
Bekasi Timur 20:30
Kami berempat telah sampai di kossan yang akan menjadi tempat tinggalku mulai saat ini.
Firgie tampak sedang membawa tas ranselku dipundaknya. Ia sendiri yang memaksa membawa tasku dari kontrakan mbak Susi tadi.
"Sudah berikan padaku Gie, Kau akan keberatan!" ujarku ketika motornya telah berhenti dibangunan bercat hijau itu.
Namun Ia segera berlalu masuk kedalam mengabaikan ucapanku.
Tampak Mbak Susi dan Mas Bayu menelusuri tiap jengkal keadaan kossanku. Mereka mengecek dan memastikan, cukup nyamankah tempat yang akan di tempati adik mereka.
Memang Mas Bayu telah berubah sejak kejadian dulu yang ia lakukan dan kurang menyenangkan untukku. Ia lebih memposisikan dirinya sebagai kakak saat ini. syukurlah, batinku.
Kami sampai didalam saat ini, Diah tampak sangat senang melihatku datang. Ia segera memberikan kunci kepadaku. Walau tak lama ia berbaur kepada kami sebab ada teman pria yang sedang main ketempatnya saat itu. Dan seperti saat aku datang kesini sebelumnya, 2 kamar di sebelahku tampak sepi. Mungkin mereka belum pulang kerja, fikirku.
"Yang mana kamarmu Ly?" Mbak Susi bertanya padaku.
Kutunjuk sebuah kamar disudut dan sama-sama kami beralih mendekati kamar itu. Kuputar kunci di tanganku. Dan terbukalah pintu berwarna putih tersebut. Tampak didalamnya sebuah ranjang dan lemari serta lantai yang sangat bersih disana. Sepertinya ibu kos telah mempersiapkan segalanya sebelum kami datang. Kulihat mbak Susi menganggukkan kepalanya.
"Lyra.. ada teh, kopi dan gula di dapur. Mungkin kau ingin membuatkan teman-temanmu minuman" Diah tiba-tiba datang dan tak lama kemudian kembali ke kamarnya lagi.
Aku langsung menuju dapur, menyamankan diriku disana.
Mbak Susi yang sejak di kontrakan tadi penasaran dengan sosok Firgie yang tiba-tiba datang menjemput Lyra dan bersikap sangat menjaga adiknya itu, segera bertutur pada Firgie.
"Siapa namamu tadi?" mbak Susi tampak menatap Firgie seksama dan membuka obrolan dengannya.
"Aku Firgie mbak" jawabnya.
"Apa hubunganmu dengan Lyra?" ujar mbak Susi tak ingin berbasa basi.
"Aku teman Lyra mbak" jawab Firgie lagi.
"Hanya teman? Atau ada hal lebih?" Mbak Susi masih menyelidik.
"Sementara masih teman mbak."
"Sementara? Kau menyukai Lyra?" Mbak Susi makin menggencarkan tanyanya.
"Iya mbak" Firgie dengan lantang mengakui perasaanya.
"Pasti kau tahu hari-hari berat yang Lyra hadapi belakangan ini. Apapun bentuk hubungan kalian Mbak minta Jangan pernah terlintas sedikitpun untuk menyakiti adikku!!. Kau mengerti?" ujar Mbak Susi serius dan bersungguh-sungguh.
"Aku mengerti mbak, aku menyayangi Lyra dan akan menjaganya selalu."
"Bagus!! Aku memegang janjimu Firgie."
Aku segera masuk ke kamarku saat 4 gelas teh telah siap untuk disajikan. Tampak wajah-wajah serius kulihat saat ku masuk. "Silahkan minum!!" ujarku bersemangat mencairkan suasana diantara 3 mata didepanku saat ini.
"Kau menyukai rumah baruku mbak?" ujarku pada Mbak Susi."
"Sepertinya nyaman... Ingat! Kau harus selalu berhati-hati ya Ly?" ujar Mbak Susi sambil melirik kepada Firgie saat itu.
"Iya mbak." Jawabku tenang dengan senyum yang belum berhenti menghias pipiku.
"Ly, mbak gak bisa lama-lama disini. Kau tahu sendiri jarak perjalanan kami kerumah. Mbak juga letih dan besok masuk pagi" ujarnya tak lama kemudian, ia berpamitan dan memelukku.
"Jaga dirimu baik-baik ya Ly, sering-seringlah main kerumah" bisik mbak susi di telingaku.
"Mbak, terima kasih selama ini" ujarku mengeratkan pelukku padanya.
"Sudah jangan menangis! Mbak pulang ya! Assalamu'alaikum" mbak Susipun pergi dari rumahku setelah menghabiskan teh yang kubuat.
"Wa'alaikum salam" jawabku.
*****
PT. XX 05:40
"Haiiii Ly," panggil Ka'Fida kearahku ketika aku baru memasuki lokerku.
"Heii Ka" jawabku. Ia sekarang menungguku mengganti seragam.
"Gimana acara pindahan semalam?" tanyanya antusias.
"Alhamdulillah lancar Ka."
"Firgie pulang jam berapa semalam?"
"Setengah 10 Ka."
"Seneng deh, sekarang kita kalau pulang 1 jemputan Ly. Eh nanti pulang main yuk!"
ajak Ka Fida padaku.
__ADS_1
"Ayo Ka, aku juga mau cari magic com dan belanja bulanan."
"Okee, kita ke Mall XX aja ya!"
"Iya Ka. Oya, aku mengganti nomer ponselku ka. Nanti kau save ya!" ujarku.
"Siyapp."
****
Mall XX 18:30
Semua barang yang kubutuhkan sudah kudapat. Kami sedang makan di bakulan nasi goreng depan Mall XX.
Ku cek ponselku.
Tampak beberapa pesan dari Firgie..
Memang untuk nomer ponsel baruku belum banyak orang mengetahuinya. Baru Ka Fida, Mbak Susi dan Firgie yang mengetahuinya.
16:15👨 "Sudah pulang Ly?"
16:30👨 "Makan diluar yuk!"
17:35👨 "Lyra, Kau sedang dimana? Aku saat ini di kossanmu tapi kau belum balik?
Segera ku balas pesannya.
"Maaf Gie, baru cek hp. Aku sedang di bakulan nasi goreng samping Mall XX sekarang."
"Sama siapa?" tanyannya.
"Sama Ka' Fida. Cari magic com plus belanja bulanan Gie."
"Tunggu ya! Aku kesana sekarang!"
"Siapa? Firgie ya?" ujar Ka Fid yang melihatku sejak tadi sibuk dengan ponselku.
"Iya Ka.. Katannya ia mau menyusul kesini." jawabku sambil mulai memakan nasi goreng dihadapanku.
"Duhh, segitunya baru semalam ketemu sudah kengen aja dia sama kamu Ly" ujar Ka Fid menggodaku.
"Ahh Ka Fid tidak begitu kami hanya teman Ka!"
"Kau memang menganggapnya teman. Tapi dia, dengan segala kebaikannya tidakkah itu membuktikan perasaannya Ly?"
"Ah kau Lyra... Oya, kau sudah dengar belum kabar pernikahan Pak Dimas? Mendengar gosip yang beredar katanya pernikahannya 3 minggu lagi."
*Seketika dadaku sesak.. Mas Dimas bagaimana kabarmu? Apa kau sudah tahu kepindahanku? Aku sedang berusaha menata hidupku Mas..
"Ly.." Ka'Fid yang melihatku termenung tiba-tiba mengagetkanku.
"Oh iya Ka. Alhamdulillah aku senang mendengar kabar itu. Semoga pernikahannya nanti lancar" ujarku menutupi sesak yang kurasa.
Seketika Motor Satria merah sudah berhenti di dekat kami. Firgie langsung menuju kearah kami. Dan duduk di bangku kosong berhadapan denganku dan Ka Fida. Seperti biasa tatapan teduhnya selalu menyihirku.
"Hai Fid.."
"Hai Gie..."
"Asik nih yang belanja, beli apa aja?" ujar Firgie sambil menyomot kerupuk di piringku. Dan aku hanya tersenyum sambil menggeleng-geleng melihat kelakuannya.
"Aku sih hanya mengantar Lyra Gie, cari barang kebutuhan untuk kossan barunya." Jawab Ka Fida.
"Kenapa kau tidak memintaku mengantarmu?" spontan Firgie bertanya sambil terus menatapku, tampak jelas kekecewaan dimatanya.
"Aku sudah banyak merepotkanmu Gie!" ujarku berusaha menjelaskan alasanku.
"Oya... Kau sudah makan Gie? Pesanlah sana! Kita makan bersama" ujarku lagi mengalihkan pembicaraan sebelumnya.
"Sudah.." jawabnya sambil terus menatapku.
"Aku pesankan minuman ya?"
"Boleh... Es teh manis saja" jawabnya.
Dan tak lama es teh manis telah diletakkan di meja.
"Makananku sudah habis. Sudah malam juga. Aku duluan ya Ly!" ucap Ka'Fida tiba-tiba mengagetkan kami yang seakan lupa akan kehadirannya.
"Yah Kaka.. gak tunggu aku?"
"Tuh udah ada pangeran yang nunggu" ujar ka Fid menggodaku tampak senyum di wajahnya.
Firgie yang sedang asik membuka ponselnya tak menyadari ucapan Ka Fida.
__ADS_1
"Yasudah makasih banyak hari ini ya Ka. Hati-hati di jalan!!" ujarku melepas kepergiannya.
Tak lama makananku telah habis.
"Mau langsung pulang?" tanya Firgie padaku.
Aku mengangguk.
Dan seperti biasa dengan cekatan ia membawa seluruh barang-barang yang kubeli menuju motornya. Aku yang melihat hanya menggeleng- menggeleng percuma ku larang hanya menghabiskan tenagaku. Ia pasti akan tetap mambawanya, batinku.
Di depan kosan juga begitu, ia tampak sibuk membawa barang-barangku masuk.
Kulihat pintu di sebelah kamarku yang biasa tertutup itu terbuka. Seorang gadis keluar dari sana.
"Kamu penghuni baru di sebelah ya?" tanyanya.
"Iya ka."
"Perkenalkan aku Mita, ini pertama x kita bertemu ya.. Siapa namamu?" tanya gadis itu kembali.
"Aku Lyra.." ujarku sambil tersenyum kearahnya.
"Smoga kau betah disini ya Lyra. Memang sih penghuni bawah gak seramai penghuni atas, aku sering lembur Ly. Jadi kita akan jarang bertemu."
"Oh.. begitu rupanya. Ohh iya, aku ke kamarku dulu ya Mit!" ujarku pada Mita.
"Oke. Senang berkenalan denganmu Lyra."
Iya lalu masuk kekamar dan menutupnya.
terlihat ia gadis yang baik, batinku.
Aku segera membuka pintu kamarku saat kulihat Firgie sudah keberatan mambawa barang-barangku.
Sepertinya aku ingin tertawa melihat wajahnya.
"Maaf ya Gie.."
Kuambilkan minum untuknya.
"Bagaimana pekerjaanmu hari ini Ly?"
"Seperti biasa Alhamdulillah, gak ada masalah Gie."
"Kau izin apa dengan ibumu Gie. Apa ia gak heran anaknya sudah pulang ko pergi lagi.."
"Kubilang mau main kerumah seorang gadis."
"Ah.. kau bilang begitukah Gie?"
"Aku bercanda Lyra, kukatakan mau bertemu teman."
"Memang dekat ya rumahmu dari Mall XX? sepertinya tadi baru sesaat kau menelepon dan tiba-tiba sudah sampai."
"Iya dekat... Yah dengan motor cepatlah. Apalagi aku akan bertemu denganmu" Ia kembali menggodaku dengan senyumnya.
Kuambil uang dari dompetku..
"Gie.. ini uangmu yang kmarin!"
"Apasih Ly, aku kan sudah bilang padamu kemarin aku ikhlas."
"Aku akan marah jika kau tidak menerimanya Gie, bagaimanapun aku berhutang padamu" ujarku.
"Please terima Gie!! Atau aku akan sungkan menerima kebaikanmu lagi." Ujarku kembali.
"Hmm... Oke kalau kau memaksa untuk membayarnya tapi... Bagaimana jika kau membayarnya dengan hal lain saja?"
"Maksudmu?"
"Seminggu ini temani aku makan setiap sore, dan di akhir pekan kau tidak boleh menolak jika aku mengajakmu jalan, kau setuju?"
"Hmm, sepertinya tidak sulit. Baik aku akan mengikuti perkataanmu, tapi terimalah uang ini." Aku masih berusaha menyodorkan uang ditanganku.
"Lyra, kau simpanlah uang ini untuk keperluanmu!"
"Tidak Gie, aku masih ada. Dan lagi aku paling takut berhutang."
"Simpanlah Lyra!! Bukankah Kau telah setuju membayar uang ini dengan waktumu." Ia nampak tersenyum simpul.
Ahh Gie, mengapa Kau begitu baik..
****
#Jangan lupa support thor dengan memberikan rate, vote, like dan koment...di tunggu yaa😉
__ADS_1
#Happy reading😍