
●Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
Bahkan dari belakangpun mbak Dew mampu mengenali sosok pria yang duduk di sudut itu.
"Ayoo ... dia sudah datang!!!" dengan mata berbinar mbak Dew seketika mengajakku dan kak Fida menghampiri pria tersebut.
"Firgie ...."
Lelaki yang merasa namanya disebut spontan menoleh dan segera berdiri saat tau orang di belakangnya adalah yang sedang di tunggunya.
"Haiii Dew," sapa balik pria itu.
Mbak Dew tampak masih termangu manatap Firgie sang cinta pertama yang tak termiliki.
Firgie pun tampak ikut termangu, rasa bahagia menyelimuti karna wanita yang dianggap temannya itu akan segera melepas kesendiriannya.
Aku dan kak Fid tampak seperti nyamuk saat ini.
tapii ...
Mengapa aku tak asing dengan pria ini?? coba kuingat2, dimana aku pernah melihat wajah ini yaa??? Ohhhh, betul ia adalah lelaki itu. atau hanya perasaanku? Lelaki yang bersama gadis kecil tempo hari di gramedia. Lelaki dengan tatapan teduhnya ... Diakah itu??
"Halloooo ... " tiba-tiba kak Fid berteriak yang membuyarkan keheningan yang terjadi antara kami ber3, dengan berbagai fikir masing-masing.
"Eh ... silahkan duduk," Firgie spontan mempersilahkan kami duduk di sisi meja kotak di depan kami.
Mbak Dew duduk disisi kanan, kak Fida disisi kiri dan aku tepat di depan lelaki itu. Sesekali ia melirikku dan kak Fida walau tatapan utama masih pada wajah yang di kenalnya, wajah Mbak Dewi.
"Oya Gie ... kenalkan ini Lyra, orang yang aku ceritakan tempo hari."
"Ohh .... Heiii, Aku Firgie," ujarnya sambil mengulurkan tangan kearahku.
"Lyra ... " kubalas salam perkenalan darinya dengan mengarahkan tanganku menyambut uluran tangannya.
Dan ini Fida sahabat Lyra.
"Hei, Fida ... " ia menyalami kak Fida seperti halnya padaku.
"Oya, ada sesuatu yang harus aku beli bersama Fida. Tidak apa-apa kan kutinggal kalian berdua?" mbak Dewi bertutur sambil mengarahkan pandangannya pada aku dan Firgie.
"Haruskah secepat ini?" tanya Firgie.
"Iya, kau taulah Gie, banyak yang harus kupersiapkan untuk esok," ujar mbak Dew.
"Oh, okelah," Firgie tampak mengangguk menyetujui.
"Jangan lupa besok kau harus datang bersama lyra ya Gie!!! Lyra seperti adikku kau harus menjaganya dengan baik," tambah mbak Dew lagi.
Duhhh ... ko' aku yang risih mendengar perkataan terakhir mbak Dew, meminta Firgie menjagaku.
"Pasti, kudo'akan smoga acaramu esok berjalan lancar Wie," Firgie berujar kembali.
"Oke ... thanks Gie, bye ...."
Mbak Dew terlihat berlalu dan semakin tak terlihat bersama Ka Fida.
"Silahkan duduk Lyraa ...."
"Ohh, iya makasih."
Situasi apa ini?? Kenapa mbak Dew meninggalkan kami?? Apa yang harus ku lakukan.
"Kamu mau minum apa Ly?" Firgie membuka obrolan kepadaku.
__ADS_1
"Es teh manis boleh."
"Mas, teh manis tambah 1 ya!" ujar Firgie kepada pelayan yang sedang melintas di sebelah kami.
Dan tak menunggu lama es teh manis telah sampai ke meja kami.
"Lyra 1 tempat kerja dengan Dewi ya?" tanya Firgie membuang kecanggungan diantara kami.
"Iyaa, Mbak Dew leaderku d PT Gie," jawabku.
"Maaf, gpp kan aku panggil dengan nama kamu?" tambahku, bingung harus panggil apa.
"Silahkan ...."
"Firgie sudah lama kenal dengan mbak Dew?"
"Lumayan, sekitar 5 tahun lalu. Dulu aku jg bekerja di PT.XX," ujarnya menjelaskan.
"Oya, berapa lama di PT.XX?"
"Sekitar 1 tahunlah, aku habis kontrak Ly dan saat itu tidak ada perpanjangan," ujarnya.
"Dan sekarang kamu kerja di mana?"
"Sekarang di PT.BB bergerak di automotif sparepart kendaraan," ia menjawab sambil sesekali menatapku.
"Firgie tau mbak Dew menyukai Firgie?" tanyaku lagi.
E**ntah mengapa aku mengalir saja bertanya ini itu pada Firgie, enjoy tanpa ada beban perjodohan seperti yang di harapkan Mbak Dewi.
"Kami hanya teman Ly ...."
"Tapi mbak Dewi memiliki perasaan lebih ke Firgie, Firgie gak menyadari itu??" sungguh aku sangat penasaran bagaimana perasaan firgie terhadap mbak Dewi.
"Mungkin iya, tapi siapa aku?? aku hanya karyawan kontrak dan buatku cukup menjadi teman untuknya saja."
"Tapi pernahkah Firgie menyukai mbak Dew? Mbak Dew cantik, menurutku gak akan sulit menyukainya," aku semakin mendesaknya.
"Lyra ... Dewi kan sudah akan menikah jadi kita bicara hal lain saja, okee!!! Oya, kamu ko mau di kenalkan ke aku, apa gak ada yang marah??" tanya Firgie mengalihkan topik pembicaraanku.
"Wahh, malah aku yang ingin tau, kok kamu mau sih di kenal-kenalin cewe sama mbak Dewi??"
"Memang aku lagi sendiri, gak ada salahnya nambah teman," jawabnya datar.
Oke... bagus, ternyata dia jg mencari teman. Jadi tujuan kita sama gak ada hal lebih, batinku
"Oya ... kamu sudah sholat Ashar??"
"Belum."
"Kita jalan ke lantai bawah ada mushola disana!!" ajaknya.
"Iyaa," segera ku minum es teh manis di depanku dan berlalu beriringan dengan Firgie.
Aku keluar dari Musholla Mall XX tampak disana Firgie telah menungguku.
"Kita makan dulu ya!!" ajak Firgie padaku
Aku mengangguk mengiyakan.
"Ketoprak kamu suka?" tanyanya lagi.
Aku mengangguk kembali mengiyakan.
"Besok mau ke tempat Dewi jam berapa Ly?"
tanya Firgie di sela makan kami.
__ADS_1
"Jam 11 ya Gie, aku janji sama anak-anak line jam segitu nanti biar ketemu mereka disana."
"Okee, aku terserah kamu aja. Aku jemput dimana?" tanyanya lagi.
"Hmm, gausah jemput. Ketemu didepan Apotik Mahkota seberang terminal Bekasi aja, kan udah dekat ke rumah Mbak Dew dari sana," ujarku.
"Oh gitu ya, yauda."
Makanan di piring kami masing-masing telah habis.
"Ly ... boleh aku merokok disini," tampak Firgie meminta izin padaku hawatir gadis di sebelahnya tidak menyukai aktifitasnya tersebut.
"Oh iya silahkan."
Sebetulnya aku kurang suka dengan pria yang merokok, karna memang tidak biasa melihat bapak melakukannya. Mas Dimas juga gak merokok tapi setiap orang tentunya berbeda.
Kuamati pria disebelahku, seperti apa pria ini sebetulnya mengapa Mbak dewi begitu menyukainya. Dilihat dari perawakannya memang okelah, ia bertinggi 172cm, hidungnya mancung, bulu matanya lentik, bahkan mataku tak selentik itu. Kucari tatapan nakal dimatanya, matanya sayu tidak ada tampang nakal, bahkan ia tak berani menatapku lama dan hanya sesekali melirik. Tatapannya teduh, jadi kembali teringat pria di Gramedia tempo hari. Apa itu memang dia?? Dari obrolan kami tadi ia tampak kurang percaya diri dengan status pekerjaannya, bukankah bekerja itu sudah baik, toh rezeki sudah ada yang mengatur tidak memandang karyawan permanen/kontrak, yang menganggurpun banyak. Apa pernah ada yg merendahkan statusnya sebelumnya??
Tiba-tiba pria disebelahku menoleh ...
Membuyarkan lamunanku tentangnya.
Aku spontan menyeruput teh manis di depanku, tampak tertangkap basah memperhatikannya.
"Apa aku membuatmu tidak nyaman Lyra?"
tanyanya.
"Oh, ti-dakk ... " jawabku terbata.
🌻Terdengar Azan maghrib berkumandang.
"Kita sholat dlu di mushola tadi, nanti aku antar kamu," ujarnya.
"Iya," lirihku.
"Lyra rumahnya dimana?" tanyanya setelah ibadah sholat selesai.
"Di Cibitung, biar aku pulang sendiri Gie!!."
"Aku antar saja."
"Beneran ga perlu, aku biasa pulang sendiri."
"Oh, naik apa dari sini?"
"Naik angkot B123."
"Bener gak mau aku antar?"
"Nggak Firgie ...."
"Oke, ayo aku antar sampai kamu naik angkot ...."
Ia terlihat melindungiku sekali saat menyebrang jalan, kami melewati 2 jalan besar saat menyebrang dengan 2 arah berbeda. Terlihat gerak tangannya mengayun ke arah kendaraan yg melintas, menjaga agar kendaraan apapun gak bisa mendekatiku. Awalnya ia di sebelah kananku, karna kendaraan melintas dari kanan. Tiba di jalan besar ke2, ia berpindah ke sebelah kiriku. Sebab kendaraan melintas dari sisi kiri, tak ada kontak fisik atau aktifitas nakal seperti mencuri kesempatan disisiku, bahkan ia menjaga agar tangannya tak mengenaiku.
Oh, lelaki ini ... sangat sopan sekali, batinku.
Sebelum berpisah ia meminta nomer ponselku. Untuk memudahkan pertemuan besok, ujarnya.
"Hati- hati ya Ly, kabari setelah sampai rumah!!!" ucapan terkhirnya terdengar jelas rasa hawatir disana tapi tak berusaha menahan inginku yang tak ingin diantarnya.
*Lelaki yang baik, ia sangat menjaga kata-kata dan perilakunya, tidak memaksa. Bahkan kuterka jiwanya terkesan rapuh dengan rasa ketidakpercayadiriannya, terlalu banyak rasa takut. Apa yang membuatnya seperti itu??
🌷🌷🌷
🌻Happy reading❤❤
__ADS_1