●●●
🌻Aku bersama Fikra saat ini, Fikra membawaku naik kelantai 2. Akan bertemu dengan orang yang pernah mengisi hatiku, tak kutampik ada perasaan aneh kurasa saat ini. Namun kumantapkan, aku hanya akan menanyakan alasannya tak datang hari itu. Itu saja cukup dan aku akan kembali bersama mas Dimasku.
Kami sudah berada di balik pintu suatu ruangan besar yang tertutup, Fikra nampak mengetuk beberapa kali baru akhirnya terdengar sahutan seseorang dari dalam.
"Masuk," ujar suara dari dalam ruangan.
Fikrapun membuka pintu setelahnya.
__ADS_1
Pintupun terbuka, nyaris tanpa suara.
Dan disana, dibalik sebuah meja besar tampak seseorang yang ku-kenal sedang duduk dengan tenangnya.
Tatapannya langsung menangkap bayangku,
Wajah tampan yang sama,
Rambutnya kini memanjang,
Terdapat bulu-bulu halus di dagu dan sekitar rahangnya,
Ia terlihat lebih gemuk dari terakhir kami bertemu,
Ekspresi wajah biasa yang kulihat disana,
Dan Ia menggunakan kaca mata hitam saat ini, agak aneh seperti terkesan sombong menggunakan kaca mata hitam di dalam ruangan seperti saat ini.
"Duduklah Ly-ra," ujarnya kearahku kini.
"Iya," ucapku. Segera kududukkan diriku kini dihadapannya.
"Kau tambah cantik Ly, aku senang melihatmu kembali," ujarnya dengan pandangan masih kearahku.
"Terima kasih, selamat sepertinya kau sudah jadi pengusaha berhasil ki-ni Gi- e," lirihku.
Kutatap firgie ... Ia mengatakan tentang kebahagiaan setelah tak datang hari itu, tak ingin-kah kau menjelaskan atas ketidak-hadiranmu hari itu Gie?
"Oya, maaf hari itu aku tak datang menemuimu," ujar Firgie masih dengan nada dan wajah datarnya.
Bahkan kau meminta maaf dengan datar kepadaku. Dan Wajahnya-pun menampilkan ekspresi yang biasa. Ka-u bukan Firgie yang ku kenal, tapi aku masih ingin tau alasanmu tak datang hari itu dan akupun memberanikan diri menanyakannya.
"Gi-e, kenapa hari itu kau tak datang?" tanyaku.
"Kau masih memikirkan hari itu kah? Atau kau masih memikirkanku selama ini? Kau masih mencintaiku sepertinya," ujarnya.
Apa ini, berkata terang-terangan seperti ini bukanlah dirimu ...
"Berbahagialah Lyra, setelah hari itu kuharap kau paham, aku bukanlah orang yang kau inginkan ...," ujarnya.
"Maksudmu?" sungguh aku tak mengerti dengan kata-kata yang Firgie ucapkan.
"1 tahun itu aku berfikir, dan aku merasa kau wanita yang egois, kau tidak memikirkan keadaanku. Kau fikir 1 tahun itu lama? itu sebentar Ly. Dan aku harus mengumpulkan uang untuk menghalalkanmu, sedang keluargaku-pun masih memerlukan uluran tanganku. Maaf Ly aku tak bisa mengikuti keinginanmu yang tak masuk akal itu."
"Jika aku egois dan kau tidak menyukai keinginanku, untuk apa kau menjanjikan 1 tahun itu?" lirihku.
Sungguh aku tak menyangka orang yang pernah kutunggu, ia sama sekali tak berusaha memperjuangkanku ternyata, ia mengatakan pula aku egois setelah ia memenuhi harapan untukku saat itu.
__ADS_1
"Ku fikir kau bukan wanita yang cocok untuk bersanding bersamaku, Kau wanita egois yang memikirkan dirimu sendiri. Kau selalu menggunakan alasan hidayah untuk memaksaku menikahimu? Alasan apa lagi saat itu? Kau takut dengan Robbmu, dengan alasan itu kau menekanku untuk menikahimu. Kau sangat munafik. Kau selalu mengambil keuntungan dari kebaikan dan rasa cintaku."
"Aku tidak pernah memaksamu, Gie. Dan kata-kata hidayah dan takut akan Robbku, itu bukan hal yang main-main, itu sungguh yang kurasa dan aku tidak pernah memaksamu menikahiku, tapi kau sendiri yang menjanjikannya," ujarku.
"Ya, itu kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku minta maaf kalau kau memang benar menungguku, tapi mau bagaimana lagi rasa cintaku telah hilang padamu, bahkan dulu kau sangat sok suci dan merasa paling pintar Lyra," ujar Firgie dengan kata-kata yang lagi-lagi menyakitiku.
Kau dengan mudah berkata maaf setelah membuatku menunggu dengan segala mimpi yang kau beri, bahkan kau mengatakan aku ada didalam hatimu sangat dalam tapi hari ini dengan mudah kau mengatakan 1 tahun itu rasa cintamu telah hilang, apa ini Gie? Kau juga mengatakan aku sok suci, hal buruk apa yang kau fikir tentangku?
"Aku sok suci dan merasa paling pintar. Apa yang kau maksud?" lirihku heran.
"Ya, kau lupa saat aku ingin menciummu dan kau menolaknya, apa namanya kalau bukan kau sok suci, setiap orang berpacaran melakukannya Lyra, dan aku ... apa yang kudapat selama beramamu?, aku menghujanimu dengan kebaikanku tapi kau tak memberiku apa-apa. Mencium kening dan memelukmu itupun harus mencurinya. Kau tidak menganggapku orang yang penting. Dan kau ingat bagaimana kau diam-diam menemui Dimas malam itu, kau sangat lama didalam, apa yang kau lakukan dengannya dikamar? Dan jangan bilang kalau ia saat itu tak sadar, karena aku melihatnya di jendela saat aku menjemputmu. Ia sadar dan berdiri dengan tegap. Apa kau membohongiku Lyra, kau yang sebetulnya rindu dan ingin bertemu dengannya bukan? Bohong kalau dikamarnya ia tak mencium dan memelukmu, bukankah kalian saling mencintai bukan? ... dan dihari pernikahannya, kau menghilang bersamaan ketidak-tampakkan Dimas di altar. Kalian berdua pasti bertemu diam-diam bukan? Apa yang kalian lakukan? dan lagi-lagi kau menutupinya padaku. Setebal apapun bedak menutupimu, aku tahu kau habis menangis setelah diam-diam bertemu dengannya, lalu kau menganggapku apa? hanya tukang ojekmu. Tukang ojek yang terus kau tekan untuk menikahimu, karena hasratmu pada mantan kekasihmu ... begitu bukan? Ayo bicara!! Katakan kalau semua kata-kataku benar!!! ... "
Dan aku tak bisa lagi membendung air mataku setelah ku dengar seriap prasangka Firgie atasku,
Sangat jahat,
Aku tidak seperti itu,
Tak pernah melakukan hal seperti itu,
Tak pernah berfikir seperti itu,
Tidak pernah juga menekanmu,
Tidak membohongi perasaanmu,
Tidak pula hanya memanfaatkanmu ...
Rupa tulusmu yang ternyata kebohongan Gie,
Air mata terus memaksa keluar dari mataku ...
Aku butuh penopang saat ini ...
Mas Dimas, aku membutuhkanmu ...
"Kenapa menangis? Kau tertangkap basah? Kau tidak menyangka aku menyadarinya ...
"STOP!!! Jangan bicara lagi!!! Aku sangat menyesal pernah menunggumu!! Menyesal pernah mengenalmu!! Dan aku SANGAT MEMBENCIMU MULAI SAAT INI!!! Jangan pernah muncul lagi dalam hidupku!! Dan kau dengar Saudara Firgie ... sepekan lagi aku akan menikah, Aku akan bahagia!! Dan kau yang akan merana dalam hidupmu!!"
Kuberlari sekencangnya kearah tangga dengan air mata yang terus mengalir ...
Dan dibawah sana ...
Mas Dimasku mematung menungguku ...
🌷🌷🌷
🌻Happy reading❤❤
__ADS_1
🌻Ditunggu komennya biar cepet author up kelanjutannya😊😊