Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Mayra dan Irsya Di Mall


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻08:30 KOSSAN LYRA


Tok ... Tok ...


Tampak seseorang mengetuk pintu,


Lyrapun segera membuka pintu yang membatasi mereka.


"Mas Fahmi, Irsya ... " ujar Lyra kaget, sebab tak biasanya mereka datang pagi-pagi, tampak raut pucat di wajah Mas Fahmi.


"Apa kau sibuk hari ini Ly?" ujar mas Fahmi.


"Agendaku seperti biasa di akhir pekan, ada apa Mas?" heranku.


"Fida sejak semalam pusing tidak juga berhenti, aku sangat khawatir darah tingginya naik. Bisakah Irsya hari ini ikut denganmu? Aku akan mengantar Fida kontrol," ujar mas Fahmi tampak kepanikan di nada suaranya.


"Tentu bisa mas," jawabku.


"Dimana Kak Fida sekarang?" ujarku sambil kenatap kekanan dan kekiri mencari keberadaan kak Fida yang tak terlihat olehku.


"Ada di mobil," lirih mas Fahmi.


Seketika aku menghambur keluar melihat keadaan sahabat yang sudah seperti kakak untukku. Ia tampak lemah bersandar di jok mobil sambil memijat kepalanya.


"Kak, kau kenapa?" ujarku mengelus kepalanya yang penuh keringat saat ini.


"Lyra, maaf lagi-lagi merepotkanmu. Aku titip Irsya ya, pakaiannya ada di tas," lirih Kak Fida.


"Sudah jangan banyak bicara Kak, aku pasti menjaga Irsya. Yang penting kau pulihkan kesehatanmu. Kak ... berjanjilah kau akan terus semangat untuk suami dan anak-anakmu," lirihku.


"Terima kasih Lyra."


"Kami berangkat ya Ly," ujar mas Fahmi sudah dengan posisi memegang setir saat ini.


"Bye Amiii," lirih Irsya saat mobil yang dikendarai orang tuanya semakin menjauh.


Aku menggendong Irsya masuk kedalam saat ini. Batinku bergemuruh, Kak Fida, sebenarnya penyakit apa yang kau derita. Dulu setelah melahirkan Irsya kau juga seperti ini, selalu merasa sakit di kepalamu. Dan sekarang, kau mengalami hal ini lagi. Seda**ng jika ingin melakukan berbagai tes tak memungkinkan sebab kehamilanmu. Kau harus selalu sehat Kak, batinku.


"Ami tenapa Unda?" tanya Irsya membuyarkan lamunanku dan membuatku bingung menjawabnya.


"Ami mau periksa adik bayi ke dokter sayang," jawabku sekenanya.


"Adik bayi Ichaa atit Unda?" tanyanya lagi.


"Bukan sakit, Ami cuma mau tau kondisi adik bayi aja, jadi diperiksa," jawabku lagi.


"Irsya denger bunda, yang penting Irsya harus doakan Ami dan adik bayi biar segera pulang dan berkumpul dengan Irsya, Irsya mau kan?" tegasku menatap mata bocah kecil yang belum paham segalanya itu.


"Iya Unda."


"Irsya sudah sarapan?" tanyaku.


Tampak Irsya menggeleng menanggapi tanyaku.


"Oke, kita cari sarapan ke depan yuk! Irsya mau makan apa? nanti setelah sarapan Irsya ikut bunda ngaji yaa," ujarku.


"Oke, Ichaa mau bubul ayam Unda," ucapnya.


"Siyaapp, ayo kita beli bubur ayam." ajakku penuh semangat.


"Undaa ... "


"Iya Sayanngg."


"Pulang naji Ichaa mau te Moll," ujar Irsya.

__ADS_1


"Hahh, Irsya mau ke Mall? Memang Irsya mau beli apa di Mall?" tanyaku.


"Mau mutel-mutel dan beli esklim Unda," jawabnya.


"Ohhh, beli es krim kan bisa di Alfi Mart sayang."


"Ichaa mauna te Moll Undaa," ucapnya lagi.


"Oh lucunya ganteng bunda, oke Sayang ....."


●●●●


🌻09:00 KAMAR DIMAS


"Sayang, nanti siang ayah ada pekerjaan. Kau di rumah bermain dengan Uti dan mbak Indah yaa," ujar Dimas sambil terus mengecek pekerjaan melalui laptopnya.


"Ayah sekalang suka tinggalin aku telus," celoteh Mayra sambil memainkan boneka barbie ditangannya.


"Ayah harus bekerja sayang," ujar Dimas kembali.


"Inikan hali minggu, Mayla juga mau jalan-jalan belsama ayah, Mayla boleh ikut ya yah ..." ucap sang gadis kecil merengek kepada sang ayah.


Dan Dimas terus berfikir mendengar celoteh sang putri. Pertemuan ini diadakan di cafe sebuah Mall, apa aku ajak Mayra saja ... Setelahnya aku bisa langsung mengajak Mayra berkeliling sekitar Mall, batin Dimas.


"Mayra benar mau ikut ayah? tapi harus janji, Mayra tidak boleh nakal nanti," ujar sang ayah.


"Iya ayah, Mayla tidak akan nakal dan tidak ganggu ayah," tampak senyum di wajah sang putri dilanjut dengan menciumi wajah ayahnya.


"Sudah Sayang berhenti mencium ayah, sekarang Mayra main dengan Uti dan Anti Syifa yaa," pinta Dimas yang sedang fokus dengan perhitungan profit bisnisnya yang saat ini sedang ia amati.


Mayra-pun segera beranjak keluar kamar mendengarkan pinta Sang ayah.


●●●●


🌻14:00 CENTRAL MALL


Seorang gadis tampak panik sambil menengok kekanan dan kekiri seakan mencari sesuatu. Matanya mengisyaratkan kebingungan dan ketakutan. Hingga suatu teriakan ...


Mendengar namanya disebut, gadis itupun menoleh. Hilanglah rona panik berubah ketenangan saat menyadari sosok yang memanggilnya. Seketika ia menghambur mendekati sosok yang memanggilnya, ia masuk ke sebuah toko dengan banyak buku tertata disana. "Gramedia" itulah tempat yang dituju sang gadis saat ini.


"Isyaaa, kamu disini?" sapa sang gadis terhadap sosok yang di kenalnya tersebut.


"Haii Mayla, iya aku lagi dalan-dalan cama Undaa," jawab Irsya sang teman.


"Tamu cama ciapa Mayla? tenapa tamu diem aja dicono tadi?" tanya Irsya.


"Aku sama Mbak dan ayah, tapi aku gak tau meleka dimana?" lirih Mayra.


"Kamu sendili sama siapa kesini?" tanya Mayra.


"Aku denan Undaa, itu Undaa atu," ujar Irsya sambil menunjuk wanita yang sedang memilih buku beberapa meter dari mereka.


"Itu Bunda yang kemalin bobo yah?" ujar Mayra.


"Iya itu Unda atuu, Unda atu kan ada 2 dong," bangga Irsya lagi mengatakan hal sama seperti sebelumnya.


"Kamu enak punya 2 Bunda, aku gak ada Bunda," lirih Mayra.


"Kamu duga boleh panggil Unda aku Unda, jadi Unda aku Unda kamu duga." ujar Irsya.


"Emang boleh," tanya Mayra.


"Unda atu baik ko, pasti boleh. Ayo kita ke unda atuu." Belum lagi mereka menuju bunda yang dimaksud tampak sepasang mata juga menatap mereka saat ini.


●●●●


🌻Seorang wanita tampak mencari sosok bocah yang beberapa saat lalu datang bersamanya ke Mall tersebut. Matanya terus mencari hingga pandangannya terhenti saat didapatinya bayangan bocah yang sedang dicarinya sedang berdiri sekitar 5 meter dari tempatnya berdiri kini. Sang bocah tampak sedang asik berbincang dengan seorang gadis kecil disana. Setelah beberapa saat tatapan merekapun bertemu ...


Sang bunda segera menghampiri sang putra kecilnya.


"Haii, kesayangan bunda sedang bicara dengan siapa ini?" ujar sang bunda yang tak lain adalah Lyra.

__ADS_1


"Undaaa, ini teman Ichaa," ujar Irsya pada Lyra yang dipanggilnya bunda tersebut.


Wanita itupun mengarahkan pandangannya pada gadis kecil yang berdiri dihadapan Irsya.


"Hai cantiikk, siapa namamu?" sapa Lyra.


"Aku Mayla. Mayla Khansa Putli Agyoyo," tutur sang bocah.


"Hmm, oke tunggu tante ulang ya, Mayla Khansa ..."


"Bukan Mayla tapi Mayyla," ujar Mayra.


"Iya Mayla kan?" ucap Lyra.


"Bukan tante, tapi Mayylaa. Ilsyaa kamu bilangin Unda kamu dong ... " Sesaat Lyra baru menyadari kalau gadis di depannya masih cadel atau belum bisa menyebut huruf R.


"Oke, tante tau sekarang, Mayra kan?"


"Iya itu balu betul, sekalang tante halus tebak kepanjangan nama aku." pinta Mayra lagi.


"Hmm, Mayra Khansa Putri angyoyo."


"Belakangnya salah Tante," ujar Mayra lagi.


"Hahhh masih salah. Yasudah yang terpenting tante tau namamu Mayra kan?"


Mayrapun mengangguk.


"Oiya, Mayra dengan siapa kesini? dimana bunda Mayra?" Lyra tampak heran karena tidak melihat siapapun di sisi Mayra.


"Aku dengan Ayah dan Mbak, tapi aku gak tau dimana meleka," ucap sang gadis.


"Undaa, Mayla dak ada Unda. Mayla adana ayah doang," ujar Irsya menimpali.


Lyra tampak kaget mendengar celoteh Irsya. Gak ada bunda? gadis sekecil dan secantik ini tapi sudah tak memiliki bunda. Apa ibunya telah meninggal?malang sekali nasibmu nak, batin Lyra.


"Oiya Undaa, talo Mayla duga panggil Unda te Unda boleh tan?"


"Bagimana Nak?" tampak tidak jelas yang Irsya katakan.


"Unda dadi Unda Mayla duga mau kan? kacian Mayla dak una Unda tuh," lagi-lagi celoteh Irsya diluar dugaanku.


"Oh, boleh saja," ujarku tak bisa menolak keinginan Irsya.


"Benel aku boleh panggil tante Bunda?" Mayra tampak antusias dan bahagia.


"Iya boleh," entah mengapa melihat bahagia Mayra akupun ikut bersemangat, anak-anak yang polos, batinku.


"Bundaaa ... bundaaaa," berkali-kali Mayra mengetes panggilannya sambil tersenyum.


Deg ... rasa apa ini, seorang anak yang baru kutemui memanggilku bunda. Bagaimana jika Ayahnya tak terima nanti?


"Mayla, bunda atu namanya bunda Lyla," ucap Irsya..


Aduh Irsya, anak ini bener-bener deh, bisa jadi semua tentangku di ceritakannya, tampak Lyra tersenyum dan menggeleng-geleng.


"Bunda Lyla?"


"Bukan Lyla tapi Lyra," ujarku membenarkan.


Lyla ... (Mayra mengucap Lyra maksudnya) aku suka nama Lyla, aku seling mendengal nama itu saat ayah tidul mengigau. benak Mayra.


"Kenapa bengong sayang?" tanya Lyra.


"Aku suka nama bunda Lyla, apakah aku boleh peluk Bunda?"


"Oh boleh."


Seketika Lyra berjongkok dan membiarakan tubuh kecil Mayra meraih tubuhnya. Wangi tubuh gadis ini, aku sangat tak asing seperti wangi seseorang ...


●●●●

__ADS_1


🌻happy reading❤❤


__ADS_2