Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Suasana Lembur


__ADS_3

"Kalian tau mengapa kalian di minta lembur sore ini? Ya, kita akan me Rework palet-palet di depan kita ini.


2 hari yang lalu di temukan Defect oleh QC dari Line B. Pihak QC menemukan adanya pemasangan label yang miring dan tidak sesuai standard penempelan. Setelah dicek Menggunakan Jig label, benar saja label terpasang miring dan tidak sesuai. Saat di cek pada operator yang memasang, ternyata ia hanya mengira2 posisi pemasangan, tidak menggunakan Jig label yang harusnya di pakai.


Tiap line harus merework 100 produk. saya sangat memohon kerjasama dari kalian!! walau bukan line kita yang membuat kesalahan. Kita ada lah 1 tim dalam perusahaan yang sama.


Bagaimana jika produk sampai ke tangan customer, tentunya akan mengecewakan mereka dan nama perusahaan akan buruk. Dan tentunya akan berimbas pada kalian juga, kalian paham?" ujar mbak Dewi menjelaskan dengan wibawanya.


"Paham Mbak," jawab kami serempak.


"Untuk proses rework akan di jelaskan oleh Pak Dimas selaku engineering penanggung jawab rework ini," tambah Mbak Dewi


"Silahkan Pak..!!! " mbak Dewi mempersilahkan Pak Dimas memimpin meeting.


"Oke sebelumnya akan saya Absen kalian 1 persatu beserta Stage kalian. Silahkan kalian angkat tangan kalian. Abdi dan Doni stage Packing.. Shira dan Putri stage Operation Panel. Imas dan Lyra stage Inspector," matanya melirik padaku saat aku mengacungkan tanganku.


"Kamu Inspector, siapa namamu?" tunjuknya padaku memastikan.


"Saya Lyra Mas. Ehh maaf Pak," kututup mulutku seketika malu bercampur disana.


Terlihat senyuman kecil dibibir pak Dimas.


Aku yang terbawa suasana di kantin tadi, saat Pak Dimas menyuruhku memanggilnya "Mas". Terlontarlah kata2 mas saat itu. Seketika pula anak-anak yang lain menyorakiku.


"Lyra, ada-ada aja sih," terdengar suara seseorang meledekku.


"Mbak Dewi yang berjejer dengan Pak Dimas" ikut tersenyum, hingga sesaat kemudian.


"Smua tenang!!!" Ucap keras Mbak Dewi yang membuat suasana hening seketika.


Pak Dimas pun menjelaskan dengan detail setiap tugas yang harus kami lakukan dengan sesekali kelirik kearahku. Aku yang melihat tatapan itu spontan menunduk dan malu.


Bel istirahat makan malam sekaligus Sholat Maghrib berbunyi dan kami memiliki waktu 45 menit hingga akhirnya harus kembali lagi ke line melanjutkan pekerjaan kami.


Pak Dimas melewatiku, menyelipkan secarik kertas di sisi meja tempat ku bekerja, hingga akhirnya berlalu.


"Kutunggu makan di tempat tadi," kubaca berkali-kali tulisan dalam lembaran itu.


Dan entah mengapa kakiku spontan ingin melangkah lebih cepat menuju tangga dimana kantin lantai 2 berada, tak ingin Pak Dimas menungguku lama, batinku.

__ADS_1


"Haiii Ly ... bareng dong," suara Imas memanggilku.


"Nanti kamu bareng yang lain ya Mas, aku buru-buru." Kupercepat langkahku tak ingin Imas menyusulku.


●●●●


Kuletakkan nampan di meja tepat seorang laki-laki duduk menyendiri disana. Kuberi jarak kursi disampingnya hingga kemudian kududukkan tubuhku, tak ingin yang lain curiga, jika aku sengaja duduk dekat laki-laki itu.


Tanpa sapa dan berbasa basi langsung kulahap makanan di depanku.


"Maaf aku membuatmu di tertawakan di line tadi.. Lyra," ujarnya memulai obrolan dengan memberi tekanan saat menyebut namaku.


"Oh, iya sudah tau namaku," ujarku tersipu sambil tersenyum mengingat kejadian di line tadi.


"Kenapa senyum-senyum??" ujarnya lagi sambil tak melepas matanya dariku.


"Aku yang minta maaf Mas, tadi keceplosan panggil kamu Mas di depan yang lain," ujarku.


"Mas kenapa suruh aku makan disini, aku takut ada yang lihat," ujarku membalas setiap kata-katanya dengan menunduk tak ingin yang lain memperhatikan mereka.


"Kalau takut ketauan makan di kantin bareng Mas, besok-besok Mas ajak kamu makan di luar mau??"


"lepas Mas..!! aku gak mau yang lain lihat!!"


Kembali kududukkan tubuhku agar tak menjadi perhatian yang lain, karna kurasakan tangan itu semakin mempererat cengkramannya.


"Janji dulu besok kamu mau kalau Mas ajak makan diluar!!"


Sesungguhnya hati ini sangat bahagia tapi terlalu cepat buatku. Bisa melihat Mas Dimas dari dekat, mengobrol bersama, terasa ini bagai mimpi untukku.


"Mana nomer ponselmu?" ujarnya lagi sambil melihat keterpakuanku.


Kusebutkan nomerku yang dengan cepat dan ia tampak memasukannya kedalam memori ponselnya.


"Sudah lepaskan tanganku Mas!!" karna kulihat tangan itu belum melepaskan cengkramannya.


Ia pun melepasnya dan akupun berlalu.


Dan dari kejauhan sepasang mata tak berhenti menatap kami terlihat air mata menetes dipelupuk mata wanita tersebut. Mbak Fris ...

__ADS_1


●●●●


FLASHBACK


Setelah Bell istirahat malam berbunyi.


Mbak Fris yang melihat dari kejauhan sosok Dimas akan berlalu, dengan segera mengejarnya. Iapun melihat Dimas menyelipkan kertas di hadapan operator yang sudah ia kenal. Di depan matanya pula gadis itu membuang kertas yg sebelumnya ia gumpalkan ke tong sampah.


Setelah keduanya berlalu ia ambil dan perhatikann tulisan dalam lembaran kusut kertas itu. Betapa terpananya Mbak Fris, tak menyangka Dimas bisa melakukan hal seperti itu.


Dimas yang selama 3 tahun ia kenal selalu bersikap cuek dan tak banyak bicara. Kini didepan matanya ia berani mengajak seorang gadis ingusan baru lulus dengan level jauh darinya untuk makan bersamanya. Sesuatu yang selalu ia harap dapati dari Dimas.


Mbak Fris mempercepat langkahnya segera menuju kantin dengann mata yang terus menelusuri setiap jengkal isi kantin. Ia mencari sosok Dimas, hingga di tempat yang agak gelap mendekati jendela, tempat yang berada di ujung yang tak banyak orang di sekitarnya. Ia mendapati Dimas dengan tangan sedang mencengkram lengan gadis itu.


Pipi Mbak Fris seketika basah, air matanya tak terbendung melihat adegan demi adegan Dimas menahan gadis itu, sampai akhirnya gadis itu berlalu meninggalkan Dimas yang tampak merona terpancar diwajahnya.


"Kenapa Dimas?? Apa yang gadis itu miliki dan tak ada dariku," lirihnya pilu.


"Tidak, engkau adalah milikku. Tak ada wanita manapun yang berhak memilikimu selain aku," tambahnya lagi rapuh.


"Dewi, Ya ... aku harus segera meyakinkan Dewi untuk mengenalkan Firgie pada gadis itu. setidaknya saat ini hanya cara itu yang bisa ku fikirkan untuk memberi jarak Dimas dengan gadis itu," batinnya.


NOTE :


●Rework : Pengecekan ulang suatu produk tergantung masalah yang sedang terjadi.


●Defect : kesalahan / kerusakan / masalah.


●QC : Quality Control 》 bagian suatu divisi dalam perusahaan untuk mengecek hasil kerja suatu line menggunakan sampling.


●Label : sejenis stiker yang di tempel pada permukaan suatu produk.


●Jig Label : alat bantu yang di gunakan operator dalam pemasangan Label agar tidak miring dengan jarak tertentu yang di tentukan.


●●●●


🌻Bantu vote, rate, like dan komen di hasil karya pertama Thor ini. Agar Thor terus semangat up nya😊


🌻happy reading❤❤

__ADS_1


__ADS_2