
Lanjuutt yaa👋☺..
●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤
🌷🌷🌷
Hingga tiba-tiba pintu kamarku terbuka ...
Dan aku terpana melihat kedatangan sosok dihadapanku kini ...
●●
"Ibuu ...."
"Lyraa,"
Kamipun saling menghambur berpelukan, "Bagaimana Nak, masih jarang atau sudah sering mulasnya?" tanya ibu dengan nada tenang tanpa kepanikan dan anggun seperti biasa. Akupun menyalimi Ayah yang berjalan mendekat.
"5 menit sekali bu, jedanya lebih pendek, mulasnya lebih sering," jawabku.
"Lho kamu kok sendiri Dimas mana?" tanya Ayah.
"Mas sedang keluar cari biskuit Bu."
"Memang kamu belum makan?" tanya ibu serius.
Akupun menggeleng.
"Lyra mau makan apa biar Ayah belikan?" ujar Ayah menunjukkan perhatiannya.
"Lyra mual kalau makan Bu. Akhh ..."
"Mulas Nak??"
Akupun mengangguk.
Ibu dengan cekatan mengusap punggungku yang sedang duduk di kursi saat ini. Iapun tampak berbicara dengan calon cucunya,
"Sayang, semangat terus yaa..!! Kalian pasti bisa, kalian sudah tak sabar melihat Bunda dan Ayah kalian kan?
Allohumma Sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad ...
Allohumma Sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad ...
Allohumma Sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Sayyidina Muhammad ..."
Ibu terus melafadzkan sholawat sambil terus mengusap kedua calon cucunya yang tampak masih mencari jalan tersebut.
"Dimas lama sekali..!!!" ujar Ayah.
Dan lagi-lagi rasa ini, Akhh ...
ALLOH ...
ALLOH ...
ALLAHU RABBI LAA USYRIKU BIHI SYAI`AN
Terus kuucapkan pula dzikirku pada Robbku.
"Pintar, sabar Sayang!! Mohon pada Alloh agar dimudahkan dan diberi persalinan tanpa rasa sakit Sayang," bisik Ibu sambil seraya menyapu perutku.
"Tanpa rasa sakit??"
"Iya, tidak ada yang tidak mungkin jika Alloh berkehendak. Dulu waktu Dimas, ibu selalu berdo'a seperti itu. Alhamdulillah pembukaan Dimas cepat, saat mulas sudah sangat terasa, ibu diminta mengejan, tak lama Dimas lahir. Semua sakit langsung hilang. Dan jangan lupa tarik nafas dan buang saat mulas datang. Sabar Sayang, In Syaa Alloh segala sakitmu akan dicatat kebaikan dan jadi penggugur dosa-dosamu Nak." ucap ibu masih terus mengusap perutku.
Akupun mengangguk.
"Kau tidak bawa hijab yang pendek?"
"Ada di tas Bu,"
"Pintar, ganti dulu yaa." Dan ibu membantu melepas hijabku dan menggantinya. "Agar tidak ribet saat persalinan nanti." Kujawab seketika, "Iya bu."
__ADS_1
"Ahh ..."
ALLOH ...
ALLOH ...
ALLAHU RABBI LAA USYRIKU BIHI SYAI`AN
Tarik nafasss .... tahan sebentar, buang melalui mulut, Haaa ....
"Pintar, lakukan terus seperti itu. Itu akan membantu bayimu juga menemukan jalannya."
Dan pintupun terbuka saat ini.
"Ayah, Ibu kalian sudah sampai?" ujar mas Dimas sambil berjalan masuk mendekati ayah dan bersaliman dengannya.
"Alhamdulillah karena masih pagi jadi tidak macet," ujar Ayah sambil menepuk bahu putranya.
Mas Dimas menghampiri ibu setelahnya. Ia mencium tangan ibu dan mendaratkan kecupan di dahi ibunya. "Kau sehat Nak?" dan mas dimas terlihat mengangguk.
"Sayang, bagaimana, lebih terasa mulasnya?"
Akupun mengangguk.
Mas Dimas bersimpuh di hadapanku kini, mengecup dan membelai perutku, "Cantik dan gantengnya Ayah, sebentar lagi kita akan bertemu. Kalian harus tetap semangat dan berusaha. Ayah menunggu kalian," lirih suara mas Dimas.
Mas Dimas berdiri setelahnya, melingkarkan tangannya ke leherku, menahan kepalaku beberapa saat ke dadanya dan mengecup keningku kemudian.
"Mas beli beberapa biskuit, ayo mas suapi, buka mulutmu Sayang..!!!" ucap mas Dimas yang saat ini duduk di sisiku.
"Nanti Mas, mulas. Ahhh ... " kugenggam lengan mas dimas sambil terus ku lafadzkan dzikirku.
"Ayah ibu sudah sarapan?"
"Belum, beli makan sana Yah..!!! Ibu lapar. Dimas pasti juga belum makan tuh, Lyra juga."
"Oke siap. Ibu mau apa? Dimas? Lyra??"
"Dimas juga nasi padang Yah. Kau makan ya Sayang.!!!"
"Nanti aku bareng mas saja," lirihku.
"Oke Ayah berangkat."
"Minumannya jangan lupa Yahh!!!!" teriak ibu melihat Ayah sudah membuka pintu keluar, ayahpun mengangguk.
•
•
•
5 jam berlalu ...
"Ahhh Bu, Lyra tidak tahan, sakit sekali. Mass ..."
•
•
Mas Dimas seketika menekan tombol panggilan diatas ranjang untuk Dr. Catrina.
"Bagaimana? mulas sudah semakin sering kah Mom?" ucap dokter yang seketika masuk ke ruangan kami dan akupun mengangguk.
"Yang lain boleh keluar sejenak, Dad boleh di dalam, saya akan mengecek membukaan Mom ...."
Dan Ahhh, lagi terasa sakit yang aneh saat dokter memeriksa pembukaan di jalan lahirku.
"Oke bagus, pembukaannya cepat. Pembukaan 8 saat ini. Baby-nya sepertinya sangat pintar mencari jalan yang di tunjukkan Dad," ucap Dokter seraya tersenyum kearah kami. Dan mas Dimas tampak malu.
"Kita ke ruang persalinan saat ini, tolong Dad bantu Mom duduk di kursi roda.
Dan aku menurut saat mas Dimas mengikuti dokter membawaku ke sebuah ruangan dengan ranjang dan berbagai perlengkapan disana.
__ADS_1
"Sakit sekali Dok ... Masss,"
"Sabar Mom, hanya sakit sedikit lagi. Dan bayi Mom akan dalam pelukan. Oke!!!"
Mas Dimas terus mengecup keningku dengan posisi tubuhku yang telah naik ke ranjang persalinan dengan kaki yang telah dibuka perlahan oleh perawat.
"Mas Sayang Lyra, Lyra pasti bisa..!!!!" akupun mengangguk.
Kulafadzkan dzikirku kembali memohon pertolongan pada Robbku.
Beberapa saat kemudian ...
"Baguss, sudah masuk pembukaan 10."
Dan rasa sakit yang muncul tenggelam dengan rentan istirahat yang pendek kurasa kini. Mulas yang sangatt, seperti akan BAB, merasa ada dorongan kuat dari dalam dan rasa yang sangat luar biasa.. "Dok, mulas sekali ..."
Dokter mengecekku kembali dan entah apa yang dilakukan, hingga seperti ada rembesan di selimut yang menjadi alasku. Dan setelahnya sakit semakin sangat terasa, "Oke atur nafas Mom tarik yang panjang dan buang dari mulut ... tarik lagi, buang perlahan ... lakukan terus.. saat baby mulai mengajak keluar, Mom bisa mengejan tapi jangan angkat boko*ng agar tidak terjadi robekan, mengerti!!!" akupun mengangguk. Dan Dokter tampak mengusap perutku, memberi semangat rangsangan pada bayiku yang sedang berjuang disana.
Mas Dimas terus melafadzkan dzikir disisi wajahku seraya mengusap kepalaku. "Mas Sayang Lyra, sangat sayang, Semangatt!!!" diselingi pula ungkapan rasanya guna berusaha menyemangatiku.
"Dok, bayiku sepertinya mengajak keluar, Mulas Dokk ... "
Mas dimas mengeratkan genggaman tangan kananku, sedang tangan kiriku menggenggam besi disisi ranjang.
"Oke, Dorong Mom ...
Bagus ... Terus..!!!
Dorongan diperkuat lagi..!!
Oke Bagus Mom ...
Dan ...."
ALLOHU AKBAR ... teriakku.
Oek ... oek ... oekk ...
Kudengar tangisan bayi pertamaku saat ini, air mata tak terbendung di wajahku demikian pula di wajah mas Dimas yang terus menghujaniku dengan kecupannya ...
"Bayi laki-laki yang tampan seperti Dad," ujar Dokter, seorang perawat segera membersihkan sang bayi dan memberikan pada Mas Dimas untuk di adzani, lantunan adzan terdengar lirih dan menyayat hatiku yang dibisikkan di telinga bayi laki-laki kami disisiku.
Oke buka kancing baju Mom untuk melakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini), tolong bantu dilepas bra Mom ya Dad. Mas Dimas tampak sudah cekatan dengan hal ini dan tampaklah 2 tanda buatannya semalam yang membuat perawat dan dokter tersenyum. Dan Ohh, malunya aku dan Mas Dimas, entah bagaimana menyembunyikan malu ini..
Seorang perawat seketika meletakkan bayi di dadaku. "Biarkan baby menemukan sendiri kantung susu Mom yaa, sambil kita menunggu ajakan dari baby kedua Mom. Jika mulas sudah terasa segera katakan ya Mom," ujar Dokter yang terlihat sedang mencuci tangannya.
"Mass ..."
"Iyaa ..." lirih jawaban mas Dimas sambil terus membelai tubuh mungil nan halus yang sedang berusaha merangkak perlahan di dadaku dengan mulut yang mencari-cari "lucunya," lirih mas Dimas.
"Geli ..." Lirihku dan membuat mas Dimas tersenyum.
"Lyra hebat ...." mas Dimas seketika mengecup bibirku singkat.
"Mass, apa tandamu semalam sangat jelas terlihat?" dan mas Dimas mengangguk kubalas dengan mengkerucutkan bibirku.
"Ayah Bunda yang nakal," bisik mas Dimas disambut senyuman kami bersama. Belaian tangan tampak mengusap kepalaku saat ini.
"Ayo sedikit lagi Dirga, itu lho ikutin tanda ayah," lirih ucapan mas Dimas sambil terus tersenyum di wajahnya. Dan ketika baby Dirga mencampai pucuk kantung susuku. "Ahhh ....
"Ada apa Sayang?"
"Panggil dokter Mas, sepertinya Diyara mulai mengajak keluar ...."
"Dokk ... Dokter ....
●●●●
Note : Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan. Bayi dibiarkan mencari pu*ting susu ibu sendiri dan tidak disodorkan langsung ke puti*ng susu Ibu. Ini sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif.
🌷🌷🌷
🌻Happy reading😃😃❤
__ADS_1