Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Kenyataan


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤


🌷🌷🌷


🌻POV FIKRA


Aku berjalan memantau semua pegawaiku saat ini, hingga kutersadar ada sosok yang kukenal sedang duduk disana.


Mbak Lyra ...


Sosok yang sangat dicintai dan dirindukan Mas-ku telah datang ke ruko kami. Benar kata mas Firgie, Lyra-nya suatu saat akan datang kemari dan hari ini terbukti.


Segera kusapa sosok pengisi hati Mas-ku. Dan iapun terlihat kaget melihatku, ia memanggil namaku kini, dan aku senang ia masih mengenalku. Tapi Mbak Lyra dengan siapa? Ada anak kecil disisinya. Kutanyakan perihal gadis kecil disisinya tersebut, dan Mbak Lyra mengatakan gadis itu putrinya. Hal yang tidak masuk akal buatku. Jika ia langsung menikah setelah kepergian mas Firgie paling-paling usia anaknya 3 atau 3,5 tahun. Tapi gadis kecil yang bersamanya terlihat 5 tahunan. Walau aku tak tau alasannya, jelas mbak Lyra berbohong. Akupun segera melihat cincin di jarinya, mungkinkah mbak Lyra sudah menikah? tapi tak ada cincin melingkar di jari kanannya, ada 1 cincin bermata biru di tangan kirinya. Jelas itu bukan cincin pernikahan. Dan aku senang jika dugaanku benar mbak Lyra belum menikah.


Segera kubahas tentang Mas Firgie saat itu pula, aku ingin melihat wajah mbak Lyra mendengar nama Mas-ku. Walau berusaha menutupi setenang mungkin, dari jawabannya aku tau di hatinya masih menyimpan Mas-ku.


Akupun menawarkannya untuk bertemu Masku, dan ia berbalik bertanya apakah aku berbohong. Jelas sekali mbak Lyra ingin memastikan apakah mas Firgie benar-benar ada di tempat ini. Dan memang mas Firgie ada. Aku menawarkan untuk menjaga gadis kecil disisinya setelah ku tangkap mbak Lyra terus melirik anak itu. Dan mbak Lyra akhirnya menyetujui untuk bertemu mas-ku.


Betapa bahagianya hatiku saat ini, segera aku beranjak keatas keruangan mas-ku dan mengabarinya.


Aku jelaskan Lyranya telah datang, mbak Lyra yang selalu dicintainya ada dibawah saat ini, "Semua perkataan Mas benar, mbak Lyra akhirnya datang," ujarku.


"Mbak Lyra juga tidak memakai cincin kawin, menandakan mbak Lyra belum menikah," ujarku pada Mas Firgie-ku.


Dan kulihat masku tersenyum, rona yang lama tak pernah kulihat setelah hari itu, kini aku melihatnya kembali.


Kuberitahu pula Mbak Lyra datang tak sendiri, ia bersama seorang gadis kecil bersamanya. Kuceritakan pula kalau mbak Lyra menyebut gadis itu putrinya. Tapi aku menjelaskan dugaanku pada mas Firgie jika Mbak Lyra telah berbohong karena usia putrinya lebih besar dari terakhir mas-nya memiliki hubungan dengan Mbak Lyra.


Dari kata-kataku tentang gadis kecil yang bersama Mbak Lyra, kulihat masku menarik kembali senyumnya. "Ia tak ingin bertemu," ujarnya. Menurut mas Firgie, jika Lyra menganggap gadis itu putrinya pasti Lyra memiliki alasan dan pasti berhubungan dengan masa kininya. Dan Mas Firgie tak ingin mengganggu masa depan Mbak Lyra.


Setelah beberapa saat membujuk akhirnya mas-ku menyetujui bertemu dengan Mbak Lyra. Dan aku segera kebawah menjemput Mbak lyra saat ini.


●●●●


🌻POV FIRGIE


Fikra terus mendesakku agar mau bertemu Lyra-ku. Wanita yang sangat kurindukan dan selalu ada di hatiku. Menancap sudah sangat dalam hingga berusaha melupakannya 4 tahun ini, bagai angin lalu untukku. Tak sedikitpun kulupakan bayang Lyra-ku. Setiap hal tentanganya tidak ada yang terlewat dalam ingatanku.


Setelah Fikra mengatakan ...


"Paling tidak kau merasakan kehadirannya lagi Mas, mencium parfumnya, kau ingin kan Mas. 4 tahun Mas kau kehilangannya, apa kau mau melewatkan kesempatan ini Mas, belum tentu esok mbak Lyra akan datang kesini lagi, kita juga tak tau keberadaannya selama ini, tolong fikirkan Mas," setidaknya itu yang Fikra katakan yang akhirnya membuatku mengangguk meng-iyakan untuk merasakan kehadirannya. Kehadiran Lyra-ku.

__ADS_1


Segera kupasang kaca mata hitamku, saat ketukan mulai kudengar. Akupun mempersilahkan Lyra-ku masuk. Dan benar ... baru pintu terbuka harumnya telah mampu kurasakan, harum yang sama seperti bertahun dulu aku pernah merasakan pelukannya. Aku mendengar Lyraku mendekat, dan harum yang semakin menyengat menandakan Lyraku telah semakin dekat dengan mejaku. Dan kupersilahkan ia duduk saat ini.


Aku memang menyetujui Fikra untuk bertemu dengan Lyra-ku, tapi aku tak berjanji untuk menjalin hubungan baik dengan Lyra-ku, setelah apa yang terjadi padaku. Aku tak ingin menghancurkan Lyraku atas perjuangannya selama ini melupakanku. Lyraku pasti telah memiliki kehidupan dan dunia lain saat ini. Terbukti dengan kehadiran gadis kecil disisinya yang pasti bukan tanpa alasan.


Lyraku mulai bertanya satu persatu mengenai ketidak-datanganku 4 tahun silam kepadanya. Janjiku untuk menemuinya, memang tak pernah kulakukan. Dan aku kini berusaha membantu Lyra untuk membuangku dari ingatannya. Terus kuhujani Lyra dengan hal yang sangat dibenci Lyra, prasangka-prasangka buruk, perkataan buruk, kubalikkan setiap hal yang terjadi bertahun silam antaraku dengan Lyra. Aku sungguh ingin saat ini Lyra membenciku.


Aku masih belum mendengar tangisnya, kata-kataku ternyata masih kurang tajam. Kuungkit semua tentang masa lalu kami dalam fikiran burukku. Kuganti bayang cinta tulus Firgie dengan Firgie yang ternyata selalu berprasangka buruk terhadap Lyra, kumasukkan pula Dimas dalam dramaku, apapun ku katakan kini agar Lyra-ku benar-benar membenciku. Kuhapus semua sisa rasa yang Lyra miliki terhadapku. Biarlah semua terjadi begitu ...


Dan kudengar kini Lyraku tersedu, ia sudah mulai menangis. Kata-kataku memang terlalu menyakitkan bahkan aku membenci diriku yang mengeluarkan kata-kats seperti itu saat ini.


Lyraku marah ...


Ia meyakinkan bahwa ia tak seperti dugaanku. Hingga akhirnya terlontar Lyra-ku telah membenciku, tak ingin melihatku. Ia keluar dengan marah.


Dan aku disini ...


Entah harus sedih atau bahagia,


Karena keinginanku telah tercapai,


Lyra-ku tak mungkin menyimpanku lagi,


Mulai hari ini aku akan merana,


Hanya bayang Lyra-ku dimasa lalu yang akan menjadi semangatku ...


Biarkan Lyra-ku bahagia dengan kehidupannya kini,


Karena kehadiranku hanya akan menjadi bebannya,


Hanya akan menjadi dilemanya,


Bahkan jika kuteruskan kisahku ...


Apakah aku bisa membuat Lyra-ku bahagia ...


Tentu tidak.


Akan kusimpan rasa cintaku dalam diamku,


Setidaknya aku bahagia pernah memilikinya,


Pernah merasakan Cintanya ...

__ADS_1


Walau kini kuhujamkan tombak ke dadanya,


Yang sebetulnya tombak itu sedang mengarah kedadaku sendiri ...


Lyra-ku harus bahagia ...


Hanya itu di otakku saat ini ...


Kulempar kaca mata yang menutupiku,


Menutupi kelemahanku ...


Kelemahan yang kusimpan 4 tahun ini,


Lyra tidak boleh mengetahuinya.


Kecelakaan 4 tahun lalu yang telah merenggut mataku ..


Dan tak bisa menatap wajah cantik Lyra-ku lagi ...


Tapi aku masih memiliki dan menyimpan semangat darimu ...


"Aku mencintaimu, Firgie,"


Kumatikan tombol diponselku kini.


Kata-kata yang ku rekam 5 tahun silam dan selalu menjadi semangatku hingga mampu membangun bisnisku.


Bisnis yang kubangun selama 1 tahun dimulai saat ku berpisah dari Lyra-ku saat itu.


Hari itu aku sudah mantap dan siap meminangmu dengan tabungan dari bisnisku ini, hingga sebuah mobil menghantamku dalam perjalanan ke tempatmu. Kedua mataku terkena benturan benda tajam, juga sebelah kaki dan tanganku yang mengalami patah tulang. Setelah beberapa bulan menjalani pemulihan, tangan dan kakiku telah normal kembali. Tapi tidak dengan mataku. Aku tak bisa melihat, itulah kenyataan yang harus kuterima hingga tak mampu berhadapan denganmu.


Kini dengan perantaraan mata adikku Fikra, bisnisku semakin berkembang dengan adanya beberapa cabang BAKULAN KETOPRAK MAS GIE ...


Namun tidak hatiku ...


Yang tetap merasa sepi ...


Bahkan setelah hari ini,


Dingin malam akan bertambah dingin kurasa ...


🌷🌷🌷

__ADS_1


🌻Happy Reading❤❤


🌻Di bantu komen dan like di setiap babnya yaa, jika memang karyaku mampu masuk ke hati kalian😊😊


__ADS_2