Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Pernyataan Ibu


__ADS_3

Dan lagi-lagi, otakku mengatakan "Jangan Lyra." Tapi hatiku membuatku mengangguk mengiyakannya..


*Maafkan aku Ya Robb...


🌷🌷🌷


"Mau kemana kita Gie?" tanyaku saat Satria merah semakin menjauh dari kossanku.


"Kau ikut saja yaa.." jawabnya yang membuatku makin bertanya-tanya.


Dan jalan ini, sepertinya aku tak asing dan pernah melewatinya. Ini seperti arah ke rumah Firgie..


"Gie.. apa kita mau ke rumahmu?" tanyaku lagi.


"Kalau iya, tidak ada masalah untukmu kan?" ujarnya.


Aduhh Gie, aku senang dan menyukai seluruh anggota keluargamu tapi melihat hubungan kita saja belakangan sudah membuatku sesak karena memang belum tau arah hubungan ini kemana sebetulnya. Jika harus membawa keluarga, hawatir akan banyak harapan atau malah sebaliknya akan banyak yang terluka dikemudian hari. Mengapa aku lebih senang jika sudah jelas hubungan kita memang jadi baru mengakrabkan dengan keluarga ...


"Gie, besok-besok saja ke rumahmu nya ya!!" ujarku.


"Sayang sekali Lyra kita sudah tidak mungkin berbalik, rumahku sudah di depan kita" ucap Firgie.


"Oh, yasudah" lirihku.. mau bagaimana lagi..


Terlihat gadis kecil berlarian kearahku yang baru turun dari Satria merah Firgie.


"Mbak Lyra.." panggilnya padaku.


"Yasmin, bagaimana kabarmu adik cantik?" tanyaku sambil memujinya.


"Aku baik. Mbak Lyra kok gak pernah main kesini lagi sih?" tanyanya sambil memeluk pinggangku.


"Iya maaf ya sayang, mbak baru sempat main lagi sekarang." ujarku. Ini juga karna dipaksa masmu, tambahku alam hati.


"Mbak Lyra tambah cantik deh" ujarnya.


"Yasmin juga tambah cantik," ujarku tak ingin kalah memujinya.


"Sudah jangan bicara terus, yuk kita ajak Mbak Lyra masuk !!" ucap Firgie terhadap Yasmin.


Tampak sebuah motor beat saat ini terparkir pula di pelataran rumah Firgie.


Motor siapa ya? Apa sedang ada tamu di rumah Firgie? batinku.


*Seperti motor Mbak Shinta, batin Firgie.


"Emang di rumah ada Mbak Shinta Yas?" tanya Firgie memastikan pada Yasmin.


"Iya mas, ada Mbak Shinta, Mas yoga sama Dede Rafi," ucap Yasmin.


"Ada tamu ya Gie?" tanyaku.


"Gpp, sodara deket ko." Firgiepun menarik tanganku masuk ke dalam.


"Assalamu'alaikumm.." Ujar firgie saat melalui pintu rumahnya.


"Wa'alaikumussalam..Eh, kirain tamu siapa gak taunya lo Dek.." ujar wanita berhijab lebar yang sedang memangku putra kecilnya yang berusia sekitar 5 bulanan tersebut kepada Firgie.


"Ayo Mbak Lyra masuk!!" suara Yasmin membuat mbak Shinta tiba-tiba mencari sosokku yang di panggil Yasmin saat itu.

__ADS_1


"Lo sama siapa Dek? Lo bawa cewe?"


"Iya Mbak," ujar Firgie tampak tersenyum.


Akupun masuk di gandeng Yasmin. Aku duduk di sisi mbak Shinta saat ini, Yasmin masih bergelayut manja padaku.


"Haii kenalkan, aku Shinta sepupu Firgie" ujar mbak Shinta memperkenalkan dirinya.


"Lyra.." ujarku malu.


"Mas Yoga mana Mbak?" tanya Firgie.


"Tidur di kamar Fikra"


"Ohh.."


Firgie tampak memberi isyarat melalui matanya, tak lama ia masuk ke dalam..


"Lyra rumahnya dimana?" tanya mbak Shinta padaku.


"Di belakang Mall XX mbak," jawabku.


"Udah lama deket sama Firgie?"


"Udah setahun mbak" jawabku.


Firgie tiba-tiba datang membawa 2 cangkir sirup dari dapur.


"Lo udah setahun Dek sama Lyra?" mbak Shinta memastikan jawabanku ke Firgie.


Tampak Firgie mengangguk.


Degg.. rasa apa ini. Ungkapan yang bahkan aku belum berani membahasnya pada Firgie seolah dipermudah oleh Mbak Shinta saat ini.


Firgie tampak melihat kearahku.. Wajahnya tiba-tiba seakan berubah, ia terlihat tegang dan bingung menjawab apa dari penuturan mbak Shinta saudarinya tersebut.


Akupun disini ikut terpaku menanti kata-kata apa yang akan keluar dari bibir Firgie..


"Tenang aja Mbak, ntar lo pasti gw undang ko" ujar Firgie..


Duhh kenapa jadi berbunga-bunga mendengar ucapan Firgie, gw undang.. maksudnya di undang di pernikahanku dan Firgie, jadi Firgie terfikir mau menikahiku kah??


Jangan seneng dulu Lyra, batin kecilku menyentilku..


"Kalo emang serius jangan lama-lama lah, pacarannya nanti dilanjut lagi kalo udah nikah. Kayak gw sama mas Yoga, pacarannya habis nikah aja.."


Duhh mbak Shinta ini, ko ucapannya bisa pas banget sama batinku yang sejak beberapa waktu lalu selalu meronta mencari arah hubunganku dan Firgie...


"Iya gw tau mbak.." ujar Firgie.


Firgie tau.. maksudnya apa yaa..duhh kenapa batinku jadi kepo begini..


"Oya Lyra, mbak titip gendong Rafi dulu ya! sampe lupa mbak belum sholat.." mbak Shinta seketika meninggalkanku berdua dengan Firgie saat ini..


Dan Yasmin entah kemana anak itu. Tadi katanya mau ambil minum kedalam tapi tak jua kembali.


Firgie tampak memperhatikanku saat ini, ia mengelus bahuku.


Jujur aku tak bisa memahami maksud tatapan Firgie.. Mata sayunya jika kubiarkan mataku terus menangkapnya, akan membuatku semakin terhipnotis..

__ADS_1


"Ibu kemana Gie?" kubuka obrolan menghilangkan kecanggungan antara kami.


"Kata Yasmin sih lagi kondangan sebentar," ujar Firgie.


"Rafi berat gak? sini aku yang pangku" tambah Firgie lagi.


"Gak berat ko, gpp aku aja" ujarku.


*Tiba-tiba seorang wanita paruh baya berhijab lebar dengan gamis berwarna lime masuk ke dalam rumah..


"Eh Lyra..." ibu tampak terkejut dengan kehadiranku.


Ku kecup punggung tangan ibu.


"Sehat kamu Nak?" tanya nya.


"Alhamdulillah bu." Jawab ku.


"Sebentar ibu ganti baju di dalam dulu ya!!" Sesaat kemudian ibu telah meninggalkan kami. Dan tak lama ibu muncul kembali dengan longdres batik yang sangat cantik di pakainya.


"Lyra udah lama dateng?" tanya ibu.


"Belum begitu lama bu," Firgie mendahuluiku manjawab tanya ibu.


"Sini Rafi biar ibu yang pangku," ibupun mengambil Rafi dari genggamanku saat ini.


"Kasihan Lyra udah badannya kecil mangku Rafi yang embul.." ujar ibu.


"Apa Firgie gak pernah beliin makanan buat kamu Ly?" tanya ibu.


"Beliin ko bu, memang Lyra badannya susah gemuk bu," ujarku.


"Firgie gak suka nyusahin kamu kan Ly?"


"Nggak bu.." jawabku.


Mbak Shinta tampak keluar dari kamar Yasmin..


"Udah pulang Bulek?"


"Udah shin.."


"Dek Firgie nikahin aja tuh Bulek kayaknya udah ngebet nikah.." Mbak Shinta tampak menggoda Firgie.


"Bener kamu udah mau buru-buru nikah Gie?" ibu melemparkan pertanyaan mengejutkan untuk Firgie.


Aku lagi-lagi menjadi penonton saat ini.


"Nggak kok Bu.." ujar Firgie.


"Tuh denger, Firgie mah nanti dulu nikahnya Shin, baru 25 tahun. 3 atau 4 tahun lagi lah. Biar ngumpulin uang dulu, apalagi sekarang masih bantu nyekolahin adek-adeknya.."


Deg... jawaban seperti ini.. Aku sangat sesak mengetahuinya. Apa hubungan kami harus berjalan selama itu?


"Lyra juga baru 20 kan ya?" ujar ibu tiba-tiba ke arahku.


Aku mengangguk. Ya usiaku memang saat ini 20, batinku.


🌷🌷🌷

__ADS_1


#Happy reading❤❤


__ADS_2