Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Ke Mall


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻Pukul 10:30 BEKASI TIMUR


Hari semakin terik, panas semakin terasa saat matahari mulai masuk melalui ventilasi kediaman Umi Hasna. Ya, memang tidak seperti sebelumnya taklim yang biasa diadakan di Masjid Jami Al-Muttaqien, untuk pekan ini diadakan di rumah Umi Hasna, semua di karenakan putra kecil Umi Hasna sedang kurang sehat. Setelah diadakan musyawarah kecil, akhirnya kami sepakat mengadakan taklim di rumah beliau.


Setelah 1,5 jam berlalu. Ukhti Maryam sebagai pembawa acara kini tampak mengajak kami beristigfar dan mengucap Do'a Kafarotul Majelis sebagai tanda taklim telah berakhir. Dan disudut disana kulihat Mayra gadis kecilku masih asik dengan tontonan Kartun Islaminya melalui ponselku.


Dikesempatan itu pula aku menyampaikan berita tentang pernikahanku yang akan diselenggarakan pekan depan bertepat di Tangerang, kediaman orang tuaku. Karena akupun menyadari lokasi resepsi yang jauh dari kota Bekasi, akupun tidak meminta mereka datang, hanya do'a yang kuharap dari saudari-saudari taklimku saat ini.


Merekapun menanyakan bagaimana dengan ikhwal taklimku setelah menikah nanti, ku-katakan Insyaa Alloh aku akan tetap hadir di majelis setelahnya, walau semua tentu atas izin suamiku. Kamipun saling berpelukan sebagai tanda ikut bahagianya mereka atas pernikahanku, berbagai do'apun terucap dari bibir-bibir ikhlas saudari-saudari seimanku saat ini.


Setelahnya, 1 persatu dari saudariku telah di jemput suaminya. Adapula yang pulang naik angkot sepertiku. Ya, saat ini aku sedang menggandeng Mayraku, Mayra-ku tampak terus berbicara sepanjang jalan yang kami lewati.


Ia bertanya tentang pohon, angin yang bertiup, anak kecil yang tadi dihadapannya, permainan game yang tadi dimainkannya juga bercerita tentang Video yang tak lama tadi ditontonnya. Mayra-ku memang sangat menggemaskan, membuatku ingin selalu memeluknya.


"Bunda, Mayla mau ke Mall," ujarnya kini di tengah keterpakuan kami mengunggu angkot yang tak jua datang.


"Memang Mayra mau beli apa di Mall?" tanyaku menyelidik apa sebetulnya yang sedang diinginkan Mayra.


"Mayla mau mutel-mutel Bunda," ujarnya lagi.


"Hmm, baiklah, tapi zuhur kita sudah pulang ya. Karena Mayra harus tidur siang," ucapku.

__ADS_1


"Iya Bunda," jawab Mayra.


Dan kamipun saat ini sudah berada di Mall XX, Mall di Bekasi Timur yang menyimpan banyak kenanganku. Tapi tentunya semua hanya kenangan, dan harus menjadi kenangan. Karena aku telah memiliki masa depanku, Mas Dimas.


Mayra masih terus menarik tanganku untuk memutari Mall XX, hingga di muka sebuah toko Mayra berhenti. Tak lain dan sudah kuduga ia pasti akan ke toko seperti ini. Apalagi kalau bukan toko mainan. Ku ikuti dari kejauhan gerak lincahnya yang terus mencari-cari sesuatu disana, dan dengan cepat Mayra sudah memilih 2 mainan di tangannya.


Mayrapun segera mendekatiku dengan menarik-narik mainan yang terlihat agak berat dibawanya.


"Bunda, Mayra mau ini," ujar Mayra sambil memperlihatkan 2 mainan ke arahku. Kuperhatikan mainan yang dipilihnya, 1 pack besar lego ditangan kanannya, lego berjumlah 154 balok tertulis pada labelnya, dan di tangan kiri Mayra tampak 1 pack perlengkapan memasak. Kulihat mata yang memelas kearahku saat ini. Ohh Mayra-ku sungguh menggemaskan sekali wajahnya tertangkap mataku kini.


"Benar Mayra mau ini?" tanyaku memastikan.


"Mayla mau Bunda, tadi Mayla lihat di video main Lego ini asik, Mayla bisa main juga dengan ayah," tutur Mayra.


Ohh, rupanya Mayra melihat dari video anak yang di tontonnya tadi rupanya.


Setelah ku bayar, Mayra kembali menarik tanganku.


"Kita mau kemana lagi Sayang?" ujarku.


"Ayo Bunda, Mayla mau beli es klim," ucap Mayra saat ini.


"Owh Es krim, okee. Kita berjalan perlahan ya," ujarku tak bisa menolak keinginannya.


Setelah membeli es krim yang diinginkan Mayra, kududukkan diriku di sebuah kursi di sebelah mesin ATM kini, tampak Mayraku sedang asik menikmati es krim di tangannya.


Kamipun bergegas ke luar Mall saat ini. Dan diluar Mall, Mayra menahan lenganku kembali.

__ADS_1


"Ada apa Sayang?" tanyaku sambil kutatap wajah polosnya.


"Mayla lapal Bunda," ucapnya.


"Mayra mau makan apa?" tanyaku.


Sudah hampir zuhur ternyata, pantas Mayra lapar. Karena memang sudah masuk jam makan siang saat ini.


"Maya mau ketoplak," ujarnya kini.


Satu-satunya bakulan ketoprak adalah disisi Mall ini, tempatku dulu ...


Astagfirulloh ... hentikan Lyra, kau kesana hanya untuk membelikan ketoprak Mayra bukan untuk mengingat hal lain, dari pada mengingat masa lalu, lebih baik kau fikirkan wajah tulus mas Dimas calon suamimu, wajah yang sangat mencintai dan menginginkanmu, bisik jiwa baikku.


"Okee, ayo kita beli ketoprak," ujarku menetralkan hatiku. Mayra disisiku, dia anakku. Aku seorang ibu. Hanya Mas Dimas satu-satunya yang harus ada dihatiku.


Dari luar Mall segera kuberbelok kekiri menuju bakulan ketoprak berada. Beberapa saat berjalan tapi aku tak menemukan bakulan ketoprak yang kucari. Harusnya gerobak ketoprak itu disini, tapi tak ada. Mungkin ia sedang libur, fikirku.


"Sayang, penjual ketopraknya sedang libur, kita makan yang lain saja yaa," ucapku pada Mayraku saat ini.


"Bunda ... Mayla mau ketoplak titik, gak mau yang lain," celoteh Mayra.


🌷🌷🌷


🌻Segini dulu yaa😊


🌻Happy reading❤❤

__ADS_1


__ADS_2