Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Kossan Baru


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like,komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


Cerah pagi tampak berbisik malu


Rintik hujan hendak menyapu debu


Mengikis samar bayang semu


Yang melekat dalam sudut kalbu


●●●●


10:15 Kranji, Bekasi Barat


Kulihat Mas Fahmi masih menurunkan beberapa barangku ditemani Pak sopir pick up yang mengantar kami. Aku dan Kak Fida tampak mulai merapikan barangku yang sudah berada di dalam kamar baruku.


"Kak, sudah Kakak duduk saja! biar aku yang merapihkan barangku sendiri," ujarku pada Kak Fida yang sangat antusias merapihkan barangku seolah ia yang baru saja pindah.


"Aku senang melakukannya Lyra," jawabnya.


"Kasihan debaynya tuh Kak, dia pusing uminya gak bisa diem," godaku.


Kak Fida memang sedang hamil. Kehamilan di bulan awal yang masih rentan, terlebih setelah penantian panjang hampir 1 tahun lebih, jadi aku khawatir pada kandungannnya yang kini baru beranjak bulan ke 3.


Mas Fahmipun mulai memasuki kamarku dengan membawa botol air mineral dari motor mereka.


"Minum dulu Sayang, kasihan dedek haus sejak tadi kau tampak baru minum sedikit," ujar Mas Fahmi yang begitu perhatian pada istri dan calon anaknya.


"Iya mas, terima kasih yaa," ujar Kak Fida pada suaminya.


Itulah perhatian sesungguhnya Lyra, perhatian suami pada istrinya. Dengan ikatan jelas dan tidak membuat Alloh cemburu, bisikan nurani menyentil jiwaku.


"Ly, maaf ya aku dan Mas Fahmi hanya bisa membantumu sampai sini. Kami ada acara arisan keluarga ba'da zuhur nanti, jadi sekarang harus pulang dan bersiap," lirih Kak Fida kearahku.


"Iya Kak, aku berterima kasih sekali Kakak dan Mas Fahmi mau membantu pindahanku," ujarku.

__ADS_1


"Jangan sungkan Lyra, sekarang tempat tinggal kita tidak begitu jauh. Kau harus sering main ke rumah kami yaa," ucap Kak Fidà padaku sebelum pulang mengendarai Honda Beat-nya.


"In syaa alloh Kak," jawabku singkat.


Kamipun bercipika cipiki setelahnya. Dan tak lama Honda Beat yang di tunggangi keduanya sudah tak terlihat.


●●●●


Kutatap setiap sudut ruang kotakku yang baru.


Semoga dari tempat ini akan banyak kebahagiaan untukku, batinku.


Pernah kubaca suatu ungkapan, saat pintu 1 tertutup akan ada pintu lain yang terbuka. Mungkin kisah cintaku tak seberuntung yang lain. Karna kisah cintaku yang terbentur hijrah memang tak biasa, aku berusaha menghilangan cinta semu dan menomer satukan Cinta pada Robbku.


Berbagai sesak telah kualami, dan kini saatnya ku kembali menata keimanan yang selama 1 bulan ini kembali ternoda akibat menanti suatu janji masa lalu yang tak tentu akhirnya.


Namun Alloh SWT memiliki rencana lain untukku, atas kehendakNya, 1 minggu lalu setelah melalui proses panjang dengan berbagai tes untuk merubah statusku dari karyawan kontrak menjadi karyawan permanen di PT tempatku bekerja. Tepatnya 2 minggu setelah presentasiku dengan Ozawa Sang akhirnya keluarlah satu keputusan. Bahwa aku termasuk 1 dari 20 orang yang lulus menjadi karyawan permanen saat ini.


Dan kami segera akan melalui lagi babak baru lagi dalam pekerjaan kami, yaitu mengikuti training 1 bulan mengenai Leadership / kepemimpinan bersama pihak manajemen. Karena memang karyawan permanen yang terpilih saat ini, memang khusus disiapkan untuk menjadi Leader untuk produk baru mereka.


Alhamdulillah ... setelah melawan sesakku, Alloh SWT membuka kembali jalan lain untukku, jalan dipermudahnya Rezekiku.


Dan setelah beberapa hari lalu aku melakukan survei beberapa tempat kos atas rekomendasi rekan-rekan line, akhirnya aku merasa nyaman dan mantap pada tempat kos di daerah Kranji, Bekasi Barat yang merupakan rekomenasi dari Kak Fida sahabatku. Jarak kossanku dan Kak Fida tergolong dekat sekitar +- 200 meter.


Maka tepatnya hari ini, dengan dibantu Kak Fida dan suaminya aku telah pindah ke tempat kos baruku.


Setiap keputusan tentu terdapat konsekuensi, dan konsekuensiku adalah aku tidak dapat mengajar murid-murid TPQku lagi. Karna memang jarak yang tidak memungkinkanku untuk mengajar disana.


Dengan berat hati dan pemikiran panjang, akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan TPQku. Umi Hasna awalnya tampak sedih aku tak bisa lagi membantunya mengajar. Namun setelah kujelaskan alasanku, akhirnya ia mengerti.


Namun untuk taklim setiap minggu dengannya, sebisa mungkin aku akan tetap hadir sebagai amunisi semangat hijrahku.


●●●●


Kondisi malamku masih sama, Dakta Radio Bekasi 107 FM adalah teman sejati yang tak pernah letih menemani dan selalu memberi ilmu baru untukku.


Dan setelahnya kembali dilanjutkan dengan mendengar lantunan nasyid untuk men-charge hati rapuhku, juga sebagai penyemangat menuju aktifitasku di esok harinya.


●●●●

__ADS_1


Wahai pemilik nyawaku


Betapa lemah diriku ini


Berat ujian dari-Mu


Kupasrahkan semua pada-Mu


Tuhan, baru kusadar


Indah nikmat sehat itu


Tak pandai aku bersyukur


Kini 'ku harapkan cinta-Mu


Kata-kata cinta terucap indah


Mengalir berzikir di kidung doaku


Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku


Butir-butir cinta air mataku


Teringat semua yang Kau beri untukku


Ampuni khilaf dan salah selama ini


Ya Ilahi, Muhasabah cintaku


Tuhan, kuatkan aku


Lindungiku dari putus asa


Jika ku harus mati


Pertemukan aku dengan-Mu


Muhasabah Cinta - Edcoustik

__ADS_1


🌷🌷🌷


🌻Happy reading❤❤


__ADS_2