
Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
"Hmmm ... yummy, nasi goreng buatan bunda enak sekali. Ayah juara pertama,"
"Yeaa ... punya Mayra juga habis, Mayra yang juara pertama, ayah nomer 2. Itu lihat udang Ayah ada yang jatuh di bawah piring 1, berarti Ayah belum habis. Yeaa Mayra juara 1."
"Ihh curang yang jatuh gak dihitung Sayang, itukan sudah kotor," sanggah ayah.
"Sudahlah Mas, I-yaa Mayra yang menang. Ayah kalah. Sudah siang, katanya mau berangkat pagi, sana berangkat..!!!"
"Duhh, putri Ayah yang cantik kok cemberut sihh, nanti cantiknya hilang lo," goda mas Dimas sambil menarik tubuh mungil Mayra dan terus menciuminya hingga ia kegelian dan minta berhenti.
"Senyum dulu, baru ayah lepaskan..!!!"
Dan Mayrapun tersenyum akhirnya.
"Ini baru cantiknya Ayah, Ayah Sayang Mayra, tadi Ayah hanya bergurau. Mayra-lah pemenangnya karena udang Ayah masih ada 1, iya kan?"
Mayrapun lantas mengangguk dan memeluk tubuh Mas Dimas setelahnya.
Mmm, semua gara-gara udang, batin mas Dimas.
•
•
"Hati-hati ya Mas..!!!, ujarku saat mengantarkan mas Dimas ke teras.
"Kau juga selalu hati-hati, seperti biasa sebisa mungkin hindari Friss," bisik mas Dimas baru setelahnya ia mencium keningku.
"Bye My baby twins, ayah berangkat dulu ya Sayang, jangan nakal di perut bunda," ucap mas Dimas di atas perut buncitku. Ia kemudian membelai dan mencium perutku baru setelahnya menghilang bersama Matic-nya.
•
•
"Ayo ambil tasmu Nak..!! Kita berangkat ke sekolah !!!" ujarku pada Mayra yang terlihat asik dengan bonekanya.
"Iya Bundaa,"
Tiba-tiba mbak Friss yang sejak tadi hanya terdiam menjadi penonton menghampiriku,
"Lyra, bolehkah aku yang mengantar Mayra?"
"Nanti kau letih Mbak, kau istirahat saja di rumah!!"
"Kau kan sudah berjanji padaku Lyra, kau akan mendekatkanku pada putriku, tapi mana? Semenjak aku disini kalian terus menghabiskan waktu di lantai atas dan tak membiarkanku dekat dan berbincang dengan Mayra," lirih Mbak Friss.
Benar, sebulan ini memang aku jarang beraktivitas di lantai bawah, karena memang mas Dimas melarangku. Bagaimana ini, disatu pihak aku telah berjanji pada Mas Dimas tapi satu sisi aku telah berjanji pula pada mbak Friss?
"Apa kau takut aku membawa kabur Mayra Ly?"
"Bukan, bukan begitu Mbak. Besok kan kau ada jadwal kontrol, aku tidak ingin mbak letih," ujarku.
"Tolong Lyra ... izinkan aku menghabiskan waktu sedikit bersama putriku. Aku janji akan langsung pulang."
Bismillah ... Tidak apa-apa lah, bukankah ada mang Diman pula yang mengantar, batinku.
"Baiklah. Aku pegang ucapanmu Mbak," ujarku kemudian.
Dan di sudut, tampak gadis kecil yang sejak tadi berdiri mematung.
"Heiii, kau disana Sayang. Kemarilah Nak..!! Mayra, perut Bunda hari ini sakit, sepertinya Bunda tidak bisa mengantar Mayra sekolah. Untuk hari ini, Mayra dianter tante Frista yaa?"
__ADS_1
Dan Mayra seketika memelukku.
"Mayra hanya mau diantar Bunda."
"Mayra kakak yang baik bukan? Adik bayi sedang tidak ingin keluar rumah, sedang capek. Bunda janji hanya hari ini saja, besok bunda yang akan antar Mayra, Mayra setuju??"
"Dede, kakak sekolah dulu yaa, dede jangan nakal di perut Bunda, jangan gerak terus biar gak capek. Biar besok bisa anter Kakak sekolah," lirih Mayra sambil terus mengusap dan mencium perutku.
"Mayra berangkat Bunda, Bunda istirahat ya," ucap Mayra kembali sambil sesekali melirik Mbak Friss yang telah siap di sampingku. Ia kemudian menciumi wajahku setelahnya, pipi kanan dan kiri, dahi, hidung, dagu juga bibirku dicium juga. Benar-benar anak ini berkaca pada yang ayahnya sering lakukan, batinku.
"Anak pintar, bunda sayang Kakak Mayra, akupun menciumi Mayra seperti yang Mayra lakukan padaku.
"Hati-hati ya Mbak," ujarku ada mbak Friss sebelum akhirnya mereka masuk kedalam mobil.
"Oya mang Diman, ikut saya sebentar ada titipan uang bensin bulanan dari mas Dimas."
"Iya Bu."
•
•
"Bu, uang bensin bukannya sudah Ibu kasih kemarin ya?"
"Maaf saya berbohong Mang, nanti tolong awasi gerak-gerik mbak Friss di sekolah ya Mang..!!! Pastikan Mang Diman membawa Mayra kembali kerumah tepat waktu."
"I-ya Bu."
●●●●
🌻Diiringi lantunan Murrotal dari dalam ponsel yang kudekatkan di perutku, kubalik lembar demi lembar novel Agatha christy dalam genggamanku, kisah pembunuhan yang selalu bisa dipecahkan detectif bernama Hercule Poirot selalu menjadi perhatianku.
Hingga akhirnya mataku seakan tersapu oleh hembusan angin yang terus memaksa masuk dari jendela kamarku.
Dan terlelaplah-ku kini ...
•
•
"Bunda ... "
Bunda pulas sekali tidurnya, batin Mayra.
"Dede lagi pada ngapain? ini Kakak Mayra, Kakak sudah pulang sekolah, tadi Kakak di sekolah dapat bintang 5 lo nulisnya. Nanti Dede Kakak ajarin nulis yaa," bisik Mayra di perut bunda.
"Sayang, kau sudah pulang nak?" lirihku terbangun karena mendengar sayup suara putri kecilku, dan aku langsung menyapu kepalanya.
"Maaf, Mayra mengganggu tidur bunda,"
"Tidak Sayang, memang sudah waktunya bunda bangun. Bunda ketiduran tadi. Jam berapa ini?"
"Jam sebelas kurang Bund,"
Alhamdulillah ternyata mbak Friss memegang ucapannya dan tadi aku sudah shu'dzhon padanya, astagfirulloh. batinku.
"Rupanya bunda tertidur cukup lama. Apa tante Frista baik padamu?" lirihku.
"Baik. Tapi Mayra nggak suka kalau tante sering cium Mayra. Dia kan orang asing."
"Sayang, dia kan teman Bunda, Mayra tidak boleh seperti itu ya. Tante itu juga sakit, kita harus bisa menyayanginya. Mayra paham maksud Bunda kan??"
Mayrapun mengangguk perlahan.
"Sekarang, Mayra ganti baju, kita akan turun kebawah," ujarku.
•
__ADS_1
•
"Terima kasih Mbak sudah menjaga Mayra," ujarku saat kutatap mbak Friss baru saja keluar dari dari kamarnya.
"Kenapa berterima kasih, Mayra putriku aku pasti menjaganya. Jangan-jangan kau telah berfikir negatif tentangku tadi."
"Mbakk a-ku, ...."
"Memang sudah takdirku, sekeras apapun aku berbuat baik kesalahan masa lalu selalu menjadi cermin untukku," lirih mbak Friss.
"Maaf mbak,"
"Bunda, Mayra ada PR nih, ayo kita mengerjakan PR Bund ...." Mayra tiba-tiba datang dari atas membawa peralatan menulisnya.
"Sayang, Bunda mau membantu Bik Lasmi di dapur, Mayra belajar dengan tante Frista ya..!!"
"Hmm, i-ya Bund,"
•
•
"Tante Frista mau ajari Mayra mengerjakan PR?"
"Mau,"
"Makasih Tantee."
●●●●
🌻MAKAN MALAM 20:00
Tak seperti biasanya, hari ini mas Dimas pulang lebih awal. Maghrib ia telah sampai di rumah, alhasil momen tersebut digunakannya untuk ikut mengajari Mayra mengaji setelah selesai sholat di Masjid.
Dan kini, adzan isya telah berkumandang, koko dan sarung masih melekat di tubuhnya. Dengan sigap iapun langsung menuju Masjid yang berjarak tidak begitu jauh dari rumah mereka.
Setelah menjalankan ibadah Isya, mas Dimas langsung menuju kamar menjemputku dan Mayra untuk makan malam.
•
•
"Sudah siap Bik?" tanyaku saat kami telah dibawah dan duduk dengan posisi kami seperti biasanya. Mas Dimas diujung, aku disisi kirinya dan Mayra disisi kanannya. Sedang Fris duduk disisi Mayra.
Aku mengambilkan nasi, tumis udang asam manis, kentang balado, juga tumis kangkung saus tiram ke piring mas Dimas.
Dan Mayra, setelah seharian menghabiskan waktu bersama mbak Friss, mereka terlihat mulai akrab, saat ini bahkan Friss mengambilkan makanan untuk Mayra.
"Maaf mbak, berbeda dengan mas Dimas, Mayra alergi dengan udang, ambilkan Mayra ayam goreng dan kangkung saus tiram untuk Mayra," ujarku sambil kutatap sekilas mas Dimas yang terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Oh ... maaf," ujarnya.
"Tidak usah meminta maaf Tante, Tante kan bukan bunda aku jadi tidak tau kesukaan aku," celoteh Mayra yang seakan menjadi tamparan untuk mbak Friss.
"Kalau makan udang atau makanan Seafood lain, Mayra akan gatal-gatal setelahnya Mbak. Ia lebih suka ayam goreng atau tahu putih. Maka-nya, setiap membuat nasi goreng aku selalu memisahkan untuk Mayra dahulu, baru kubuat untuk mas Dimas dengan campuran udang," ujarku menjelaskan.
Dan mbak Friss tampak mengangguk lemas sambil terus memakan makanannya tak bersemangat.
"Sayang, besok pagi bersiaplah!! Kita akan menginap ke rumah Uti di Cikarang."
"Yeaaa, asiikk ... ayah tau aja Mayra kangen Uti, Opa dan Anty Shifaa," celoteh kegembiraan Mayra sambil terus melahap nasi di hadapannya.
"Tapi Mas, mbak Friss ada jadwal kontrol besok pagi. Kita berangkat setelah mbak Friss pulang yaa!!!" ujarku.
"Kau ingin mengajak Friss ikut kah?"
🌷🌷🌷
__ADS_1
🌻Happy reading❤❤