Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Cari Makan


__ADS_3

Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


"Tahun ini kau lulus kan Shif? rencana melanjutkan kuliah kemana?" tanyaku pada Shifa yang sedang asik mengajak Diyara mengobrol.


"Belum tau mbak, sebenernya aku males kuliah. Mau kerja aja di toko Mas aja lah," ucapnya polos.


"Ihh, ko gitu sih. Banyak lho orang yang pengen kuliah tapi gak ada biaya, sayang menurut mbak kalo semangat menyekolahkan ibu kamu sia-siain."


"Aku sebenernya suka mendesign pakaian gitu mbak, tapi ibu maunya aku ambil akuntansi seperti jurusanku sekarang. Padahal aku udah males ngitung-ngitung terus, pusing otak Shifaa mbak."


"Tinggal diomongin sama ibu lah, ibu pasti bisa paham kok. Kalau ibu udah setuju tinggal dimantepin dan kejar ilmunya," ucapku kembali.


"Gak gampang ngomong sama ibu. Ibu kalau udah maunya susah Mbak, kayak pas jodohin mas dulu. Eh, maaf aku jadi bahas masa lalu deh."


"Gpp santai aja. Kalau gak ada masa lalu juga gak ada hari ini kan?" ujarku tersenyum memastikan yang Shifaa katakan sebelumnya tak berpengaruh untukku.


"Kalau kamu memang suka design, kebetulan di Bandung banyak sekolah design tuh. Kamu bisa tinggal disini deh. Mbak jadi gak kesepian dirumah kalau gak ada Mas Dimas," ujarku kembali.


"Oya Mbak, emang bener ada sekolah design sekitaran Bandung sini, jadi semangat nih Shifaa. Kebetulan Shifaa juga pengen mandiri jauh dari orang tua."


"Banyak disini, beberapa lembaga kursus yang cukup terkenal, seperti Islamic Fashion Institute, STDI (Sekolah Tinggi Desain Indonesia, hingga Linna Lea School atau Sekolah Mode Linna Lea. Bersertifikat pastinya dan banyak designer butik-butik di Bandung lulusan dari sana. Mbak sih denger dari ibu-ibu pas dulu masih sering jemput Mayra," ujarku.


"Oya, boleh tuh mbak. Shifaa tertarik dengan yang islamic fashion. Mbakk, bilangin mas Dimas dong suruh bantu rayu ibu. Biar Shifaa bisa lanjutin sekolah design di Bandung," terlihat wajah pengharapan Shifaa saat ini.


"Hmm ... gimana yaa??" tuturku seolah berfikir.


"Ayolah Mbak ...." pinta Shifaa kembali.


"Iya, iyaa ... nanti mbak bilang ke Mas deh."


"Mbak Lyra memang best dehh. Haii cantik, lama banget sih ngerjain PRnya. Buruan dong Anti laper nih, ikut cari makan keluar yuk..!!!" Shifaa tampak sedang berujar pada Mayra saat ini.


"Panas-panas mau cari makan kemana sih?"


"Pengen cari yang bumbu-bumbu kacang gitu Mbak, kayaknya enak nih ... Shifaa keluar bawa matic sama Mayra ya Mbak?" ujar Shifaa kembali.


"Panas dek, gak minta anter Mang Diman aja tuh?"


"Gpp Mbak, Shifaa seneng kok udara Bandung. Panas juga tetep semriwing anginnya."


"Yaudah tapi jangan lama-lama ya..!!"


"Sipp Mbak.."


~~


"Yeaaa kelar PR Mayra Bundaa," celoteh Mayra tampak membereskan buku-bukunya kedalam tas saat ini. Iapun segera menghambur ke kasur lantai dimana Dirga sedang tidur, menciumi adiknya itulah yang senang dilakukan Mayra setiap saat.


"Dek, mau ikut Anti gak? jalan-jalan kita ...."


"Apa boleh Bund??" tanya Mayra memelas kearahku.


Akupun mengangguk dan disambut keceriaan di wajah Mayra putri cantikku.





"Dek, kamu mau makan apa?" tanya Shifaa pada Mayra yang berdiri di depan kemudi matic yang di bawanya.

__ADS_1


"Anti maunya apa?"


"Ihh di tanya kok ganti nanya sih, anti lagi pengen yang ada bumbu kacangnya kayak batagor gitu," ucap Shifaa.


"Shifaa juga mau Anti ...."


"Mayra tau gak tempat batagor yang enak di Bandung?" tanya Shifaa yang memang belum tau banyak tempat jajanan di Bandung.


"Disana Anti, lurus terus nanti belok kanan ada yang jual batagor enak."


"Oya, okee kita kesana yaa ...."


~~


"Mmm, bener enak banget Dek, bumbu kacangnya berasa dan banyak pula."


Nyamm ... nyamm...nyamm ...


"Apa Mayra bilang," celoteh Mayra yang penah diajak ayahnya ketempat itu sebelumnya.


Dan tak menunggu lama, batagor dipiring keduanya telah habis saat ini.




"Bunda suka gak Dek? bungkusin buat Bunda yaa," ujar Shifaa sambil berjalan menuju kasir saat ini di dekat pintu utama.


"Bunda suka sihhh, tapi bunda lebih suka ketoprak," celoteh Mayra kembali.


"Wahh Anti juga suka ketoprak. Dimana biasanya tempat Mayra beli ketoprak sama bunda?"


"Yahh kalau yang Mayra suka datengin tempatnya jauh Anti, kata bunda kita gak boleh jauh-jauh kan?"


"Mana Antii??"


"Ituu tuu ...," tunjuk Shifaa antusias.


"Itu kayaknya jualan baru dehh, kemarin gak ada tuh," ucap Mayra tampak bingung.


"Yuk kita kesana..!!!!"


●●●●


"Mau pesan apa Mbak?" seorang pelayan tampak menghampiri kami yang baru masuk ke area ruko.


"Mayra mau gak?"


"Mau tapi takut gak habis."


"Yauda berdua Anti nanti yaa!! Pesen ketoprak 2 bungkus, yang satu sedeng, yang satu cabenya 1 aja," ujar Shifa kepada pelayan seraya mencari-cari bangku kosong dan segera menujunya.


"Anti, Mayra mau pipis."


"Sebentar Anti tanya pelayan dulu ya..!!"


~~


"Yuk Dek, kata pelayan ada toilet di pintu di sudut sana."


Keduanyapun berjalan lurus hingga melewati berbagai ruangan disana. "Yang mana ya??" Shifaa tampak bingung karena ada beberapa pintu kecil disana.


Hingga dari sebuah pintu tampak seorang pria dengan gaya casual keluar dari sana.


"Maaf, sedang cari apa disini Mbak? disini ruangan khusus para pegawai, tolong sebaiknya tidak mondar mandir disekitar sini..!!!" ujar sang pria tampak tegas.

__ADS_1


"Duhh Mas siapa juga yang mondar mandir kayak gak ada kerjaan aja," celoteh Shifaa dengan ujaran apa adanya.


"Lho terus ngapain disini?" tanya sang pria kembali.


"Mas juga ngapain disini? Mas juga gak pakai seragam ngapain mondar mandir sekitar sini? Mas gak ada kerjaan ya??" tutur Shifaa kembali.


"Maaf saya gak ada waktu bicara hal yang gak bermanfaat," ujar sang pria kembali.


"Maksud Mas saya yang suka bicara yang bermanfaat gitu??" Shifaa berujar dengan nada labil dan penuh emosi.


Dan seorang pelayan menghampiri kami saat ini,


"Maaf ada apa Pak?"


Kok dipanggil Bapak sih, aneh ... batin Shifaa.


"Saya tidak suka ada tamu yang mondar-mandir di area belakang," ujar sang pria.


"Maaf Pak, mbak ini tadi mau cari toilet," ujar sang pelayan.


"Kenapa gak bilang dari tadi kalau kamu sedang cari toilet?" sang pria berkata pada Shifaa saat ini.


"Mas yang nyolot dan negatif thinking," ucap Shifaa tak ingin kalah.


"Lho tadi kan saya udah tanya baik-baik, kamu yang di tanya malah nanya balik terus," ujar sang pria.


"Anti, Mayra gak tahan nihh," celoteh mayra tampak meringis di wajahnya.


"Tuh lihat ponakan saya sampai begini gara-gara Mas, Mas harus tanggung jawab nih. Kalau ponakan saya kena kencing batu gimana??" Shifaa tampak marah sekaligus senang menggangu orang di hadapannya itu.


"Yauda antar dulu ponakanmu ketoilet nanti kita bicara lagi," ujar sang pria.


Beberapa saat kemudian ...


Lho kemana tuh Mas tadi?? jangan-jangan mau kabur dia ...


Dan Shifaa melihat sang pria sedang berdiri di sisi kasir saat ini,


"Mas, gimana nihh?? Pokoknya mas harus tanggung jawab, pasti mau kabur deh tadi, udah di kasir, iya kan? jujur aja dehh??" teriak Shifaa tak berjeda.


"Gak bisa bicara pelan-pelan apa Mbak??" sang pria merasa panik karena para customer rukonya sedang menatapnya saat ini.


"Ayo ikut saya..!!!" dan sang pria mengajak Shifa ke sebuah ruangan seperti ruangan kerja saat ini.


"Kenapa saya harus tanggung jawab??"


"Karena menahan pipis, perut ponakan sampai sakit, ini kalau di obatin pasti mahal ini Mas," celoteh Shifaa.


"Ya sudah ayo kita berobat sekarang..!!" tantang sang pria.


"Hahh ... nggak nggak..!! nggak bisa saya, saya sibuk nggak ada waktu, saya bukan orang seperti Mas yang nggak ada kerjaan. Dan masuk-masuk ke ruangan orang tanpa minta izin."


"Ruangan orang? Apa naksud kamu? Ini ruangan saya," ucap sang Pria "Jadi sekarang maunya gimana? saya baru buka bakulan ini sepekan. Saya nggak mau dan nggak suka buat masalah," ucap sang pria kembali.


Ohh jadi ini ruangan Mas ini, apa Mas ini pemilik ruko ini?? wahh keren masih muda udah punya bisnis, batin Shifaa sambil melirik plat nama yang terpajang di meja.


"Yauda sini kasih kartu nama Mas, kalau tiba-tiba ponakan saya sakit. Saya akan hubungi Mas..!!!"



Anti Shifaa😊


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤

__ADS_1


__ADS_2