
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YAβΊβ€
VOTE DAN RATE JUGAAAππ
πππ
"Lyra, aku tidak mau mendekatimu. Kau bau ompol" bisik Firgie.
"Ishhh, sempat-sempatnya Kau menggodaku Gie?"
"Mana ya mbak Dewi??"
πππ
Kalisha terlihat tertidur pulas dalam dekapanku setelah sebelumnya membanjiri pakaian yang kukenakan.
Firgie masih terus memperhatikanku.
"Lyra, kau pasti akan menjadi ibu yang hebat kelak" bisik Firgie yang berada di sebelahku.
"Aamiin.. " ujarku.
"Tapi tentunya aku harus banyak belajar dari ibumu Gie, aku harus tau bagaimana menyikapi anak nakal sepertimu," tambahku menggodanya.
"Apa aku nakal sayang?" ujarnya serius.
"Iya kau nakal," ujarku sambil menahan senyumku.
"Oh.. rupanya kau sedang menggodaku ya. Ayo kalau kau berani mengatakan aku nakal lagi, aku akan mengelitikimu," ujar Firgie.
"Kau nakal Gie," ujarku masih menggodanya.
Dan Firgie benar-benar langsung menyerangku dengan kelitiknya. Aku masih terduduk di sofa, Firgie melingkarkan tangannya dari arah samping mengukungku dengan tubuhnya. Tangan kanannya terus mengelitikiku. Kedua tanganku yang fokus mendekap baby Kalisha membuatku tak berkutik dengan kenakalan Firgie ...
Tiba-tiba terdengar langkah beberapa orang seakan menuju ruangan tempat kami berada.
"Gie hentikan, kau bisa membangunkan Kalisha. Hentikan Gie!! please, aku menyerah saayang!! Kau dengar ada langkah orang kemari bukan?Lepaskan aku Gie ..." lirihku.
"Paling Dewi yang datang, biar dia melihat.. " bisiknya.
"Gie.. kau gila" bisikku.
"Iya, aku gila karena mencintaimu.. Cup,"
akhirnya Firgie melepaskanku setelah mendaratkan kecupan di dahiku.
Dan kamipun terkaget, saat menyadari 3 orang sedang berdiri di ambang pintu memperhatikan kenakalan kami.
Sosok-sosok yang tak asing di mataku. Dipaling ujung kanan jelas mbak Dewi aku mengenalnya. Dan diposisi tengah, seorang wanita berhijab dengan perut buncit menjadi perhatianku saat ini, wajah ini seperti tak asing. Terus kuingat-ingat dimana aku mengenal wajah ini.
Ohhh, tubuhku seakan lemas. Itu ada-lah ... M-bak Friss, ia tengah hamil. Kemudian dengan cepat kualihkan wajahku kembali ke sosok pria di sebelahnya. Dan benar ... Semakin sesak kurasa kini ... Ma-s Dimas* berdiri disana.
Mbak Dewi langsung berjalan menghampiri kami, "Maaf aku lama Lyra, bagaimana Kalisha?" ujarnya sambil sesekali melirik Firgie.
"Khalisa tertidur mbak," jawabku.
__ADS_1
"Oh, kau pintar menjaganya Lyra.. dan kau Gie, aku melihat kenakalanmu barusan. Untung saja putri kecilku tidak terganggu dengan ulahmu" ujar mbak friss pada kami berdua.
Mbak Dewi yang mengambil Khalisa dari pangkuanku terlihat kaget.
"Pakaianmu basah Ly? Apa Kalisha mengompol?" tanyanya.
"Iya mbak" lirihku.
"Oh sayang, kau telah mengotori pakaian tante Lyra nak..." gumam mbak Dewi pada sang putri.
Iapun kemudian dengan cekatan membaringkan bayinya ke tempat tidur dan mengganti pakaiannya yang basah. Bayi itu masih tetap tidur tak bergeming.
"Friss, Dimas ayo masuk!!" ujar mbak Dewi baru menyadari kedua tamunya masih terus berdiri di pintu melihat setiap drama yang terjadi.
Friss dan Dimas kemudian duduk di sisi lain dari sofa yang kami duduki. Aku berusaha menunduk tak ingin melihat sosok yang pernah singgah di hatiku tersebut. Sebaliknya Dimas, semenjak kedatangannya di kamar itu. Ia tak mampu melepas tatapannya pada sang gadis yang selalu ada di sudut hatinya selama ini. Firgie yang menyadari seseorang mengusik kekasihnya tampak geram namun karena tak ingin merusak acara Dewi, ia memilih diam.
"Dew, aku dan Lyra ada acara lain. Kami undur diri ya! Mohon maaf tidak bisa mengikuti acara Kalisha nanti," ujar Firgie.
"Lho kok cepat-cepat sih ..., benar itu Ly?" tanya mbak dewi padaku memastikan.
Gie, aku tahu perasaanmu saat ini*..
"Iya betul mbak" jawabku.
"Oke sebentar, Kau harus ganti pakaianmu Ly, Kau tidak berfikir untuk keluar dengan pakaian basah seperti itu bukan?" ujar mbak Dewi sesaat meninggalkan kami dan kemudian datang kembali dengan pakaian di tangannya.
"Maaf setelah menikah hanya ada gamis di lemariku Ly, tapi ini ku pilihkan model yang sesuai usiamu. Tidak masalah kan?" ujar mbak Dewi.
Aku menatap Firgie untuk meminta sarannya.
"Baik mbak," ujarku.
"Kau bisa ganti di ruang ganti di sudut sana Lyra. Biarkan pakaianmu yang kotor nanti mbak kirim via expedisi ke alamatmu" ujar mbak Dewi lagi.
Akupun mengangguk.
Setelah menerima gaun dari tangan mbak Dewi aku segera menuju ruangan ganti yang di maksud.
Di kamar...
Tampak mbak Dewi sedang asik bercengkrama dengan mbak Friss.
Firgie menyibukkan diri dengan ponsel di tangannya.
Dan Dimas.. Ia tampak resah disana..
"Maaf, toilet sebelah mana ya Dew?" tanya Dimas tiba-tiba.
"Ohh.. kau keluar kamar ambil arah kanan lurus terus, toilet letaknya paling pojok Mas" jawab Mbak dewi.
"Aku tinggal dulu ya Friss?" ujar Dimas sebelum berlalu.
"Iya sayang" jawab Friss.
Tak menunggu lama Dimas segera bergegas keluar kamar tersebut. Ia tampak menghela nafas seakan memperoleh angin segar. Ia segera beranjak ke arah sudut yang di maksud Dewi, namun bukan toilet yang di tujunya melainkan ruang ganti tempat dimana Lyra sedang berada.
__ADS_1
Hatinya begitu bahagia, tak menyangka bisa bertemu Lyra di tempat ini. Dengan sabar dan perasaan dag dig dug Dimas menunggu Lyra di depan ruangan ganti saat ini.
Tak lama pintupun terbuka..
Gadis cantik dengan gamis nan anggun berdiri di depannya saat ini.
"Lyraa.." terdengar suara pria yang memanggilnya dengan lirih.
Mendengar namanya di sebut Lyrapun menoleh dan sangat terkejut dengan sosok yang dilihatnya.
Sosok yang terlihat lebih kurus namun tidak menghilangkan ketampanannya berdiri di hadapannya kini.
"Kenapa kau disini? maaf aku harus segera kembali," ujar Lyra berusaha menutupi sesak yang dirasanya saat ini.
"Lyraa.. bisa kita bicara sebentar ... " lirih Dimas kembali.
"Tidak. O-yaa, selamat kau akan jadi ayah bukan? Sebaiknya kau berusaha menjaga hati istrimu dengan baik," tegas Lyra.
"Tunggu Ly.." Dimas tetap brusaha meluluhkan hati Lyra.
"Tolong jangan seperti ini! Sudah cukup!! Kembalilah pada istrimu tidak perlu berbicara denganku!! tegas Lyra menahan sesaknya, kemudian berlalu meninggalkan Dimas.
Kau tampak selalu cantik sayang, batin Dimas.
π
Firgie masih terus menatap Lyra dengan gamis yang sangat cocok dan nampak anggun di pakai Lyra.
"Apa aku pantas memakai pakaian seperti ini Gie?" bisik Lyra.
"Sangat cocok dan cantik, kita pulang sekarang ya?" bisik Firgie.
Lyrapun mengangguk.
Setelah berpamitan pada mbak dewi, keduanya beranjak keluar.
Firgie merasa senang, Dimas tak ada disana dan tak bisa menatap gadisnya lagi. Ia tak menyadari bahwa Dimas bahkan orang yang pertama melihat keanggunan Lyra. Dan saat ini Dimaspun masih tetap memperhatikan Lyra walau di kejauhan.
*Dihalaman depan rumah mbak dewi..
Seorang lelaki tampak keluar dari Avanza hitam dan seketika berteriak memanggil Lyra..
Lyra yang merasa namanya di panggil segera menoleh dan mencari sosok yang memanggilnya.
Lelaki tersebut segera berjalan mendekati Lyra. Dan tanpa menunggu lama, ia sudah berada di hadapan Lyra saat ini.
"Lyraa... Lyra kan?" ujar lelaki tersebut tampak sedikit keraguan di matanya, karna melihat perbedaan penampilan gadis yang pernah di kenalnya dulu.
Akupun mengangguk.
"Kau masih ingat padaku Lyra?"
ππππππππππππππππ
#Happy readingπβ€
__ADS_1