
Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
Tak ingin membuang waktu, mas Dimas seketika membelokkan stir mobil saat dilihatnya ada apotik disana.
"Lyra yang masuk kedalam yaa!!" lirih mas Dimas sembari terus menatapku.
"Memang mau beli apa Mas?"
"Ishh, beli yang tadi di suruh di cek dirumah sama dokter."
"Ohh, yang buat ngetes hamil itu ya Mas?"
"Iya, Sayangg ...," ujar mas Dimas sembari nenarik hidungku. "Ahh, sakit Mas."
"Ayo sana masuk!"
"Mas aja ya, aku malu beli itu," jujurku.
"Kenapa malu, kan sudah menikah. Yang malu itu klo masih sekolah atau lajang tapi beli bgituan."
"Nggak ahh Mas," lirihku ambil terus kugelengkan kepalaku.
"Nakal, yasudah." Dan akhirnya mas Dimas yang masuk ke apotik membeli tespack tersebut.
Kasihan juga sih, tapi aku kan malu. Mas Dimas juga mau ini kok, batinku.
🌻Dan didalam apotik ...
"Permisi, ada tespack mbak?"
Tampak para penjaga apotik saling melirik dan berbisik-bisik.
"Ada masalah?" tegas mas Dimas.
"Saya beli untuk istri saya, itu orangnya ada di mobil," terang ucapan mas Dimas seketika membungkam 2 orang gadis penjaga apotik.
"I-ni ada 4 me-rk Ma-s, Sensitif, Serenity, Akurat dan Onemed. Mas ma-u yang ma-na?" ucap terbata sang penjaga karena sempat berfikir negatif tadi.
"Bungkuskan masing-masing 2 pcs," tegas mas Dimas.
"Ohh, si-ap Mas."
Setelah melakukan pembayaran, penjaga itu memberi testpack yang dibeli mas Dimas sembari berujar, "Se-moga hasilnya po-sitif ya Mas."
"Terima kasih," ujar mas Dimas dengan nada dinginnya.
•
•
"8 pcs? Kenapa mas beli tespack banyak sekali," heranku sambil terus kuperhatikan mas Dimas yang mulai memainkan kemudi dihadapannya.
"Sudah simpan saja di tas, biar mas tidak mondar-mandir membelinya. Nakal ... Kau tau tadi mas sampai di pandang negatif oleh penjaga apotik, Mas seakan pria mesum yang diam-diam menghamili anak orang," ucap mas Dimas sambil melirik Mayra yang tengah tertidur dengan kasur angin di jok tengah. Dan aku yang mendengar setiap katanya, benar-benar tak dapat menahan senyumku saat ini.
"Ehh, malah senyum-senyum. Apa kau senang suamimu ditertawakan orang?"
"Maaf Sayang," lirihku sembari kudaratkan kecupanku di pipi mas Dimas. Dan terang saja mas Dimas seketika diam seribu bahasa.
●●●●
🌻KEDIAMAN UTAMA 13:35
Sampai di rumah kami langsung menjalankan ibadah zuhur kami yang tertinggal. Mayra sudah tampak tidur cantik di ranjang. Dan mas Dimas, sejak selesai sholat tadi terus mendesakku untuk melakukan tes menggunakan tespack yang ia beli beberapa saat lalu.
"Sayang, ayolah cek sekarang ya!" rayu mas Dimas padaku yang tidur membelakanginya. Aku benar-benar merasa sangat mengantuk saat ini Mas, batinku.
"Nanti sore ya Mas, aku mengantuk."
"Sebentar saja, please!! Apa Lyra tidak senang mengandung anak Mas," suara lirih mas Dimas terdengar saat mengiba, tangannya terus menyapu-nyapu bahuku agar mau mendengarnya.
Dan akupun berbalik menghadap mas Dimas, kusapu wajahnya yang penuh pengharapan saat ini dengan tanganku. Seketika mas Dimas menangkap tanganku dan mengecup punggung tanganku. "Mau yaa ...," ia masih berusaha meyakinkanku.
"Aku sebetulnya senang, jika benar-benar sedang mengandung anakmu Mas," lirihku hingga akhirnya kudaratkan kepalaku kedada bidang mas Dimas, "Tapi aku takut jika setelah di cek, hasilnya tidak sesuai harapan."
Tangan mas Dimas tampak mengeratkan pelukannya padaku, "Jika memang kita belum berhasil, kita akan terus berusaha. Yang penting saat ini kita cek dulu, supaya jelas," bisik mas Dimas.
"Begitukah??"
"Tentu Sayang," lirih suara mas Dimas sembari berkali-kali mengecup puncak kepalaku.
"Baiklah." Segera kuambil tespack di dalam tasku, "Lho ini tertera lebih akurat dilakukan pagi hari setelah bangun tidur Mas," tandasku.
"Sekarang kita cek, dan besok pagi kita cek lagi untuk memastikan, oke!!"
"Hmm, yasudah," ujarku sembari masuk ke kamar mandiku kini.
Beberapa saat kemudian ...
Bismillah, menunggu beberapa saat.
•
•
•
Dan perahan hasil mulai muncul ...
Hahh ...
Fabiayyi 'ala i Robbikuma tukadzibaann ...
__ADS_1
(maka nikmat Tuhanmu maknakkah yang akan kau dustakan - ARRohman )
Alhamdulillah ya Robb ...
"Sayang gimana? sudah keluar belum hasilnya?" terdengar suara dari balik kamar mandi.
"Kok lama sih??"
•
•
Dan akupun keluar dengan kugenggam hasil tes tersebut menggunakan tisu.
Aku langsung terduduk lesu disisi ranjang.
"Bagaimana hasilnya? Lirih mas Dimas berlutut dihadapanku.
Aku masih terdiam, namun seketika mas Dimas memelukku. "Jangan bersedih nanti kita ihtiar lagi," ujarnya menyemangatiku.
Ahhh, dramaku berhasil, batinku.
Aku membalas pelukannya, "Mass, bagaimana ini ...." senduku.
"Tidak apa-apa, jangan bersedih."
"Mas ... a- ku akan menJadi seorang ibu ...." bisikku setelahnya.
"Hahhh ...."
Mas Dimas seketika merangkum daguku dengan telapak tangannya, "katakan lagi Sayang!!"
"Dugaan Mas benar, aku akan menjadi seorang ibu Mass."
"Sayangg, terima kasih ...."
Mas Dimas menciumi tiap inci wajahku, "Mas mencintai Lyra, menyayangi Lyra, dan akan menjaga Lyra dan anak-anak kita sampai mas menutup mata, ini janji Mas," bisiknya kemudian sambil tangannya terus menyapu perutku.
"Mas ...." akupun mengeratkan pelukanku kembali.
Mas Dimas mengecup bibirku sekilas baru membiarkanku tertidur setelahnya.
●●●●
🌻Ditempat berbeda, Bekasi ...
Seorang pemuda dengan arogannya memaksa masuk ke sebuah ruangan yang tertutup ...
"Siapa kau? kenapa masuk tanpa permisi?"
"Jadi benar kabar dari informanku jika kau buta ...." ujar sang pria arogan.
"Apa tujuanmu kemari? dan siapa kau?"
"Kusebut juga percuma kau tak mengenalku, tapi oke jika kau memaksa ingin mengenalku.
Rendi, aku tak asing dengan mana itu.
"Untuk apa kau kemari?"
"Membuat penawaran."
"Maksudmu?"
"Aku akan membantumu mendapatkan pendonor mata, tapi kau harus membantuku!!"
"Membantumu???"
"Iya, seperti simbiosis mutualisme. Aku membantumu dan kau membantuku ... "
"Apa yang harus kulakukan?"
"Memisahkan Dimas dan Lyra!!!!"
Mungkinkah ini Rendi yang dulu pernah Lyra ceritakan, lelaki berengsek yang pernah berusaha mengganggu Lyra ...
Bagaimana mereka bisa bertemu lagi??
Mengapa ia ingin memisahkan Dimas dan Lyra??
Apakah ia berusaha mempersulit hidup Lyra lagi??
Kurang ajar ...
Sayang kondisiku seperti ini, kalau tidak aku akan membuat pelajaran padamu ...
"Heiii kenapa terdiam, apa kau langsung memikirkan mantan kekasihmu itu??"
"Aku tidak ada urusan dengan hidup Lyra kembali, kau salah orang untuk membantumu."
"Ayolahh ... tidakkah kau ingin melihat indahnya dunia ini kembali. Juga ... melihat cantiknya wajah mantan kekasihmu itu?" ujar Rendi terus membujuk Firgie.
"Mengapa kau ingin memisahkan mereka?"
"Karena aku membenci Dimas memiliki segalanya. Jika mereka berpisah, kau tentu bisa mendapatkan mantan kekasihmu kembali. Bagaimana???"
Laki-laki ini jelas memiliki motif tak baik. Jika ia Rendi yang sama dahulu, bukan tidak mungkin ia akan mempersulit Lyra kembali.
Haruskah kuturuti keinginannya??
Dengan mata aku bisa menjaga Lyra darinya ...
Dan aku sungguh ingin melihat ...
Letih dengan kondisiku yang seperti ini ...
__ADS_1
Bukankah aku juga berhak bahagia??
●●●
"Bagaimana renovasi Rukomu Dim? Kabar kalian di Bandung baik bukan?? kapan kalian kembali ke Bekasi??" ujar ibu Arini yang merasa rindu dengan putra kesayangannya.
"Alhamdulillah, pengerjaan sudah hampir selesai Bu. Kabar kami baik, untuk kembali ke Bekasi belum dapat kami pastikan. Karna setelah ruko beroperasi kembali nanti, Dimas harus mengontrol sampai semua berjalan stabil," ujar sang putra sambil melipat sajadah setelah menunaikan ibadah Isya-nya.
"Mana Lyra dan Mayra, berikan teleponnya!!"
"Lyra sedang membaca AlQur'an, Mayra asik bermain bonekanya," terang Dimas.
"Bisa berikan teleponnya, ibu rindu dengan suara mereka."
"Sayang, ini ibu ...," aku memberikan ponsel pada Lyra saat ini.
"Ibu apa kabar?" ujarku memulai obrolanku.
"Ibu baik Nak, kau sendiri bagaimana? Dimas tidak menyulitkanmu kan?"
"Lyra baik Bu, mas Dimas sangat menyanyangiku," dan yang namanya disebut disana tampak senyum-senyum memperhatikanku.
"Oiya, sebentar Sayang," seketika mas Dimas mengambil ponsel dari genggamanku.
"Mayra apakah sehat juga disana Nak?" tanya ibu yang rindu dengan cucunya.
"Bu, ini Dimas."
"Kenapa kau lagi yang bicara anak nakal. Ibu ingin berbincang dengan menantu ibu!!"
"Bu, Dimas punya berita yang pasti membuat ibu bahagia," mas Dimas tampak sangat bersemangat.
"Berita apa??"
"Ibu harus bersiap, rumah ibu akan tambah ramai dengan bertambahnya cucu."
"Maksudmu, Lyra sedang hamilkah?"
"Ibu memang pintar, iya bu. Kami sih baru mengecek menggunakan tespack tapi Dimas sangat bahagia Bu."
"Ibu senang mendengarnya Nak, segeralah kalian ke dokter, melalui USG semua akan jelas."
"Pasti Bu.,"
"Sekarang berikan teleponnya pada Lyra lagi!!"
"Ini Sayang ..." dan ponsel sudah dalam genggamanku kembali.
"Selamat ya Ly, ini kehamilan pertamamu kau pasti sangat bahagia. Jaga selalu kondisimu Nak, makan yang banyak, segeralah ke dokter memastikan kesehatan bayimu, nanti disana kau akan diberikan vitamin sebagai nutrisimu dan bayimu."
"Iya bu, terima kasih atas sarannya." Dan tiba-tiba Mayra tampak menghampiri, "Siapa bunda?" celotehnya.
"Ini Uti, Mayra bicaralah!!"
"Uti apa kabal? Mayla kangen Uti," polos Mayra.
"Cantiknya Uti, Mayra sedang apa? sudah makan belum Nak?"
"Mayla main boneka, Mayla sudah makan banyak Uti," ucap Mayra kembali.
"Anak pintar ..."
"Ini hpnya bun, Mayla mau main lagi,"
"Maaf Mayra kembali berlalu ingin melanjutkan bermain bonekanya Bu."
"Iya gpp yang penting sudah mendengar suaranya ibu senang. Oya, ibu ingin berbincang dengan Dimas bisa Nak!!"
"Oh iya bisa Bu,"
"Mas, ini ibu mau bicara."
"Makasih Sayang."
"Ada apa Bu?"
"Dim, kau sudah tau kabar Frista?"
Mas Dimas seketika menjauhkan posisinya dariku, "Kenapa ibu membicarakannya, Dimas sudah tak ada hubungan dengannya Bu," gusar Dimas.
"Bagaimanapun ia ibu Mayra putrimu Dim, dan ibu dengar kondisinya sangat buruk saat ini."
"Maksud Ibu?"
"Friss mengidap kanker payudara, operasi pertamanya sudah dilakukan, tapi sel kankernya sudah menjalar. Dan dia harus melakukan operasi ke 2 mengangkat payudaranya Nak."
"Semua bukan urusan Dimas Bu,"
"Dim, Friss sudah tak memiliki siapapun didunia ini setelah Reza meninggal. Dan ia sangat butuh support untuk bertahan dari penyakitnya. Ia ada di Bandung, masih menempati rumah kalian yang lama. Sesekali datanglah dan beri semangat untuknya."
"Bu, Dimas harus menjaga perasaan Lyra, terlebih Lyra sedang mengandung saat ini. Dan lagi Frista akan besar kepala jika Dimas mengunjunginya."
Mas Dimas terus menatapku di kejauhan, ia hanya berbincang dengan ibu, kenapa juga harus menjauh ...
"Ibu dengar Friss juga sempat ingin mengakhiri hidupnya, walau Friss pernah menyakitimu dan Mayra tapi ia juga anak dari sahabat ibu dan ayah. Buka hatimu sedikit Dim, mungkin kedatanganmu bisa meredakan sesak yang ia alami sendiri selama ini."
"Ibu sadar berbicara itu, bagaimana jika Lyra salah paham. Dan lagi setelah kejadian dulu, Dimas sudah sangat jijik dan berharap tak bertemu kembali dengan Friss."
"Ibu hanya mengeluarkan empati ibu Nak. Terserah bagaimana kau akan bersikap."
"Baik sudah dulu ya Bu, salam untuk Ayah dan shifaa, Assalamu'alaikumm."
"Wa'alaikum salam Nak."
🌷🌷🌷
__ADS_1
🌻Happy reading❤❤