
WAJIB TINGGALKAN JEJAK LIKE DAN KOMEN YAβΊβ€
VOTE DAN RATE JUGAAAππ
πππ
Ya Robb,
Perasaan apa ini? Perilaku Ka'Farida membuatku malu ...
Berjabat tangan saja ia tak mau ...
Bagaimana dengan kedekatanku dan Firgie selama ini??
Bagaimana ini ???
πππ
Jam istirahat PT. XX
"Ly, nanti pulang kerja kita jalan yuk ..." ajak Ka' Fida.
"Boleh, mau kemana kak?" tanyaku.
"Ke Mall SS, gw lagi bete di rumah soalnya" ujar Ka' Fida.
"Emang Kaka bete kenapa?" tanyaku.
"Kau ingat Ka' Farida kakakku yang kemarin di rumah? Ia memintaku ta'aruf dengan rekan suaminya ..." ujar Ka' Fida.
"Ta'aruf itu apa Ka?" tanyaku heran.
"Sejenis perkenalan tapi untuk ke arah pernikahan tanpa adanya pacaran Ly," ujar Ka' Fida.
"Pernikahan tanpa ada pacaran? belum kenal dong Ka'?Apa bisa seperti itu?" tanyaku semakin penasaran.
"Perkenalannya ya saat ta'aruf itu, tapi jelas untuk menikah Lyra. Kalau kau bertanya bisa atau tidak ... Ka' Farida buktinya bisa, iya ta'aruf 1 tahun lalu, dan pernikahannya harmonis sampai saat ini. Memang sih Ka' Farida belum di berikan momongan tapi mereka sangat berfikir positif "masih di suruh pacaran dulu oleh Alloh" begitu katanya," ujar Ka' Fida kembali.
"Pacaran setelah pernikahan? aku baru mendengarnya Ka' ..." ujarku.
"Ka' Farida dan seluruh rekan taklimnya. Rata-rata semua berta'aruf, mereka semua harmonis dengan pasangannya. Walau masalah pasti ada saja, tapi mampu mereka lalui. Mereka semua pacarannya setelah menikah, karena saat ta'aruf memang segalanya terbatasi, karena memang belum muhrim kan, mereka berpositif ingin menikah karna Alloh? Setelah menikah baru mereka saling mengenal lebih dekat. Seperti kau dan Firgie saat ini, mereka berpacaran tapi sudah dengan lebel *halal."
*Deg ... rasa apa ini? Rasa yang kemarin timbul, kini ia muncul lagi ... hubungan yang berlebel halal ... kata-kata yang menyesakkanku bercermim akan hubunganku dan Firgie.
"Lo kenapa Ly?" tanya Ka' Fida padaku yang mendadak terdiam dan melamun.
"Kak, kalau gitu hubunganku dan Firgie salah ya?" sambil menahan sesak kutanyakan pertanyaan yang ada di otakku saat ini.
"Masalah itu aku tidak bisa menjawab Ly, karna ilmuku juga masih kurang. Tapi kalau kata Ka' Farida Pacaran berlebel halal itu lebih indah, segala yang dilakukan akan terhitung pahala. Karena yang di bahagiakan adalah suami, pasangan yang sudah halal dimata hukum dan agama." itu kata Ka' Farida lho Ly ....
"Kita ke masjid yuk!! Tinggal 15 menit waktu istirahat. Kita belum sholat," ajak ka' Fida.
Akupun mengikuti Ka'Fida untuk berdiri, meletakkan nampan dan terus berjalan menuju Masjid dengan otak yang masih full tentang pembahasan "pacaran setelah menikah itu."
Pukul****15.15 di Jemputan arah Bekasi Barat
Kubuka pesan yang di kirim Firgie ke ponselku.
14:00 π¨ "Kutunggu pulang kerja di bakulan ketoprak ya sayang!!..."
14:15 π¨ "Kenapa kau tidak membalas pesanku Ly?"
15:00 π¨ "Lyra, apa kau marah padaku?"
__ADS_1
Segera ku balas pesannya,
"Gie, aku jalan bersama Ka' Fida sore ini, maaf tidak bisa bertemu denganmu di bakulan ketoprak," ujarku.
Tak lama balasan dari Firgie langsung kuterima.
"Jalan kemana? Sama siapa saja?" tanyanya.
"Ke Mall SS. Berdua saja dengan Ka' Fida," balasku.
"Pulang kabari ya!! biar ku jemput," ujarnya lagi.
"Iya Gie ..." segera ku masukkan ponsel ke dalam tasku kembali.
"Siapa? Firgie ya?" tanya Ka' Fida.
" Iya Ka" jawabku.
"Lo beruntung Ly, menemukan orang yang begitu sayang sama lo kayak Firgie. Gw do'ain hubungan lo sama Firgie bisa sampai ke pernikahan Ly."
"Aamiin, makasih do'anya ya Ka" ujarku.
Kata pernikahan yang hari kemarin masih kusangkal dan belum terfikir olehku. Entah mengapa saat ini, aku ingin mengAminkannya.
Kami sudah berada di Mall SS saat ini, Mushola langsung menjadi tujuan pertama kami. Agar tenang jalan-jalan nanti.
Toko demi toko kami sambangi saat ini, mata kami seakan termanjakan dengan berbagai barang yang indah di Mall XX.
Entah berapa toko pakaian sudah kami masuki, seolah kami adalah pembeli yang benar2 ingin membeli padahal sebetulnya kami hanya melihat2 pakaian bagus plus hargannya. Yahh, mungkin suatu saat kami ingin membelinya. Tapi untuk saat ini aku dan Ka' Fida benar2 ingin memanjakan mata kami saja.
Tak lupa kami mampir ke gramedia, karena aku memang suka membaca. Ku absen setiap buku disana, rak demi rak tidak terlewati mata kami. Entah mengapa mataku tertarik dengan sebuah buku Diary berwarna kuning disana, akupun membelinya. Sudah lama aku tidak menulis, dan bahkan saat inipun belum terlintas akan menulis apa, hanya saja aku ingin memiliki buku itu.
Kami berjalan lagi ...
Aku membeli sabun pencuci wajah, pasta gigi dan beberapa camilan disana. Kulihat Ka' fida juga memasukkan beberapa camilan, detergen dan sabun mandi di keranjangnya.
Tak terasa waktu sudah mendekati Magrib, aku dan Ka' Fida memilih langsung menuju Mushola saat ini. Aku duduk di dalam Mushola setelah berwudhu, bersantai sambil menunggu azan berkumandang.
Akupun memulai obrolan dengan Ka' Fida,
"Kak, apa kau akan menerima ajakan ta'aruf itu?" tanyaku.
"Gw masih mikirin itu Ly, kalo secara usia emang udah waktunya gw merit. Gw udah 24 sekarang. Lagian Kak Farida pasti akan milihin laki-laki terbaik untuk gw. Secara kan gw adeknya. Tapi taulah untuk menjalani sesuatu yang baru gw butuh berfikir," ujarnya.
"Jika Kakak menerima ta'aruf itu, berarti jangka tidak lama kau akan menikah Kak?"
"Yup."
"Dan kau akan resign dari pekerjaan setelah menikah?" tanyaku lagi.
"Masalah itu gw belum tau Ly, tergantung suami gw nanti. Kalau dia ngijinn gw akan tetep gawe tapi sebaliknya kalau dia melarang, ya apa boleh buat gw harus ngikutin keinginan suami dan resign" ujar Ka' Fida.
"Kalau kau sampai resign, aku pasti akan sangat kehilangan mu Ka' ..." lirihku.
"Lyra, bahkan gw belum ngambil keputusan. Dan kalaupun gw nanti gak gawe lagi kita tetep jadi temen ko, paling status gw aja yang berubah. Kita tetep bisa saling chat, ketemuan, atau saling berkunjung."
"Bener ya Ka?" ujarku lagi.
"Iya sayanggg, loe tau Ly ... walau jarak usia kita hampir 4 tahun tapi gw sangat seneng punya sahabat kayak lo. Lo udah kayak adek gw, adek kecil yang dewasa menurut gw."
"Makasih ya Ka,"
ALLΓHU AKBAR ... ALLΓHU AKBAR ....
__ADS_1
Adzan Maghrib pun berkumandang.
Aku dan Ka' Fida segera bergegas menjalankan ibadah kami.
Dan setelahnya,
"Lo laper gak Ly?" tanya Ka'Fida
Aku mengangguk.
"Makan pecel lele dulu sebelum pulang yuk!" ajaknya.
"Boleh Ka,"
Di tengah aktifitas makan kami ponselku berdering, segera kuangkat panggilan tersebut.
"Assalamu'alaikum Ly ..." terdengar suara Firgie disana.
"Wa'alaikum salam" jawabku.
"Masih lama pulangnya?" tanya Firgie.
"Ini masih makan sama Ka' Fida, Gie."
"Sudah sholat?"
"Sudah," jawabku.
"Mau di jemput dimana nanti?" tanyanya lagi.
"Di Apotik Mustika setengah jam lagi ya Gie ..." ujarku.
"Oke."
"Ly ..... " panggil Firgie lirih.
"Iya, ada apa Gie?" ujarku heran.
"Jangan nakal ya sayang!!" lirihnya.
"Kau ini Gie, tentu tidak. Sudah dulu ya, aku habiskan makananku dulu" ujarku.
"Hati-hati ya sayang ... Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam," jawabku menutup pembicaraan kami.
"Kenapa Firgie?" tanya Ka' Fid di sebelahku.
"Ingin menjemput" jawabku.
"Ihhh... sweet banget sih Firgie, kayaknya dah cinta mati tuh anak sama lo"
"Ah Kaka, jangan meledekku. Aku juga bingung Ka, akhir-akhir ini Firgie jadi cemburuan banget."
"Itu berarti dia udah sayang banget sama lo Lyraa ... "
"Ah Kaka, bisa aja"
*Apa betul sebesar itu rasamu padaku Gie??
ππππππππππππππππ
#Happy readingπ
__ADS_1