Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Kajian Jum'at


__ADS_3

*Apa betul sebesar itu rasamu padaku Gie??


🌷🌷🌷


APOTIK MUSTIKA


Tampak dari kejauhan seorang lelaki duduk diatas satria merahnya saat ini melihat kedatangan Lyra, iapun berdiri.


"Kau sudah lama Gie?" tanyaku.


"Lumayan ..." jawabnya.


"Maaf tadi begitu macet," aku berusaha menjelaskan.


"Ia tidak apa-apa sayang, ayo naik!!" ujarnya.


Tidak seperti biasanya kami selalu mengobrol bersautan di motor, tapi saat ini suasana hening. Aku sedang tak ingin bicara atau membahas apapun, fikiranku masih mengingat setiap ucapan Kak Fida tentang Pacaran ber Label Halal tersebut..


Dan Firgie seperti biasa, ia menarik kedua tanganku untuk mendekap tubuhnya.


Otakku mulai menolak, tapi hatiku membiarkannya..


Kamipun sampai, ingin sekali meminta Firgie untuk segera pulang dan tak usah mampir. Tapi saat dia memarkirkan motornya dan berjalan mengikutiku masuk.. Hatiku tak mampu menolaknya.


Kubuka pintu kamarku..


Dan Firgie lagi-lagi segera duduk di tempat biasa ia duduk.


Aku masih terdiam di sisinya..


"Kalu kau ingin mandi, mandilah aku akan menunggumu.." ujarnya sambil tersenyum.


Aku seperti boneka mendengar ucapannya dan seketika ku ambil pakaian gantiku di lemari dan berlalu meninggalkan Firgie di kamar.


Beberapa saat kemudian aku sudah selesai membersihkan tubuhku. Setelan piyama teddy bear kugunakan saat ini. Kubiarkan rambutku tetap tergulung ke atas.


Kulihat Jam di dinding depan kamarku 20:20.


Kenapa masih lama jam 10 nya, batinku.


Ku masuk ke kamarku saat ini.


Tampak Firgie menatapku, kuberi senyum kecil kearahnya dan segera kupalingkan tatapannya.


Tampak ia sedang bermain-main dengan ponselku, ia memutar lagu yang disukainya, seventeen...


Aku dudukkan diriku di sisinya setelah kumasukkan pakaian kotorku ke keranjang di sudut ranjang.


Firgie masih terus menatapku..


Tatapan yang dulu sangatku nikmati dan senang kulihat.. Mengapa otakku seakan menolaknya kini.. Berkali-kali kualihkan wajahku dari tatapan Firgie.


Dan kurasa ia mungkin menyadari aku tak seperti biasanya...


"Apa kau sedang ada masalah Ly?" tanyanya.


Kugelengkan kepalaku.

__ADS_1


"Kau beli apa saja di Mall SS? ayo ceritakan sayang!!" tanyanya lagi.


"Aku membeli sabun pembersih wajah, pasta Gigi dan camilan ini (kutunjuk beberapa snack yang telah ku letakkan di depan kami duduk)" jawabku.


"Lyra ..." lirihnya.


"Iya," jawabku.


Firgie berusaha meraih jemariku kini.


"Apa aku berbuat salah padamu Ly? Kulihat sejak kita ke tempat Fida tempo hari, kau terlihat banyak diam" ujar Firgie.


Apakah perubahan sikapku begitu terlihat, batinku.


"Kau tidak berbuat salah apapun Gie ..." ujarku.


Bagaimana ini, apakah harus ku sampaikan pada Firgie apa yang menjadi kegundahanku berapa hari ini?


*Kutatap dalam wajah Firgie, laki-laki di hadapanku ini. Selalu setia di sisiku, selalu membanjiriku dengan segala perhatian dan cinta. Aku tak pernah meragukan semuanya. Dia laki-laki yang sangat baik. Tapi setelah kemarin aku seakan takut mencintainya. Karna pacaran kami tak ber Label halal. Dan belum tentu pula ber Label halal..


Aahhh Firgie, bahkan aku takut kehilanganmu ... kehilangan cintaku kembali* ...


"Lyra ... kau melamun? apa ada yang sedang kau fikirkan?"


Kugelengkan kepalaku.


"Apa kau menyayangiku Ly?" pertanyaan yang sangat sering Firgie tanyakan, dan ia menanyakannya kembali.


Kuanggukan kepalaku sambil menatapnya. Kau bahkan tak harus meragukan rasaku terhadapmu Gie, batinku.


"Jangan pernah meninggalkanku Lyra!" lirihnya.


Aku mengangguk.


Dan kami menghabiskan waktu malam itu dengan keheningan, hanya sayup lagu milik seventeen, Ada Band, Wali dan Ari Lasso meresap dalam hati kami.


Pukul 21:50


"Hmm, aku harus pulang Ly," ujar firgie.


Aku kembali mengangguk..


Kuraih tangan Firgie dan mengecup punggung tangannya.. Ia seperti biasa mulai pandai mencuri pelukku.


"Sebentar saja sayang ... Iapun mencium keningku setelahnya,"


"Jaga dirimu baik-baik Lyra !!!"


Lagi-lagi kuanggukan kepalaku.


Dan kemudian bayangnyapun tlah menghilang.


🌷🌷🌷


12:00 PT. XX


Seperti biasa di hari jum'at jam istirahat kami lebih panjang, masjid masih digunakan untuk sholat Jum'at saat ini.

__ADS_1


Aku dan Kak Fida memilih tetap di line, kami mengambil kursi dan merebahkan kepala kami bersandar di meja saat ini berusaha memejamkan mata kami. Hingga sebuah tangan meraih bahu kami...


Seorang leader dengan hijab panjang mendekati kami,


"Kok pada tidur di line sih? Ikut kajian jum'at yuk!!" ajak Mbak Alika.


"Emang ada mbak?" ujarku.


"Lho, pada kemana aja? memang setiap jum'at ada kajian di auditorium, baru pada tau ya??"


Aku dan Kak Fida serempak mengangguk.


"Siapa nama kalian?" tanyanya.


"Aku Fida.."


"Aku Lyra.."


"Ayo kita bareng ke auditorium, dari pada waktu luang kita pakai hanya untuk tidur, In syaa Alloh duduk di kajian lebih baik. Inget lo ruhani juga butuh makan, seperti halnya jasad" ujar Mbak Alika di perjalanan ke auditorium.


Hatiku mengiyakan setiap ucapan Mbak Alika, entah mengapa kata kajian membuatku begitu bersemangat.


"Lyra bisa baca Al-Qur'an"


"Bisa Mbak, tapi memang belum baik sekali" ujarku.


"Gpp, kita kan belajar. Nanti Lyra tilawah yaa, 3 ayat saja ko" ujarnya.


Aku spontan mengangguk.


Tak lama sampailah kami di ruang auditorium saat ini, ternyata banyak yanng hadir, dari operator, leader, senior leader semua membaur. Ada yang memang ingin mendengar kajian ada pula yang memilih kesana hanya untuk tidur..


Mbak Alika maju kedepan saat ini, Ia dengan fasih dan tenang membuka kajian jum'at. Rasa syukur atas segala nikmat sehat dan iman iya curahkan kepada ALLOH Sang kholiq saat ini, tak lupa pula Sholawat dan salam di haturkannya pula pada junjungan kami Nabi Muhammad SAW.


Tenang rasanya mendengar setiap kata dari bibir Mbak Alika. Memang sudah lama aku tak hadir dalam kajian, terakhir saatku SMA di organisasi Rohisku. Aku seakan menemukan jalan pulangku. Desiran Cinta pada Robb dan Rosulku begitu membuncah, merasuk mengikuti aliran darahku.


Hingga Mbak Alika memanggil namaku untuk maju dan membacakan tilawah. Surat An-Nur Ayat 30-32 dipilih Mbak Alika untuk kubacakan sesuai tema kajian hari ini "Hijab Sebagai Tanda Cinta."


Kata demi kata dalam QalamNYA kubaca saat ini. Alhamdulillah walau keluargaku bukan keluarga yang benar-benar islami, namun ibuku senantiasa mengarahkanku belajar mengaji sejak kecil. Walau bacaanku mungkin belum sebagus yang lain, tapi aku cukup bisa membacanya ... dan tilawahku pun selesai..


Mbak Alika maju kembali, saat ini Ia memanggil seorang Ustadzah yang memang di datangkan dari luar untuk mengisi kajian setiap hari Jum'at seperti saat ini.


Wanita berusia sekitar 40 tahun maju kedepan kami saat ini, wajahnya sangat bersih dengan gamis dan hijab panjang menambah keanggunanya.


Ia memperkenalkan dirinya. Meminta tidak memanggil kata Ustadzah padanya, panggil saja Umi Aisyah ujarnya.


Dan entah mengapa aku sangat nyaman berada di tempat ini, bertemu orang-orang baru yang merangkulku seakan saudara lama yang sangat dekat.. Desiran ini kembali ku rasa.. Melihat tampilan Umi Aisyah, mendengar ketenangan kata-katanya.. Aku sangat nyaman.. Dan bahkan materipun belum di mulai saat ini ...


🌷🌷🌷


❤Mohon maaf thor libur up agak lama😊🙏


smoga bisa semangat lagi updatenya..


❤Mohon kembali dukungan like dan komen untuk thor yaa😉


❤Happy reading😍😍

__ADS_1


__ADS_2