Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
1 Tahun Berlalu


__ADS_3

#lanjuutt yaa ...


#Jangan lupa di tunggu like dan komennya yaa๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Mentari menjulang cakrawala


Bunga-bunga semakin merona


Gugur daun sebagai suatu tanda


Peluh kerinduan kan segera mereda


Berharap sang pencinta kan segera tiba


1 Tahun Kemudian,


Seorang gadis tampak sedang tertidur di bus jemputannya pagi itu.


Matanya terbuka saat Babe menghentikan laju bis di pelataran PT tempatnya 2 tahun ini mengais rupiah. Sebagai karyawan kontrak yang berdedikasi alhamdulillah Lyra selalu termasuk yang masih terus di perpanjang kontraknya. Bahkan kini Lyra sedang mengikuti tes untuk menjadi karyawan permanen di PT nya.


Beberapa tes telah dilalui, dari 60 orang yang lulus seleksi sampai saat ini, hanya akan diambil 20 orang nantinya untuk tambahan seorang leader. Sebab model baru akan mulai bermunculan periode ini, sehingga kebutuan leaderpun bertambah.


1 tahap lagi, yaitu presentasi dengan Ozawa Sang. Yang menjadi pemilik perusahaan yang berasal dari Jepang tersebut. Presentasi dilakukan 3 hari lagi, materi presentasi yang berisi curriculum vitae, Job Experience, Job Description, Achievement, Strength and Weakness, serta yang terakhir Motivation and Idea if I become a permanent employee telah selesai di garap Lyra dengan peluh 1 pekan ini.


Bahkan untuk kelancaran presentasi ini, Lyra khusus mengambil kursus Bahasa Inggris setiap malam di akhir pekan, yang sudah di jalaninya 2 bulan ini.


Lalu bagaimana keimanan Lyra?


Lyra kini telah konsisten dengan hijabnya, tampian rok dan tunik syar'i serta hijab yang lebih rapi telah menjadi ciri khasnya kini. Bahkan Lyra kini juga memiliki beberapa gamis yang ia pakai saat kajian, gamis model remaja yang tetap bernuansa syar'i.


Setiap Minggu diisi Lyra dengan Liqo bersama Umi Hasna yang seperti Kakak untuknya setelah Mbak Alika pindah ke Surabaya. Minggu siang ia mengikuti kajian rutin di Masjid Al Barkah hingga Ashar tiba. Dan keseharian Lyra setelah pulang kerja ia membantu Umi Hasna mengajar TPQ di Mushola AR-Rohman berjarak 200 meter dari kossan Lyra. Ilmu tahsin yang telah Lyra pelajari membuatnya bersemangat ingin mendidik anak-anak untuk lebih dekat dan mencintai Al Qur'an.


Malam hari Lyra masih dengan kajian Radio Dakta yang selalu setia menemaninya bahkan menjadi semangat lebih tatkala lantunan nasyid terdengar di telinga Lyra menjelang tidurnya.


Dan apa kabar dengan Firgie dihati Lyra..


Mereka tak pernah berjumpa setelah hari itu, namun Lyra tetap meletakkan Firgie di sudut hatinya, menyimpan janji sang tercinta pada malam itu. Kiriman makanan, buah dan kue bahkan sering di terima Lyra melalui Dyah tetangga kosnya. Awalnya Lyra heran, tetapi kini ia memahami. Mungkinkah Firgie selalu menjadi bayangnya dikejauhan? sebab mereka telah memutuskan tidak bersua.


Kak Fida sahabat Lyra telah menikah, bahkan ia sedang mengandung kini. Walau sudah tidak bekerja bersama tapi komunikasi mereka tak pernah terputus. Lyra sering bersilaturahmi ke rumah Kak Fida, hingga Mas Fahmi suami Kak Fida sudah sangat akrab juga dengan Lyra..


๐ŸŒท๐ŸŒท


Dan hari ini,


Setelah 1 tahun berlalu.


Hari yang di nanti Lyra telah tiba.


Sejak pagi semangat telah menyelimuti Lyra,


setelah melewati berbagai sesak sejak malam 1 tahun lalu itu, kini harapan seakan muncul kembali karena hari yang dinanti telah tiba di penghujung..


Jam berapa ya Firgie akan menghubungiku?


Bagaimana saat kami berjumpa kembali?


Hal apa yang harus kukatakan?


Sudah siapkah Firgie meminangku?


Ohh ... banyak hal yang ingin kembali kuaih bersama Firgie..


Istigfar Lyra, ingat!! Jangan berfikir macam-macam dahulu sebelum Firgie benar-benar meminangmu, bisik nurani baikku.


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท

__ADS_1


16:15


Kulangkahkan kaki menuju kossan kukini, senyum seakan tak ingin memudar dari sudut bibirku.


Setelah mandi dan sholat Ashar, aku bergegas ke Mushola Ar-Rohman ingin bertemu murid-murid TPQ ku. Umi Hasna tampak sudah lebih dahulu datang dan mulai mengajar, akupun turut duduk disisinya. Beberapa anak langsung berpindah ke barisanku dengan membawa Iqro-nya saat melihat kehadiranku.


Lantunan do'a dan surat-surat pendek di bacakan anak-anak saat ini. Takjub rasanya melihat daya ingat mereka.. Hingga akhirnya kami telah selesai dengan ikhtiar mendidik kami.


Umi Hasna tampak mendekatkan tubuhnya padaku,


"Jadi hari ini yang kau tunggu?"


"Do'akan ya Um, semoga Alloh mempermudah hubunganku dengannya," ujarku.


"Ingat Lyra, jika ia datang katakan apa yang perlu kau ucapkan, giring ia bertemu keluargamu jika ia memang serius. Ingat ajak muhrimmu jika bertemu jangan hanya berdua, Lyra pasti sudah pahamkan?" ucap Umi Hasna.


Akupun mengangguk.


Aku bergegas pulang saat ini, sambil sesekali mengecek ponselku. Mungkinkah ada pesan dari Firgie?


Tapi belum ada..


Mungkin Firgie masih sibuk, batinku.


๐ŸŒท๐ŸŒท


19:20 saat ini.


Tampak Kak Fida menghubungiku,


"Assalamu'alaikumm Lyra?"


"Wa'alaikum salam Kak," jawabku.


"Gimana Firgie sudah menghubungimu kah? jam berapa aku dan Mas Fahmi ke kossanmu?"


"Ly ... Lyra ...."


"Oh, maaf Kak. Firgie masih belum menghubungiku Kak," jawabku lirih.


"Begitu ya? yasudah nanti hubungi kami kalau dia sudah ada kabar," ujarnya.


"Iya Kak,"


*****


Jam 21:30


Masih belum ada tanda-tanda pesan darinya..


Bahkan karena menunggunya, aku melewati kajian malamku..


Fikirku teringat sesuatu, sudah sebulan tak ada kiriman apapun dari Firgie yang sering ia titipkan lewat Dyah. Dimana Firgie? Kenapa ia seakan menghilang? Apakah ia tak akan datang? Mengingat hal itu seakan menumbuhkan kembali sesakku.


Gie, kau tidak mungkin lupa kan? Kau dimana? batinku.


Pukul 22:00 saat ini,


Ponselku masih tak bergeming, aku sudah mulai kehilangan arah. Aku harus bersiap jika Firgie memang tidak menepati janjinya.


Lalu apa yang harus kulakukan kemudian?


Sudah tak perlu risau Lyra, kau hanya harus tetap melanjutkan hidupmu seperti biasa. bisik nuraniku kembali.


Ia aku tetap harus melanjutkan hidupku, bukankah belakangan ini aku memang sudah hidup tampanya, ujarku menyemangati diri..


***

__ADS_1


Dimana sang terkasih


Yang membuatku kian tertatih


Akankah semua perih


Membuatku harus kembali memilih


Tak menunggunya untuk berdalih


Kembali pergi agar hati kembali bersih


Tak larut kembali dalam perih


๐ŸŒปKututup diary kuningku..


****


Kunyalakan Dakta radio rekan setiaku.


Lantunan Nasyid kembali mengalun dalam sanubariku ...


Bila mentari bersinar terang


Terpancar cahaya suria


Memuji keagungan Tuhan pencipta


Menginsafi kedhaifan


Bila mentari menghilang diri


Terbit pula kenangan lalu


Tertunduk ku pasrah sedih ku


Menyepi


Hanyut dalam arus berliku


Oh Tuhanku Yang Esa


Ampunilah hambamu


Berikanlah ku kekuatan


Mengharungi mehnah Mu


Ku pohon restu hidayah dariMu


Rahmatilah hidup ku


Terimalah oh taubat ku


Penghapus segala dosa ku


Deruan ombak


Menghempas pantai


Bergelora dipukul badai


Himpunan buih di tepian


Ia tidak berkekalan


Begitulah hidup manusia

__ADS_1


Epilog Seorang Hamba - Brother


__ADS_2