
Lanjuutt yaa๐โบ..
โJangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy readingโคโค
๐ท๐ท๐ท
"Ahh ... Mass,"
"Apa sakit?"
Akupun menggeleng.
"Katakan jika sakit yaa, sebentar lagi ... "
โข
โข
Dan akhirnya ...
ุงูููููููููู ูู ุงุฌูุนููููู ููุทูููุชูููููุง ุฐูุฑู ููููุฉู ุทููููููุจูุฉ
Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).
Segera Mas Dimas menjatuhkan tubuhnya disisiku. "Terima kasih ... Mas Sayang Lyra, sangat Sayang," ucap mas Dimas saat kami saling berhadapan, seraya tangannya terus membelai kedua baby twins kami. Akupun tersenyum mengangguk memahami ungkapan rasanya.
kamipun kembali berdo'a setelah penyatuan kami selesai kami lakukan.
ุงูููุญูู ูุฏู ููููู ุงูููุฐููู ุฎููููู ู ููู ุงูู ูููููุงุกู ุจูุดููููุฑูุง
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
โโโ
"kau letih??"
"Tidak Mas ..."
"Kakimu sakit?" ucap mas Dimas sambil menatap kakiku yang tanpa alas.
Aku kembali menggeleng dan tersenyum manatap pria disisiku yang selalu menemaniku berjalan kaki memutari perumahan, tidak lama 15 menit sehari saja. Menurut anjuran Dokter, dimasa ini Mom harus banyak bergerak agar dimudahkan saat persalinan normal seperti harapanku.
__ADS_1
"1 putaran lagi ya sayang..!!!" ujar mas Dimas sambil menyapu tetesan keringatku menggunakan handuk yang tergantung di lehernya.
"Iya Mas," kuayunkan tanganku, yang seketika memberi ayunan pula ditangan mas Dimas yang terus menggenggamku. Kamipun menyamakan gerak dan menikmati ayunan ini. Sesekali mata kami bertemu pandang dan saling melempar senyum, senyum ketulusan dan cinta, luapan rasa terima kasih pada hati yang selalu setia menemani disisi.
06:15. waktu yang sama saat kami menginjakkan kaki ke rumah kami setiap harinya. 15 menit setelahnya kami habiskan berbincang di balkon. Bercerita tentang masa lalu dan melukis mimpi di masa depan. kunikmati setiap sentuhan tangan mas Dimas yang terus memijat kakiku yang terjulur di sofa menghadapnya. Sambil sesekali kutatap ia yang menyeruput teh manis hangat yang bik Lasmi sajikan.
Setelahnya aku akan beranjak ke dapur membuat sarapan sedang mas Dimas membangunkan dan memandikan Mayra. Baru setelahnya ia mempersiapkan dirinya saat sang putri telah terlihat rapi dengan seragam dan taburan bedak yang membuatnya semakin cantik. Kami memang selalu bekerjasama setiap hari, dengan ikhlas tanpa paksaan dan beban. Alhamdulillah aku memilikimu mas Dimas ...
โข
โข
2 Bulan memang terasa cepat berlalu, perutku kini sudah semakin besar, gerakan baby twins-ku semakin jelas kurasa, terkadang tonjolan kekanan, kekiri menjadi bukti aktifnya mereka di dalam sana. Berat badanku dari 50kg sebelum hamil, kini sudah mencapai 75kg. Hmm, terbayang seperti apa penampakanku kini.
Dan besarnya perutku kini, tak membatasi olahraga malamku bersama sang suami, menjelang tri semesrer akhir Dad harus sering menengok baby dalam perut Mom, agar jalannya terbuka, ujar Dokter Catrina. Dan ohh, tentu saja hal seperti ini direspon positif oleh mas Dimas. Nakal memang suamiku ini, walau memang olahraga kami tak berlama seperti sebelum kehadiran calon bayi kami.
โโโ
Dan lagi-lagi kutatap mas Dimas sedang menepikan udang-udang dipiringnya, suatu kebiasaan yang sudah sangat hapal di mataku semenjak menikah dengannya. Iapun sangat tidak suka aku meniup teh manis panasku, akan hilang keberkahannya katanya.
Inilah aktifitas pagi kami, berkeliling perumahan diakhiri sarapan dimeja makan bersama.
Semenjak masuk bulan ke 8, Mayra berangkat diantar mas Dimas yang satu jalur menuju tempatnya bekerja. Terrios, menjadi kuda baru yang menjadi pilihan kami dalam menemani aktivitas mas Dimas, baru pulangnya aku dan mang Diman yang menjemput dengan Jazz Silver. Mengurangi gerakku, ujar Mas Dimas.
Merajut, itulah hobiku kini ... setelah beberapa perlengkapan bayi kuberi sepekan lalu, aku senang menghias setiap pakaian baby twins-ku dengan rajutan nama mereka disana. Mungkin karena mereka adalah bayi pertamaku, ingin selalu kuberikan tanda cintaku untuk mereka.
Diyara, nama bayi cantikku, perpaduan nama Dimas dan Lyra Insyaa Alloh akan menjadi namanya kelak. Nama yang sudah lekat didirinya sejak 6 bulan ia diperutku. Pink dan ungu menjadi warna pilihan kami untuknya, dan semua tersusun rapi dalam lemari bernuansa pink untuknya.
Dan baby boy kami yang beberapa hari lalu mas Dimas mulai memanggilnya Dirga, Insyaa Alloh menjadi nama untuk bayi lelaki kami kelak. Dirga yang berarti Udara, menurut mas Dimas anak lelakinya harus tangguh. Dan Dirga menggambarkan kemauan keras, berwibawa, cermat dan senang menolong. Dan aku menyukai nama pilihan mas Dimas untuk lelaki kecilku. Untuknya pakaian dengan dominasi warna biru dan kuning tertata cantik di lemari bernuansa biru di sudut kamar kami.
โข
โข
"Assalamu'alaikum Lyra ...,"
"Wa'alaikum salam Bu," ujarku menjawab salam ibuku dari telepon dalam genggamanku.
"Gimana kabar calon cucu ibu Nok? kamu lahiran disini kan?" tanya ibu dengan penuh ketulusan dan kasih sayangnya.
"Alhamdulillah calon cucu ibu sehat di dalam perut Lyra. Buu, maaf sepertinya Lyra akan lahiran di Bandung."
__ADS_1
"Lho, nanti kamu repot Nok, di Tangerang aja di rumah kita yaa..!!!"
"Mas Dimas maunya di Bandung Bu, nyaman di rumah sendiri katanya. Ibu Arini juga tadinya minta Lyra lahiran di Cikarang, tapi gak diizinin sama mas Dimas. rencananya keluarga di Cikarang akan menginap setelah Lyra lahiran. Ibu aja yang kesini yaa ... "
"Oalah Nok, kalau suamimu maunya begitu ya sudah. Pasti ibu sama Bapak nanti kesana. Dimas belum tau aja, ngurus bayi 2 emang gak capek apa. Belum kalau rewel bersamaan. Oya, kamu sehat kan?"
"Sehat Bu. Berat badan Lyra udah naik 25kg Bu."
"Ya gpp. Namanya juga hamil bayi 2. yang hamil 1 aja banyak tuh yang naik banyak berat badannya. Kamu harus banyak makan lho Nok, jangan males kalau makan. Kamukan suka nyepelein makan,"
"Lyra sekarang makannya banyak Bu, gak bisa males lagi. soalnya langsung disuapin mas Dimas, hee."
"Nakal, bukannya istri yang melayani suami ini malah suami yang nyuapin istri."
"Mas Dimas kok yang mau Bu, gak tau tuh sekarang mas Dimas kalau makan gak terlalu banyak, mana kalau malam ngecek kerjaan suka sampe tengah malem, pagi udah nemenin Lyra olah raga muterin komplek. Dan siangnya kadang suka mondar-mandir ngecek ruko Bekasi dan Bandung."
"Ya Alloh Nok, bilangin Dimas jangan terlalu di porsir kalau kerja, kasihan badannya. Kalau makannya sedikit, siapin buah terus di rumah. Ibu takut Dimas sakit kalau terlalu capek."
"Lyra udah sering bilang Bu, katanya gak capek, lagian semua untuk anak-anak katanya."
"Alhamdulillah kamu dapet suami yang begitu Ly, oh ya Mayra gimana kabarnya? pasti tambah lucu dan cantik cucu ibu yang 1 itu."
"Alhamdulillah bu, Mayra sehat. Tambah ceriwis ... tiap hari ngajak ngoceh adik-adiknya di perut Lyra. Udah gitu sekarang apa aja ditanyain, Lyra kadang suka bingung kalau Mayra mulai nanya yang aneh-aneh."
"Itu namanya anakmu pinter, pengen tau banyak hal. Oya, mantan istrinya Dimas masih tinggal di Cikarang? Kok bisa ya Ibunya Dimas nganggep anak ke mantan istri anaknya. Kamu kalau ketemu gak risih apa? trus Mayra udah tau belum siapa ibu kandungnya?"
"Mbak Friss masih di Cikarang Bu, sekarang mulai pakai kerudung lagi. Mbak Friss itu anaknya sahabat ayah dan Ibu, jadi Ibu merasa punya tanggung jawab sama mbak Friss. Lyra dan mbak Friss udah kayak temen sekarang, biasa aja gak risih. Mas Dimas yang masih kurang suka ketemu mbak Friss, semenjak yang kasus susu kedelai dulu itu. Kalo Mayra, Lyra juga sering mikir sih bu, bagaimanapun dia harus tau ibu kandungnya, tapi Lyra belum mulai ajak dia bicara. Pasti Lyra kasih tau ko tapi gak usia sekarang. Takut dia bingung."
"Yaudah, ibu cuma tanya aja kok. Ibu lanjut aktifitas ibu ya Nok, jaga kesehatan kamu dan keluargamu selalu. Salam buat Nak Dimas, bilangin terima kasih atas transferannya. Kenapa suamimu itu baik banget. Semoga rezeki kalian tambah banyak dan dilimpahkan kemudahan dan kesehatan selalu."
"Aamiin Bu, Lyra juga salam buat Bapak, Sherly dan Ersha."
"Iya Nok. Assalamu 'alaikum."
"Wa'alaikumsalam Bu."
Balkon tempat Dimas dan Lyra ngobrol di pagi hariโค
โโโโ
__ADS_1
๐ปHappy readingโคโค