Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Akting


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻PUKUL 12:35


Gerbang GREEN SQUARE RESIDENCE sudah Di hadapan kami saat ini. Itu berarti, kami sudah semakin dekat menuju rumah kami, rumah yang akan menjadi awal terwujud mimpi-mimpi kami ...


Beberapa waktu lalu, sebelum aku ke Tangerang dan melangsungkan pernikahanku, aku memang sudah memindahkan barang-barang di kossanku ke rumah ini. Begitu pula Mas Dimas, ia telah mambawa pakaiannya dan Mayra ke rumah ini.


Gerbang rumah kami sudah dihadapanku, mas Dimas menghentikan laju Jazz Silvernya dan seketika keluar dari mobil, membuka gerbang dan kemudian masuk kembali ke mobil untuk memarkirkan Jazz Silver ke dalam halaman rumah kami.


Pengunci pintupun diputar, dan dibukalah pintu berwarna putih di hadapanku saat ini oleh mas Dimasku.


Kami bertiga seketika masuk.


Mayra langsung menuju ke kamarnya di lantai atas, Mas Dimas mengambil koper di bagasi kini, dan kami beriringan naik pula ke lantai atas tempat kamar kami berada.


"Ohh ... home sweet home," ujar mas Dimas merebahkan tubuhnya di kasur sesaat setelah kami memasuki kamar kami.


"Mass, kita sholat dan makan dulu yaa, baru nanti beristirahat," ujarku.


"Iya Sayang sebentar lagi yaa, kau kemarilah!!" ujar mas Dimas kearahku.


"Ada apa Mas?" ujarku. Dan seketika mas Dimas menarik tanganku hingga tubuhku jatuh mendarat ditubuhnya.


"Mass ... jangan seperti ini nanti Mayra masuk," ucapku ketika tangan mas Dimas mengunci penuh tubuhku diatas tubuhnya.


Dan benar saja ketakutanku, tiba-tiba Mayra masuk tanpa permisi membuat kami berdua kaget dan tertegun.


"Ayah, Bunda sedang apa?" tanya Mayra heran.


"Ohh.. i-ni A- yah sedang ma- in polisi-polisian Sa- yang, Bunda jadi pencuri jadi Ayah tangkep. Ayo tertangkap kamu," ujar mas Dimas berakting membuat aku menggeleng-geleng kepala.


Kamipun segera duduk di tepi ranjang setelahnya.


"Memang Bunda menculi apa Yah?" celoteh Mayra mendekati aku dan mas Dimas.

__ADS_1


"Bunda mencuri hati Ayah," ujar mas Dimas terang-terangan di depan sang putri.


"Mass, ish ...," lirihku.


"Hati apa Yah?" tanya Mayra lagi.


"Maksud Ayah topi bukan hati. Aduhh, Maaf Ayah salah bicara," ujar mas Dimas kembali berakting menjawab celoteh sang putri.


"Mayla juga mau main polisi-polisian, Mayla ikut main ya Yahh, Bund," celoteh Mayra kembali.


"Oiya, Bunda kan belum sholat Zuhur, Bunda sholat dulu yaa, Mayra main berdua sama Ayah saja," ujarku merasa punya alasan untuk menghindari keduanya saat ini.


Segera kulaksanakan ibadah Zuhurku dan mengajak mas Dimas dan Mayra untuk memakan ketoprak yang kami beli tadi setelahnya. Baru setelahnya tampak mas Dimas menjalankan ibadah Zuhurnya.


●●●●


🌻Pukul 17:00


Aku dan mas Dimas menyamankan diri di sofa ruang keluarga di lantai 2 saat ini. Tubuh kami terasa letih sejak siang melakukan aktifitas bersih-bersih di rumah yang hanya sesekali mereka tengok sebelumnya.


Tampak beberapa meter dari kami, putri tercinta kami sudah tampak cantik dengan taburan bedak di wajahnya. Ia terlihat sedang asik memainkan lego yang di belinya tempo hari di Mall XX. Ia membuat berbagai bentuk sesuai imajinasinya dan mengajak karakter legonya berbincang seolah mereka adalah teman nyata Mayra, putri kami.


"Kau letih Sayang?" tanya mas Dimas dengan mata yang tak henti menatapku.


"Sedikit," ujarku.


"Mas senang kita sudah berada di rumah kita, kita sudah benar-benar nyata menjadi sebuah keluarga. Kau bahagia kan Ly bersama Mas?" ujar mas Dimas padaku dengan tatapan sayu yang selalu menghipnotisku.


Akupun mengangguk menangapi setiap pernyataan mas Dimasku.


"Kalau kau melihat sesuatu yang buruk pada diri Mas, jangan sungkan untuk mengingatkan mas, kau paham kan?"


Aku mengangguk kembali.


"Lyra ... andai kau tau betapa bahagianya Mas saat ini ... memelukmu, menciummu, Mas tak perlu menahannya lagi."


Aku mengangguk, kupeluk lengan Mas Dimas disisiku kini. Kutenggelamkan wajahku ke bahu mas Dimasku, sebagai tanda akupun bahagia berada di dekatnya.


Dan mas Dimas tampak menyapu-nyapu kepalaku dengan tangannya sangat lembut.

__ADS_1


"Mas, aku ingin bertanya ...," lirihku sambil kudangakkan kepalaku menatap wajah mas Dimasku.


"Silahkan selama bukan membandingkan dirimu dengan Friss," tutur mas Dimas yang kubalas dengan anggukan kepalaku.


"Apa kau sudah lama sering mengigau tentangku?"


"Mungkin. Yang aku tau sejak Mayra 3 tahun, ia sering membangunkanku setiap malam dan memberiku minum," lirih mas Dimas.


"Mas ... maaf, bahkan aku selalu mengganggu tidurmu. Aku berharap setelah bersamaku, kau tidak mengigau seperti itu lagi. Atau aku akan bersedih melihatmu tampak lelah setiap selesai dengan mimpimu atas kepergianku."


"Akupun berharap demikian, Sayang."


"Mas, apa selama dengan mbak Friss kau juga mengigau tentangku?"


"Aku tidak tau Lyra, setiap aku bangun Friss sudah tidak ada, maaf sebelumnya aku menceritakan tentangnya."


Akupun mengangguk.


°Jika kau mengigau tentangku saat bersama mbak Friss, sudah dipastikan hatinya pasti hancur. Karena selalu mendengar nama wanita lain disebut oleh suaminya, semoga saja semua itu tidak terjadi, batinku.


"Oya sayang berhenti bertanya tentang tidurku, ba'da magrib nanti kita main ke tempat Fahmi bagaimana? Kau juga rindu dengan sahabatmu itu bukan?" ujar mas Dimas tampak bersemangat.


"Iya Mas, aku setuju. Tak sabar rasanya bertemu Kak Fida, dan Mayra pasti juga senang bertemu Irsya putra lucuku," ujarku tampak merona membayangkan sahabat dan putranya tersebut.


"Jangan sebut lagi Irsya putramu, kita akan membuat putra sendiri nanti, Sayang," bisik mas Dimas membuatku geli dengan hembusan nafasnya.


"Mas, ihhh ...," kutengelamkan wajahku ke bahu mas Dimas karena malu mendengar kata-katanya barusan.


"Kau membawa pakaian tidur berwarna pink tempo hari bukan?" bisik mas Dimas kembali.


"Ahh, Mass ... jangan bicarakan itu, aku malu," lirihku.


"Mas ingin kau memakainya nanti malam," bisik mas Dimas.


Dan aku semakin menenggelamkan wajahku ke bahu mas Dimas kini.


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤

__ADS_1


__ADS_2