Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
2 Sosok Wanita


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻Mobil kami sudah berhenti tepat di depan sebuah ruko dengan plat besar terpampang disana MAYLEERA CAKE & BAKERY. Nama yang tak asing ditelingaku, namun terlalu percaya diri jika ku tafsirkan sendiri nama itu. Dan akupun menanyakan pada mas Dimas disisiku.


"Mass, sebelum kita masuk, ada yang ingin kutanyakan," ujarku dan ditanggapi tatapan serius oleh mas Dimas.


"Apapun itu katakanlah!!" tandasnya.


"Aku sangat tak asing dengan nama tokomu, bisa jelaskan mengapa kau menggunakan nama itu?" lirihku sambil kutatap 2 manik mata yang juga tengah menatapku.


"Aku tau suatu saat kau akan menyadari ini,


MAYLEERA penggabungan Mayra dan Lyra


two people who own my heart (2 orang pemilik hatiku)."


"Really, you impressed me (Sungguh, kau membuatku terkesan). Bukankah 5 tahun lalu kau memulai usaha ini? Bahkan aku belum berada di sisimu."


"Tapi sejak dulu kau adalah pemilik hatiku, dan terbukti dengan namamu bisnisku sangat cepat berkembang. Dan kau tau mengapa aku memberikan nama anakku Mayra?"


"Kenapa?"


"Mayra stands for (singkatan) MY Ly-RA."


"Ishhh, hentikan bualanmu Mas. Kau gila memberikan nama anak orang lain dengan nama mantan kekasihmu."


"Tapi mantan kekasihku kini telah menjadi istriku, dan ia juga menjadi ibu putriku. Semuanya kembali pada tempat yang kuharapkan," mas Dimas berujar smbil mencium punggung tanganku.


Dan aku hanya bisa menggeleng-geleng dan tersenyum akhirnya.


"Tidak ada yang ingin ditanya lagi bukan? ayo kita masuk kedalam!!"


"Baiklah."


●●●●


🌻Dekorasi ruko yang indah, tampilan cat ungu muda yang sangat lembut berpadu dengan walpaper motif garis dengan variasi aneka warna ungu terlihat sangat manis. Bunga-bunga hias plastik yang tertata pada rak di beberapa sudut menambah indah ruangan yang kini kumasuki. Bingkai foto bergambar aneka viariasi cake terpajang di satu sudut dinding bercat abu polos.


"Sayangg," sapa mas Dimas padaku yang masih berdiri terpaku menatap 1 sisi dinding berbingkai tersebut.


"Ehh, Mas mengagetkan saja."


"Apa yang Lyra fikirkan?"


"Dekorasi yang cantik. Dan aku baru menyadari sepertinya suamiku menyukai warna ungu.


"Huss, tidak begitu. Bukan Mas, tapi Mayra menyukai warna ungu."


"Ohh, pantas Mas membuat kamar berwarna ungu untuk Mayra di Bekasi," ujarku.


"Betul sekali. Oya, Mas bantu karyawan mas di dalam dulu ya, Lyra tidak apa kan Mas tinggal sendiri?"


"Apa ada masalah Mas?" heranku mengapa mas Dimas sampai ikut turun tangan.

__ADS_1


"Ada 2 karyawan Mas yang sakit, sedang orderan online sedang full, jadi kekurangan orang di dapur saat ini. Mas sudah menghubungi 3 karyawan yang Mas rumahkan, mereka akan segera tiba. Lyra disini sendiri tidak apa kan?"


"Iya, Mas tidak perlu memikirkanku," ucapku meyakinkannya bahwa aku akan baik-baik saja.


"Pintar," mas Dimas seketika menyapu kepalaku baru akhirnya pergi meninggalkanku.


Dan tak lama ...


"Kau makanlah ini, bumil tidak boleh lapar," mas Dimas muncul kembali dengan beberapa potong tiramisu dan 3 pcs bolen dalam piring mungil yang cantik, secangkir coklat panas di genggamnya pula di tangan satunya.


"Makasih Mas."


°°Tak berselang lama dari pintu masuk muncullah 2 orang gadis muda yang cantik, aku yang melihat dan merasa mereka adalah cutomer kami, seketika kuberdiri. Kuuntaikan senyumku pada mereka seolah mengisyaratkan "Selamat datang di toko kami".


Seketika sang wanita menghampiriku dan bertanya, " Apakah ada tiramisu cake mbak?" dan aku yang baru pertama ikut ke toko mas dan jujur belum paham cake apa saja yang tersedia disana, akupun menjawab seadanya, "Tolong tunggu sebentar ya Mbak, silahkan duduk dahulu!!" ujarku.


Kubawakan kehadapan sang wanita muda tiramisu cake yang dicarinya, ia tampak duduk di tepi dengan ponsel di tangannya, dan tak sengaja kudengar ia berkata lirih, "Aku merindukanmu bang ... aku baru saja sampai, tapi aku sudah merindukanmu."


Dan dengan spontan kulontarkan, "Sepertinya kau sedang bersedih?"


"Apa begitu terlihat mbak, aku memang wanita yang cengeng," ujarnya kemudian.


Spontan pula kuperkenalkan diriku kini, dan iapun menyambut perkenalanku "Namaku Mega Mbak."


"Kau pasti begitu mencintai pria itu Mega?" tanyaku.


"Iya mbak, aku mencintainya, hingga aku tak mampu bernafas jika berjauhan dengannya."


Aku yang pernah mengetahui rasanya sesak saat keadaan memaksa untuk tak bertemu dengan yang kita cintai, seketika aku memeluknya.


"Apa pria itu juga mencintaimu?" ujarku kemudian.


"Ohh, aku bisa merasakan yang kau alami. Bersabarlah ... jika kalian berjodoh pasti kalian akan bersatu, pasti akan banyak liku, tapi yakinlah suatu hari akan ada hari indah untuk kalian." Dan mas Dimas yang tampak heran menatapku berbincang dengan orang asing seketika mendekatiku.


"Ada masalah Sayang?" tampak kehawatiran di wajah mas Dimasku.


"Tidak ada Mas, kenalkan Ini suamiku, kami juga melalui proses panjang hingga dapat bersama seperti saat ini," ujarku sambil terus kutatap manik mata mas Dimasku. Dan mas Dimas seketika membalas dengan merangkulkan tangannya di bahuku.


Hingga kulihat wanita bernama Yesa mengangkat panggilan teleponnya, sepertinya ada hal buruk yang terjadi pada seseorang yang mereka kenal. Merekapun seketika undur diri, setelah sebelumnya membayar cake di tangannya.


●●


"Hmm, Sayang. Mas fikir siapa tadi, kenapa kau begitu ramah dengan orang asing. Kau harus belajar bersikap cuek dan tegas. Tidak semua orang yang kau lihat baik ternyata baik Sayang."


"Aku bukan orang bodoh yang tak bisa mengenali wajah yang tulus dan berpura-pura Mas, jangan hawatir berlebih, dan kedua wanita tadi jelas orang baik bukan?" lirihku.


"Iya, mereka baik. Tapi waspada itu perlu."


"Kalau tampang Mas seperti tadi, pasti setiap orang akan takut mendekatiku."


"Maksudmu tampang Mas menyeramkan? Ayo jawab!!!" mas Dimas mulai mengelitiku.


"Mass ... gelii.. hentikan Mass!!! banyak karyawanmu disini Mas," lirihku.


Mas Dimaspun menghentikan aksinya, dan di seberang kami tampak 2 orang wanita muda dan 1 orang pria berdiri mematung sejak tadi memperhatikan kami.


"Maaf Pak, tadi kami tidak melihat apapun. Sungguh Pak ..., ujar salah seorang wanita.

__ADS_1


"Mas segera kembali, duduk dan habiskan makananmu, okee!!"


"Kalian bertiga, ayo ikut saya!!!"


Dan dalam sekejap bayang mas Dimas kembali menghilang dari mataku.


Beberapa saat kemudian ...




🌻Pukul 14:50 kutatap jam dalam lingkaran lenganku saat ini. Dan akhirnya mas dimas muncul ...


"Ayo kita pulang Sayang!!"


"Apa semua sudah beres?"


"Sudah ...."


"Apa ini? Kau bawa banyak sekali cake Mas."


"Bumil tidak boleh sampai lapar," bisik mas Dimas seketika membuatku merona.


●●●


🌻Dan di perjalanan ...


"Mas, kita belikan Mayra makanan ya?"


"Boleh, makanan apa kira-kira menurutmu?"


"Yang Mayra suka Mas ...."


"Iya apa??"


"Masa Mas tidak tau kesukaan Mayra,"


"Apa dong??"


"Ayo tebakk!!!"


"Ketoprak maksudmu?"


Dan akupun mengangguk perlahan.


"Bumil ternyata sudah lapar lagi rupanya ... dan yang diinginkan makanan yang penuh kenangan bersama mantan."


"Mass, bukan aku yang mau. Tapi twins yang minta," bisikku.


"Hahhh ... iya Sayangg," tampak kulihat mas Dimas terus menggeleng-gelengkan kepalanya.


🌷🌷🌷


🌻Bab ini berisi Colab Bubu dan Kak Meidina dalam Karyanya AYAH UNTUK ANAKKU, monggo ceki-ceki Karya beliau yang sudah lebih dulu terjun di dunia kepenulisan. Karya beliau juga sudah banyak lho ...


🌻Happy reading❤❤

__ADS_1



__ADS_2