Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Melihat Tempat Kos


__ADS_3

2 Hari Kemudian...


Pukul 19.05


Terdengar nada dering disertai getar dari ponselku.


*Panggilan dari Firgie..


πŸ‘¨"Assalamu'alaaikum Lyra.."


πŸ‘©"Wa'alaikumussalam Gie.."


πŸ‘¨"Sedang apa?


πŸ‘©"Lagi santai aja."


πŸ‘¨"Gimana hari ini? bertemu dengan Dimas kah?"


πŸ‘©"Hari ini seperti biasa. Iya bertemu."


πŸ‘¨"Terus?"


πŸ‘©"Terus, maksudnya?"


πŸ‘¨"Apa kalian mengobrol?"


πŸ‘©"Tidak, hanya saling menatap" jawabku apa adanya.


πŸ‘¨"Hatimu pasti senang melihatnya Lyra?"


πŸ‘©"Kalau dulu aku pasti senang Gie, tapi sekarang melihatnya hanya menambah sesakku. Wajah mbak Friss selalu mengikutiku dan menyadarkan dimana posisiku."


πŸ‘©"Oya, gimana sudah ada kabar tentang kossan yang kucari?"


πŸ‘¨"Baru saja aku akan memberitahumu, di belakang Mall XX menurut temanku ada kossan kosong disana?"


πŸ‘©"Oya.. Kau sudah melihat tempatnya kah?Bagaimana lingkungannya?Kebersihannya?"


πŸ‘¨"Rencananya besok aku akan kesana mengajakmu, agar kau bisa melihatnya langsung."


πŸ‘©"Iya. Tentu Gie. Dimana esok kita bertemu?"


πŸ‘¨"Bakulan ketoprak Mall XX seperti biasanya jam4 ya Ly!!".


πŸ‘©"In syaa Alloh aku akan datang. makasih banyak Gie."


πŸ‘¨"Sama-sama Ly. Senang bisa menolongmu. Semoga esok kau cocok dengan kossannya."


πŸ‘©"Aamiin.. oya sudah dulu ya Gie aku belum sholat Isya."


πŸ‘¨"Oh.oke.. sampai jumpa Esok Lyra.. Assalamu'alaikum.."


πŸ‘©"Wa'alaikumussalam Gie."


****


Bakulan Ketoprak 16:15


Mall XX sudah hampir dekat.


Kuambil cermin dari saku tasku, kulihat pantulan diriku pada cermin tersebut. Entah mengapa aku ingin memastikan penampilanku saat ini.


Kututupi gurat-gurat letihku akibat berjibaku di line tadi. Kuberi bedak tipis disana. Kuberi pula sedikit warna pada bibir kecilku, kupilih warna nude saat itu. Kurapihkan hijab segitiga yang terpasang di kepalaku, terlihat berantakan setelah tidurku yang sangat lelap barusan.


Mall XX sudah mulai terlihat, kurapihkan kembali alat-alat tempurku, masuk dengan cepat ke pouch kecil didalam tasku.


Segera kulangkahkan kakiku turun dari bus jemputan saat babe telah memberhentikan laju busnya dengan sempurna. Tampak beberapa orang turun bersama denganku.


Kulihat Bakulan ketoprak di sisi Mall XX.


Tapi sosok Firgie belum terlihat disana.


Tumben biasanya dia yang sampai lebih dulu. batinku. Kuberdiri tak jauh dari bakulan ketoprak berada. Penjual ketoprak tampak mulai mengenalku yang telah beberapa kali makan disana datang menghampiri.


"Nunggu masnya ya mbak, silahkan duduk mbak!"


"Oh iya, Makasih pak" ujarku.

__ADS_1


Tak berselang lama, tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di sebelahku duduk. Motor satria merah yang kutahu jelas siapa pemiliknya. Tampak ia datang tak sendiri. Seorang gadis turut bersamanya.


"Deg.. Siapa gadis itu? kenapa Firgie mengajaknya turut kesini?" lirihku.


"Haiii Ly, kau sudah lama?" sapa Firgie ketika telah selesai memarkirkan motornya dan berdiri tepat di dekatku.


"Aku juga baru tiba Gie" jawabku.


"Oya kenalkan ini Dinda rekan di PTku. Dia yang memberitahu informasi tentang kossan kosong yang kuceritakan" ujarnya menjelaskan.


"Oh Haii, aku Lyra" sapaku pada Dinda.


Oh.. ternyata.. ku fikir siapa gadis itu. batinku.


"Kita langsung saja ya Gie, aku soalnya ada keperluan lain" ujar Dinda berbicara kepada Firgie.


"Iya" jawab Firgie.


Karena menurut Dinda kossannya tidak jauh, kami ber3pun berjalan bersama dari Mall XX. Motor Firgie di parkirkan di basement Mall XX.


Jarak dari Mall XX ke kossan yang dimaksud Dinda ternyata sekitar 200 meter.


Setelah beberapa lama berjalan akhirnya kami sampai ke tempat yang di tuju.


"Aku hanya mengantar sampai sini ya Gie. Aku langsung balik!" ucap Dinda kepada Firgie.


"Oke, Thanks ya Din" ujar Firgie.


Kutatap bangunan bertingkat 3 dihadapanku.


Tertulis di depan gerbang "Ada kossan kosong".


"Assalamu'alaikum" aku dan Firgie mengucap salam bersamaan.


Tak ada jawaban dari dalam kamipun mengucapkan salam kembali..


Sampai ke 3x barulah terdengar seseorang menjawab salam dan tak lama keluar seorang gadis muncul dari balik gerbang besar yang tertutup itu.


"Cari siapa ka" ujar gadis itu.


"Maaf apa benar disini ada kossan kosong?" tanyaku.


Ia membawa kami ke kamar paling ujung. Dan membuka kamar itu.


"Ini Ka' kamar yang kosong, kebetulan ibu nitip kunci jika ada yang datang cari kossan" ujarnya.


"Saya tinggal dulu ya Ka'! Kakak silahkan lihat-lihat dulu aja" ujarnya lagi sebelum berlalu.


Kuperhatikan kamar 1 petak dihadapanku sekitar 4x3 meter.. ada 1 tempat tidur kayu dan lemari di sudutnya. Ruangan bercat hijau itu nampak sangat nyaman ada jendela disisi pintunya. Lantai kamarnya juga bersih.


Kemudian kami keluar kamar dan memperhatikan area sekitar kamar kosong tersebut.


Bangunan ini terdapat 3 lantai.


Ruangan yang kosong terdapat di lantai 1 dengan posisi di sudut.


Terdapat 4 kamar lain berjejer dengan kamar kosong itu.


Tampak diujung ada sebuah dapur dan kamar mandi yang sangat bersih.


Terdapat tulisan besar tertempel didinding "Jam berkunjung Maksimal Pukul 22.00"


"Gimana kamu suka Ly?" Tanya Firgie padaku.


"Suka, bersih.." jawabku.


"Oke.. yuk kita tanya-tanya kepada gadis tadi" ujar Firgie bersemangat tampak senyum di wajahnya.


"Gimana ka'?" tanya gadis itu seketika saat kami telah berdiri di dekatnya.


"Aku suka" jawabku.


"Berapa perbulan disini?" tanyaku lagi.


"300rb ka.." ujarnya.


"Memang ibu yang punya kossan tinggal dimana?" tanyaku.

__ADS_1


"Rumah ibu beda blok dari sini mbak, paling ibu kesini kalau awal bulan aja" ujarnya.


"Terus kalau aku serius bagaimana? Aku bayar kesiapa? Atau bagaimana ya?" ujarku.


"Kakak nanti aku kasih alamat ibu, nanti kakak kerumah ibu aja. Tapi harus cepet ya ka. Biar langsung di copot tulisannya."


"Oh, oke.. Ini ko' kelihatannya sepi ya? Yang lain orangnya kemana?" tanyaku.


"Semua lagi kerja kak, 2 kamar sebelah kamar kakak nantinya itu sedang bekerja masuk shift 2 pulang jam 1 malam nanti. Yang di sebelahnya masuk pagi, biasa nanti habis maghrib pulang. Itu yang di ujung dekat gerbang kamarku. Aku kuliah pagi kak, jadi sore selalu ada di rumah.." tampak ia menjelaskan dengan sangat sopan.


"Oya, sampai lupa kita belum berkenalan. kenalkan aku Lyra" ujarku.


"Aku Diah Ka', senang bertemu kakak. Smoga kita jadi tetangga nanti ya kak!" ujarnya sambil tersenyum sangat manis.


"Panggil aku Lyra saja Diah, paling kita seumuran.. Oya, ini kamar mandinya 1 aja ya Di? Kalau jemur pakaian dimana?"


"Iya kak, maaf Lyra.. Tiap lantai ada dapur dan kamar mandi di sudut. Mencuci dan menjemur di lantai 3" ujarnya lagi menjelaskan.


"Oh yaudah kami akan pertimbangakan. Makasih banyak ya Di, kami pergi dlu. Assalamu'alaikum..


"Wa'alaikum salam Lyra. Ditunggu kesini lagi ya!" ujarnya saat kami hendak keluar dari gerbang.


Dan diluar, aku dan Firgiepun berdiskusi sambil menyeruput teh manis di warung nasi tak jauh dari kossan tadi.


"Menurutmu gimana Gie?" aku membuka obrolan dengan Firgie.


"Seperti yang kau bilang tadi tempatnya bersih. Aku sih suka. Saranku sih kalau kau memang suka kita cepet kerumah ibu kos yang di kasih gadis tadi. Biar gak keduluan yang lain" ujar Firgie.


"Iya sih, tapi aku belum bilang mbakku" lirihku bingung.


"Menurutmu reaksi mbakmu nanti bagaimana?" Firgie bertanya padaku.


"Karna aku punya alasan, mungkin boleh-boleh aja sih. Asal aku bisa jaga diri" jawabku.


"Yaudah tunggu apa lagi. Yuk kita ke bu kosnya!" ajak Firgie bersemangat.


"Kenapa jadi kau yang bersemangat sih Gie?" ujarku heran sambil kuberikan senyum kearahnya.


"Biar kau bisa cepat jauh dari Dimas" jawabnya jujur.


Dan juga agar aku bisa dekat denganmu Lyra. batin Firgie.


*Kebetulan memang rumah Firgie di perumahan depan Mall XX. Jadi akan sangat dekat jarak antara mereka.


Iya betul juga agar Mas Dimas tak bisa menjangkau keberadaanku dan mungkin dengan jauh aku akan bisa melupakannya. batinku.


"Okelah Gie, tapi aku tidak bawa cash sekarang?"


"Sudah hayo!!" Firgie berjalan lebih dulu kearah rumah ibu kos dan aku akhirnya mengikutinya.


****


"Oke... Semua sudah beres. Tinggal kita atur waktu untuk membawa barang-barangmu kesini." ujar Firgie setelah keluar dari rumah ibu kos.


"Duh Gie, aku jadi gak enak. Belum pindah aku sudah berhutang padamu" ujarku yang melihat Firgie membayar kos untukku tadi di dalam.


"Aku senang melakukannya, jangan bicara hutang pada teman.."


"Makasih ya Gie".


"Kau tunggu disini saja ya Ly. Aku akan ambil motor dan menjemputmu."


"Kenapa begitu, kita akan jalan bersama ke Mall XX. Apa kau menganggap fisikku lemah kah?" ujarku.


"Bukan begitu, agar kau tidak letih Lyra!"


"Kata siapa aku letih" segera ku langkahkan kaki mendahuluinya.


Gie...


Kebaikanmu hari ini akan selalu kuingat..


Terima kasih Gie..


****


*Maaf thor lagi mudik jadi lama upnyaπŸ˜…..

__ADS_1


jangan lupa like, vote, rate and comen yaaπŸ˜‰


#happy reading😍


__ADS_2