Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah
Jalan Setapak


__ADS_3

Terima kasih kepada para readers yang masih setia menanti kelanjutan kisah cinta Lyra❤❤


Lanjuutt yaa👋☺..


🌷🌷🌷


🌻Dimass ...


Pergudangan Sentra buana menjadi tujuan kami saat ini. Setelah panggilan beberapa saat lalu, dan kini aku telah berada di tempat perjanjian kami.


Pergudangan tua yang terlihat sunyi dengan pohon-pohon besar disekitarnya, bangunan tua tak berpenghuni dengan dinding kecoklatan dan dipenuhi jamur di beberapa sisinya menjadi tempat berdiriku kini.


Kubawa Mayra ikut bersamaku namun beberapa polisi yang menyamar ikut menyertaiku.


Sesuai rencana awal kedua putriku harus tetap pulang bersamaku. Dan Rendi tidak boleh tau keberadaan polisi yang diam-diam juga standbye di tempat tersebut, juga di beberapa tempat sekitar sini.


Kuberdiri kini disisi mobilku dengan menggendong Mayra dipelukanku. Kukecup beberapa kali wajahnya, putriku yang cantik, takdir telah membawamu menjadi putriku, aku yang memandikanmu saat kau masih memerah. Aku menjagamu, kasih sayangku penuh hanya teruntukmu saat itu, saat ibu kandungmu melupakan kewajibannya. Bahkan kaupun yang menyertai ayah disaat sepi ayah. Mayraku ... kau harus tetap di sisi ayah, sesuai janji ayah pula pada bundamu akan membawa kalian berdua pulang dengan selamat.


Dan putri kecilku tampak terlihat ketakutan melihat sekitar tempat kami berada. Berapa kali ia membisikkan kata kepadaku, "Mayra takut, ingin pulang Ayah," lirih suaranya dan kubalas dengan kecupanku.


"Ada Ayah Mayra tidak boleh takut, kita tunggu adik dulu yaa," ucapku dan tampak Mayraku mengangguk namun ia lagi-lagi menenggelamkan wajahnya kebahuku tak ingin melihat pemandangan sekitar.


Dan waktu yang di tetapkan telah terlewat mengapa Rendi tak jua terlihat, rasa hawatir mulai menyelimutiku, bayi kecilku ... ayah merindukanmu ... kau dimana Nak??




"Sialll ... bayi cengeng, kenapa bayi ini terus menangis. Tutup mulutnya Friss, aku tak tahan mendengar tangisannya."



"Tapi Mass ...."



"Tutuppp!!!."



"Ba ... Ba-ik Mas. Inikah tempatnya Mas?"



"Iyaa, coba cari mobil Dimas ...."



"I--tu Mass," tunjuk Frista melihat sosok mantan suami dan putrinya di kejauhan.



"Tunggu ... tunggu, itu seperti mobil poli-si di balik bangunan itu Friss, sialll Dimas berani main-main denganku. Tetap buat bayi itu tak bersuara Friss, kita kembali!!!"



"Tapi Mayra Mas?"



"Kita lupakan sejenak Mayra, kita harus pergi dari sini atau mereka akan menahan kita," ujar Rendi.



"Tapi kasihan bayi ini Mas, ia sangat membutuhkan ibunya."


__ADS_1


"Aku sungguh tak peduli dengan bayi itu Friss!!!"



"Sialll ... disana juga ada mobil polisi, Okee, tenang Rendi. Kita cari jalan yang lain." Rendi tampak berbicara pada dirinya sendiri saat ini. Ia memutar arah kembali, sebab mendapati mobil polisi terlihat tersebar disetiap penjuru.



"Syukurlah akhirnya bayi ini tertidur Mass, dia sangat haus hingga akhirnya ia menerima sufor yang kuberikan."



"Berhenti membicarakan bayi itu Friss, nyawa kita sedang dalam bahaya!!!"



"Kita keluar negri sekarang, kita akan kembali suatu saat untuk mengambil Mayra," ujar Rendi kembali.



"Tapi bayi ini Mass??"



"Tinggalkan saja bayi itu di jalan, aku tidak peduli dengan bayi itu!!!"



"Kau tidak punya hati Mas, bahkan Mas Dimas sudah menjaga putrimu dengan baik," lirih Friss.



"Kau membandingkanku dengan mantan suamimu itu kah Friss??"




"Merawat anak Dimas? Tidak akan!! Lagipula dia bayi yang cacat dan cengeng, ia akan menyusahkan hidup kita dengan penyakitnya. Anakku hanya Mayra, kau dengar itu Friss!!! Buang fikiran bodohmu Friss!!!" gusar Rendi.



"Tapi Mass, ini sangat berdosa. Bayi ini membutuhkan ibunya,"



"Buang kata-kata dosa dari hidupmu Friss!!!"



"Kau lihat didepan itu, taruh bayi itu disana!! Kita harus keluar negri saat ini juga sebelum Polisi menemukan jejak kita!!!"



*Panti Asuhan CAHAYA MEDINA* ...







Beberapa saat berlalu, Rendi dan Friss memilih jalan setapak untuk menghindari polisi menemukan jejak mereka. Jalan berliku dan terjal mereka lewati saat ini, hingga tiba-tiba ...

__ADS_1



"Siall Dimas terus menelefon." Dan Rendi akhirnya mengangkat telfon dari Dimas saat ini.



"Kau dimana Ren? Jangan bilang kau takut bertemu denganku!! Dimana putriku?" geram Dimas kehawatiran memenuhi otaknya saat ini atas keadaan putri kecilnya.



"Aku berubah fikiran, aku ingin mengganti pertukaranku, 2 tukar 1. Kau ingin bayimu bukan? Aku ingin *Mayra dan Lyra istrimu*!! Bawa mereka untukku dan aku akan memberitahu keberadaan putrimu."



"Kurang aja\*r kau Ren!!!" Dan karena kesal Dimas menutup telfonnya tiba-tiba.



"Kau sangat jahat Mas, ternyata kau masih menginginkan Lyra, kau tidak menghargaiku Mass ...."



"Diam kau Friss, aku hanya memperlambat waktu saja. Kita harus mencapai bandara Friss!!"



"Jelaskan dulu padaku, apa kau masih memikirkan Lyra selama ini, Mas??"



"Yang terpenting kau istriku, sudah kau diam saja Friss!!!"



"Aku benci Lyra Mas ... benci ... dan kau ternyata memikirkannya pula, kau sama saja dengan Dimas. Kenapa harus Lyra ... aku benci wanita itu!! Aku benci padamu!! Benci!!"



Dan Friss terus menarik kemeja Rendi tak beraturan, hingga mengganggu Rendi melajukan kemudinya.



"Friss, jangan seperti ini. Kau membahayakan nyawa kita dengan prilakumu!!! Kita berada di jalan setapak Friss ...."



"Aku tak peduli!! Aku benci padamu!! Benci pada otakmu yang terus memikirkan Lyra!! Benciiii!!!" Frisss terus menarik lengan Rendi saat ini, hingga Rendi akhirnya kehilangan kendali atas mobil yang dikemudikannya dan akhirnya ....



*Aaaa* .....



*Tak lama* ...



*Duwarrrrr* ...



🌷🌷🌷



🌻Happy reading❤❤

__ADS_1


__ADS_2