
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
Mas Dimas memarkirkan motornya di sebuah warung pecel lele bersebelahan dengan Mall XX berada.
"Kita makan disini ya Ly! ini warung pecel lele terenak lho," ujar mas Dimas.
"iya mas," jawabku sambil melontarkan senyum padanya.
Otakku masih di penuhi ucapan Mbak Fris diloker tadi. Betapa rapuhnya dia, begitu ia sangat mencintai mas Dimas. Mungkin rasaku sendiri belum sebesar itu.
"Ly ... Lyra, bengong sih? mikirin apa?"
"Bukan apa2 mas," ujarku.
"Apa mas Dimas tahu kalau Mbak Fris bgitu memujanya? Mbak Fris baik dan terbilang cantik untukku, kenapa Mas Dimas tak bisa membuka hati padanya? Apa aku harus menanyakan smua pada Mas Dimas, agar hilang penasaranku?" otakku berfikir keras sambil menatap wajah Mas Dimas.
"Wajah nya begitu tampan, matanya sayu menyiratkan kelembutan, hidungnya terbilang mancung, bibirnya indah tidak tipis tidak pula terlalu tebal. Tidak heran sebetulnya jika sosok ini begitu digilai Mbak Fris," kuterus menelusuri tiap garis wajah mas Dimas.
Dia yang menyadari sedang di perhatian jadi salah tingkah berkali-kali ia mengambil gelas di depannya, meneguknya. Hingga Ia jadi penasaran, "Apa yang ada di fikiran gadis ini sampai memperhatikanku seperti itu."
Pemilik warung tiba-tiba datang mengantar pesanan makanan kami.
"Permisi ...." Suara yang tiba-tiba menyadarkan keterpakuanku.
Wajah mas Dimas yang berada di depanku seketika tersenyum.
"Sudah menemukan apa di wajah Mas?"
"Ehhh ... maaf mas," ujarku langsung memalingkan wajahku dari wajahnya.
"Mas lihat kamu lagi seneng bengong sih. Yuk makan!"
Ditengah makan kami. Lagi-lagi ponsel mas Dimas berbunyi. Mas Dimas terlihat malas mengangkat panggilan tersebut, setelah beberapa lama baru ia menjawabnya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikumm, lama banget sih kamu angkat telp ibu?" suara dari ujung sana.
"Wa'alaikumsalam Bu." Mas Dimas menjawab malas.
"Tadi Fris kesini. Katanya kamu di PT suka berduaan sama gadis lain, betul begitu?Dimass, kamu harus jaga perasaan Friska dong. Dia itukan ...."
"Stop bu!" Tiba-tiba mas Dimas memotong ucapan wanita di telp itu. Ia beranjak dari tempat duduknya, melanjutkan bicara dari kejauhan.
"Tolong Bu!! Jangan selalu mengingatkan Dimas tentang itu. Dimas sudah berjanji dan pasti akan Dimas lakukan."
"Oke, memang sekarang kamu lagi ada dimana?" tanya ibu.
"Keluar dengan teman Bu."
"Gadis itu?" tebak Ibu.
"Untuk saat ini biarkan Dimas bahagia dengan kehidupan Dimas bu."
"Dimas, Ibu cuma gak mau kamu nyakitin perasaan Fris. Dan gadis itu juga nantinya."
"Bener lo Mas! kamu harus hubungi Fris!!"
"Iya buu."
"Kamu cepet pulang! bereskan urusanmu dengan gadis itu! nanti kita lanjut bicara dirumah. Assalaamu'alaikum."
"Wa'alaikum salaam.."
●●●●
Seperti hari kmarin ada perbedaan dalam raut wajah mas Dimas setelah ibunya menelepon.
Mas Dimas kembali ke tempat duduknya.
Tampak ia hanya mengaduk-aduk nasi di depannya sesekali menatap kearahku.
"Kenapa gak di lanjut makannya?? lihat makananku sudah hampir habis lo mas ... " ujarku berusaha mencairkan suasana hatinya.
__ADS_1
"Wahh, kayaknya ada yang laper nih," ujarnya menggodaku dengan senyum yang tampak dipaksakan.
"Aku seneng lihat mas tersenyum," ia kembali memberi senyum kearahku walau masih sedikit tampak dipaksakan.
"Di basemen Mall XX ada mushola tunggu mas sholat disana ya!"
Kuanggukan kepala tanda setuju.
●●●●
"Berkeliling sebentar ya Ly," ajak mas Dimas.
Kumerasa Mas Dimas sangat berbeda. Ia tak banyak bicara hanya sesekali menatapku dan memaksakan senyumnya.
"Mas gak di tunggu orang rumah?"
"Nggak," jawabnya datar.
Setelah sekian lama memutari area Mall mas Dimas mengajakku duduk di sebuah kursi kayu yang menghadap ATM centre.
Ia sesaat menghilang, dan muncul kembali dengan 2 Ice cream Cone di kedua tangannya.
Ia terus menatapku sambil memakan ice cream di tangannya, dari tatapannya seperti ada yang ingin ia sampaikan. Aku menunggu kata apa yang akan keluar dari bibir mas Dimas, tapi hanya keheningan yang ada disana.
Pukul 20.00 kami sudah berada di depan kontrakan mbak Susi.
"Kamu gak nawarin mas minum dlu di dalam Ly??" ujar mas Dimas.
"Ohh... gak usah deh. Kamu pasti capek selamat istirahat ya," tambah Mas Dimas lagi.
Belum lagi tanyanya ku jawab. Ia sudah berubah fikiran.
"Ada apa dengan mas Dimas sebetulnya ia seakan malas dan mengulur waktu untuk pulang ke rumah," batinku sambil ku langkahkan kaki masuk kedalam kontrakan mbak Susi yang terlihat sepi seperti biasanya.
●●●●
🌻Happy reading❤❤
__ADS_1