
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA☺❤
VOTE DAN RATE JUGAAA😉🙏
🍂🍂🍂
*Apa aku begitu naif ya Robb.. Apa keputusanku salah. Dan terlalu berlebihan pada Firgie?? Apa gapapa hanya melakukan ciuman? Toh yang lain juga melakukannya, bahkan temanku itu sampai ada tanda di leher.. batinku mulai bimbang.
**Pukul 15:30 Jemputan Bekasi Timur**
Entah sudah berapa kali aku mengecek ponselku, tapi tetap tidak ada pesan dari Firgie.
Ponselku yang biasanya selalu di padati pesan-pesan dari Firgie, kini tampak sepi tak ada pula getaran-getaran pesan masuk disana.
*Kau kenapa Gie? Apa kau marah dengan kejadian semalam. Bukankah kau semalam yang meminta maaf kepadaku, atau sebetulnya kau masih mengharapkan kissing itu. Atau mungkin saat ini kau sedang bersama yang lain, atau pula kau diam-diam bertemu Karin kembali*?
Aaghhhh, kenapa fikiran-fikiran ini berkumpul di otakku?
Karena Firgie tak juga mengirim pesan untuk bertemu akhirnya kuputuskan langsung pulang ke kossan. Kuberhentikan babe jemputan di gang kossan ku berada.
Dengan gontai tak bersemangat kulangkahkan kaki menuju bangunan bertingkat dengan cat hijau yang masih 100 meter dari tempatku berjalan kini.
Segera ku bersihkan diriku setelah sampai di kossan. Ibadah Asharpun tak lupa ku tunaikan. Kubaringkan tubuhku di ranjang sambil mendengar alunan lagu Seventeen faforiteku.
*Dan kini ku menemukanmu
Di ujung waktu ku patah hati
Lelah hati mencari
Cinta yang selamat kan-ku
Kini Ku tlah bersamamu
Berjanji tuk sehidup semati
Hingga akhir sang waktu
Kita bersama tuk slamanya* ...
Akupun seketika terlelap meresapi setiap lirik yang ku dengar saat ini ...
Hingga suara adzan maghrib membangunkanku. Segera ku tunaikan ibadah maghribku.
Kucek kembali ponselku setelahnya,
masih tak ada pesan dari Firgie.
Sesak rasanya dadaku menantimu Gie.
Apa yang kau lakukan disana, mengapa tak sempat mengirim kabar kepadaku?
Kembali kubuka Play music di ponselku.
Masih lagu Seventeen yang ingin kudengar saat ini.
*Kau jaga slalu hatimu
Saat jauh dariku
Tung-gu aku kembali
Ku.. Mencintaimu slalu
Menyayangimu sampai
Akhir menutup mata* ...
*Tok ... Tok* ...
Terdengar suara seseorang mengetuk kamarku. *Firgie kah*? batinku.
Segera ku buka pintu kamarku.
"Ly udah masak nasi blm?" ternyata Diah yang datang.
"Maaf aku belum masak Di," ujarku.
"Oh,okee ... maaf ya aku ganggu," ujarnya lagi.
"Iya gpp."
Kembali kurebahkan tubuhku dan mendengar setiap alunan lagu dari ponselku.
Lagu Ari Lasso terputar kini.
__ADS_1
*Kupejamkan mata ini*
*Mencoba tuk melupakan*
*Segala kenangan indah tentang dirimu*
*Tentang mimpiku*
*Semakin aku mencoba*
*Bayangmu semakin nyata*
*Merasuk hingga ke jiwa*
*Tuhan tolonglah diriku*
*Entah dimana dirimu berada*
*Hampa terasa hidupku tanpa dirimu*
*Apakah disana kau rindukan aku*
*Seperti diriku yang selalu merindukanmu*
*Selalu merindukanmu*
*Tok..Tok*..
Kembali terdengar suara seseorang mengetuk pintuku. *Paling Diah lagi batinku*
Kubuka pintu dengan malas ...
"Fir- gie," lirihku.
Kukedipkan mataku berkali-kali, memastikan sosok yang kini berdiri di hadapanku.
"Kau kenapa sayang?" ujarnya heran.
"Kau benar Firgie?" tanyaku polos.
Ia mengangguk, mengusap kepalaku sambil menggeleng-geleng dan langsung menghambur masuk.
Ia langsung duduk di tempat biasa.
"Boleh buatkan aku teh Ly!" pintanya.
Segera aku menuju dapur dan membuat yang Firgie minta.
Secangkir teh sudah di tanganku kini. Segera kuletakkan tak jauh dari Firgie duduk. Kulihat disana Firgie duduk sambil memejamkan matannya.
*Firgie terlihat letih sekali.
Apa ia baru pulang kerja?
Apa pekerjaannya sangat berat di PT?
Tiba-tiba aku semakin mengamati tiap inci wajah lelaki di hadapanku.
Firgie memiliki wajah yang tampan.
Alisnya sangat tebal.
Bulu matanya lentik, bahkan bulu mataku tak seperti itu..
Hidungnya juga mancung.
Wajahnya halus tidak ada jerawat satupun.
Dan bibirnya..
Sesak mulai kurasa saat teringat bibir dihadapanku ini pernah bercumbu dengan wanita lain dan tidak hanya satu kali..
Gie ... apa kau benar-benar bisa melupakan cumbuan wanita itu? Apa aku terima saja ajakan cumbuan Firgie agar ia hanya mengingatku bukan wanita itu*.
Tanpa sadar aku menyentuh bibir laki-laki di hadapanku.
"Sudah puas menatapku Ly," tiba-tiba mata yang terpejam itu telah terbuka.
Tanganku masih berada di bibirnya. Segera ku singkirkan tanganku menjauh, senyum polos langsung kudaratkan padanya.
"Giee ... sejak kapan kau bangun? Apa kau sangat letih?" ujarku.
"Kata siapa aku tidur? Aku hanya sedang menghayati setiap lirik yang terputar di ponselmu. tapi ternyata ada tangan seorang gadis yang bermain di wajahku," ujarnya.
"Ahh ... kau Gie ... Maaf, tanganku spontan menyentuhmu," lirihku malu.
"Tidak apa-apa, ayo sini! Kau boleh mengamati dan menyentuh wajahku lagi," ujarnya.
__ADS_1
Aku menggeleng.
"Kalau begitu aku yang akan mengamatimu, kau jangan bergerak oke!" Firgie mendekati wajahku tampak sungguh-sungguh dengan yang ia katakan.
"Matamu juga indah sayang, alismu rapi. Hidung dan bibir kecilmu ini, membuat kau sangat imut."
"Giee ... hentikan! mundur kau kekanakan," aku mendorong wajahnya menjauh.
"Tunggu ... aku belum selesai Lyra, kau tau Ly, aku menyukai setiap bagian wajahmu, cantik."
"Berhenti menggombal Gie!" lirihku malu.
"Lyra .... Kemarilah!" Firgie menarik kepalaku bersandar kebahunya.
"Jujur kau sedang rindu padaku kah? aku mendengar setiap lagu yang terputar berisi tentang kerinduan."
Segera aku bangkit dan memgambil ponselku.
"Heiii, jangan dimatikan. Aku masih ingin mendengarnya sayang. Aku suka lagu-lagu yang kau pilih."
"Bawa ponselmu kemari kita dengar bersama!" pinta Firgie.
Aku kembali duduk dan bersandar di bahu Firgie lagi. Alunan lagu semakin menambah suasana romantis saat ini.
"Kau ingin tau lagu mana yang paling kusuka Ly?"
"Yang mana?" ujarku.
"Seventeen, Jaga Slalu hatimu."
"Kenapa?" tanyaku.
"Karna kita tak selalu bersama, kau harus slalu menjaga hatimu Lyra, jangan biarkan siapapun memasukinya selain aku." ucapan Firgie terdengar lirih dan bersungguh-sungguh.
"Dan Kau??"
"Akupun juga demikian, jangan berfikir negatif tentangku, ok!!" Firgie berkali mengecup kepalaku.
*Kau tau saja Gie, tadi aku memang sempat berfikir buruk tentangmu yang tidak ada kabar*.
"Gie ... kenapa seharian ini kau tidak mengirim pesan padaku?" tanyaku.
"Maaf sayang, ponselku tertinggal di rumah pagi tadi."
"Oh ... pantas. Kufikir kau marah."
"Tidak, mana bisa aku marah padamu sayang. Kau rindu padaku karena tidak ada pesan dariku kah Ly?"
Aku mengangguk.
"Ohh Lyraaa ... kenapa kau begitu jujur."
Firgie merubah posisi duduknya menghadapku. menutup sedikit pintu kamarku dan menarik kepalaku sangat dalam kedadanya. Iapun menyapu kepalaku setelahnya.
"Lyraa ... aku akan selalu menjagamu," bisiknya.
Kuangkat wajahku. "Gie, sudah ku fikirkan. Aku mengijinkan kau menciumku jika kau ingin," lirihku.
*Semoga keputusanku benar*, batinku.
"Tidak sayang, tidak lagi. Kata-kataku kemarin adalah kesalahan. Harusnya aku tidak merusakmu, maafkan aku Lyra!" bisiknya.
Firgie kembali menenggelamkan kepalaku di dadanya.
\**Terima kasih Gie❤*
__ADS_1
●Untuk beberapa bab ini kita slowdown dengan kebersamaan Lyra dan Firgie dulu yaa.. Setelah ini baru masuk Konflik Hidayah menyapa Lyra😉