
Firgie.. ia rekanku di dunia akankah kelak ia akan menjadi musuhku kelak diakhirat?? Saling menyalahkan untuk setiap kedekatan yang kami lakukan yang Alloh tak menyukainya..
Bagaimana ini ya Robb??
Sungguh aku tidak ingin seperti itu..
🌷🌷🌷
Pukul 11:00
"Ly... Lyra..." Tampak sebuah tangan melambai kearahku, menyadarkan keterpakuanku.
"I-ya mbak.." ujarku.
"Kok bengong sih, kajiannya udah selesai tuh. Yuk kita pulang!!" ujarnya terhadapku.
"Mbak langsung pulang?" tanyaku.
"Aku mau mampir Mall SS Ly, ke Gramedia tepatnya. Ada buku yang mau kucari disana, kau mau ikut??" ujarnya.
Mendengar kata Gramedia, spontan kujawab ajakannya.
"Iya mau Mbak.."
"Oke, ayooo !!!" tampak raut bahagia di wajahnya.
🌷🌷🌷
11:40 Saat ini ketika angkot menurunkan kami berdua di pelataran Mall SS.
Kami memilih melangkahkan kaki ke Masjid di lantai bawah terlebih dahulu baru setelahnya ke Gramedia, agar lebih tenang kata Mbak Alika.
Dan kami di Gramedia saat ini,
Mbak alika tampak sudah memegang 2 buku ditangannya. Yang menarik perhatianku kedua buku yang dipilihnya betemakan pernikahan. Agar tak berprasangka akupun memulai obrolanku dengannnya.
"Mbak, coba kulihat buku yang kau pilih," ujarku.
Mbak Alika menyodorkan kedua buku di tangannya. Buku pertama "Ta'aruf menuju Pernikahan", dan kedua "Menjadi Istri yang dirindu Syurga".
"Apa kau hendak menikah Mbak? maaf kulihat kedua buku yang kau pilih bertema seperti itu," tanyaku.
Mbak Alika menatapku.
__ADS_1
"Aku sedang menjalankan ta'aruf Lyra." Jawabnya.
Seperti halnya Kak Fida Mbak Alikapun memilih berta'aruf, batinku.
"Mbak ta'aruf dikenalkan kakak mbak ya?" tanyaku polos.
"Bukan Ly tapi seorang teman taklim yang mengenalkan," jawabnya.
"Mbak gak takut gak cocok nanti setelah menikah mbak?" tanyaku lagi.
"Mbak hanya berusaha meluruskan niat dan berjalan dengan yang Rosul perintahkan, masalah kecocokan asal kami memiliki visi yang sama membina hubungan ini, mbak yakin pada Alloh Ly.." ujarnya.
"Mbak sudah bertemu dengannya kah?"
"Belum, baru saling bertukar biodata," jawabnya.
"Berarti mbak sudah melihat fotonya, bagaimana orangnya mbak, ganteng gak?"
"Lyra, mbak mencari suami bukan mengadakan pemilihan model majalah. Kamu lucu deh, buat apa tampangnya keren tapi gak bisa membimbing"
"Iya juga sih, tapi calon mbak itu menurut mbak gimana?" tanyaku penasaran.
"Dari biodata dan kata-katanya cukup menarik buat mbak, kalau masalah tampang itu bonus dari Alloh Lyra" ujar Mbak Alika lagi.
"Iya mbak.."
Mbak Alikapun segera membayar buku yang ia beli. Dan kami mencari makan siang setelahnya.
Kami duduk di bakulan mie ayam sebelah Mall SS saat ini, aku tak berhenti menatap wanita di sebelahku. Mbak Alika, walau kami baru kenal ia sangat baik dan shalihah..
"Kenapa kok ngeliatin mbak terus?" tanyanya saat menyadari aku memperhatikannya.
"Kenapa Mbak kemarin terfikir mengajakku ke kajian? kita kan baru kenal?" tanyaku.
"Karena aku melihat kamu anak yang baik, kamu langsung mau mbak suruh baca tadarus kemarin, padahal biasanya mbak harus merayu-rayu akhwat dulu yang bantu baca tadarus di depan. Itu tandanya hatimu tidak keras dan merindukan sentuhan iman" jawabnya.
Apa benar seperti itu, hatiku merindukan sentuhan iman, batinku.
"Dan saat mbak ajak kamu kajian ke dakta, lagi-lagi kamu langsung mau. Berarti jiwamu juga jiwa yang ingin belajar, dan mbak senang itu" tambahnya.
Aku hanya tersenyum mendengar penuturannya.
"Lyra, jangan pernah batasi diri kamu jika memang ada kebaikan yang kamu rasa. Karna tujuan kita di dunia ya memang untuk beribadah dan menuntut ilmu. Segala kenikmatan dan keindahan di dunia ini sejatinya hanya fatamorgana. Sesuatu yang tidak kekal. Yang kekal hanya ada 2. Cinta Alloh kepada hambaNYA dan Syurga sebagai balasan orang yang mencintai Alloh dengan sebenarnya."
__ADS_1
Duhh... Mbak Alika, sungguh hatiku masih kotor malunya aku terhadapmu*..
"Mbak, jujur aku berasal dari keluarga yang awam. Semua yang aku ketahui benar-benar baru untukku. Dan aku merasa masih sangat sedikit mengenal agamaku," ujarku.
"Mbak juga dari keluarga yang awam, banyak belajar ya di bekasi ini. Mbak bersyukur banyak dipertemukan orang-orang yang baik dan shalihah yang mengajarkan mbak banyak hal tentang islam. Kamu mending sudah berhijab, dulu malah mbak pertama kali ke Bekasi belum memakai hijab,"
"Oya mbak.." ucapku tak percaya.
"Iyaa."
"Udah dateng nih Mie ayamnya, kita sambil makan ya !"
Aku tersenyum dan mengangguk.
"Sejak kapan mbak menggunakan rok/gamis?" tanyaku.
"4 tahun lalu, saat mbak mulai sering datang ke kajian. Awalnya alasan mbak ya karena malu sama yang lain, tapi di suatu kajian ada jamaah yang bertanya pada Ustad "Apakah boleh wanita menggunakan celana ustad dan bukan celana yang ketat?" Ustadpun menjelaskan wanita tidak diperbolehkan menyerupai laki-laki dalam hal pakaian, penampilan dan cara berjalan. Dalam hadits shahih disebutkan:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki." (HR. Al-Bukhari, shahih).
Celana identik dengan pakaian laki-laki jadi lebih baik kita menghindarinya apalagi wanita itu diciptakan Alloh spesial indah disetiap bagiannya. ini celana yang longgar apalagi celana yang ketat tentu lebih tidak boleh.
"Wanita adalah aurat, maka jika ia keluar setan membuatnya indah (dalam pandangan laki-laki)." (HR. At-Tirmidzi, hasan shahih).
Apalagi pakaian ketat mampu menumbuhkan birahi laki-laki, ingat Lyra laki-laki itu kodratnya lemah di hadapan wanita.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Aku tidak melihat orang-orang yang kurang akal dan kurang agama yang lebih bisa menghilangkan akal laki laki yang teguh daripada salah seorang diantara kalian (para wanita)." (HR. Al Bukhari no 304 dan Muslim no. 80)
Jadi kita wanita lebih baik menjaga pakaian yang kita pakai untuk kemuliaan kita dihadapan ALLOH SWT. Dan hadist ini juga berkaitan lho dengan tema kajian di auditorium tempo hari, tentang siapa yang berhak melihat aurat wanita. Jadi hindari hubungan dengan lawan jenis yang memang bukan muhrim kita. Karna wanita mampu menjadi kelemahan untuk laki-laki. Dan yang akan banyak dirugikan tentunya kita sebagai wanita.
Maaf Mbak bukan ingin menggurui Lyra." Ujar mbak Alika.
Dan lagi-lagi ujungnya kepembahasan ini, gimana ini ya Robb, batinku.
"Sebentar lagi Ashar, kita sholat ashar baru kemudian pulang ya Ly.."
"Iya mbak," lirihku.
🌷🌷🌷
#Mohon maaf jika ada kesalahan dari penyampaian Thor☺
__ADS_1
#Happy reading❤❤