
●Terima kasih apresiasi komen dan like kalian👍😻
●Lanjuutt yaa👋☺..
🌷🌷🌷
"Sebenarnya aku dan Fida pernah membahas ini, kami telah memiliki calon untukmu Dim ...."
"Hahhh, kalian telah membahas tentang jodohku sebelum aku terfikirkannya saat itukah?" kaget Dimas.
Fahmi tampak mengangguk.
"Karena kami berfikir cepat atau lambat kau akan datang pada kami meminta dikenalkan wanita untuk Ibu Mayra," ujar Fahmi menggoda Dimas.
"Dasar Kau dan istrimu sama saja," tampak Dimas tertawa dan menggeleng-geleng mendengar penuturan sahabatnya.
"Aku bercanda Bro. Yang betul karena kami sudah melihat wanita yang cocok dan in Syaa Alloh kau pasti menyukainya," serius Fahmi.
"Kau yakin aku akan menyukainya?"
Fahmi kembali mengangguk dengan mantap.
"Apa kau yakin pula dia mampu menyayangi putriku dengan tulus?" Selidik Dimas.
"Yakin," mantap Fahmi.
"Aku jadi penasaran Bro," ujar Dimas.
"Sabar bro, aku akan segera mengatur waktu pertemuan kalian," ucap Fahmi.
"Maaf sebelumnya Fah, dia wanita yang sendiri kan? maksudku belum pernah berumah tangga sebelumnya?" tanya Dimas meyakinkan.
Tampak Fahmi tersenyum.
"Aku tentu tidak akan memberi bekas orang lain padamu Dim, wanita ini 100% masih tersegel," ujar Fahmi dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Kau ini," Dimas tampak tersenyum malu.
"Berapa usianya?"
"Sekitar 25 menginjak 26 kalau tidak salah, kau tak ingin menanyakan rupa wanita itu kah?" goda Fahmi kembali.
"Dasar kau ...." ujar Dimas menggeleng-geleng dengan keterbukaan temannya.
"Dia cantik kau pasti menyukainya Dim," ucap Fahmi.
__ADS_1
"Oke, sudah menjelang sore. Aku akan kembali ke kantorku, tadi aku izin keluar 2 jam saja soalnya," ucap Fahmi kembali.
"Okee thanks atas segalanya bro," ujar Dimas.
"Siip, selalu bahagia kawan," ucap Fahmi sebelum mereka masuk kemobil masing-masing dan beranjak pergi.
●●●●
🌻Bismillah, kita masuk ke Bab 1 cerita ini yaa ...
"Bunda Cantiikk ...." Tampak seorang gadis kecil berlari menghampiri dan seketika memeluk kakiku.
"Kau mengenal gadis kecil ini kah Ly?" Kak Fida yang sedang berdiri di sebelahku tampak berpura keheranan, namun aku tak menyadarinya saat itu.
Aku dan Kak Fida sedang berada di Rumah Makan Lesehan dengan pemandangan alam yang sangat memanjakan mata kami. Kedatangan kami kesini bukan tanpa tujuan. Saat ini Kak Fida hendak mempertemukanku dengan seseorang, men-Ta'arufi kami tepatnya.
Usiaku kini 25 tahun, usia yang sudah cukup untuk menikah. Namun kegagalan masa lalu serta hidayah yang telah menghampiriku telah membentengiku untuk tidak berhuhungan dengan non muhrimku.
Entah mengapa sejak 2 minggu yang lalu Kak Fida yang merupakan sahabatku sejak 6 tahun silam ini selalu mendesakku agar setuju di kenalkan oleh seorang ikhwan, sahabat dari suaminya katanya. Dan setelah beberapa kali pertemuan kami gagal, akhirnya Kak Fida merencanakan pertemuan kami kembali hari ini.
●●●●
🌻FLASH BACK
"Ayolah Lyra, mau sampai kapan kau mau sendiri? Tidakkah kau ingin ada yang menjagamu Ly? Memiliki keluarga kecil, menjadi ibu, mengurus rumah. Itu sangat menyenangkan Ly ... " ujar kak Fida lagi-lagi mendesakku dengan hal yang sama.
"Lyra ... Tidakkah kau ingin menjalankan perintah RosulMu? Menikah itu suatu sunnah Ly. Yakin Cinta itu akan sangat indah dibawah naungan cintaNYA. Belajar dan meraih syurga bersama dengan seseorang yang telah menjadi pasangan halalmu ...." Tampak Kak Fida begitu bersemangat.
Aku hanya terdiam entah alasan apalagi yang harus kulontarkan padanya. Karna memang semua ucapan sahabatku adalah benar adanya.
"Heii, gimana? Kau mau kan? Aku yakin kau pasti suka dengan ikhwan ini! Ia teman mas Fahmi suamiku, orangnya sangat baik Ly dan kami yakin ia juga akan mampu membimbingmu ...."
"Kak Fid, maaf kayaknya belum saat ini!" lirihku masih kokoh dengan keputusanku.
"Kenapa Ly? Apa kau masih belum bisa moveon dari Firgie? Ingat Lyra, ia tidak berani menikahimu. Dan keputusanmu sangat benar, kau memilih cinta RobbMU dibanding Firgie yang hanya cinta duniamu. Kalau kau memang di hatinya, ia pasti memperjuangkanmu Ly, dan bahkan Ia tidak datang dihari pertemuan itu kan?" ujar Kak Fida bersungguh-sungguh.
"Bukan ... bukan itu Kak!" ujarku.
"Lalu apa? Atau Mas Dimas? Cinta pertamamu yang telah menikah dengan tunangannya itu? Yaa.. Mas Dimas memang sosok spesial untukmu dulu kan Ly? Ingat dulu bagaimana begitu rapuhnya kau saat berpisah dengannya."
"Stop! Stop Kak!!" tidak ... tidak seperti itu, seketika air mata Lyra menetes.
Teringat kepingan cerita cinta yang pernah ia miliki namun smua telah hilang karena takdir belum memihaknya. Kini Lyra sibuk dengan aktifitas sebagai leader di PT tempatnya mengais rezeki, serta ia menyempatkan mengajar baca tulis AlQur'an di sore harinya. Waktunya ia sibukkan untuk mengabdi pada mereka. Ia lupakan cinta manusia dan berfokus pada cinta sang Kholiq.
"Baik. Aku setuju Kak ...." ujar Lyra saat hatinya telah mencair.
__ADS_1
Tampak Kak Fida tersenyum puas. Ada sesuatu di mata sahabatnya yang tak mampu ia baca.
Lyra, aku yakin kau pasti akan cocok dengan pilihanku, batin kak Fida.
"Tapi aku memiliki syarat untuk ta'aruf ini!" ujar Lyra.
"Apa itu? katakanlah?"
"Aku tidak ingin mengetahui dengan pria itu. Aku percayakan smua padamu Kak!. Aku yakin dengan pilihanmu. Kau tau aku tidak mencari yang aneh-aneh. Cukup ia baik dan mampu menjadi imam untukku kelak" ujarku.
Kau pasti menyesal tak ingin tahu siapa pria itu Ly? Oh tapi biarkanlah. Ini pasti akan menjadi sesuatu yang sangat seru, batin Kak Fida.
"Ly, apa kau masalah jika pria itu telah memiliki anak?" ujar Kak Fida dengan hati-hati menyampaikan pada Lyra.
"Maksudmu?" tanya Lyra heran.
"Ia seorang duda Ly. Ia berpisah dengan mantan istrinya karna istrinya tersebut tertangkap selingkuh dengan seorang pria rekan kerja istrinya" Kak Fida menjelaskan.
"Deg.. rasa apa ini? bahkan aku belum tau siapa calon yang akan berta'aruf denganku tapi hatiku begitu sakit membayangkan sosok yang kita cintai bersama orang lain. Mungkin aku terbawa kisah masa laluku. Entah bagaimana perasaan lelaki itu mengetahuinya. Duhh, ko aku jadi memikirkan lelaki itu sih?" lirihku.
"Lalu, bagaimana sikapnya mengetahui sang istri menduakannya?" aku semakin penasaran dengan kisah lelaki itu.
"Karena alasan putrinya yang masih kecil, awalnya ia memberi kesempatan istrinya. Namun diam-diam sang istri tetap bermain dengan pria tersebut dibelakangnya. Iapun hilang kesabaran, hatinya terlanjur sakit. Akhirnya dengan berat hati, ia melayangkan surat perpisahan kepada istrinya tersebut."
Oh, malang sekali nasib lelaki itu ... , batinku.
"Oya, berapa usia anaknya? Laki-laki atau perempuan?"
"Anaknya perempuan Ly, sekitar 5 tahun usianya. Dia sangat manis dan menggemaskan, kau pasti akan langsung menyukainya saat bertemu."
"Ada lagi yang ingin kau ketahui Ly?" ujar Kak Fida lagi seolah menggodaku.
"Untuk saat ini cukup Kak."
"Tidakkah kau ingin tahu bagaimana rupa calon imammu?" tanya Kak Fida.
"Rupa sudah tidak menjadi prioritasku Kak," jawabku.
"Okelah ...."
Bagus, smua akan benar-benar seru Lyra, batin kak Fida dengan senyum menyeringai.
●●●●
🌻Walaupun hanya Flashback tetap semangat membaca yaa😻
__ADS_1
🌻Happy reading❤❤