Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Hari Bahagia


__ADS_3

โ—Lanjuutt yaa๐Ÿ‘‹โ˜บ..


โ—Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy readingโคโค


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


๐ŸŒป08:00 AKAD NIKAH


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban sgala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahanku


Dan bila nanti engkau di sampingku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


( Naff-Akhirnya ku Menemukanmu )




Setelah acara sakral pengucapan lafadz akad yang diucapkan secara lancar dan jelas dalam 1 tarikan nafas oleh Mas Dimas, terdengar untaian do'a yang diucapkan oleh penghulu kini.


Dan seketika kerabat, kolega dan seluruh tamu undangan mengamini do'a yang dipanjatkan tersebut.


Setelahnya aku diminta keluar dari kamarku. Dengan di tuntun Mayra dan kedua adikku akupun duduk disamping Mas Dimas kini, dan Mayra tampak turut ikut duduk disisiku pula.

__ADS_1


Aku sungguh tak berani mengangkat wajahku, merasa setiap orang sedang memperhatikanku, tak terkecuali Mas Dimas yang telah sah menjadi suamiku, sejak aku keluar tak sedikitpun ia melepas tatapannya padaku.


Acara penandatanganan buku nikah sedang kami lakukan saat ini, dan dilanjut acara pemasangan cincin setelahnya. Dan inilah kali pertama aku dan Mas Dimas bersentuhan dalam situasi kami yang telah halal kini. Setelahnya aku mencium tangan mas Dimas, diikuti Mas Dimas mencium keningku. Mas Dimas tiba-tiba menahan bahuku, di letakkannya tangan kannannya di ubun-ubunku lantas ia berdo'a :


ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูŽุง ุฌูŽุจูŽู„ู’ุชู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽุดูŽุฑู‘ู ู…ูŽุง ุฌูŽุจูŽู„ู’ุชู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู


โ€œYa Allah, aku meminta kepada-Mu kebaikan istriku dan kebaikan apa yang ia munculkan pada pernikahan. Dan aku berlindung padamu dari keburukan istriku dan keburukan apa yang ia munculkan pada perrnikahan.โ€


(riwayat Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah)


Sesi selanjutnya acara sungkem kepada orang tua, tampak ibuku dan ibu Arini terus menangis saat kami masing-masing meminta maaf dan memohon do'a pada mereka. Dan acara setelahnya adalah sesi foto antara-ku dan mas Dimas, juga foto bersama keluarga besar kami tentunya.


Setelah sesi akad nikah selesai, aku dan mas Dimas kembali ke ruang ganti untuk bersiap mengganti outfit kami. Karena kami akan di pajang di pelaminan setelah ini.


Berhubung rumahku kecil. Setelah akad nikah yang diadakan di tempat tinggalku, acara resepsi akan dilangsungkan di sebuah lapangan di muka sebuah TK, karena memang disana satu-satunya terdapat lahan agak luas yang dekat dari rumahku. Lokasi tersebut bersebrangan dengan komplek perumahan mewah, karena memang perumahan kampung yang di tinggali kedua orang tuaku berada di belakang perumahan mewah tersebut.


โ—โ—โ—โ—


๐ŸŒป11: 00 RESEPSI PERNIKAHAN


Aku, Mas Dimas, orang tuaku dan orang tua mas Dimas sudah di pelaminan saat ini.


Sesuai yang tertera di kartu undangan acara resepsiku hanya sampai jam 5 sore, karena memang tempat resepsi bukan di rumah sendiri dan kami hanya mendapat izin hingga jam itu.


Tak disangka rekan-rekan leaderku di line juga datang, tampak disana Mbak Suliest Setya, Mbak Armita Khairi, Kak Lita Chan, Kak 'Aini, Mbak Okta Triani, Kak Erli, Kak Vi_lian, Kak Riffata Khair, Mbak Rasti Yulia, Mbak Wia_K, Mbak Taufik Ernayanti dan masih beberapa lain yang aku kurang mengenalnya tapi jauh-jauh mereka hadir dalam resepsiku. Yah, mereka memang sahabat-sahabatku yang sangat care dengan kehidupanku. Mereka selalu mengikuti kisahku, walau beberapa dari mereka sempat lebih menyetujui jika aku bersanding dengan Firgie tapi memang inilah takdirku, saat ini mas Dimaslah yang berada disisiku. Orang yang telah berhasil memperjuangkanku hingga kami berdiri disini.


"Selamat Lyra, semoga kau selalu bahagia," ujar mbak Armita saat berada dihadapanku. Kami saling bersalaman dan cipika cipiki setelahnya.


Yang lain pun bergantian menyalami dan memberikan do'a untukku dan Mas Dimas setelahnya.


Kutatap wajah merona Mas Dimas disisiku, ia sangat bersemangat menyalami tamu yang mendekat pada kami, wajah tenang dan plong jelas terpancar. Dan kini ia tampak menyadari aku sedang memperhatikannya.


"Apa mas begitu tampan hari ini?" bisik Mas Dimas tampak sangat percaya diri menyadari aku sedang memperhatikannya.


Akupun tersenyum dan mengangguk.


"Sungguh??" tanyanya memastikan.


"Iya, sangat tampan," bisikku menggodanya.


"Sudah berani menggoda mas rupanya Lyra sekarang," bisiknya kembali ketelingaku.


Akupun menanggapi gurauan mas Dimas dengan senyuman.

__ADS_1


"Lihat tamu di depanmu jangan terus menatap Mas," bisik mas Dimas kembali.


"Ishh ... mas," lirihku.


Terlihat tamu masih terus berdatangan dan barisan antrianpun semakin panjang.


Dan disana terdapat wajah yang tak asing untukku, tapi aku agak lupa. Siapa ya? batinku. Ia tampak menyalami Bapak saat ini. Pria itu bersama seorang wanita, wanita cantik berhijab yang terlihat sangat lembut namun berwibawa. Ohh, ya ... Mas Deka. Aku ingat sekarang dan wanita itu pasti istrinya, Mbak Arti kalau tidak salah namanya. Mas Deka adalah nama anak dari teman Bapak. Waktu kami pulang ke Madiun 3 tahun lalu, Bapak sempat mengajak kami sekeluarga bertandang kerumah rekannya tersebut. Dan kebetulan Mas Deka sedang berkunjung kesana. Menurut cerita Bapak, istri mas Deka pernah amnesia dan sempat meminta cerai dari mas Deka. Tapi melihat Mas Deka sekarang yang terlihat mesra bersama istrinya, dapat dipastikan badai yang mengguncang keduanya telah berakhir kini.


"Selamat Lyra, senang bertemu denganmu lagi," ujar mas Deka ketika telah sampai dihadapanku.


Kulipat tanganku sebagai balasan salam untuknya, karena kami memang bukan muhrim. Akupun segera membalas ucapannya, "Lyra yang makasih Mas, Mas sudah jauh-jauh bersedia datang ke acara Lyra," ujarku.


"Mas datang mewakili Bapak sekeluarga, beliau sedang sakit jadi tidak bisa hadir. Oh ya, kenalkan ini istri Mas, Arti," ucap Mas Dimas kembali. Tampak semringah diwajahnya saat memperkenalkan istrinya terhadapku. Aku yang bahkan tak dekat dengan Mas Deka seketika mampu membaca betapa besar cinta yang mas Deka miliki untuk istrinya tersebut.


Akupun segera bersalaman dan cipika cipiki pada Mbak arti sebagai salam perkenalan kami.


Tampak pula beberapa rekan dan kolega mas Dimas dari Bandung hadir di acara kami.


Sungguh tak dapat digambarkan betapa bahagianya kami, rekan dan kerabat yang berlokasi jauhpun sampai menyempatkan untuk hadir memberikan do'a untukku dan Mas Dimas.


ALLร’HU AKBAR ALLร’HU AKBAR


Terdengar adzan zuhur berkumandang kini. Karena barisan tamu yang menyalami kami mulai kosong, aku dan mas Dimas memutuskan bergantian melaksanakan ibadah Zuhur kami. Dan mas Dimas yang lebih dulu beranjak kedalam saat ini.


Terlihat ibu menghampiriku saat ini,


"Sambil nunggu Dimas sholat, mumpung lagi sepi, ibu ambilkan kamu makan ya Nok, kamukan belum makan dari pagi," ujar Ibu hawatir terhadapku.


"Lyra makan setelah sholat saja Bu, bareng mas Dimas, mas juga belum makan," ujarku.


"Ya sudah kalau begitu, kalau lapar jangan di tahan ya Nok," ujar ibu lagi sebab beliau sangat tau kalau aku punya penyakit Maag.


"Iya bu," ujarku.


Ibupun segera kembali ke tempat duduknya kembali saat ini.


โ—โ—โ—โ—


๐ŸŒปBab ini berisi colab antara novel Takdir Cinta Lyra dan Impian Deka Karya Thor Senior Rini Sya yang udah gak diragukan lagi karya-karyanya. Kami sama-sama pernah terpilih di NWA (Novel Writing Academy) ajang yang diadakan NT beberapa saat lalu.


๐ŸŒปColab ini bertujuan saling mensupport karya apalagi untukku yang masih remahan wafer ini๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ


๐ŸŒปHappy readingโคโค

__ADS_1



__ADS_2