Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Haruskahku Menghilang Darimu?


__ADS_3

●Lanjuutt yaa👋☺..


●Jangan lupa like,komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, syukron❤❤


🌷🌷🌷


Aku masih disini


Menanti datangmu


Merajut asa


Melawan prasangka


Tak mungkin kau terlupa


Namun dimana bayangmu berada


Apakah janji hanya sebuah dusta?


*****


Deringan ponsel mengejutkan keterpakuanku, 2 hari sudah berlalu namun Firgie masih tak berkabar ...


Apa yang sesungguhnya terjadi padamu, Gie? apa yang membuat kau menghindar? Kau bisa datang walau mungkin kau tak siap meminang. Agar aku berhenti berharap akan janjimu.


Ponselku kembali berdering, setelah tadi belum jua kuangkat. Nama Kak Fida tertera di sana, segera aku memencet tombol hijau tanda kesiapanku mendengar kata darinya.


"Assalamu'alaikum, Ly ...." ucapan pertamanya.


"Wa'alaikum Salam, Kak," jawabku.


"Gimana Firgie sudah menghubungimu-kah?" tanyanya.


"Belum," jawabku singkat.


"Lho gimana sih dia, ini sudah tenggang 2 hari dari waktu yang dia janjikan," ujar Kak Fida dengan nada sedikit meninggi.


"Gak tau Kak, atau Firgie sedang ada masalah ya Kak?"


"Jadi masih mau nunggu? sampe kapan? Ini udah tanda Ly, dia tidak benar-benar serius denganmu," ujar Kak Fida lagi.


"Firgie serius, Kak, aku tau. Dia gak mungkin ingkar, saat itu ia berkata ingin mempertahankanku menjadi takdirnya," ujarku masih membela Firgie.


"Aduhh Lyra, udahlah buang-buang waktu. Mending lupakan saja. Kamu mau nikah? nanti aku kenalin sama teman taklim mas Fahmi, yang ganteng kayak Firgie banyak sholeh pula," Kak Fida mulai mengintimidasiku.


"Tidak seperti itu, Kak ...."


"Oya, hari ini kamu presentasikan? lupakan sejenak masalahmu, kamu harus berjuang keras!! Menjadi karyawan permanen sekarang gak mudah dan kamu sudah diberi kesempatan oleh Alloh jangan sia-siakan perjuanganmu yang tinggal di penghujung ini!!" ujar Kak Fida menyemangati.


"Iya, Kak," ucapku tak kalah bersemangat.


"Jangan lupa!! Kamu harus punya patokan berapa lama menunggu, dan segera bangkit kembali setelahnya. Seperti halnya kamu bisa melalui 1 tahun ini, perjuanganmu itu jangan sampai terkikis dan sia-sia karna harapan semu. Jelas Lyra?" tegas Kak Fida.


"Iya, Kak."

__ADS_1


Kak Fida ia buka lagi seperti teman, tapi sudah seperti Kakak yang sangat mengayomi. Terlebih setelah menikah dengan Mas Fahmi, sifat tomboi dan urakannya berubah. Kini Kak Fida berubah jadi sosok muslimah yang santun dan dewasa. Kata-kata lo atau gw yang ia sering pakai memanggilku sudah berubah jadi aku dan kamu.


Memang cinta mampu mengubah segalanya. Ohh, Cinta ... kenapa kata-kata itu seakan belum bersahabat denganku. Cinta selalu bersanding dengan sesak bagiku.


🌷🌷


Aku adalah 1 dari 60 orang dalam ruang rapat tertutup saat ini. Satu persatu dari kami dipanggil menuju ruangan lain saat ini.


Dingin AC semakin membuat desiran tubuhku menyeruak. Rasa panik membuat daya kerja jantungku memompa lebih cepat. Kucoba menarik nafasku panjang dan kubuang perlahan-lahan, begitu seterusnya kuulangi hingga detak jantungku kembali normal.


Jangan sampai kegugupanku menjadi kelemahanku, batinku.


Beberapa rekanku telah dipanggil, dan telah kembali di tempatnya duduk semula. Keadaan tampak hening dalam ruang tertutup ini, semua peserta berkomunikasi pada angannya masing-masing. Semua rata-rata sama sedang menetralkan demam panggung kami.


Saat ini sudah pukul 14:30, tinggal setengah jam lagi waktu kami pulang.


Tampak seorang pria dengan 1 berkas ditangan seperti sebelumnya kembali datang, jantung kami mulai tak beraturan kembali penuh tanya, siapa yang selanjutnya akan dipanggil kedalam?


Iapun memanggil 1 nama kini, Lyra Fariska ayo ikut saya!!!


Ohh, i-tu adalah na-maku ...


Akupun mengikuti langkah pria tegap di depanku. Kunetralkan kembali gugupku dengan beberapa tarikan nafasku.


Ia membawaku masuk dalam suatu ruangan dengan layar proyektor besar di sana. Tampak 3 pria dengan seragam kerja PT kami duduk di sana. Paling ujung adalah Ozawa Sang kemudian Manager Produksi dan seorang lagi adalah supervisor produksi, mereka tampak siap memperhatikan apa yang akan aku sampaikan.


Dengan menggunakan bahasa inggris aku mulai memperkenalkan diriku, menjelaskan slide demi slide dari bahan presentasi yang telah dengan seksama kubuat. Aku tampak lancar sebab aku memang sudah mengulang-ulang membacakan presentasiku di kosan.


Hingga mulai sesi tanya jawab, Bapak Manager memberi tanya padaku, tentang motivasiku menjadi karyawan permanen, hal apa di line produksi yang kurang menurutku dan perubahan-perubahan apa yang akan kulakukan jika kelak menjadi leader untuk memperbaiki kondisi yang kurang di line tersebut.


Dengan pengalamanku selama 2 tahun di line produksi, kujawab setiap tanya Pak Manager dengan mudah, walau jawaban benar dan salah tetap hanya sepengetahun sang Manager, yang terpenting untukku aku sudah berusaha menjawab sesuai kondisi yang aku lihat di line, tanpa mengikuti siapapun.


Ya, memang semenjak aku termasuk yang terpilih melakukan presentasi dengan Ozawa Sang, pihak produksi membebaskanku dari line. Mereka telah mempersiapkan orang penggantiku di line.


🌷🌷


Semilir angin kembali kurasa dari celah jendela bis jemputan yang kutumpangi saat ini.


Kuambil ponsel dari saku tasku.


Dag dig dug rasanya saat ku nyalakan ponselku, akankah ada pesan darinya? Setelah menunggu beberapa saat, ponselku menyala. Kutatap layar bercahaya di hadapanku kini, masih tak ada tanda-tanda jejaknya.


Ada apa denganmu, Gie?


Kau kemana?


Apa kau sudah lelah berjarak denganku?


Apa kau sudah tak ingin mempertahankanku?


Kenapa kau seakan menghilang?


Bukankah kau bisa memberi kabar, hingga aku tak menunggumu seperti saat ini ...


Haruskah aku membuang semua mimpi bersamamu?

__ADS_1


Tetesan air memaksa keluar dari pelupuk mataku. Apakah aku harus mendengar semua ucap Kak Fida untuk melupakanmu?


🌷


Seperti biasa aku bergegas mandi dan melanjutkan aktifitasku bersama Umi Hasna. Dan Umi Hasna lagi-lagi menghampiriku setelah aktifitas kami.


"Terus kapan dia akan menemui keluargamu, Lyra?" Umi berfikir aku sudah berjumpa dengan Firgie.


Aku menggeleng.


"Kenapa?" tanyanya heran.


"Dia belum menghubungiku, Um," ujarku.


"Lyra, sudah ya! hentikan menunggu tanpa kepastian seperti ini? Kini kau mulai memikirkannya lagi. Hentikan Lyra, siapa dia yang membuatmu seperti ini? Kalau suami, jelas. Tapi hubungan apa antara kalian? tidak ada kan? belum ada hubungan tapi sudah membuatmu sesak, Umi tidak setuju Lyra. Hentikan!!! Hanya itu keputusan terbaik, ujar Umi Hasna tegas.


Aku mengangguk,


Setiap kata-kata Umi dan Kak Fida memang benar adanya, tak dapat kupungkiri itu.


Bismillah ...


Maaf Gie, sepertinya aku harus benar-benar menghilang darimu.


Kau tidak boleh mempermainkanku seperti ini ...


🌷🌷


Kunyalakan Dakta Radio 107 FM saat ini, kajian malam kembali menjadi teman setiaku ...


Dan lantunan nasyid seperti biasa kembali menjadi obat penenangku ...


****


Birunya langit oh putihnya awan


Menjadikanku tertegun tertawan


Lambaian pohon oh menari - nari


Mengajak daku mengingat Ilahi


Semakin ku terlena dengan segala karunia


Tiada yang mampu menyaingi keagungan-Mu


Akankah ku dapati semua limpahan rahmat-Mu


Tapi ku malu karena itu tak pantas bagiku


Begitu banyak dosa tlah ku lakukan


Akankah Engkau ampuni


Namun ku yakin Engkau Maha Penyayang

__ADS_1


Pada hambanya yang berserah diri


KaruniaMU - The Fikr


__ADS_2