
Umi Aisyah dihadapan kami saat kini, ia menerangkan kembali tentang tema kajian jum'at kali ini "Hijab Sebagai Tanda Cinta."
"Seperti yang ananda Lyra tadi bacakan tepatnya dalam QS: An-Nur : 31"
Umi Aisyahpun mulai membacakan terjemah dari ayat yang kubaca tadi ...
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemalu*nnya ... Dalam penggalan awal ayat, sangat jelas sekali adik-adikku sayang bahwa ada perintah untuk kita sebagai para muslimah untuk menahan pandangan kita. Terhadap siapa? lawan jenis tentunya sayang. Mengapa pandangan itu dilarang? karna setiap hal terjadi dan bermula pasti di dahului sebab pandangan, pernah dengar kan kalian ungkapan "Dari mata turun kehati". Duhh sangat bahaya sekali ungkapan ini, sebab setan sedang bermain disana. Dia akan menumbuhkan rasa setelah pandangan yang meneduhkan."
"Oke kita lanjut penggalan ayat selanjutnya, "Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya." Apa makna dari ayat ini, berarti ada yg memang boleh terlihat, yaitu perhiasan yang biasa tampak. Diayat ini beberapa ulama berpendapat bahwa yang biasa tampak adalah wajah dan telapak tangan. Disini di jelaskan pula adanya perintah wanita muslimah menutupkan kain kedadanya. Adik-adikku sayang yang hadir disini, Umi senang karena melihat banyak yang hadir disini sedang berproses dan berusaha menjalankan perintahNYA, tapi hijab seperti apa yang Alloh perintahkan. Yaitu hijab yang menutup dada mereka. Kita tau ya sayang, betapa indah wanita setiap bagiannya dan Alloh ingin melindungi kita dari tatapan atau perilaku yang buruk terhadap kita."
"Ibarat suatu makanan yang terbungkus dan tidak, yang terbungkus akan terbebas dari kotoran atau sentuhan pembeli yang belum tentu membeli. Dan sebaliknya makanan yang tidak terbungkus, beberapa pembeli mungkin tak sengaja menyentuhnya atau mungkin denagn sengaja menyentuh untuk memilah milih, padahal lagi-lagi ia belum tentu membeli. Lebih parahnya lagi makanan yg tanpa filter dari luar dan terbuka begitu saja. Pernah lihatkan makanan terbuka yang dihinggapi lalat. Tentunya kita sangat jijik dan enggan membeli. Begitupun diri wanita. Jangan sampai kita menjadi media pemuas atau yang mudah digapai terlebih kepada yang belum tentu membeli/menghalalkan kita tepatnya."
"Oke Umi lanjut penggalan ayat selanjutnya, "Dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka........" Untuk ayat selanjutnya ini adalah pernyataan jelas dari Alloh siapa-siapa saja yang bisa melihat perhiasan/aurat kita. Jelas dalam ayat ya, pertama adalah suami. Yang sudah menikah pasti tersenyum-senyum saat ini. Karena memang setiap yang membuat Suami senang terhadap yang ia lihat atau yang kita lakukan, segalanya akan bernilai pahala. Jelas yaa.. Untuk yang belum menikah tolong jangan baper ya. In Syaa Alloh jodoh kalian sudah di persiapkan, tinggal waktu yang mempertemukan. Yang penting kita berusaha keras menjaga dan memperbaiki diri Insya Alloh kita akan memperoleh jodoh yang senang memperbaiki diri pula."
Untuk ayat selanjutnya Umipun menjelaskan kelanjutan siapa saja yang bisa melihat perhiasan kita...
Aku masih terus menikmati isi kajian yang Umi sampaikan, walau gemuruh di batinku akan hubunganku selama ini bersama Firgie juga hijab yang kubuka saat dirumah, memang tidak banyak yang melihat tapi beberapa orang yang datang pernah melihatku terlebih Firgie.. Ohh... sesak rasanya, bagaimana ini. Robku ternyata tidak menyukainya. batinku.
__ADS_1
Kudengar kembali Umi berbicara,
"Ketahuilah sayang seluruh yang hadir dalam kajian ini, tidaklah Allah memerintahkan sesuatu perkara kepada hamba-Nya kecuali pasti perkara itu bermanfaat bagi hamba-Nya. Demikian juga dengan perintah berhijab bagi muslimah, karena hijab sungguh sangat besar manfaatnya bagi para wanita. Itulah sebab munculnya ungkapan dalam tema kita Hijab Sebagai Tanda Cinta."
"Aisyah berkata, ketika turun ayat ketika turun ayat: وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya Maka para wanita Muslimah ketika itu mengambil kain sarung mereka dan memotong bagian bawahnya untuk digunakan sebagai kain kudung. (Shahih al-Bukhari 8/347 no. 4759, kitab tafsir surat an-Nur,) betapa rasa Cinta mereka yang berusaha ingin melakukan perintah Robbnya dimasa itu. Lalu bagaimana dengan kita. Tidakkah kita ingin menjadi bagian wanita yang di cintai Alloh? di Rindukan RosulNYA? Atau sebaliknya..."
"Umi disini hanya menyampaikan surat cinta dari Alloh, tidak ingin sedikitpun menggurui. Yang memang belum bisa berhijab paling tidak mulai saat ini niatkan berhijab. Karna perintah sudah di turunkan dan kita hamba yang terbaik adalah yang berusaha melakukan yang Alloh sukai dan perintahkan. Jika ada yang berpendapat akan sulit menikah jika berhijab, salah besar, yakinlah orang-orang yang baik sudah dipersiapkan untuk orang yang baik pula. Jika ada ikhwan yang lebih menyukai tampilan kita yg terbuka, tentunya ia tidak mengerti bahkan tidak menyukai syariatnya. Lebih baik kita mencari ikhwan sebagai suami tentunya ya, dia yang akan membawa kita dalam JannahNYA, takut kepada Alloh dan berusaha menjalankan syariatNYA."
"Karena keterbatasan waktu, Umi berikan kesempatan yang bertanya 1 orang ya ..."
"Umi bagaimana jika ada wanita yang berhijab tapi melakukan keburukan, mencuri contohnya?" tanya wanita tersebut.
"Yang jelas wanita tersebut, sudah berusaha menjalankan syariatnya, namun Islam tidak mentolerir perbuatan buruk yang dilakukannya. Kewajiban berhijab telah ia tunaikan, namun pencurian yang ia lakukan, ia harus mendapati sanksinya. jangan meratakan hijab dengan akhlak seseorang. Karena orang yang berhijab, Tidak selalu orang yang bersih namun orang yang sedang berproses membersihkan. Kitapun tak pernah tau alasan wanita berhijab itu mencuri, entah faktor ekonomi atau lainnya yang jelas hal seperti itu sangat miris ya buat kita. Oleh karenanya, sebagai muslim kita harus kaya!! sebab tidak sedikit tindakan buruk, tertindasan diakibatkan faktor ekonomi. Jelas sayang?"
Wanita yang bertanya tadi mengangguk..
"Oke waktu sudah terlewat yaa, mohon maaf yang salah adalah sebab diri Umi pribadi dengan jika ada kebenaran yang Umi sampaikan semata-mata karena Alloh. Wasalamualaikum warohmatullohi wabarokatuhu."
__ADS_1
Mbak Alika pun segera menutup Kajian jum'at hari ini dengan Istgfar dan Doa Kafarotul Majelis..
Pukul 12:32
Satu persatu dari kami mulai meninggalkan auditorium saat ini, ada yang langsung ke kantin atau memilih sholat zuhur dahulu baru ke kantin setelahnya.
Aku dan Kak Fida memilih ke Sholat zuhur dahulu, hingga sebuah tangan tiba-tiba menggenggam lenganku..
"Bareng Yuk!!!" Mbak Alika saat ini ikut berjalan disisiku ...
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
#Dag Dig Dug Thor menulis Bab ini, hawatir ada kesalahan dari tulisan Thor☺🙏
#Mohon dukungan komen, like, rate dan vote untuk Thor🌷
#Happy reading❤❤❤
__ADS_1