Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
3 Mata Dalam 1 Meja


__ADS_3

🌻Line Produksi 11:50


Kami para member produsi hari terlihat sangat bersemangat. Setiap produk langsung kami hajar tak ada jeda untuk termenung.


Tiba-tiba dari kejauhan tampak seorang wanita menghampiriku. Wajahnya nampak merona bahagia. Belakangan ini memang kulihat Mbak Fris sering tersenyum dan menyapa siapa saja, berubah dari sosok yang jutek menjadi sosok menyenangkan.


"Lyraa ...." sapanya ketika jarak kami sudah sangat dekat.


"Mbak Friss, ada yang bisa aku bantu kah?" tanyaku penuh keheranan karna tak biasa Mbak Friss menyapaku yang notabenenya adalah mantan kekasih tunangannya.


"Nanti makan siang bareng yuk Ly!" ajaknya padaku.


"Aku mbak?" tanyaku memastikan.


"Iya kamu. kamu mau kan? bukankah kita jarang duduk bersama Ly, ayolah Ly!!" iya terlihat serius dengan pintanya.


Ada apa dengan mbak Friss ya? Agak aneh saat ia bersikap baik padaku. Atau mungkin sebenarnya ia sedang marah padaku? Atau jangan-jangan mbak Friss tau semalam Mas Dimas ke tempatku? Atau pula ia membaca pesanku untuk mas Dimas pagi tadi yang mengajaknya bertemu? Oh Lyra ... habislah kau. Apa yang akan kau katakan nanti jika mbak Friss bertanya padaku? batinku dipenuhi banyak hak saat ini.


🌻Bel istirahat berbunyi.


Mbak Friss tampak sudah berada di belakang line menungguku.


Tak berselang kami berjalan bersandingan menuju kantin. Kami langsung mengambil nampan makanan dan aku terus mengikuti langkah mbak Friss mencari tempat kosong untuk menyantap hidangan kami.


Mbak Friss terus melewati tempat-tempat kosong disekitar kami. Aku bertambah heran, tapi aku mulai ingat arah ini, akan kemana jalan ini, mungkinkah Mbak Friss akan mengajakku makan di tempat dulu ia sering melihat aku dan mas Dimas disana?


Dan betul, Mbak Friss berhenti di kursi panjang disudut dekat jendela tempat aku dan mas Dimas dulu menghabiskan waktu istirahat kami. Tampak Mas Dimas juga ada disana. Ia sedang asik dengan ponselnya.


"Silahkan duduk Lyra!" ujar mbak Friss.


Mas Dimas yang mendengar namaku di sebut seketika mengangkat kepalanya dan dilihatnya aku sedang berdiri di sisi mbak Friss. Mas Dimas tampak menaikkan sedikit alisnya seakan berkata "Ada apa ini Lyra?" dan akupun menggeleng perlahan menjawab isyaratnya seakan menjawab, "Aku gak tau mas." Mbak Fris yang sedang mendudukkan tubuhnya tak menyadari isyarat kami.


"Ayo duduk Lyra!" ujarnya ketika melihatku masih berdiri mematung.


"Iya mbak," segera kududukkan diriku tepat dihadapan mereka duduk.


"Kita makan dulu ya!" ujar mbak Fris tampak manis dan tenang. aku dan mas Dimas semakin heran melihatnya.


Beberapa kali terlihat mbak Friss memindahkan lauknya ke piring mas Dimas dan Mas Dimas menerimanya. Pemandangan yang indah tapi membuatku sesak. "Kenapa makananmu gak dimakan Ly?" tanya mbak Friss yang melihat makanan di piringku belum berkurang sedikitpun.


Aku segera mengambil sendok dan berusaha memakan makananku. Namun sendokku tiba-tiba terlepas seakan licin. kuambil dan terlepas kembali. Duhh, lagi-lagi saat jantungku berdetak lebih cepat gerak tanganku akan seperti ini, batinku.

__ADS_1


Mbak Friss terlihat sangat fokus menyantap makanannya berbeda dengan mas Dimas yang terus melirikku menyadari semuanya, ternyata hatimu masih milikku Lyra. Perlahan mas Dimas memiringkan tubuhnya sedikit menghadap jendela agar Lyra bisa fokus makan jauh dari tatapan Mas Dimas.


Beberapa saat kemudian terlihat piring kami bertiga telah kosong. Dan mbak Fris mulai bicara sambil menatapku dan Mas Dimas bergantian.


"Maaf sebelumnya Mas, aku gak bilang mengajak Lyra makan bersama kita."


Mas Dimas mengangguk dan tersenyum terhadap mbak Friss.


"Lyra ... kau tau? Awalnya aku sangat membencimu tapi entah apa yang terjadi pada kalian. Terima kasih Lyra engkau sudah mengembalikan mas Dimasku."


Sungguh aku benar-benar tak menyangka mbak Friss akan berterima kasih padaku tapi kata-kata mengembalikan sepertinya sangat tidak pantas. Karna mas Dimas bukanlah barang yang bisa di pinjam dan dikembalikan saat kita ingin. Mbak Friss bagaimanapun tolong maafkan aku telah mengusik milikmu. Dan aku akan menjadikan mas Dimas tetap milikmu. Harus! Walau sesakku menjadi taruhannya. batinku.


"Iya Mbak, ku doakan pernikahan kalian akan berjalan lancar sesuai yang di harapkan," ujarku.


"Terima kasih Lyra," jawab mbak friss. Tampak mas Dimas menunduk saat itu.


"Baik aku harus ke mushola, jam istirahat akan segera berakhir. Aku duluan ya mbak!"


"Oh, oke Lyra ...."


●●●●


Mas Dimas masih belum terlihat batang hidungnya saat ini namun aku tetap menunggunya.


🌻10 Menit kemudian.


"Lyra, maaf mas terlambat!" ujar mas Dimas dengan nafas yang terengah-engah terlihat jelas perjuangannya untuk sampai kesini.


"Iya mas. Kau tadi mengantar Mbak friss bukan?"


"Iya Ly, Friss juga memintaku menemaninya makan dulu jadi aku terlambat menemuimu."


"Iya tidak apa mas."


"Kau sudah pesan makanan Ly?"


"Apa perutmu belum kenyang, Mas?"


" Lyra .. Kau harus makan! Mas akan menemanimu."


"Tidak mas, nanti aku akan minta di bungkus saja, duduklah mas ada yang ingin kubicarakan," ujarku serius.

__ADS_1


"Mas, berjanjilah Kau tidak akan datang ke area kontrakanku lagi seperti malam sebelumnya. Kau bisa lakukan itu mas?"


"Tapi Ly ... aku tak bisa tidur. Jiwaku gelisah Ly. setidaknya biarkan aku disana. Aku berjanji tak akan mengganggumu," ujar mas Dimas.


"Mas ... ini salah! Fikirkan kesehatanmu mas! Buang hal yang tak ada manfaat seperti itu! Fikirkan mbak Friss! Apalagi acara pernikahan kalian yang semakin dekat. Mas ... kau mau berjanji kan?" tambahku.


"Tapi Ly ...."


"Aku akan belajar hidup dengan baik tanpamu mas. Aku sudah mengikhlaskanmu. Dan kau juga harus berusaha mengikhlaskanku," ujarku memotong ucapannya.


"Lyraa ... haruskah kita benar-benar berpisah? atau kita pergi yang jauh bersama saja Ly!"


"Fikiran apa itu mas? Tetaplah jadi mas Dimasku yang baik dan menyayangi keluarganya. Jika kau tetap dengan fikiran bodohmu. Aku akan sangat membencimu mas. Aku sungguh-sungguh mas!"


"Tidak Ly ... jangan membenci mas!"


"Baik. Cintai dirimu mulai saat ini mas! Jagalah perasaan mbak Friss selalu. Kulihat sekarang mbak Friss berbeda, senyum selalu menghias bibirnya. Jangan buat senyum itu pudar mas! Dan setelah ini jangan ada pertemuan seperti ini antara kita!"


Aku menunduk ... aku akan belajar mengikhlaskanmu mas, sungguh!!


"Lyra ... kau juga harus berjanji untuk hidup dengan baik Ly!! Dan ingat, kau akan datang di hari pernikahanku dengan seseorang. Kau ingat janjimu kan?"


"Tentu mas. Dan aku akan membawa banyak do'a untukmu. Kau pasti akan menjadi suami dan ayah yang baik kelak mas!"


"In syaa Alloh."


"Baik aku harus pulang!" kumasukkan bungkusan nasi goreng kedalam tasku.


"Aku antar Ly!"


"Tidak! Pulanglah saja mas! Jangan membuat ini menjadi sulit lagi mas!!" ujarku memohon.


"Lyraku, baiklah."


Dan kamipun berpisah disana.


Ku tak ingin Cinta melemahkanku. Biarlah Cinta yang kupunya menjadi goresan cerita masa laluku. Biarkan kami hidup dengan baik kembali Ya Robb, aamiin.


●●●●


🌻happy reading❤❤

__ADS_1


__ADS_2